Badboy Yang Menyebalkan

Badboy Yang Menyebalkan
131. Lelaki Yang Betanggung Jawab


"Lo di sini aja, Mil," kata Arkan saat melihat Kamila hendak bangkit.


Tetapi Kamila menggelengkan kepalanya perlahan.


"Enggak, nanti Bunda tau nggak enak gue balik ke kamar aja. Lo istirahat yang bener obatnya udah diminum kan? Kalau ada apa-apa baru Lo panggil gue sekarang lo tidur istirahat," kata Kamila dengan tegas. Dia merapikan selimut kekasihnya itu.


"Inget yah harus tidur, awas kalo ketauan gak tidur!" ancam Kamila.


Gadis itu pun segera kembali ke kamarnya sendiri. Sementara Arkan berbaring di tempat tidurnya. Arkan merasa sangat kesepian padahal sebelumnya la juga selalu tidur sendiri.


Tetapi kehadiran Kamila di rumah itu sudah membawa kebiasaan Baru bagi Arkan. la menjadi candu berada di dekat gadis itu.


Arkan Tidak bisa memungkiri kalau dia sangat mencintai Kamila dan tidak bisa jauh dari gadis itu.


Arkan berusaha memejamkan matanya dia berusaha untuk tidur karena habis minum obat. Cukup lama Arkan berusaha tapi


hasilnya nihil, mata Arkan tetap terjaga


tidak mau tidur.


"Gak bisa gue begini!" Arkan bangkit dari kasurnya.


Arkan berjalan ke arah pintu, Arkan mengunci pintu kamarnya dia berjalan ke arah balkon dan seperti biasa dia akan ke kamar Kamila.


Arkan membuka pintu balkon dengan kunci cadangannya.


"Kamila?!"


"Arkan?!"


Saat Arkan masuk dia terkejut karena Kamila baru saja keluar dari kamar mandi menggunakan handuk sebatas dada saja dan rambut yang digelung menggunakan Handuk lainnya.


Kamila dan Arkan sama-sama terkejut, Arkan langsung membalikan tubuhnya dia tidak mau melihat.


"lh ngapain sih Arkan kebiasaan deh bukannya tidur!"


Kamila menggerutu kesal dia kembali ke kamar mandi setelah mengambil baju di lemari dan memakai bajunya.


Ceklek...


Arkan membalikan tubuhny dia melihat Kamila keluar dari kamar mandi dengan baju lengkap.


Suasana jadi canggung, senakal-nakalnya Arkan dia tidak pernah melihat punggung dan dada wanita seperti itu.


"Abis apa sih udah malem juga, sengaja yah mau ngegoda gue," kata Arkan.


Plak!


Kamila langsung mendelik dan memukul pundak Arkan dengan kesal.


"Heh Samsudin, kan lo yang masuk kamar gue gak permisi. Mana gue tau kalo lo mau masuk sini, makanya gue pake handuk doang. Lo sih mesum banget!" omel Kamila dengan kesal.


"Ya kan lo tau Mil gue suka main ke kamar lo numpang tidur, gue gak bisa jauh dari lo, jangan suka pake handuk doang kayak gitu, lo mau gue khilaf? Nanti gue mesumin mau?" kata Arkan dengan usil.


Kamila Tentu saja tidak terima dibilang menggoda oleh Arkan.


"lh rese!"


Bugh...


"Aduh sakit Yang! Emang minta di tidurin yh," seru Arkan masih terus menggoda Kamila.


Bugh...


"Arkan rese, siapa juga yang mau lo mesumin!"


Gadis itu pun memukuli Arkan bertubi-tubi. Arkan yang mendapatkan serangan seperti itu terus mengelak.


"Hahaha sakit Yang!"


"Arkan geli Arkan!" kata Kamila dengan tawanya.


"Gantian dong!" jawab Arkan.


"Hahaha., Arkan udah Arkan!"


BRUKH!


Kamila yang terus menghindar membuat dirinya tidak seimbang dia menarik kerah baju Arkan, dan pada akhirnya kedua muda-mudi itu pun terjatuh di kasur Kamila dengan posisi Arkan di atas tubuh.


