
Setelah perawat Kamila keluar Arkan mengusap kepala Kamila, gadis itu bersandar di bahu Arkan.
"Kenapa hm?" tanya Arkan.
"Tadi ke mana sih, gue gak ada temen!" kata Kamila kepada Arkan.
"Tadi keluar cari angin sekalian cari jajan!" ucap Arkan.
"Terus sekarang jajan nya mana?" pinta Kamila.
Arkan terkekeh dia menjawil hidung Kamila, "Ini udah jam berapa Sayang, gak ada apa-apa, yaudah gue balik lagi!"
Kamila mengerucutkan bibir nya dan itu membuat Arkan gemas.
Cup...
Arkan mencium bibir Kamila singkat membuat Kamila terkejut.
"Jangan manyun gitu ah, minta di cium yang lama yah!" kata Arkan.
"lh enggak!" jawab Kamila.
Arkan tertawa dia mencubit pipi Kamila, "Mau pesen makanan online?" tawar Arkan.
Kamila menggelengkan kepala nya, "Enggak, ini udah malem!"
"Udah minum obat?" tanya Arkan.
"Udah kok, tadi udah minum obat! Cuman gue khawatir aja lo belum ke sini".
Arkan tersenyum, "Maaf yah Sayang!" kata Arkan Yang diangguki oleh Kamila.
Arkan melihat jam dinding, dia pun bangkit dari kasur Kamila.
"Sekarang istirahat yah, lo tidur. Gue juga mau ke kamar mau istirahat!"
Kamila mengganggukkan kepala nya. Arkan merapikan posisi tidur Kamila dia menyelimuti gadis itu.
Cup...
Arkan mencium kening Kamila lalu mengusap kepala nya.
"Selamat malam Sayang!"
"Selamat malam Arkan!"
***
Pagi hari, Ini hari ke 5 Arkan di Bali, pertandingan hari ini babak penentuan siapa yang akan masuk ke dalam babak
Final dan nanti di hari ke 6 Grand final untuk juara ke 3 dan di hari ke 7 penentuan juara l dan 2.
Kamila datang ke pertandingan Arkan tentu saja menggunakan kursi roda yang didorong oleh Alisha. Saat sampai di lapangan Pak Anto terkejut dia tidak menyangka Marvin akan menyusul.
"Wah Pak Marvin. Anda sampai menyusul ke sini? Loh ini Kamila kenapa?" Sapa Pak Anto kepada Marvin.
"lya nih Pak, Bunda nya nggak bisa jauh dari anak. Saya pikir sekalian ajak anak bungsu saya jalan-jalan. Jadi kami menyusul ke Bali. Kamila kemarin sempat kecelakaan, jadi saat ini kaki nya sedang sakit," jawab Marvin.
"Oh kalau gitu semoga lekas sembuh ya Kamila. Mari Pak kita menonton di sebelah sana," ajak Pak Anto kepada Marvin dan Alisa.
Kamila berada di pinggir lapangan dia tersenyum sangt manis kepada Arkan.
"Woy gila itu kenapa manis banget yang duduk di kursi roda!"
Tapi tim lain malah bersorak memuji Kamila.
"Gila gak sih, walaupun duduk di kursi begitu cantik banget!"
"Mukanya teduh coy, kalem gitu!" saut yang lain nya.
"Pepet lah pepet, siapa tau jomblo !" katanya lagi.
Daren, Bastian, Kean dan Sean terkekeh mendengar nya.
"Hareudang ya Pak!" kata Bastian sambil tertawa.
"Kebakaran jenggot!" seru Kean.
"Bacot!"
Arkan yang kesal berjalan mendekati Kamila. Dia berjongkok di bawah Kamila sambil memegang tangan nya.
Kamila tertawa dia mengusap rambut Arkan yang basah. Alisha dan Marvin yang melihat Arkan cemburu lantas tertawa saja.
"Kok gitu?"
"Ya abis nya tuh liat buaya darat muji-muji lo. Kayak nya bukan cuman gue yang harus pake topeng kalo keluar. Besok-besok lo juga harus pake topeng deh biar nggak ada yang lihat kalau lo cantik, gak ikhlas gue!" kata Arkan sebal.
