KUTUMBALKAN TUBUHKU

KUTUMBALKAN TUBUHKU
KT 67



“Serena dalam bahaya! Dimana dia sekarang!” bentak Adit pada Joni yang tidak malah menggubris omongannya.


“Bahaya? Bahaya apa?” Joni kembali menatap sinis pada Adit “harusnya yang jadi bahaya buat Mbak Rena itu kan lo sendiri” sambung Joni.


“Gue ngga lagi bercanda brengs*k!” Adit mencengkram baju Joni.


“Memangnya kapan gue pernah bercanda sama lo?”


“Aakkrgh….” Adit menarik tangannya dari kerah baju Joni dan menjambak rambutnya sendiri dengan penuh rasa frustasi “gue cuma pengen memastikan kalau Serena dalam keadaan baik baik saja, jadi cepet kasih tahu gue dimana dia sekarang?” ucapnya penuh permohonan.


“Cih! Mbak Rena lagi ke toilet”


“Lo yakin?”


“Sebenernya lo maunya apa sih?!” Joni kembali emosi karena Adit tidak mempercayainya.


“Lo yakin Serena ada di dalam toilet?” Adit menunjuk ke arah toilet khusus wanita “sudah berapa lama dia disana?”


“Dan urusan lo apa?”


“Cepet pastikan kalau Serena ada di dalam sana!” perintah Adit.


“Lo nyuruh gue?”


“Serena dalam bahaya! Cepet periksa sekarang! Kalau lo ngga mau, biar gue yang masuk.”


Saat Adit mulai merangsek ke arah toilet, Joni serta merta mencegahnya.


“Lo gila ya? Itu toilet perempuan ****!”


“Gue ngga peduli! Gue cuma pengen memastikan Serena masih disini, dan dalam keadaan baik baik aja.”


“Ok ok! Biar gue yang nyari Mbak Rena”


Joni memang akan menaruh curiga pada siapapun yang menurutnya berpotensi menyusahkan Serena, dia akan mengorek banyak informasi tentang orang orang yang dekat dengan Serena, semata mata untuk memastikan keselamatan gadis itu.


Sejak kejadian malam aneh yang dialami oleh Serena akibat makan makanan yang diberikan oleh Adit, maka nama laki laki itu langsung masuk ke dalam blacklist Joni, daftar itu berisi tentang orang orang yang harus dihindari oleh majikannya.


Dan hari ini, laki laki itu malah datang dengan wajah sok peduli dengan membawa kabar kalau Serena ada dalam bahaya. Jelas itu adalah hal yang paling dihindari oleh Joni, tapi…. dari mana laki laki itu tahu jika Serena dalam bahaya?


Tak urung, Joni pun berjalan ke arah toilet, dia ingin membuktikan semua omongan laki laki yang tidak disukainya itu. Adit mengikuti langkah Joni dari belakang, dia terlihat lebih gelisah dan juga sangat khawatir.


“Mbak Rena…..” panggil Joni dari luar pintu , suaranya menggema dan sudah pasti bisa terdengar hingga ke dalam toilet.


“.….” sepi.


“Mbak Rena masih didalam kan?” ulang Joni sekali lagi.


“.….” tidak ada jawaban.


Menyadari adanya sesuatu yang aneh, Joni mencoba membuka pintu yang ternyata terkunci. Joni terus berusaha mendobrak pintu, walau harus merusak pintu toilet yang menghalanginya untuk masuk. Begitu pintu itu terbuka, mata Joni memicing dengan penuh kewaspadaan, mencari cari keberadaan Serena di balik semua bilik yang ada di ruangan toilet.


Kosong. Itulah kenyataan yang harus diterima Joni dan Adit. Tidak adanya tanda tanda gadis itu, sontak mambuat kedua laki laki yang tadinya bersitegang melakukan kerja sama. Tanpa diperintah keduanya membagi tugas, Joni mencari di luar gedung, sedangkan Adit mencari di dalam gedung dan bertanya pada semua orang yang bisa ditemui.


“Gimana? Ketemu?” tanya Joni pada Adit yang menjawab dengan gelengan kepala.


Adit menekan tombol di layar handphone miliknya, bermaksud untuk menghubungi nomor Serena, karena itu hal yang belum dilakukannya dari tadi. Tapi sayangnya itupun tidak berguna, Joni menyodorkan tangannya yang sedang memegang telepon genggam milik Serena.