Arkan menatap mata Kamila begitu juga Kamila, tatapan mereka terkunci, tatapan keduanya benar-benar memancarkan cinta satu sama lain. Dengan posisi yang seperti itu keisengan Arkan pun kumat.


Arkan langsung menoel pipi Kamila lalu berkata, "Yang gimana kalo bercocok tanam dulu baru nikah setuju gak?"


"Auwww sakit beb kenceng banget!" ringis Arkan.


Kamila pun semakin emosi ia langsung mencubit pinggang Arkan dengan keras.


"Mesum banget sih otaknya!" kata Kamila kesal.


Bugh... Bugh...


Kamila memukuli dada pemuda itu tidak peduli jika pemuda itu baru sembuh dan baru pulang dari rumah sakit.


Mendapat serangan bertubi-tubi dari Kamila Arkan pun segera melompat menjauhi tubuh.


"Kdrt lo Mil, gue baru aja pulang dari rumah sakit udah di siksa begini jahat lo," ujar Arkan.


Kamila langsung bangkit berdiri saat Arkan turun dari atasnya, merasa belum puas ia kembali mencubit pinggang Arkan hingga pemuda itu mengaduh kesakitan.


"Makanya jadi orang tuh jangan iseng, suruh siapa ngomong seenaknya tahu rasa kan gua siksa," kata Kamila dengan kesal.


Arkan hanya terkekeh geli sebenarnya la hanya berniat membuat Kamila kesal. Tentu saja Arkan tidak berniat untuk menyentuh Kamila sebelum menikah, Arkan tidak mau merusak gadis yang sangat ia cintai itu.


"Eh... Arkan?!"


Arkan kembali menarik tangan Kamila sekarang Kamila yang berada di atas Arkan, Arkan tersenyum sangat manis dia langsung membalikan tubuhnya membuat Kamila yang berada di bawahnya.


"Gue bercanda aja kali, bisa dibunuh sama Bunda kalau gue ngelakuin yang macam-macam sama lo, Mil. Lo kayak nggak tau aja bunda segitu sayangnya sama lo. Malah gue yang sering ngerasa kalau gua tuh anak tiri semenjak ada lo," kata Arkan.


Kami tertawa geli dia mengalungkan tangannya di leher Arkan, Kamila sendiri juga memang merasa jika Alisha sangat menyayanginya.


Kamila merasa memiliki seorang ibu kembali semenjak tinggal di rumah ini bersama Arkan.


"Abis lo bandel sih, jadinya Bunda sering marah sama lo," kata Kamila sambil tertawa.


"Nah itu lo tau, kemarin aja baru lihat foto Bunda udah ngamuk. Apalagi kalau Bunda tau gue sama lo macem-macem. Yang ada gue bakalan disiksa sama Bunda."


Arkan mengusap kepala Kamila yang berada di bawahnya, "Gue sayang sama lo, jadi gue nggak mungkin ngerusak masa depan lo. Kalo pun gue nyentuh lo itu nanti kalau kita udah jadi suami istri,"


Senyum Kamila mengembang dia menganggukan kepalanya, "Makasih yah, lo selalu jadi laki-laki yang bertanggung jawab, maaf kalo gue suka bikin lo repot!" kata Kamila dengan tangan masih melingkar di leher pemuda itu.


Arkan menggelengkan kepalanya lalu tangannya terulur mengusap kepala gadisnya itu, "Enggak Sayang, gak ada yang ngerasa di repotin! Lo cewe gue Mil. Apa pun buat lo!"


Kamila sangat senang memiliki dan bertemu dengan Arkan di hidupnya, Arkan itu dewa penyelamat dan dewa perang dia seperti dewa yang haus darah tapi dia akan selalu melindungi dan menyayangi Kamila dengan sangat tulus.


Tatapan Arkan benar-benar terkunci pada Kamila, gadis itu sangat menghipnotisnya. Dapat Kamila lihat tatapan memuja Arkan untu diriny


Arkan mengusap bibir Kamila," Boleh yah?" tanya Arkan.


Kamila menganggukan kepalanya, Arkan tidak akan melakukannya jika Kamila tidak mau. Arkan memajukan wajhnya dia menempelkan bibirnya dengan bibir Kamila.


"Mpphht."


Kamila terkejut saat Arkan mulai memangutnya, mata Arkan terpejam menikmatinya.