Badboy Yang Menyebalkan

Badboy Yang Menyebalkan
37. Makan Bersama


"Masih mau nangis lagi?" tanya Arkan yang masih setia mengusap kepala Kamila.


Kamila menggelengkan kepala nya


"Enggak!"


"Yaudah ayo jangan di sini, nanti ada setan lewat lo malah bunuh diri beneran lagi!" kata Arkan sambil menarik tangan Kamila menjauh dari danau.


Jujur saja dia juga takut Kamila ingin bunuh diri lagi. Kamila hanya pasrah dan


melangkah bersama Arkan. Salah satu


teman Arkan memberikan air kepada Arkan.


"Ni minum dulu," kata Arkan.


Kamila meminum air yang diberikan oleh Arkan. Wajah gadis itu terlihat sangat pucat.


"Lo udah makan belum?" tanya Arkan.


"Kepo," jawab Kamila asal.


Dengan gemas, Arkan mencubit pipi Kamila hingga gadis itu mengaduh kesakitan.


"Arkaaann sakit ih!" jerit Kamila sambil memegangi pipi nya yang memeralh itu.


"Jahat banget sih cubit pipi orang sampe sakit," kata Kamila.


Dia mengusap-usap pipi nya yang sakit.


"Ya lagian lo gemesin banget, orang dita nya udah makan apa belum bilang nya kepo. Berarti lo belum makan kan?"


Kamila menghela napas panjang dan mengembuskan nya perlahan.


"Tadi gue pulang langsung ribut sama Livia, gue gak tau tadi kesel banget, gue juga gak tau kenapa berani banget lawan mereka. Abis itu gue pergi dari rumah, gue gak sadar jalan ke sini," kata Kamila


menjelaskan.


Arkan tertawa kecil. "Kayak nya setan dari diri gue pindah ke lo Mil, maka nya berani gitu!"


Kamila tersenyum singkat.


"Kayaknya iyah!"


Arkan melihat tangan Kamila yang membiru, ada banyak memar di sana. Selama ini gadis itu ternyata selalu menutupi nya.


"Luka lo banyak banget Mil, udah berapa banyak make up yang lo abisin buat nutupin luka lo?" tanya Arkan dia turut pribatin melihat luka-luka Kamila.


"Gue gak tau, setiap bulan gue selalu stok di kamar," jawab Kamila.


"Jadi semuanya bener yah Mil, selama ini lo selalu disiksa sama ibu tiri lo?"


Kamila menganggukan kepala nya.


"Gue gak tau salah gue apa, tapi kayak nya sehari aja mereka gak mukul gue itu kayak ada yang kurang. Gue udah kayak anak kucing yang nyuri ikan terus dipukulin! Padahal kan itu rumah gue!" kata Kamila.


"Kenapa lo gak cerita ke gue?" tanya Arkan.


Kamila langsung mencibir. Dia melirik Arkan sekilas.


"Emang nya lo siapa gue, sampe gue harus cerita sama lo?" tanya Kamila ketus.


"Lo cewe gue Kamila," jawab Arkan serius.


"Gue gak mau! Sejak kapan kita pacaran!" ujar Kamila.


"Ya udah sih gue gak minta persetujuan lo, pokok nya sekarang lo cewe gue!"


Kamila memutar bola matanya malas.


"Maksa lo!"


"Gue kan calon suami lo juga Mil!" kata


Arkan dengan tengil seperti biasa.


Plak...


Kamila langsung memukul tangan Arkan dengan kesal.


"Otak lo gak jauh-jauh dari nikah, gue gak mau nilah muda apalagi nikah nya sama lo," kata Kamila sebal.


KRUUUUUK! KRUUUUK!


Tiba-tiba saja perut Kamila berbunyi, Arkan langsung tertawa terpingkal-pingkal mendengar nya.


"Nah kan gue bilang juga apa, lo tuh laper! Ini udah kedua kali nya perut lo bunyi di depan gue Mil! Makanya jangan gengsi sama pacar sendiri juga! Timbang beliin lo makan doang mah gak bikin Ayah bangkrut!"


"Gue bukan pacar lo!" kata Kamila.


"Ya bodo amat, gue gak minta pendapat lo?!"


"Gue laper banget tadi juga abis nangis kan, pengen makan!" ujar nya dengan


manja.


