
"Waduh si Arkan kan udah gede Pak. Pak Anto aja nanti yang ngawasin dia di sana. Kalau dia bandel jangan sungkan-sungkan Pak geprek aja kepalanya. Kalau perlu laporin sama saya biar nanti saya sunat uang jajannya," kata Marvin kepada pak Anto.
Pak Anto hanya tertawa mendengar candaan Marvin.
"Bunda udah transfer uang ke rekening kamu Bang. Jangan terlalu boros di sana. Makan yang teratur Jangan sampe sakit. Inget kamu di sana jaga diri baik-baik. Bunda percaya kalo kamu sama temen-temen kamu bisa ngasih yang terbaik. Inget ya Bunda mau liat kamu juga berprestasi," kata Alisha kepada Arkan sambil memeluk putra sulungnya itu.
"lyah Bunda!" Arkan membalas pelukan ibunya dia juga sedih harus berjauhan dengan Bundanya.
Melihat Arkan yang sudah akan pergi meninggalkannya, air mata Kamila rasanya ingin tumpah. Arkan pun langsung memeluk Kamila.
"Mil jaga diri baik-baik ya, gue cuma seminggu kok di sana gak lama-lama. Lo baik-baik di sini kalo ada apa-apa lo bilang sama Bunda. Selama gue nggak ada lo diantar Ayah pergi ke sekolah. Pulangnya lo bisa naik taksi kan? Jangan deket-deket sama si Dika apalagi pulang sama dia, kalo semua udah selesai gue usahain buat pulang duluan!" kata Arkan sambil memeluk Kamila.
Kamila menganggukan kepalanya dia mengusap punggung Arkan sedangkan Arkan mengusap surai panjang gadis itu.
"Hati-hati yah, kalo udah di sana kabarin!" kata Kamila.
Arkan menganggukan kepalanya dia masih memeluk Kamila.
"Udah kamu tenang aja Bang, Kamila bakal Bunda jagain," kata Alisha kepada Arkan. Dia menepuk pundak putranya itu.
Arkan melepas pelukannya dengan Kamila.
"Abang berangkat yah Bund!" Arkan pun langsung mencium punggung tangan ibunya itu.
"Ayah, Arkan berangkat! Arkan titip Kamila yah!" Kemudian tak lupa la juga mencium tangan Marvin.
"Tenang aja Bang, Ayah ada di pihak kamu nanti kalo Bunda ngehasut Kamila, Ayah laporan!" Arkan terkekeh dia menganggukan kepalanya.
"Mil!"
Setelah itu baru memeluk Kamila lagi, rasanya benar-benar berat sekali.
"Peluk terus Ar... yang mau ldr-an emang agak lain.. Seminggu doang juga" Goda Kean.
"Dari pada jomblo ga ada yang meluk," kata Arkan membuat Kean akhirnya mengerucutkan bibirnya.
Kamila menepuk pundak Arkan sambil Semua yang melihat itu nampak iri dengan hubungan Arkan dan Kamila yang sudah direstui oleh kedua orang tua Arkan.
"Gue berangkat yah!"
"lyah, hati-hati!" jawab Kamila dengan senyumnya.
Arkan hendak masuk ke dalam bis dia melambaikan tangan kepada Kamila, Alisha merangkul Kamila.
"Udah, tenang aja, semua bakalan baik-baik aja. Kita doain Arkan menang dan pulang bawa piala, ya," kata Alisha.
Arkan duduk di dekat jendela dengan Daren. Arkan memberikan kiss bay pada
Kamila sambil terkekeh, Kamila juga ikut tertawa kecil. Kamila melambaikan tangannya saat bis sudah pergi.
Alisha tersenyum dia mengusap rambut Kamila.
"Ya udah sekarang Mila masuk ke kelas yah, Ayah sama Bunda pulang dulu. Nanti pulangnya biar Bunda atau Ayah yang jemput, kalo gak sempet ada sopir yang jemput atau nanti Mila bisa naik taksi."
"Gak usah repot Bunda, Mila naik taksi aja!" kata Kamila tidak enak hati.
Alisha langsung menggelengkan kepalanya, "Kalo masih bisa jemput, Bunda pasti jemput kok! Arkan nitipin Mila ke Bunda kalo Mila kenapa-kenapa nanti anak satu itu ngamuk gak jelas!"
Kamila terkekeh, "Iyah Bunda, makasih yah!" katanya.
