
"Syukurlah lo baik-baik aja Arkan! Gue khawatir!" kata Kamila sambil menghembuskan nafasnya lega.
Arkan masih diam dia sangat senang melihat Kamila bisa beridiri
"Sayang!"
Saking senangnya ia pun langsung memeluk Kamila dan menciumi gadis itu bertubi-tubi.
"Lo bisa jalan, Kamila! Lo bisa jalan" teriak Arkan gembira dia menciumi puncak kepala Kamila.
Seketika Kamila pun menyadari jika saat ini dia tengah berdiri sambil dipeluk oleh Arkan.
"Gue bisa berdiri Arkan! Gue bisa jalan, gue sembuhhh Arkan gue sembuh" seru Kamila tak kalah hebohnya.
Kamila memeluk Arkan erat, air matanya mengalir, dia merasakan bertapa indahnya keajaiban yang Tuhan berikan. Keduanya pun terlihat sangat gembira.
Semua yang melihat itu juga tampak senang ikut teersenyum.
"'Sayang, udah sembuh!" Arkan kembali memeluk Kamila erat.
Setelah itu Arkan langsung mengeluarkan beberapa lembar uang berwarna merah dari dalam dompetnya kemudian membagikannya kepada beberapa pengamen yang tampak sedang mengamen di dekat situ.
Banyak yang ikut meminta pada Arkan, Arkan tidak masalah uang itu tidak sebanding dengan kebahagiaannya.
"Wah ini banyak banget Mas," kata salah satu pengamen cilik di sana.
"Nggak apa-apa itu rezeki kalian. Saya lagi bahagia, dan saya mau berbagi kebahagiaan sama kalian. Bagi-bagi ya uangnya," kata Arkan.
"Udah kebagian semua kan?" tanya Arkan.
"Sudah!" kata semua orang, bahkan orang yang sedang memakan pecel lele dan penjualnya juga dapat bagian.
Kamila tidak melarang Arkan untuk berbagi, dapat Kamila lihat dompet Arkan yang tadinya penuh dengan uang ratusan sekarang hanya tinggal beberapa lembar saja.
Setelah memastikan tidak ada yang kurang Arkan pun kemudian menggandeng tangan Kamila menuju ke mobil. Dengan perasaan senang mereka memutskan untuk pulang dengan Arkan yang terus menciumi tangan Kamila.
Sementara itu di rumah kediaman Arkan, Alisha dan Marvin tampak gelisah, sekarang sudah hampir jam dua belas malam tapi kedua anaknya itu belum pulang.
Mereka berjalan mondar-mandir di ruang tamu karena Arkan dan Kamila belum pulang. Ponsel Arkan sama sekali tidak bisa dihubungi begitu juga dengan ponsel Kamila. Sebagai orang tua mereka tentu saja merasa khawatir.
"Aduh anak nakal itu ke mana lagi sih? Padahal tadi hp nya tuh masih aktif terus tiba-tiba mati. Bunda khawatir deh dia ngelakuin hal yang aneh-aneh lagi," kata Alisha.
"Tenang aja Bun dia kan sama Kamila. Nggak mungkinlah dia ngelakuin hal aneh-aneh dia baklan selalu jaga Kamila," kata Marvin.
"Iyah Ayah tapi ini udah jam berapa? Kebiasaan deh anak itu suka nggak kasih kabar bikin Bundanya khawatir terus," kata Alisha menggerutu kesal.
Tiba-tiba saja pintu utama terbuka Arkan dan Kamila muncul dari balik pintu.
"Kalian dari mana sih-"
Alisja tidak melanjutkan ucapannya wanita itu terkejut saat melihat Kamila berdiri dengan tegak di hadapannya.
"Kamila! Kamu? Alhamdulillah!" Pekik Alisha sambil membawa Kamila ke dalam pelukannya.
"Kamu udah sembuh Sayang!" kata Alisha senang sekali.
"Bagaimana bisa? Ayah bahkan kaget!" saut Marvin.
Kamila tersenyum, "Semua berkat keajaiban dari yang maha kuasa dan juga karena kesabaran Arkan!" jawabnya.
Alisha terharu dia kembali memeluk Kamila erat.
"Syukurlah, Bunda bahagia sayang" katanya.
"Kalian dari mana aja sekarang udah tengah malem, baru pulang!" kata Alisha ada nada khawatir.
"Mila main ke alun-alun Bun, Arkan juga ngajak makan dulu Bunda!"
Setelah itu ia menatap Arkan dengan tajam kemudian tanpa rasa kasian ia menjewer telinga Arkan dengan keras.
