
Joni terus memperhatikan Zahra yang masih memainkan handphone miliknya. Menunggu kapan gadis itu akan tertidur dan dia bisa menyelinap keluar tanpa ketahuan. Dokter dan juga perawat masuk ke kawar perawatannya untuk melakukan pemeriksaan malam.
“Apa luka saya sudah baik baik saja dok?” tanyanya pada dokter yang sedang memeriksa luka oprasinya.
“Hmm ya, hasilnya bagus. Proses penyembuhannya ternyata lebih cepat dari biasanya. Tapi tetap belum boleh terkena air dan juga jangan melakukan pekerjaan keras dulu” jelas dokter
“Terima kasih dok”
Dokter dan perawat juga beberapa dokter magang yang mengikuti di belakangnya telah meninggalkan kamar rawat inap Bang Jon. Kini terlihat Zahra sudah mulai menyiapkan selimut dan juga bantal di atas sofa, tempatnya membaringkan tubuh.
Joni membenarkan posisi bantal dan juga tubuhnya. Dia akan menunggu sampai Zahra benar benar tertidur dan akan pergi ke aparteman Serena. Dia benar benar mengkhawatirkan gadis itu, sampai dia nekat untuk diam diam meninggalkan rumah sakit walau tanpa izin dokter.
---------------------------------------------
Serena sedang berendam di dalam bathtub dengan ditemani alunan musik yang keluar dari telepon genggamnya. Kombinasi air hangat dan juga aromaterapi membuatnya sejenak terlelap, sampai bunyi alarm membangunkannya dari tidur.
Sejanak membilas tubuhnya dari busa sabun mandi yang masih tersisa, lalu memakai mantel mandi yang sudah dia siapkan.
Sisa air masih menetes dari tubuh Serena yang sedang melangkahkan kaki menuju kamar khusus. Menekan knop ke bawah dan mendorong daun pintu kamar yang terang benderang. Berjalan ke arah pojok kamar, dimana tersedia meja kecil yang diatasnya ada sesaji yang lengkap.
Serena mengambil korek dan mulai menyalakan lilin lilin yang akan dia jadikan sebagai penerang, untuk menggantikan terangnya lampu.
Ting tong
Serena terperanjat mendengar suara bel kamar apartemannya. Dia sama sekali tidak akan menerima tamu di saat saat seperti ini. Ini adalah waktunya bersama suami astralnya, tapi siapa yang akan bertamu malam malam begini?
Ting tong.
Bel itu kembali berbunyi, bahkan berkali kali, seolah sedang memaksa untuk segera membukakan pintu.
Ting tong ting tong.
Serena mengintip dari lobang yang tersedia di pintu, untuk melihat siapa yang dengan tidak sopan menekan pintu dengan tidak sabaran.
“Juan?” gumamnya.
Pintu itu hanya terbuka sedikit saja dari dalam. Sebelum Juan bisa masuk, Serena malah memasang wajah tidak suka dan tidak membiarkannya masuk.
Serena memberikan peringatan pada suaminya itu. Menunjukkan betapa tidak senangnya Serena pada tubuh manusia yang sedang dimiliki oleh makhluk yang telah menikahinya.
Juan melangkah pergi ke parkiran area aprteman Serena. Masuk ke dalam mobil mewahnya dan mendudukkan tubuh. Menarik nafas dan mulai keluar dari tubuh Juan dalam bentuk asap berwarna merah.
Serena sudah duduk di tepian ranjang untuk menunggu suaminya, dengan masih menggunakan mantel mandi.
Asap merah mulai menyusup dari bawah pintu kamar khusus, sedikit demi sedikit sampai semuanya masuk sempurna. Asap itu mulai membentuk sosok manusia dan melayang mendekati Serena yang sudah tersenyum dengan kehadiran sang suami.
Serena bangkit dari duduknya dan mulai mengayunkan tangannya untuk menarik tali mantel yang masih membungkus tubuh indahnya.
“Walaupun kau bisa hidup di dalam tubuh Juan, tapi aku tidak mau kau menggunakan tubuh itu untuk meniduriku” ucapnya.
Mantel mandi telah terbuka sempurna, membuat suami Serena mendekat dan memeluk tubuh indah istrinya yang sangat dirindukan. Bayangkan saja, dari semua hari, dia hanya bisa memiliki istrinya di malam jum”at kliwon saja. Kalau makhluk itu adalah manusia normal, sudah pasti dia kan selingkuh dimana mana, karena tidak mendapat jatahnya.
“Apapun keinginanmu, aku akan melaksanakannya. Tapi malam ini, biarkan aku memilikimu."
Asap berbentuk manusia yang tegap dan juga kekar itu sudah mulai menyusuri tubuh Serena yang juga sangat menikmati setiap sentuhan yang diberikan oleh suaminya.
Tangan Serena juga tidak mau tinggal diam dengan nafsunya sudah yang melenyapkan akal sehat. Tapi suaminya seperti tidak mau diganggu. Makhluk itu malah mengunci kedua tangan Serena ke atas kepala.
“Jangan mengganggu keasikanku. Tugasmu hanya menikmatinya saja”
Tubuh Serena terangkat, melayang dan mendarat perlahan di atas kasur empuk.
Serena benar benar sudah berada di dalam kendali makhluk astral itu. Ini kedua kalinya dia merasakan kenikmatan yang tidak pernah dia rasakan sebelumnya.
Entah berapa kali Serena mencapai puncak kenikmatan karena ulah sang suami. Senyum lagi lagi terukir di bibirnya.
Tapi kekuatan tubuh Serena tidak bisa mengimbangi kekuatan makhluk yang masih semangat di atas tubuhnya, Serena akhirnya sampai kehilangan kesadaran dan tidak bisa lagi merasakan kenikmatan.
***
Episode ini Si_Ro sempet ragu buat up(mungkin tidak lolos review)
Tapi….apapun komennya diterima ajalah