Badboy Yang Menyebalkan

Badboy Yang Menyebalkan
149. Wanita Licik


Kean tersenyum sekilas lalu menatap hamparan pantai yang luas, "Cerita gue gak jauh beda sama Kamila, orang tua gue dua-duanya nikah lagi gue sama Sean dilupain dibuang gitu aja, untungnya orang tuanya Arkan mau nampung gue mereka udah kayak orang tua gue sendiri!"


"Oh... Jadi itu alesan kenapa kamu sekarang sedih, kasian Kamila! Untung keluarganya Arkan baik, mereka mau ngerawat kamu, Sean dan Kamila... Yang menyedihkan!" Suara Lia terdengar sangat kecil di akhir katanya bahkan Kean saja tidak mendengarnya.


Kean tertawa kecil, "Arkan itu emang paling baik dia paling royal, paling pengertian. Tapi kalo udah marah emang agak ngeri sih, lo jangan main-main deh kalo dia lagi marah! Tapi dibalik itu semua dia itu setia kawan kok!"


Lia hanya menganggukkan kepalanya dan tersenyum. Dia membayangkan wajah Arkan yang tengah tersenyum sangat manis.


"Makasih yah Lia lo udah mau dengerin cerita gue, dari tadi gue ngoceh aja! Gue mau beli minum dulu bentar!" kata Kean bangkit dari duduknya.


Lia hanya menganggukan kepalanya, dia kembali melihat ke arah pantai dengan tersenyum.


Drtt... Drt.


Saat sedang menunggu Kean, Lia terkejut mendengar dering ponsel, ternyata milik Kean, sepertinya tertinggal.


"Ini kan hp nya Kean!"


Lia melihat ke kanan dan ke kiri, Kean sedang di ujung warung membeli minum. Lia melihat siapa yang menghubunginya, di sana tertera nama Kamila.


'Kamila kan nama pacarnya Arkan,' gumam Lia dalam hati.


Selanjutnya Lia menyeringai dan tersenyum licik.


"Lia!"


Lia yang mendengar suara Kean langsung merubah ekspresi wajahnya.


Kean kembali dia membawa dua botol minuman, lalu memberikan kepada Lia.


"ini minuman buat lo. Lo pasti haus, gue juga haus udah ngoceh mulu dari tadi."


Lia tertawa dia menerima botol berisi minuman itu, "Makasih yah, aku seneng kok kamu mau cerita!" jawabnya.


Kean meneguk minumannya, Lia menoleh kepada Kean, "Oiya Kean tadi hp kamu bunyi, kalo gak salah ada nama Kamila dia yang nelpon kamu. Maaf tadi gak sengaja liat, kayaknyajatuh!" Lia memberikan ponsel itu kepada Kean.


Kean langsung mencari di sakunya ponselnya memang tidak ada.


"Thanks yah!" Kean mengambil ponsel dari tangan Lia.


Kean membuka ponselnya dia menelpon kamila balik.


"Lo tadi telepon gue, Mil? Ada apaan?"


"Hp nya Arkan gak bisa ditelepon. Lo lagi sama dia gak?"


Kean mengerutkan dahinya, " Tumben tuh anak gak bisa di telpon, kebetulan gue lagi di pantai. Gue otw balik nih nanti gue bilangin ke Arkan buat ngehubungin lo!"


"Oke, makasih yah Kean, maaf ngerepotin!" ujar Kamila dari sebrang sana.


"Santai Mil!"


Panggilan terputus, Lia terpaku. Betapa lembutnya suara Kamila dia terdengar sangat anggun dari suaranya, secantik apa Kamila hingga suaranya saja sangat lembut dan ramah.


"Lia!" Lia terjengkit kaget dia melihat kepada Kean, pemuda itu sudah bangkit dari duduknya.


"Gue harus pergi dulu. Bu bos nyariin Pak Bos, thanks yah lo udah mau dengerin cerita gue," kata Kean kepada Lia.


Kemudian ia pun segera pergi. Kean pergi meninggalkan Lia, Lia melihat ke depan di mana Kean sedang berjalan dan sesekali berlari kecil, sambil tersenyum Lia memegangi Senyum itu kemudian berubah


menjadi seringaian dan smirk yang terukir jelas di wajah Lia.


***


Kamila membuka ponselnya dia tidak menemukan ada pesan ataupun telpon dari Arkan, Kamila bingung tumben sekali Arkan tidak mengabari dirinya.


"Arkan ke mana yah? Apa dia sibuk banget?" gumam Kamila.