"Aduh Bunda sakit" seru Arkan.
"Kamu kalo udah keluar suka lupa waktu, kalo mau pulang subuh gak usah ngajak Kamila!" kata Alisha gemas.
"Aku abis pacaran Bund, bosen di rumah. Diganggu terus!"
"Jawab terus, nanti Bunda nikahin yah kalian!" ucap Alisha.
"Mauuu Bundaaa, ayo sekarang!" ajak Arkan.
"KUA nya tutup!"
"Yahhh Bunda mah!!"
*****
Senyum Kamila tidak pernah luntur sedari tadi malam, dia sangat bahagia. Akhirnya ia bisa sembuh dan berjalan kembali.
Hari ini hari minggu, Kamila sudah mandi dan rapi. Dia terkejut saat turun ke bawah karena ada banyak kotak. Dan Alisha tampak sibuk dibantu oleh Kean dan Sean serta asisten rumah tangga.
"Bund, itu apa? Kok ada banyak kotak? Ada acara apa ini?" tanya Kamila kepada Alisha.
Alisha menoleh dan tersenyum kepada Kamila, "Hari ini kita mau berbagi. Arkan semalem dadakan mesen lima ratus kotak nasi buat dibagiin. Nanti, kita juga mau ke panti asuhan. Bunda udah siapin sembako sama pakaian buat anak-anak di sana."
"Emang ini dalam rangka apa, Bund?" tanya Kamila lagi.
Alisha tersenyum kemudian memeluk Kamila.
"Kita ingin berbagi sebagai ucapan syukur atas kesembuhan kamu, Sayang," kata Alisha.
Kamila senang sekali, bagaimana bisa Arkan seperti itu. la tidak menyangka jika Arkan begitu bahagia dengan kesembuhannya.
"Arkan yang mesen semua ini?" tanya Kamila tidak percaya.
"Iya Sayang. Dia seneng banget kamu sembuh. Ga cuman dia, Bunda sama Ayah juga seneng. Ini kejutan banget. Bunda semalem itu udah khawatir banget sama kalian karena nggak pulang-pulang. Eh taunya pas pulang bawa kejutan. Selama kamu sakit selama itu juga Bunda ngerasa
bersalah banget. Dan sekarang kamu sehat Bunda seneng, semoga selamanya kamu selalu diberi kesehatan ya sayang" kata Alisha kepada Kamila sambil mengusap rambut Kamila.
"Kita juga senang lo sembuh, Mil. Selama lo sakit lu jarang senyum. Bawaannya cemberut terus, mau ngajak ngomong juga jadi males gue, sepet mata gue liat lo kayak begitu," kata Kean.
Kamila tertawa kecil mendengar perkataan Kean.
"Emang gue cemberut terus? Perasaan nggak deh."
"Ya Jangan semua cuman pakai perasaan, Kamila, "
Tiba-tiba saja Arkan berkata. Pemuda itu berjalan turun dari tangga kemudian menghampiri semuanya.
"'Ada yang perlu dibantu lagi nggak, Bund?" Tanya Arkan kepada Alisa.
"Semuanya udah beres kok. Nah sekarang biar Kean masukin itu nasi kotak ke dalam mobil. Di mobil udah ada sembako sama bahan kebutuhan pokok. Itu nanti buat ke panti asuhan aja. Nasi kotaknya kalian bagi-bagi ke pengemis, pengamen jalanan, pemulung. Pokoknya kalian bagi-bagi deh nasi kotaknya. Sebagian lagi kalian bawa ke panti asuhan," kata Alisha.
"Oke siap Bunda!" saut Sean dan Kean bersamaan.
"Ini cuman berempat yang bagiin? Aku Kamila, Sean sama Kean, Bund?" tanya Arkan.
"Ayah sama Bunda tunggu kalian di panti asuhan. Tuh si Daren udah dateng bawa mobilnya. Nasi kotaknya dibagi dua mobil, Daren sama Bastian pakai mobilnya Daren. Kamu sama Kamila di mobil barengan Sean sama Kean," kata Alisa.
"ni semua pake uang tabungan Arkan loh Mil, Ayah mau ikutan gak boleh katanya khusus calon istri!" ujar Marvin.
Wajah Kamila sudah memerah dia ingin sekali memeluk Arkan tapi dia malu karena ada Marvin dan Alisha.
"Arkan makasih yah!" ucap Kamila tulus pada Arkan.
"Apa pun buat lo Mil!" jawab pemuda itu sambil mengedipkan sebelah matany dan itu semakin membuat Kamila salah tingkah.