Badboy Yang Menyebalkan

Badboy Yang Menyebalkan
74. Hinaan Alex Dan Silvana


Kamila menundukkan kepalanya sejenak sambil memainkan jarinya. Lalu, gadis itu berjinjit dan mendekati telinga Arkan.


"Gue kangen! Ga ada siaran ulang!"


Tawa Arkan pun meledak seketika membuat kedua pipi Kamila memerah karena malu.


"Oh kang-"


Kamila langsung menutup mulut Arkan sebelum dia melanjutkan kata-katanya.


"Ssstt Arkan jangan kenceng-kenceng!" kata Kamila.


"Haha, udah kaya kepiting rebus!" ujar Arkan sambil memaink Kamila.


"Malu," cicit Kamila.


"Sini gue kantongin!" kekeh Arkan.


"Ih... Arkann!"


***


BRAKH!


Seseorang menggebrak meja Kamila dengan keras, Kamila yang sedang membaca buku pun terkejut. Ia mengangkat wajahnya dan ternyata yang menggebrak meja adalah Silvana.


"Lo kenapa? Dateng-dateng ngamuk-ngamuk, lagi PMS ya?" kata


Kamila.


"Gue gak terima, kenapa Lo yang dipilih buat jadi pembicara perwakilan sekolah pas seminar nanti? Kenapa harus lo yang dapat nilai tinggi satu sekolah. Emang lo itu


selalu cari perhatian sama semua orang di sekolah ini. Lo itu gak lebih dari pecundang yang suka jadi penjilat!" maki Silvana.


Sudah bukan rahasia jika di antara Silvana dan Kamila terjadi persaingan. Tepatnya, Silvana yang selalu berusaha untuk bersaing dengan Kamila sementara Kamila


sendiri cuek saja.


Mendengar caci maki yang keluar dari mulut Sivana, Kamila berdiri dari kursinya.


"Kalo lo merasa nilai lo kurang ya belajar! Lo pikir dengan lo dateng ngelabrak gue kayak sekarang nilai bakalan tiba-tiba jadi seratus gitu? Nggak akan. Lo salah kalo lo ngamuk-ngamuk gini. Aneh banget sih lo. Nilai lo yang jelek kenapa gue yang salah," kata Kamila dengan tegas.


"Nilai lo gede karena lo caper sama guru!"


"Mulut lo gak disekolahin? Lemes banget tuh mulut loyo!" jawab Kamila kesal.


"Kurang ajar!" Silvana langsung melayangan tangannya hendak memukul Kamila.


Tetapi gadis itu menangkap tangan Silvana dengan cepat dan mengempaskannya.


"Jangan main fisik dong!"


"Woy! Dasar cewe gak punya ibu! Jangan belagu, lo apain cewek gue!"


Tiba-tiba saja seorang laki-laki datang mendorong Kamila dan dia memaki Kamila dan ternyata itu adalah Alex pacarnya Silvana.


"Anjir mulut lo. Lo cowok tapi kelakuan kayak banci, bisanya ngelabrak cewek. Lagian kalian cupu beraninya keroyokan!" pekik Naya membela Kamila.


Kamila terdiam tiba-tiba saja hatinya merasa sakit saat disebut anak tidak punya ibu.


"Jangan di masukin ke hati Mil!" ujar Naya sambil mengusap lengan Kamila.


"Lo gak usah ikut campur deh, Nay. Ini anak emang bawa sial, makanya dia ga punya ibu! Ibunya aja ninggalin dia karena dia emang bawa sial!" kata Alex kencang.


"Mulut lo sialan gue gampar bonyok lo," sungut Naya emosi.


"Salah gue di mana, dia kan gak punya Ibu karena dia bawa sial. dia gak cocok di dunia atau jangan-jangan ibunya ****** makanya malu terus metong deh! Hahahaha!"


Tawa teman-temannya Alex membuat


Kamila kesal.


"Ibunya-"


Plak....


Kamila menampar pipi Alex kencang


"Gak usah bawa-bawa nyokap gue sialan!" seru Kamila dengan penuh kemarahan.


Air matanya mulai menetes sedih. Siapa


Arkan yang baru saja dari kantin terkejut saat melewati kelas Kamila, dia melihat ada banyak orang berkerumun.