Saat ini Kamila tengah berada di ruang osis, Kamila sudah ijin kepada Alisha jika dirinya akan pulang telat.


Tring....


Ketika Kamila sedang bermain ponselnya di sela-sela tugas osis dia terkejut ada yang mengiriminya pesan. Kamila membuka pesannya dia membaca deretan kata itu.


'Halo, lo Kamila kan? Cewe sebatang kara yang menyedihkan, lo itu cuman nyusahin Arkan, Kamila! Lo harus sadar, Arkan itu gak pernah suka sama lo, dia cuman kasian karena kalo bukan sama dia lo gak akan punya tempat hidup! Hidup lo terlalu menyedihkan Kamila!"'


Kamila tidak menghiraukannya dia meletakan ponselnya lalu tetap fokus pada tugas osisnya.


Tring...


Tapi lagi-lagi pesan seperti itu masuk ke ponsel Kamila.


'Gue yakin lo pasti udah baca ini semua, lo harus sadar diri Kamila, lo itu nyusahin Arkan selama ini dia tertekan punya pacar kayak lo. Dia mau bebas, tapi dia kasian karena lo sebatang kara dan menyedihkan, hidup lo jadi benalu buat orang lain, mending lo tinggal di panti aja daripada nyusahin Arkan! Panti lebih cocok buat orang menyedihkan kayak lo'


Hati Kamila sakit saat membaca pesan itu siapa yang mengirimi pesan seperti ini, ada apa ini.


"Kak lo kenapa? Muka lo tegang amat?" tanya Lily yang kebetulan sedang berada di ruangan itu juga bersama Kamila.


Gadis tomboy itu merasa sangat bingung karena melihat kamila yang terdiam dan terlihat pucat saat bermain ponsel.


"Ly!" panggil Kamila.


"Kenapa Kak?" jawabnya.


"Emang gue semenyedihkan itu yah? Gue punya orang tua tapi berasa sebatang kara, gue pasti nyusahin Arkan!" ujar Kamila dia menatap Lily.


"Lo apaan sih Kak, lo gak menyedihkan lo juga gak nyusahin si Arkan, dia bucin gitu sama lo!" kata Lily, dia mendekati Kamila.


"Tapi gue jadi benalu dihidup Arkan Ly, apa iyah selama ini Arkan emang tertekan pacaran sama gue dia mau bebas tapi dia kasian sama gue!"


Lily bingung ada apa dengan Kamila dia memegang pundak Kamila.


"Kak, gue gak tau apa yang ngebuat lo bilang gini, tapi percaya sama gue, lo itu gak menyedihkan, lo juga bukan benalu. Lo gak nyusahin Arkan, Arkan sayang sama lo Kak, gue yakin kalo lo minta nyawanya juga pasti bakalan dia kasih!"


Mental Kamila yang baru saja membaik langsung terasa down, tapi Kamila sebisa mungkin meyakinkan dirinya Arkan tidak seperti itu.


"Gue takut Arkan ninggalin gue Ly, di luar sana pasti banyak yang lebih dari gue!"


Lily memegang bahu Kamila, "Kak, bukannya gue gak sopan begini sama lo,


tapi dari awal hubungan lo sama Arkan baik-baik aja, walaupun gue gak deket


sama Arkan. Tapi semua orang tau Kak,


Arkan itu bucin tingkat akut sama lo!"


"Gue bukan mau sok tau, tapi gue mau ngasih saran, lo gak boleh ngeraguin Arkan dia sekarang di sana lagi turnamen bukan liburan, gue yakin dia setia sama lo Kak, Arkan itu cowo langka dia berani mati cuman buat lo Kak, harusnya lo sadar dan bersyukur punya pacar sebucin Arkan!" kata Lily panjang lebar memberi nasehat.


Kamila menghela nafasnya, "Di luar sana banyak yang lebih cantik dari gue Ly, apalagi Bali godaan di mana-mana!"


Lily menatap Kamila serius, "Kak kalo Arkan mau selingkuh dia gak perlu jauh-jauh ke Bali di sini juga banyak cewe cakep. Tapi buktinya dia gak pernah ngelirik cewe manapun selain lo, oke gue akuin Arkan itu tengil semua cewe dia godain waktu masih single, tapi sekarang enggak Kak, tatapan Arkan ke lo sama cewe lain itu beda, Arkan itu bener-bener cinta sama lo. Hubungan kalian juga udah di restuin kan, jadi apalagi yang lo raguin Kak?"