Badboy Yang Menyebalkan

Badboy Yang Menyebalkan
138. Arkan Yang Tak Ingin Jauh


Arkan pun duduk di samping Kamila, dia menoel pipi Kamila, "Cantik, merah amat mukanya kenapa tuh?" tanya Arkan jahil.


"Ck.. Apa sih!" Kamila berdecak kesal.


Sedangkan Alisha dan Marvin menggelengkan kepalanya. Arkan itu suka sekali menggoda Kamila.


"Makan dulu. Kamu ini Bang seneng banget gangguin anak orang," tegur Alisha.


"Ya nggak papa kali Bunda. Aku kan godain calon istri," jawab Arkan sambil. mengedipkan sebelah matanya kepada Kamila.


"Tuh lihat kelakuan anak kamu, Yah. Sama persis kayak kamu," kata Alisha kepada Marvin.


"Anak kamu juga Bund kalo lupa!" kata Marvin.


"Tapi dia duplikat kamu, sama persis, dia cuman numpang di rahim Bunda, pas brojol 90% modelan Bapaknya! Iseng!"


Marvin hanya tertawa kecil mendengar perkataan Alisha. Tapi apa yang dikatakan Alisha itu memang benar.


Dulu Marvin selalu berbuat seperti itu kepada Alisha jika hendak menggodanya. Dan sekarang sifat isengnya menurun pada Arkan. Kean dan Sean yang melihat drama rumah tangga itu hanya tertawa keluarga Arkan sangat harmonis.


Setelah selesai makan malam semuanya berpencar melakukan kegiatan masing-masing.


Arkan kembali ke kamar dia masih memikirkan bagaimana caranya bicaradengan Kamila dia tidak tega gadis itu pasti akan sedih.


Arkan sedari tadi hanya berguling-guling di kasur dia berusaha mencari posisi yang nyaman untuk berpikir.


Saat Arkan tengah berpikir terdengar suara ketukan dari pintu balkon, Arkan melihat jam sudah pukul sebelas malam ternyata cukup lama Arkan berpikir tapi tidak menemukan jawabannya.


Arkan turun dari kasur dia melihat siapa yang mengetuk pintu balkon kamarnya.


Ternyata kekasihnya dengan wajah bantal dan boneka beruang yang waktu itu Arkan berikan tengah ia peluk, entah bagaimana caranya gadis itu melewati pagar balkon.


Arkan membuka pintunya, "Kok belum tidur Yang, udah malem loh!" kata Arkan.


"Gak bisa tidur!" Setelah itu Kamila masuk dia langsung merebahkan tubuhnya di atas kasur Arkan dengan memeluk boneka, terlihat seperti anak sd yang menggemaskan.


Arkan berjalan menuju pintu depan untuk menguncinya takut-takut Bundanya masuk.


Arkan mendekati Kamila dia tersenyum melihat kekasihnya itu memejamkan matanya.


Arkan merapikan posisi tidur Kamila, jarang sekali gadis itu datang ke kamarnya saat malam hari biasanya Arkan yang akan datang ke kamar gadis itu,


"Tumben Yang pindah ke sini? Biasanya gue yang ngungsi ke kamar lo. Udah pinter lompat-lompat yah sekarang," kata Arkan sambil menjawil hidung Kamila.


Kamila berdecak dia membuka matanya lalu memeluk Arkan menyembunyian wajahnya di dada pemuda itu membuat Arkan mengusap kepalanya.


"Gue gak bisa tidur, kangen! Seharian ini sikap lo aneh banget abis keluar dari ruang guru. Lo kena masalah? Lo banyak diem, lo juga gak biasanya tidur seharian gitu!" kata Kamila.


Arkan bersandar di kepala ranjang sambil terkekeh dia terus mengusap kepala Kamila.


"Nggak ada apa-apa kok, Mil. Itu Cuman perasaan lo aja. Gue baik-baik aja. Gue juga nggak dimarahin guru apalagi kena masalah. "


"Nggak mungkin. Kalau lo baik-baik aja lo nggak akan bersikap aneh kayak tadi siang. Lo sendiri kan yang bilang ke gue lo paling nggak suka kalau gue bohong, masa sekarang lo mau ngelanggar omongan lo sendiri. Kalo ada apa-apa itu cerita. Mungkin gue nggak bisa bantu, tapi seenggaknya gue bisa jadi pendengar yang baik buat dengerin cerita lo," kata Kamila lagi kepada Arkan.


Kamila berusaha mendesak Arkan supaya pemuda itu mau membagi cerita dengannya.