"'Astaga, sempet-sempet nya cemburu. Gue di sini sama Ayah sama Bunda lo, Siapa sih yang mau ngedeketin?"
"Pokoknya lu cuman punya gue nggak boleh ada yang ngeliatin lo. Apa lagi berusaha ngerebut lo dari gue."
Kamila tertawa dia mengusap kepala Arkan lagi membuat semua yang tadi memuji Kamila jadi kecewa.
"Yah ternyata cewe nya kapten tim sebelah bre..."
"Penonton kecewa!"
"Mundur-mundur mana cowonya keren kalo lagi main basket!"
Arkan dan Kamila sontak menoleh ke arah mereka yang mengatakan itu. Arkan menutup mata Kamila membuat Kamila tertawa.
"Gak boleh di liat!" kata Arkan posesif.
Kamila menganggukan kepala nya dia memegang tangan Arkan yang berada di mata nya.
Arkan melepaskan tangan nya dia menggenggam tangan Kamila. Arkan menatap wajah Kamila, Kamila tersenyum dia mencubit pipi Arkan.
"Kenapa sih ngeliatin gitu?"
"Cantik!"
Blush..
Wajah Kamila memerah, walaupun Arkan sudah sering memuji nya tapi tetap saja Kamila selalu salah tingkah.
"Kamu apain anak Bunda, itu kenapa mukanya merah!"
"Enggak Bund, aku cuman bilang Kamila cantik eh muka nya merah, anak Bunda tuh cepet salting!" kata Arkan.
"Kamu godain Kamila mulu!" kata Alisha.
Atensi mereka berpindah pada seseorang yang baru saja datang menggunakan dua tongkat dan kakinya diperban. Daren melihat ke arah Arkan yang tengah menyeringai, Daren sudah yakin ini ulah Arkan begitu juga Marvin.
Kamila terkejut kemarin gadis itu masih baik-baik saja, Kamila menoleh kepada Arkan seakan meminta penjelasan. Arkan menggelengkan kepalanya pertanda tidak tau.
"Itu Lia kan? Kemaren kayak nya kakinya nggak apa-apa. Terus kenapa dia pakai tongkat hari ini? Lo nggak ngelakuin apa-apa kan sama dia?" tanya Kamila curiga kepada Arkan.
"Enggak Sayang, kan udah di kasih pelajaran waktu di rumah sakit!" jawab Arkan.
"lyah sih, tapi kan-"
"Pengumuman di harapkan semua tim yang masih berada di luar lapangan agar masuk ke dalam lapangan!"
Kamila hendak mengatakan sesuatu tapi terpotong karena instruksi Arkan harus bermain.
Arkan terkekeh melihat wajah cemberut Kamila, "Tuh nanti lagi yah, udah mau mulai! Jangan lupa doain gue Mil!" kata nya.
Cup....
Arkan mencuri ciuman di pipi Kamila membuat Kamila terkejut, setelah itu Arkan lalu berlari ke arah lapangan, dia takut terkena semprot oleh Kamila.
Saat sampai di lapangan Daren langsung menepuk bahu sahabat nya itu.
"Kenapa tuh si Lia?" tanya Daren kepada Arkan.
"Gue yakin deh itu pasti ulah lo!" lanjut nya.
"Pasti itu kelakuan lo?" Kata Darren kepada Arkan.
"Menurut lo?"
Daren menghela nafas nya, "Ini di tempat orang Ar, lo jaga emosi kek! Nanti nyokap sama bokap lo tau. Lo di hukum mampus!"
Arkan melihat ke arah Marvin yang tengah berdiri di pinggir lapangan. "Ayah kayak nya udah tau. Lagian gue nggak ngapa-ngapain dia kok. Kakinya cuman kena pisau dikit. Itu juga salah sendiri dia jalan nggak liat-liat!" jawab Arkan enteng.
Daren hanya bisa menggelengkan kepala nya, dia kesal kepada Lia tapi dia tidak senekat Arkan.
"Tuh liat anak orang gak berani ngeliat lo!" kata Daren.
"Biarin aja, cewe udik kayak dia emang gak pantes di baikin!"