
Setelah beberapa lama menutup matanya gadis itu membuka mata ia melihat sekeliling.
Ternyata, ia hanya sendirian sayup-sayup. Terdengar suara orang yang sedang membacakan surat Yasin. Air mata Kamila pun kembali jatuh menetes membasahi pipinya. Ia yakin bahwa ini bukanlah mimpi, kakek dan neneknya sudah berpulang kembali kepada sang pencipta.
Perlahan Kamila turun dari kasur ia berjalan ke arah meja dan mengambil foto dirinya yang sedang bersama kakek dan neneknya. Kamila ingat jika dulu ketika ia masih kecl ia selalu dimanja oleh kakek dan neneknya. Terkadang Kamila selalu diajak ke kebun dan sawah milik kakek dan neneknya.
Kakek dan Nenek Kamila memang memiliki banyak sawah dan perkebunan. Kamila berjalan ke arah balkon kamarnya dia melihat hamparan perkebunan yang sangat luas.
Bayang-bayang dirinya saat kecil berlarian dengan Kakek dan Neneknya di sana membuat dada Kamila semakin sesak.
"Kakek sama Nenek kenapa pergi secepat ini ninggalin Mila, Mila gak punya siapa-siapa lagi. Semua pergi, Mila sendiri," kata gadis itu bermonolog rasanya baru saja kemarin mental Kamila kembali membaik tapi sekarang mental itu kembali di hajar habis-habisan.
Kamila duduk di kursi yang ada di balkon. Tiba-tiba saja Arkan membuka pintu kamar.
"Kamila!" Arkan memanggil Kamila.
Arkan menarik nafas lega karena ternyata Kamila sedang duduk di balkon. Pemuda itu pun menghampiri Kamila, kemudian mengelus rambut gadis itu dengan penuh kelembutan.
"Sayang!" panggil Arkan.
"Gue pikir tadi ke mana, bikin kaget aja. Taunya ada di sini, lagi apa hm?" tanya Arkan sambil merangkul Kamila.
"Gak papa lagi pengen di sini aja," jawab gadis itu.
Arkan melihat foto yang ada di tangan Kamila, "Udah yah, jangan sedih lagi. Gue yakin Kakek sama Nenek pasti ikut sedih kalo liat cucu kesayangannya sedih," kata Arkan.
Kamila terdiam dia menghela nafasnya, "Arkan!" panggilnya.
"lyah Sayang?" Arkan mengusap kepala Kamila.
"Apa bener kata Papah, kalo gue ini anak pembawa sial?"
Arkan menghela nafas panjang, kemudian memeluk gadis itu dengan erat, "Mil gak ada yang namanya anak pembawa sial, kalo mau nangis, nangis aja, keluarin semua biar sesek di dada lo sedikit berkurang. Tuhan gak akan ngasih cobaan di luar batas kemampuan hambanya. Sekarang Tuhan kasih lo cobaan kayak gini, karena Tuhan tahu lo sanggup. Lo itu orang pilihan, orang yang disayang sama Tuhan. Banyak yang sayang sama lo Mil, banyak yang jagain lo," kata Arkan.
"Siap yang jagain gue? Malaikat penjaga? Kalo ada malaikat penjaga yang jagain gue, Mamah nggak mungkin meninggal, Kakek dan Nenek nggak mungkin kecelakaan," bantah Kamila sedikit ketus.
"Jadi, lo nggak mikir kalau gue ini malaikat penjaga yang dikirim Tuhan buat selalu jagain lo? Ya udah kalau gitu gue pergi aja, ya," kata Arkan sedikit bercanda.
Kamila langsung memeluk Arkan dengan erat. Tentu saja dia tidak mau kehilangan pemuda itu.
"Kalo lo bukan malaikat penjaga lagi Arkan, lo sekarang segalanya buat gue, sekarang gue cuman punya lo, Ayah sama Bunda. Tolong jangan pernah tinggalin gue," kata Kamila.
Arkan tersenyum ia menangkup wajah Kamila.
Cup..
Kemudian mencium pipi gadis itu dengan lembut.
"Gue, Ayah sama Bunda gak akan pernah ninggalin lo, kita bakalan selalu ada buat lo! Inget ya, lo boleh sedih .. tapi cukup sehari aja. Lo hari ini boleh nangis, tapi sehari ini aja. Besok lo udah harus ceria lagi. Karena, lo punya gue sama Ayah dan Bunda yang selalu sayang sama lo!"
Kamila tersenyum dia semakin memeluk erat Arkan, "Gue gak tau gimana jadinya kalo gue gak punya kalian, gue sekarang sebatang kara, Mamah, Kakek, Nenek udah pergi! Papah jahat! Gue sendiri. Tapi dengan adanya lo, Ayah sama Bunda. Gue punya tempat buat pulang, makasih!"
Arkan mengusap surai panjang gadis itu, "Udah gue bilang, gue di lahirin buat jadi pelindung keluarga gue sama lo! Dari kecil gue sama Ayah dilatih dan dididik buat jadi laki-laki tangguh, Bunda sama Ayah dari dulu punya banyak musuh bisnis, gue hadir
buat ngebersihin semuanya!"
Arkan menangkup wajah kekasihnya itu, "Dan.. Sekarang, gue punya satu orang lagi yang gue cinta, orang yang harus selalu gue jaga, Kamila Anastasia, si cantik ini milik Arkan!"