Arkan dan kawan-kawan nya hanya tertawa. Mereka menggelar tikar dan karpet lalu mengeluarkan semua makanan yang mereka bawa. Kamila terkejut saat melihat itu.


" Loh, kok kalian bawa banyak makanan?" tanya kamila.


Arkan tersenyum


"Tadinya kita emang mau makan-makan di sini nyari suasana baru bosen di basecamp. Eh gak taunya ketemu cewek mau bunuh diri," ledek Arkan sambil tertawa.


Plak...


"Ngeselin!"


Kamila memukul lengan Arkan, Arkan tertawa terbahak-bahak.


"Lo hobi banget mukul gue!" ujar Arkan.


"Karena lo rese!" jawab Kamila singkat.


Arkan melihat kepada teman-temannya, "Gak papa kan yah kalo nambah satu manusia cengeng di sini? Dia mau ikut makan. Kasian udah kayak kucing pasar yang kelaperan, takut pingsan kalo gak di


kasih makan," kata Arkan.


"Santai, sini bawa gabung anak kucingnya," sahut Kean sambil tertawa.


"Aman Bos aman!"


"Gas aja lah, Ibu Negara tuh!"


Mereka semua tertawa mereka menerima hadirnya Kamila, tapi Kamila mendelik kesal kepada Kean.


"Mau diabisin juga gak papa, Bu bos mah bebas kan yang beli juga Pak Bos," seru Roni yang di sauti oleh anak-anak Gravendal yang lain.


Benar yang dikatakan mereka karena tadi mereka menggunakan ponsel Arkan untuk membeli makanan online. Dan, hasilnya


sekarang mereka seperti akan membuka rumah makan, dua tikar panjang isinya makanan semua.


Mulai dari kerang padang sampai seafood campur semua ada. Tidak ketinggalan ada juga nasi padang kesukaan Bastian.


"Pasti kelakuan Bastian nih beli nasi padang begini!" kata Arkan.


"Makan seafood gak kenyang Ar gue mah yang Indo-Indo aja! Nasi padang pake tangan!" saut Bastian membuat Kamila tertawa.


"Ayo sini, Bu Bos...makan dulu. Pasti cape abis nyanyi," kata Sean.


Kamila mengerutkan dahinya bingung mendengar perkataan adik kelasnya itu,


"Nyanyi?" tanyanya.


"lyah lo kan tadi tereak-tereak, gue pikir lo tadi lagi latihan nyanyi," ujar Bastian ikut menyauti.


"Sialan!" maki Kamila.


Semuanya tertawa saja, ternyata bukan hanya Arkan yang suka menggoda Kamila tapi semua teman Arkan juga sama saja.


"Hahahaha, gak usah di dengerin, Bastian mah sirik dia gak bisa nyanyi" timpal Daren.


Mereka makan bersama-sama membuat kehangatan tercipta sambil tertawa satu sama lain. Arkan mengambil makanan


untuk Kamila, dia tau Kamila pasti malu. Arkan memberikannya.


"Makasih!" Arkan mengacak rambut Kamila gemas.


"Lo gak makan?" tanya Kamila.


"Makan lah, ngapain gak makan, nyiksa diri sendiri! Gue gak mau mati dulu dosa gue masih banyak!" jawab Arkan sambil tertawa.


Saat mereka tengah makan, ponsel Arkan berbunyi ternyata dari ibunya, Alisha melakukan panggilan Video.


"Kamu di mana? Jangan bilang tawuran lagi, ya!" kata Alisha.


"Ih, Bunda mah suka negatif thingking sama anaknya sendiri," kata Arkan.


"Ya abis sampe jam segini kalian belum pulang, lagi di mana?" tanya Alisha.


"Lagi ada acara Bund, ini lagi makan-makan banyakan kok!" jawab Arkan.


Arkan mengubah ponselnya menghadap mereka, dia menunjukan anak-anak Gravendal yang mungkin ada sekitar 25 orang mereka semua menyapa Alisha.


"Halo Tante...." sapa mereka semuanya bersamaan.


"Iyah halo!" jawab Alisha.


Alisha bernapas lega karena ada Kean, Sean, Daren dan Bastian juga. Arkan menunjukan makanannya membuat Alisha percaya.