Arkan masuk ke dalam dia membelah kerumunan dia melihat mata Kamila sudah berkaca-kaca.


"Woy, ada apa ini? Loh kenapa, Mil?" tanya Arkan sambil mendekati Kamila.


"Cewek ini suka plying victim. Mentang-mentang gak punya ibu semua orang dipaksa suka sama dia dan semua guru harus kasih dia nilai bagus, dasar caper!" seru Sivana.


Arkan terkejut saat Silvana membawa ibunya Kamila. Kamila mengusap matanya yang berair.


"Denger yah lo semua yang ada di sini, gue emang udah gak punya Ibu tapi gue gak serendah itu buat ngemis nilai ke guru. Demi Tuhan gue selalu murni hasil belajar gue sendiri!" kata Kamila dengan suara bergetar menahan menangis.


Arkan yang melihat Kamila hampir menangis mengepalkan tangannya dia tidak bisa dan tidak mau melihat Kamila menangis.


BRAKH!


Arkan menendang kursi hingga membuat semuanya terkejut, kursi itu patah seketika.


"BUBAR LO SEMUA ANJING"


"Dan lo berdua minta maaf sama Kamila atau nasib kalian berdua bakalan sama kayak kursi itu!" seru Arkan penuh penekanan.


"Ogah banget minta maaf sama bocah pembawa sial kayak dia," kata Alex.


"Oh, jadi lo gak mau minta maaf?" tanya Arkan.


Alex menggelengkan kepalanya.


" Gue gak akan pernah minta maaf sama dia!"


Arkan menatap Alex dan Silvana tajam. Tatapannya sudah penuh dengan aura ingin membunuh sehingga Daren yang ada di sana refleks menahan tangan Arkan.


"Ar udah," kata Daren.


Tetapi Arkan langsung mengangkat


tangannya sebagai tanda supaya Daren diam.


"Kamila emang gak punya Ibu tapi seenggaknya dia lebih baik dari lo, dia cantik punya prestasi, apa gak punya Ibu itu sebuah dosa? Nyokap lo juga suatu saat nanti bakalan sama kayak nyokapnya Kamila! Satu yang harus lo semua inget! Kamila itu cewe gue, nyokap gue nyokap Kamila juga!" kata Arkan datar dia menekan semua katanya.


Nada suara Arkan memang tidak meninggi, tetapi aura dalam kelas menjadi menakutkan dan mencekam. Arkan seakan bisa membuat semua merasakan kemarahannya.


Udara di kelas juga menipis mereka rasanya sulit bernafas. Daren yang sudah hapal dengan sifat sahabatnya itu dengan setia berada di dekat Arkan.


Daren berusaha mengantisipasi jika Arkan sampai menghajar Alex habis-habisan.


Alex berdecih sinis.


"Kamila cewek lo itu cuman anak terlantar


makanya dapet ibu tiri."


"Eh Ibu tirinya gak sayang juga sama dia!" ujar Alex.


"Lo pikir cewe lo bagus? Cuman cowo katarak yang bilang tuh cewe lebih baik dari Kamila!" jawab Arkan tak kalah pedas.


"Lo yah-"


Alex yang tidak terima Silvana dihina hendak memukul Arkan tapi dengan sigap Arkan mencekal tangannya lalu Arkan memelintir tangannya hingga dia kesakitan.


"Anjir Arkan sakit, lepasin sialan!" teriak Alex kesakitan.


"Minta maaf gak lo?"


"Gak sudi!" teriak Alex.


"Gue bisa aja patahin tangan lo sekarang!" ancam Arkan.


Kamila melihat Arkan sudah benar-benar emosi dia menarik tangan Arkan.


"Ar udah, nanti lo dapet masalah!" ucap Kamila.


"Diem Kamila biar gue patahin aja nih tangan sekalian gak ada gunanya juga! Lo jangan di ambil hati setan kayak dia kalo ngomong suka gak pake otak!" tegas Arkan.


"Arkan, udah gue mohon gue gak mau lo kena masalah lagi!" kata Kamila memohon.


Arkan menyentak tangan laki-laki itu dengan kasar sehingga Alex hampir saja terjengkang ke belakang. Tenaga Arkan itu sangat kuat.


"Kali ini lo selamet karena cewe gue, tapi gak tau besok!" kata Arkan datar.