"Sama-sama Sayang, ya udah masuk, belajar yang bener," kata Alisha kepada Kamila.
Kamila menganggukan kepalanya lalu memeluk Alisha. Dan saat melihat ada Naya di situ Kamila pun langsung menggandeng tangan Naya.
"Bunda ini Naya, Mila belum ngenalin secara langsung," kata Kamila.
"Halo Tante!" sapa Naya kepada Alisha.
"Halo Naya, kita baru sekali ketemu! Main dong ke rumah temenin Kamila kasian dia, selama Arkan pergi dia pasti di kamar terus!" kata Alisha ramah.
Kamila tertawa saja, "Iyah Tant. Nanti Naya main ke rumah!"
"Oiya Naya, Tante titip Kamila ya disekolah. Arkan sama temen-temennya kan lagi nggak ada, jadi kamu temenin Kamila jangan sampai dia nangis loh," kata Alisha sambil bercanda.
"Makasih yah Naya, kalo gitu Tante pamit dulu, Ayah nya Arkan mau kerja juga!"
"Oke Tante," seru Naya.
"Mila, Bunda pulang yah baik-baik di sekolah!" Alisha memeluk Kamila.
"Ayah juga mau kerja, jangan nakal di sekolah," timpal Marvin.
"lyah, Bunda sama Ayah hati-hati yah!" kata Kamila.
Alisha pun berpamitan kepada Kamila dan Naya. Setelah itu wanita cantik itu pergi bersama Marvin.
"Buset Lo, Mil. Calon mertua lo tuh baik banget. Jarang loh ada calon mertua baik kayak begitu. Lo jadi kayak anaknya sendiri," komentar Naya saat Alisha sudah masuk mobil hendak pulang.
Kamila tersenyum, "Bunda sama Ayahnya Arkan itu emang baik banget, Nay. Nggak cuman Bunda sama Ayah nya. Tapi, semua keluarga besarnya Arkan baik sama gue. Gue tinggal di rumah mereka juga berasa tinggal di rumah sendiri. Kadang-kadang
nyokapnya Arkan itu keliatan lebih sayang sama gue daripada anaknya. Makanya si Arkan sering bilang kalo dia berasa jadi anak tiri kalau gue sama nyokapnya lagi deket," kata Kamila.
"Ya Bagus dong kalau gitu. Gue pikir si Arkan itu nggak bisa bucin. Tapi ternyata dia itu bucin akut sama lo ya."
Kamila tertawa kecil, "Banget, kemaren dia galau gara-gara mau pergi dia tidur seharian. Kudu di rayu dulu baru mau cerita, ternyata dia takut ninggalin gue padahal cuman seminggu"
"Gila si Arkan bucin, kira-kira kapan ya gue bisa punya pacar modelan Arkan?"
"Noh, si Bastian udah nungguin lo. Lo nya aja nggak mau dekat-dekat sama dia. Padahal dia itu udah cari perhatian terus sama lo," kata Kamila kepada Naya.
Mendengar nama Bastian disebut Naya hanya mencebikkan bibirnya.
"Ogah deh sama dia!"
"Padahal dia baik loh Nay, gue juga dulu mikirnya Arkan sama temen-temennya tuh brandalan tapi ternyata setelah gue deket semuanya baik, emang ketutup sama tingkahnya aja!" kata Kamila.
"Sama aja Mil, ogah gue!" ujar Naya.
Tring...
Ponsel Kamila berbunyi dia melihatnya, satu pesan dari Arkan.
Arkan: Mila kangen!
Kamila terkekeh saat melihat pesan itu dia mengetik balasannya.
Kamila: Baru juga berangkat udah kangen. Lebay!
Drtt... Drtt...
Sekaran ponsel Kamila berbunyi lagi ada panggilan masuk, dia tersenyum saat tertera nama Arkan.
"Halo!"
"Kangen Yang!" rengek Arkan dari sebrang.
"Heh baru juga pergi, ngaco deh!" jawab Kamila.
"Gak kuat nahan kangen!"
Kamila tertawa, "Harus semangat dong, harus menang! Pulang dari sana terus menang gue punya hadiah!" kata Kamila.
"Ada deh!" jawab Kamila.
"Kiss?" tanya Arkan.
"Sepuas lo!" jawab Kamila malu.
Terdengar kekehan Arkan dari sebrang, "Ok Sayang, tunggu Arkan yang paling ganteng ini pulang! I love you mwah...."
Kamila tersenyum saat panggilan terputus.
"Bucin!"