
Serena mulai membasahi tubuhnya dengan air yang menyembur dari pancuran shower setelah melepas semua kain yang membalut tubuhnya. Menarik nafas berkali kali untuk mencoba menenangkan diri.
Ini bukan pertama kalinya dia menghadapi laki laki yang mendamba dan ingin menikmati dirinya. Dia sudah terbiasa mendapat tatapan yang seolah ingin menelan kemolekan tubuh nya yang seksi.
Hidup di dunia permodelan membuatnya berteman akrab dengan lingkungan bebas. Hanya saja, Serena memiliki prinsip hidup yang dengan setia dia jaga hingga saat ini. Dia hanya akan melakukan sesuatu jika ada rasa dihatinya dan mengatakan ingin melakukannya. Dia tidak mau mengikuti jejak teman seprofesi, yang memilih untuk menjadi baby sugar agar bisa hidup mewah.
“Besok adalah malam jum’at kliwon, tapi sekarang gue malah jadi tahanan. Apa yang harus gue lakukan biar bisa keluar dari sini. Gue belom beli sesaji buat laki gue. Dan sekarang gue malah harus melayani laki laki itu.”
Setelah makan siang tadi, Serena berdiam diri di dalam kamar yang dijaga oleh bodyguard di depan pintu. Dia mengistirahatkan diri dan tertidur, karena mungkin saja laki laki sangar yang sebentar lagi akan menyantapnya, akan membuatnya tidak akan bisa bersantai.
“Suamiku…..bisakah kau datang kemari. Aku lebih memilih melayanimu dibanding laki laki itu” gumamnya
BRAKKK.....
Laki laki sangar membuka pintu kamar dengan menendang daun pintu. Dia sudah tidak sabar untuk segera merasakan tubuh wanita yang membuatnya menahan gairah sampai malam hari.
“Hai maniiiis….” matanya memindai isi kamar. Rasa marahnya mulai naik ketika tidak ditemukannya sosok wanita yang telah membuat juniornya bangkit dan mengeras.
Langkahnya terhenti tepat di depan kamar mandi, saat dia mendengar suara gemericik air mengalir. Senyumnya langsung mengembang, merasa bahagia.
Tok tok
“Kalau kau tidak segera keluar, maka aku akan mendobrak pintu ini dan merusaknya!” teriaknya tidak sabar
Serena tersenyum penuh arti mendengar teriakan laki laki sangar yang sedang mengancamnya. Membilas tubuhnya yang masih dipenuhi sabun dengan kecepatan yang dia bisa. Walaupun tersedia kimono mandi, tapi dia sengaja memilih menggunakan handuk kecil yang hanya mampu menutupi sedikit bagian tubuhnya.
Serena mulai memegang gagang pintu ”Tertawalah sepuasnya, sebelum ajal menjemputmu,” ucapnya dengan seringai licik.
Ceklek
Pintu terbuka perlahan. Serena menggunakan momen itu untuk terus mengulur waktu dan menggoda laki laki itu dengan membuatnya tambah tidak sabar. Kaki kanannya yang pertama dia julurkan melewati garis pintu kamar mandi. Kaki jenjang dan mulus, dengan warna yang sedikit mengkilap karena masih sedikit basah.
Laki laki sangar bangkit dari duduknya di tepian ranjang. Disuguhi pemandangan langka dan tidak pernah dilihat sebelumnya ternyata memberikan sensasi yang berbeda.
“Kemarilah manis….aku sudah tidak sabar.” ucapnya sambil mengelus inti tubuhnya yang masih tertutup “Aku tidak sabar ada didalam dirimu, dan menikmati setiap inci dari semua bagian tubuhmu”
Serena mengangkat sedikit ujung bibirnya lalu menjulurkan tangannya dengan sangat amat perlahan. Dia tahu benar, bahwa laki laki sangar yang sedang menunggunya dengan tidak sabaran itu sudah dalam keadaan on.
“Kau benar benar tidak sabaran” jawab Serena dengan nada semanja mungkin untuk membuat laki laki itu mau mengikuti skenarionya.
Dia memamerkan lekuk tubuhnya dengan berjalan berlenggak lenggok seolah sedang berada di atas catwalk. Kakinya melangkah ringan, mendekati tubuh yang sudah dipenuhi nafsu. Terlihat jakunnya yang turun naik dengan tangan yang terulur, ingin segera menjangkau Serena.
Tapi….
Serena tiba tiba menghentikan langkahnya dan tersenyum.
“Ada apa?” Tanya laki laki sangar itu pada Serena.
“Maaf bos. Hanya ini yang bisa kuberikan padamu.” jawan Serena “Aku hanya bisa memberimu pemandangan tubuhku tanpa bisa menikmatinya” tambahnya lagi.
“Jangan mempermainkanku! Kau pikir kau siapa? Berani beraninya menolakku hah! Jangan lupa, kalau kau sampai menolak, aku akan menghabisi ayahmu dan membawa adikmu untuk menggantikanmu disini!” emosinya tidak terbendung.
“Kau harus meminta izin suamiku dulu sebelum bisa memilikiku” ucap Serena santai.
“Suami? Ha….haa..Yudi bilang kau belum menikah, bagaimana ada suami. Tapi kalau memang benar kau sudah menikah, lalu dimana suamimu? Kenapa dia membiarkamu memasuki markasku dan tidak menolongmu?” sinisnya.
“suamiku ada dibelakangmu."
***
Sepertinya ada yang kesel nih ama author
Dia ngga suka kalau cerita di setiap bab itu ngegantung, bikin penasaran katanya.
Kayaknya bukan cuma novel Si_Ro deh yang gitu
Author lain juga banyak yang sengaja nge-cut cerita untuk bab selanjutnya
Maaf ya para reader…
Si_Ro bukan penulis profesional yang selalu bisa membuat pembacanya terpuaskan
Jadi curhatkan