Badboy Yang Menyebalkan

Badboy Yang Menyebalkan
134. Arkan Cemburu


"Bund ini beneran nyuruh aku keluar?" tanya Arkan pada Alisha.


"Benerlah kapan Bunda bohong, sepet Bunda liat kamu!"jawab Alisha.


Arkan mengangguk-anggukan kepalanya, "lyah deh aku pergi besok!"


"Nah, gitu dong. Kebetulan besok kan malam minggu. Masa anak muda di rumah aja malam minggu!"


Setelah malam itu di mana Alisha menyuruh Arkan keluar malam minggu.


Maka malam minggu Arkan benar-benar. mengajak Kamila untuk pergi ke Mall.


Mereka akan makan malam di luar, sementara Sean dan Kean memiliki acara lain di basecamp bersama Bastian dan Darren.


Sebagai jomblo mereka tau diri tidak mau menjadi obat nyamuk di sekitar Arkan dan Kamila.


Lagi pula mereka sangat mengerti jika akhir-akhir ini ada banyak sekali kejadian yang membuat Arkan dan Kamila sedikit sibuk.


Terlebih kejadian terakhir yang membuat Arkan sempat dirawat lama di rumah sakit.


Mereka sangat menghargai privasi Arkan dan Kamila. Oleh sebab itu mereka membiarkan Arkan dan Kamila pergi ke mall berdua saja.


Arkan dan Kamila pun pergi ke mall yang tidak terlalu jauh dari rumah mereka. Rencananya mereka akan makan malam sebelum menonton film. yang kebetulan adalah favorit mereka.


Arkan sudah membeli tiketnya secara online sehingga mereka hanya tinggal masuk saja. Tetapi karena mereka ingin makan dulu dua jam sebelum film di putar mereka sudah datang ke mall itu.


"Makan dulu kan yah?" tanya Arkan.


Kamila menganggukan kepalanya, 'lyah laper juga!"


"Mau makan di mana Yang?" tanya Arkan lagi pada Kamila.


"Makanan Korea aja yu, gue lagi pengen samyang sama bulgogi," kata Kamila.


"Samyang?"


Kamila menganggukan kepalanya sambil tersenyum.


"Boleh, tapi jangan pedes level dua itu batas maximal yang gue ijinin. Gue gak mau lo sakit gara-gara makan pedes" kata Arkan dengn tegas.


"lyah Arkan, janji gak akan pedes-pedes banget," jawab Kamila dengan wajah berbinar.


"Yaudah ayo!" Arkan menggandeng tangan Kamila.


Mereka pun akhirnya melangkah masuk ke sebuah restoran yang menjual masakan khas negeri ginseng itu. Kamila memesan Bulgogi dan samyang sementara Arkan memesan japchae dan toppoki serta kimchi juga telur gulung favoritnya.


"Mau nyoba?" tanya Kamila pada Arkan.


Arkan membuka mulutnya Kamila tersenyum dia menyuapi mie samyang untuk Arkan.


"Ini pedes banget Mil, lo beli level berapa?" tanya Arkan dia lantas langsung meminum minumannya.


"Level dua kok, bentar gue liat di struknya!" Kamila membuka tasnya dia melihat struk pembayaran.


"Tuh level dua kan, gue gak bohong!" Kamila menunjukan bukti pesanan kepada Arkan.


"Harusnya tadi level satu aja Yang, level dua pedes banget."


Kamila terkekeh melihat Arkan yang terus minum, "Enggak kok. Lo mungkin belum terbiasa."


"Mungkin iyah, yaudah sekarang makan. Kalo udah gak kuat jangan dipaksain!"


Mereka makan dengan tenang hingga Kamila meminta izin untuk ke toilet sebelum mereka menuju ke bioskop untuk lanjut menonton.


"Ar gue mau ke toilet bentar yah!" seru Kamila.


"Mau di anter Yang?" tawar Arkan.


"Gak usah, lo makan aja dulu. Gue sebentar kok. Tunggu yah!" kata Kamila.


Arkan menganggukan kepalanya, " lyah Sayang, hati-hati yah!"


Kamila pergi meninggalkan Arkan dia menuju ke toilet sedangkan Arkan makan sambil bermain ponsel.


Arkan melihat ke arah toilet tidak ada Kamila, sudah sepuluh menit berlalu Kamila belum kembali.


Awalnya Arkan masih menunggu Kamila dengan sabar, tetapi hingga lima belas menit Kamila masih belum kembali juga dari toilet.