“Sial!” umpat Adit. Laki laki itu kembali masuk ke dalam mobilnya, Joni dengan sigap langsung berdiri di depan mobil yang akan dikendarai oleh Adit.


“Nyari Serenalah”


“Kemana?”


“Sepertinya gue tahu dimana Serena sekarang,” ucap Adit. Walau dirinya sendiri masih tidak yakin, setidaknya dia akan mencari ke tempat yang dia anggap sebagai lokasi dimana adanya Serena.


“Gue ikut.”


Tanpa menunggu persetujuan dari Adit, Joni langsung membuka pintu penumpang yang ada di sebelah kursi pengemudi. Tentunya saat ini Joni adalah orang yang paling ingin menemukan Serena, jadi dia akan mengikuti petunjuk yang bisa membawanya pada gadis itu, walau harus mengandalkan bantuan dari orang yang tidak dipercayainya.


Adit menjalankan mobilnya dengan kecepatan tinggi, entah berapa kali dia hampir menjadi penyebab sebuah kecelakaan. Rasa khawatirnya pada keselamatan Serena, mampu membuatnya hilang kesabaran saat menemukan lampu berwarna merah di hampir setiap perempatan dan pertigaan.


Joni terus memperhatikan sikap Adit dari sejak dia datang, hatinya terganjal oleh sesuatu yang belum dia pahami, dan itu tak luput dari perhatian Adit. Laki laki itu tahu kalau sopir Serena itu pasti mencurigainya sebagai dalang hilangnya Serena hari ini.


“Lo kalau mau nanya ya nanya aja, ngga usah lirik lirik gitu. Kalau sampe ada yang liat kita sekarang ini, nanti dikira lo naksir gue lagi,” cibir Adit.


“NAJIS! Gue normal ya. Gue ngga bakal main pedang pedangan, apalagi sama lo” sungut Joni sambil memalingkan muka.


“Cih”


“Darimana lo tahu, kalau Serena dalam bahaya?” akhirnya pertanyaan yang dari tadi menggelayuti pikiran Joni berhasil ia dimuntahkan.


Mau tidak mau, Adit memang harus menjelaskan. Dia menghela nafasnya yang terasa sangat berat, penjelasan ini pasti akan menambah rasa tidak suka dari orang yang duduk di sampingnya.


“Gue berharap semoga prasangka gue salah. Tapi kalau ternyata benar, maka ini adalah ulah mama gue.”


“HAH! Mama lo?”


“Hmm,” tiba tiba Adit terlihat sedih.


“Kok bisa? Bukannya mama lo sangat menyukai Mbak Rena, dia juga terlihat sayang banget sama Mbak Rena. Walaupun gue tahu itu palsu, tapi hampir seluruh orang yang tinggal dilingkungan tempat tinggal Mbak Rena, semuanya sudah pada tahu, kalau Mbak Rena itu calon menantu emak lo.”


“Lo bener, itu semua palsu.”


“Kalau bener mama lo yang ada dibalik ini semua, gue pengen tahu apa alasannya? Selama ini yang gue tahu, Mbak Rena ngga pernah punya masalah sama lo dan mama lo itu. Yang ada, lo dan mama lo itu yang sudah menyebarkan gosip ngga bener, sedangkan diantara kalian ngga ada hubungan apa apa,” Joni merinci penjelasan.


“Itu dendam lama,” ucap Adit.


Joni dibuat terperangah dengan mendengar jawaban dari Adit. Alasan hilangnya Serena saat ini benar benar tidak masuk akal menurutnya. Sejak menjadi sopir Serena, Joni sedikit banyak tahu bagaimana sikap dan sifat majikannya itu.


Serena bukan orang yang suka membuat masalah, bukan tipe orang usil dengan kehidupan orang lain, tapi punya jiwa sosial yang sangat bagus.


Kata kata tentang dendam lama sangat mengusik hati Joni, dia sangat tidak percaya kalau semua ini akibat dari dendam di masa lalu. Dan dendam apa yang dimaksud oleh Adit sebenarnya?


Saat Joni masih bergelut dengan pikirannya, Adit terus mengendarai mobilnya dengan berulang kali membunyikan klakson, memperlihatkan ketidak sabaran dengan laju kendaraan lain yang dianggap menghalangi jalannya.


.


.


.


***



Baru rencana 😊