Badboy Yang Menyebalkan

Badboy Yang Menyebalkan
116. Tak Tau Malu


"Ye suka-suka gue gue mau tinggal di mana. Yang punya rumah kan Arkan. Dia aja nggak ngelarang, malah nyuruh gue tinggal di sini. Kenapa lo yang sewot?" kata Sean.


"Ya kalo gitu minggir, gue mau masuk gue mau ketemu sama Arkan, " kata Rena.


Tapi Sean langsung mendorong tubuh Rena menjauh.


"Gak ada! Kehadiran lo gak diterima di sini. Jadi ngapain lo dateng ke sini? Sana, sana pergi, hus...hus..." kata Sean dia mengusir Rena.


"Ada apa Sean? Siapa yang dateng Mendengar ribut-ribut di depan Alisha pun mengambil inisiatif untuk menghampiri ke ruang tamu dan wanita itu pun terkejut saat melihat Rena ada di depan.


"Loh kamu Rena kan anaknya pak Danu? Ada apa ya ke sini?" tanya Alisha ramah.


"Halo tante apa kabar? Kayaknya udah lama ya nggak ketemu. Sekitar tiga tahunan ya. Tante makin cantik aja. Maaf kalau aku nggak diundang, tapi aku ke sini cuman mau silaturahmi aja sama Om dan Tante. Kan udah lama juga kita nggak ketemu," kata Rena sambil tersenyum lalu menyalami tangan Alisha.


Alisha sudah tahu mengenai kedatangan Rena dan keluarganya yang kembali ke Indonesia dari Marvin. Tetapi ia tidak menduga jika Gadis itu berani datang ke rumahnya sendirian.


"Tante nggak mau nyuruh aku masuk? Sekarang kan jamnya makan malam kalo nggak salah. Jadi boleh dong aku ikut makan malam di sini?" tanya Rena.


"Oh iyah silah kan masuk Rena!


Alisha tersenyum, demi kesopanan ia pun langsung mempersilahkan Rena untuk masuk. Marvin sudah pernah bercerita jika pak Danu bertemu dengannya di kafe dan mentraktir makan siang.


Sehingga rasanya tidak etis jika Alisha mengusir Rena saat ini. Anggap saja ini sebagai balasan karena pak Danu sudah mentraktir Marvin siang itu. Jadi kali ini biarlah Alisa mengajak Rena untuk makan malam bersama.


"Kebetulan Om dan Tante, juga Arkan dan teman-temannya lagi kumpul buat makan malem. Kalo kamu mau gabung sih... Nggak nmasalah. Ayo silakan masuk," kata Alisha.


Rena pun tersenyum senang dan meleletkan lidahnya kepada Sean. Sementara Sean hanya mendengus kesal kemudian berjalan masuk.


Saat melihat Rena semuanya terkejut, tatapan Rena tertuju pada Kamila yang duduk di dekat Arkan, Rena pun langsung mendelik sinis.


"Loh Rena? Ada apa tumben? Kamu diundang Arkan?" tanya Marvin.


Rena menggelengkan kepalanya," Enggak kok Om. Arkan nggak ngundang saya, kebetulan saya memang pengen mampir untuk ketemu Om sama Tante dan ternyata Tante ngajak saya makan malam," kata Rena.


Alisha bingung dia menautkan alisnya, rasanya dia tadi tidak mengundang Rena. Rena sendiri yang menawarkan diri untuk ikut makan malam bersama.


Ah, memang gadis ini perlu diberi pelajaran juga. Tetapi Alisha berusaha untuk bersabar.


"lya kan nggak enak tempo hari pak Danu sudah traktir Ayah makan siang kan? Jadi kali ini biar anaknya mewakili ayahnya untuk makan malam di sini," kata Alisha.


"Betul tuh," kata Rena.


"Oiya kok ada Kamila di sini?Kamila ini sekelas lho sama aku tante,"kata Rena lagi.


"Ya jelas aja ada Kamila di sini. Kamila sama Arkan kan udah nikah. Kamila ini istrinya Arkan," kata Marvin.


Alisha hendak membantah tetapi ia melihat sekilas Marvin mengedipkan mata dan Alisa pun mengerti jika saat ini suaminya berbohong kepada Rena supaya Rena mau menjauhi Arkan.


"Jadi bener Om mereka udah nikah?"


Marvin tertawa saja.


"Ya beneran dong masa bohong!" kata Marvin.


"Ya udah ayo kita mulai makan malamnya. Ayo Rena duduk, ini sebagian ada yang Tante beli, dan ada juga yang Tante masak sendiri," kata Alisha.


