
"Terima kasih Om!" jawab Keduanya.
"Terus calon mantu gue mana Sha?" tanya Rio lagi.
"Tuh yang disebelah nya Arkan," kata Alisha.
Kamila menyalami tangan Rio, " Kamila Om!" ujar Kamila.
"Pantesan si Arkan tergila-gila, orang anaknya cantik begini kok!" kata Rio sambil terkekeh.
"Trus ini yang dua siapa?" Tanya Rio sambil melihat ke arah Daren dan Bastian.
"Semua temen nya Arkan, kalau bahasa gaulnya besti," kata Marvin.
"Lo juga besti gue Vin, eh malah nikah sama sepupu gue sendiri!" ujar Rio tertawa.
Marvin ikut tertawa, "Jodoh gak akan ke mana!"
Akhirnya mereka pun makan bersama dengan gembira sambil saling bercerita. Baru Setelah itu mereka pulang ke rumah masing masing.
Sementara Rio berjanji untuk berkunjung ke rumah Marvin dan Alisha keesokan hari nya.
Daren dan Bastian yang sudah kelelahan langsung pamit pulang dan tidak mampir lagi ke rumah Arkan. Sementara Alisha dan Marvin pun langsung masuk ke kamar mereka bersama dengan Kayla.
Sementara Kean dan Sean langsung bermain PS di kamar mereka. Tentu saja PS milik Arkan yang mereka pinjam.
Sementara Arkan langsung masuk ke kamarnya dan mandi. Saat dia keluar dari kamar mandi dia tersenyum melihat Kamila berada di kasur nya dengan baju tidur bergambar princess dan boneka dalam pelukan nya.
Dia sudah rapih dengan selimut nya. Entah
kapan gadis itu masuk. Arkan mengambil baju lalu kembali ke kamar mandi untuk memakai baju, setelah itu Arkan berjalan ke arah pintu ternyata sudah di kunci.
Arkan naik ke kasur, dia melihat wajah imut Kamila, dia mencium pipi gadis itu gemas. Kamila membuka mata nya.
"Baru sembuh udah bandel ya," kata Arkan.
"Gue kan kangen," jawab Kamila.
"Tadi kenapa pintu nya dikunci. Padahal biarin aja biar Bunda masuk terus udah gitu kita di kawinin," kata Arkan jahil.
"Lo tuh ya. Kalo nggak iseng sehari kayak nya gatel."
"Tapi lo kan sayang, Mil," kata Arkan.
"Idih, Lo yang ga bisa jauh dari gue"
Mereka pun saling bercanda sampai akhir nya Kamila merasa mengantuk dan tertidur. Itu juga dengan Arkan. Mereka tidur saling berpelukan satu sama lain.
Hingga pagi datang Kamila membuka mata ia melihat Arkan masih tertidur dengan pulas.
Kamila tersenyum dia mengusap pipi Arkan, tatapan nya tertuju pada bibir pemuda itu.
Cup...
Kamila menempelkan bibir nya ke bibir Arkan lalu terkekeh geli. Perlahan Gadis itu pun turun dari kasur dia lalu memanjat ke balkon dan kembali ke kamarnya.
Pagi ini Kamila ingin sekali memasak untuk Arkan dan keluarga. Maka ia pun tidak melanjutkan tidur nya seperti biasa. Tetapi gadis cantik itu melangkah ke dapur.
Waktu masih menunjukkan pukul 05.00 pagi. Di dapur hanya ada asisten rumah tangga Arkan yang sedang menyiapkan bahan-bahan masakan.
"Loh Non Kamila kok udah bangun jam segini? Ada yang bisa Bibi bantu?"
"Boleh nggak kalo aku aja yang masak Bi buat sarapan?" kata Kamila.
Dia tau jika Nyonya nya itu sangat menyayangi Nona muda yang berada dihadapan nya kali ini.
"Enggak kok Bi, nanti aku yang bilang ke Bunda kalo Bunda marah!" jawab nya.
"Boleh kan Bi?" pinta Kamila.
"Boleh Non!"
Kamila tersenyum senang dia melihat ke dalam kulkas. Ternyata ada udang, ayam, baks0, sosis dan sayuran juga.
Kamila pun memutuskan untuk memasak mie goreng pagi itu. la menyiapkan bumbu-bumbu mie goreng setelah sebelumnya menyuruh asisten rumah tangga untuk merebus terlebih dahulu mienya.
"Kok nggak pakai blender aja biar lebih cepat Non?"
"Jangan Bi. Kata almarhum nenek, kalau bikin mie goreng kayak gini bumbu-bumbunya lebih afdol kalau diulek pake tangan. Jadi biar aku ulek aja,"
Kamila terlebih dahulu menggoreng kemiri dengan sedikit minyak. Kemudian setelah itu ia menghaluskan kemiri bersama dengan merica, bawang merah dan bawang putih.
Dia memasak sambil tersenyum dia sangat senang karena membuat sarapan untuk orang rumah, mereka semua sangat baik pada dirinya, jadi tidak ada salahnya dia membuat sarapn untuk mereka.
Setelah itu ia tak lupa memasukkan kecap dan sayuran. Sayuran sengaja dimasukkan di belakang supaya tidak terlalu layu dan masih segar.
Selain membuat mie goreng, Kamila juga membuat sandwich dan salad buah, dia juga tidak lupa membuat telur mata sapi.
Kamila merasa puas dengan buatan tangannya itu. la pun meminta asisten rumah tangga untuk menyiapkannya di meja makan sementara ia kembali ke kamarnya untuk mandi.
Melihat sarapan yang sudah tersedia di atas meja, Alisha yang tadinya hendak memasak mengerutkan dahi.
"Saya baru mau masak ini udah semuanya, Bibi yang masak?"
"Bukan, Nyonya. Tadi Non Kamila turun ke dapur. Katanya dia mau masak untuk semua orang sarapan. Saya sudah menolak tapi dia ingin, Jadi saya biarin."
"Aduh anak itu ... Padahal dia itu baru sembuh loh, sebentar ya Bi" Alisha pun langsung melangkah naik ke ke kamar Kamila.
Saat ia hendak mengetuk pintu Kamila sudah keluar sambil tersenyum.
"'Selamat pagi Bundaku Sayang!"
Kamila memeluk Alisha, Alisha mengusap rambut anak gadisnya itu.
"Tadi masak?" tanya Alisha.
"lyah Bunda!" jawab Kamila sambil melepas pelukannya.
"Kamu kan baru sembuh Sayang, masa udah masak aja," kata Alisha.
"Nggak apa-apa Bunda. Aku tuh pengen siapin sesuatu buat Ayah, Bunda, Arkan sama yang lain. Aku bisanya cuman bikin mie goreng, sandwich, sama salad. Semoga aja semua suka sama masakan aku," kata Kamila sambil tersenyum sangat manis.
Alisha merasa terharu la pun langsung kembali memeluk Kamila.
"Terima kasih, Nak. Bunda sayang sekali sama kamu," kata Alisha sambil mengusap kepala Kamila.
"Sama aku nggak sayang Bund?" tanya Arkan yang tiba-tiba saja sudah muncul di dekat mereka.
Alisa menoleh lalu mendelik ke arah Arkan kemudian berkata, "Males."
Arkan mengerucutkan bibir nya," Bunda jahat! Nanti aku kawin lari aja sama Kamila!"
Alisha berkacak pinggang, "Berani begitu? Bunda kebiri kamu!" ancam Alisha.
"Ya ampun Bunda, masa depan aku yang dipertaruhkan!"