Selama ini Arkan selalu siap membantu setiap permasalahan yang dihadapi oleh Kamila. Dan Kamila rasa saat ini adalah waktu yang tepat untuk Kamila membalas perlakuan Arkan kepadanya.


Kamila ingin menjadi orang pertama yang menjadi tempat Arkan untuk berbagi.


Arkan menghela nafasnya dia melepas pelukan Kamila.


Arkan menarik nafasnya berat lalu menghembuskannya perlahan, "Nah sekarang Pak Anto ngerasa kalo tim basket sekolah jauh lebih kuat, dia mau gue sama anggota lain yang ngwakilin sekolah buat ikut!"


Kamila mendengarkan cerita Arkan dengan serius. la tidak bertanya ataupun nmenyela.


Arkan menghentikan ceritanya terlebih dahulu lalu menarik nafas panjang dan menatap Kamila.


"Kenapa Ar?" tanya Kamila saat merasa Arkan menatapnya dalam.


"Gue ragu mau perginya Mil! Bukan masalah akomodasi atau transportasi. Kalo masalah itu gak dibiayain sama sekolah pun gue masih bisa pakai duit sendiri. Tapi yang gue pikirin itu lo," kata Arkan.


Kamila langsung mengerutkan dahinya Apa hubungannya antara turnamen dengan dirinya?


"Gue? Apa hubungannya gue sama turnamen basket. Gak mungkin kan kalo lo ikut turnamen terus gue sakit atau lo nyelakain gue?" kata Kamila tidak mengerti.


Tak..


Arkan menyentil dahi Kamila pelan lalu Arkan mengacak rambut Kamila perlahan, "Bukan masalah itu Sayang. Seminggu ini gue liat si Dika gencar banget deketin lo. Gue gak mau bohong, jujur aja gue sedikit takut kalo selama gue pergi dia makin deketin lo nanti bisa aja kan lo berpaling, apalagi Bastian, Daren, Sean, sama Kean juga ikut. Terus nanti siapa yang jagain lo?"


Tawa kamila meledak seketika.


Rupanya sejak tadi Arkan hanya memikirkan perasaan cemburunya.


"Hahahah dari tadi siang lo diem aja mikirin ini?"


Arkan menganggukan kepalanya sambil mengerucutkan bibirnya.


"Kok ketawa sih, gue serius Kamila!" kata Arkan sebal.


Kamila menghentikan tawanya dia menangkup wajah kekasihnya itu.


"Ututu Sayang, jadi ini ceritanya CoWO gue cemburu nih." Kamila memegang pipi Arkan.


Kamila bangkit dia naik ke atas Arkan lalu kembali menangkup wajahnya.


"Arkan Sayang, sekarang dengerin Mila yah, Mila gak ada niat sedikit pun buat berpaling dari Arkan, mau Lee min ho atau Xu kai sekalipun yang dateng Mila gak akan pernah berpaling dari Arkan, dan itu gak akan bikin rasa sayang Mila sama Arkan berkurang sedikit pun!"


Arkan tersenyum dia gemas sekali saat Kamila mengatakan itu dia menggunakan nama saat bicara.


"Kok senyum sih gue serius Arkan!" ujar Kamila sebal.


"lyah Sayang, kan gue juga dengerin! Tapi gue gak tahan buat gak gemes kalo denger lo ngomong begitu, Mila Arkan!" kata Arkan.


Sekarang Kamila yang tersenyum dia memeluk Arkan. Posisinya Kamila yang berada di atas Arkan dengan Arkan yang


bersandar di kepala ranjang.


"Gak usah khawatirin gue Arkan, gue baik-baik aja, Xu kai aja gue tolak apalagi yang modelan Dika dia mah kalah jauh kalo sama lo, lagian kan ada Bunda sama Ayah di sini nanti kalo ada apa-apa gue pasti laporan ke lo! Lo selama ini udah ngasih banyak rasa kasih sayang buat gue, masa iya gue mau selingkuh?"


"Gue gak mikir lo bakalan selingkuh Mil, tapi tuh osis rese kan demen banget cari masalah sama gue, gue gak yakin kalo pas balik dari sana muka tuh osis songong gak babak belur!" kata Arkan sambil mengusap rambut Kamila.


"Gua takut dia macem-macem sama lo, kalo sampe ada apa-apa gue bakalan marah banget Mil, gue gak mau lo kenapa-kenapa, apalagi sampe lec-"


Cup....


Kamila membungkam bibir Arkan dengan bibirnya, Kamila tersenyum saat Arkan menghentikan ucapannya.


"Lo gak percaya sama gue?" tanya Kamila serius.