"Wah kalau gitu ... Yang mana Yang Tante masak? Biar aku yang cicipin kalau beli sih udah nggak aneh, tapi kalau masakannya Tante Alisha pasti enak," kata Rena.


Mendengar perintah sang Bunda Arkan pun langsung menyeringai licik. Pemuda itu pun mendapatkan ide yang cemerlang untuk mengusir Rena saat itu juga.


Maka ia pun bergegas untuk ke dapur. Di dapur ada gulai ayam yang memang baru dimasak oleh Alisha.nArkan pun mengambil mangkuk khusus untuk tamu dan menuangkan gulai ayam ke dalam mangkuk, tak lupa dia pun menambahkan dua sendok makan garam ke dalam gulai itu.


"Rasain lo sekarang keasinan, darah tinggi ... darah tinggi deh lo," gumam Arkan.


Dengan senyuman liciknya Arkan pun kembali ke ruang makan dan langsung menyodorkan mangkuk berisi gulai ayam ke hadapan Rena.


"Ini gulai ayam spesial buatan Bunda. gulai ayam ini khusus buat Ayah tadinya, tapi karena lo tamu spesial jadinya ini khusus buat lo," kata Arkan.


Rena pun tersenyum, "Terima kasih calon suami. Eh... Arkan maksudnya!" jawab Rena sambil tertawa.


Kamila mendelik sinis, Rena langsung menyendok nasi kemudian mengambil gulai yang sudah diambilkan oleh Arkan. Tetapi baru satu suapan masuk ke mulutnya. Rasanya ia ingin muntah, melihat hal itu Arkan pun langsung menahan tawa.


"Gak enak yah?" tanya Alisha.


"Kenapa kok nggak ditelen makanannya? Lo katanya mau nyobain masakan Bunda. Lo kok nggak ngehargain Bunda gue sih?" kata Arkan.


Rena pun bersusah payah menelan makanan di mulutnya kemudian langsung meminum segelas air yang ada di sampingnya.


Daren yang sedang asyik makan mengetahui jika Arkan pasti melakukan


sesuatu pada makanan Rena, karena kebetulan Daren juga sedang makan gulai ayam, ia pun menahan tawanya.


"Gulai ayamnya enak banget loh, Tante. lya kan Ren? Loh, kok lo nggak makan sih Rena? Masa cuma satu Suap, katanya mau nyobain masakannya Tante Alisha?" saut Daren.


"Tante udah mau ngundang kamu makan di sini loh. Terus kamu kok nggak mau makan? Padahal tadi katanya mau makan bareng," kata Alisha kepada Rena.


"lya Tante, masakan Tante enak kok. Cuman kayaknya kalau bersantan gini aku takut kolesterol aku kambuh. Aku makan buah aja ya, Tante," kata Rena sambil meraih potongan nanas yang ada di atas meja.


"Ya nggak seru dong kalau lo nggak makan," kata Bastian.


"Ayo makan Ren abisin, hargain Tante Alisha dong!" saut Kean.


Mau tidak mau Rena kembali melahap makanannya dengan wajah tersiksa.


Tiba-tiba saja ponsel Rena berdering, tetapi Arkan tahu jika itu bukan panggilan masuk. Akan tetapi Rena berpura-pura mengangkat telepon itu.


Setelah itu dia pun memasang wajah penuh penyesalan.


"Aduh maaf ya semuanya, barusan Papah telepon. Katanya aku disuruh pulang. Jadi maafin aku ya Tante, Om. Layaknya Lain kali aja makan malamnya. Yang penting kan aku udah cicipin masakan Tante, lain kali aku mampir lagi ya," kata Rena.


Tanpa menunggu jawaban dari yang lain Rena pun langsung beranjak pergi dan meninggalkan ruang makan.


Kali ini Bastian yang mengikuti Rena sampai Gadis itu pergi dari rumah dengan mengendarai mobilnya.


Setelah Rena pergi barulah Bastian kembali ke ruang makan. Dan ternyata di ruang makan sedang riuh karena semua tertawa mendengar cerita Arkan yang menuangkan garam ke dalam mangkuk gulai untuk Rena.


"Lo kalo soal iseng jagonya Ar!" kata Kean.


"Bunda kasian tapi lucu juga. Anak orang sampai kamu bikin pergi," kata Alisha.


"Kalau nggak gitu, dia nggak akan bakalan pergi dan keenakan makan di sini, Bunda."


"Lagian siapa juga yang ngundang dia? Dasar nggak tau malu."