Hal itu tentu saja membuat Arkan khawatir. Arkan memang selalu merasa khawatir jika Kamila tidak terlihat di depan matanya.


Arkan masih trauma dengan kejadian yang pernah menimpa Kamila. Arkan tidak mau kekasihnya itu mengalami kecelakaan lagi seperti dulu.


Maka dengan perasaan cemas dan khawatir akan pun bergegas menyusul. Kamila ke toilet.


Dengan cepat Arkan pun menghampiri keduanya.


"Mil di tungguin malah di sini!" kata Arkan membuat Kamila menoleh.


"Eh.. Maaf tadi ketemu Dika dia bilang mau ngobrol sebentar tentang osis!" jawab Kamila meras tidak enak pada Arkan.


Arkan menatap Dika sinis, "Lo ngapain di sini? Ini bukan jam sekolah. Gak ada hak buat ngomongin tugas osis" kata Arkan ketus.


Ya ternyata Kamila sedang bicara dengan Dika ketua 0SIS di sekolah Arkan dan Kamila.


Rasanya Arkan ingin sekali meninju wajah Dika, dia sangat menyebalkan menurut Arkan.


Sudah bukan rahasia lagi jika Dika sempat memiliki perasaan kepada Kamila. Tetapi Kamila lebih memilih Arkan daripada dirinya.


"Loh gue pikir Kamila sendirian ternyata sama lo!" jawab Dika dengansantai.


"Kan tadi udah gue bilang ada yang nunggu lo malah nahan gue terus!" saut Kamila.


"Hehe sorry Mil, Miljepit lo mau jat-"


Plak..


Arkan menepis tangan Dika yang hendak memegang kepala Kamila.


"Gak usah pegang-pegang cewe gue, gue patahin juga tangan lo!" kata Arkan dengan wajah kesalnya.


"Arkan.." tegur Kamila.


Arkan menghela nafasnya dia tidak boleh emosi kata ibunya emosi gak akan menyelesaikan masalah. Arkan menarik nafas panjang dan menghembuskannya


perlahan berusaha mengatur dan mengontrol emosinya.


"Sorry Ar gue gak bermaksud megang Kamila. Gue juga tadi gak sengaja liat Kamila keluar dari toilet jadi gue nyapa dia. Sorry udah buat lo nunggu lama!" kata Dika.


"Gue duluan yah!"


Pemuda itu pun kemudian menepuk bahu Arkan dan melangkah pergi meninggalkan Arkan dan Kamila.


Arkan bersidekap dada melihat ke arah Kamila datar. Kamila merasa tidak enak hati.


"Arkan maaf, tadi toilet antri nah pas keluar dia nyapa abis itu lo dateng deh. Gue gak ngapa-ngapain kok! Sumpah!" kata Kamila menjelaskan.


Arkan diam saja, Kamila memegang tangan Arkan.


"Marah yah? Maaf!" seru Kamila sambil menggoyang-goyangkan tangan Arkan.


Arkan tetap diam dia tidak mengatakan apa pun.


"Arkan... Maaf! Jangan marah dong katanya mau nonton!"


Arkan menghela nafasnya, "Iyah gak papa, gue gak marah kok. Gue gak suka aja cewe gue ngobrol sama cowo lain," kata Arkan.


Kamila tersenyum, "Cemburu yah!"


goda Kamila sambil mencolek pipi Arkan.


Arkan tertawa kecil kemudian mengelus pucuk rambut Kamila gemas. Kemudian ia pun menggandeng tangan Kamila untuk pergi dari sana.


"Gak ada cowo yang rela liat cewenya deket sama cowo lain Sayang!"


Kamila menganggukan kepalanya," Maaf yah, gue gak ada apa-apa kok sama Dika!"


Arkan terkekeh dia percaya pada Kamila, "iyah, yaudah yuk, kita nonton. Sebelum nonton beli dulu minuman sama cemilan buat di dalem," ajak Arkan.


"Lah, tadi kan baru makan?" tanya Kamila.


"Tenaganya yang tadi abis buat nahan emosi, Sayang. Jadi, gue butuh cemilan tambahan," jawab Arkan sambil terkekeh.


"Hahaha, iyah deh! Ayo!" Arkan menggandeng tangan Kamila.


Kamila tersenyum senang sekali, Arkan memperhatikan wajah gadis itu, sangar cantik.


Arkan mengacak rambut Kamila, "I love you!" bisiknya membuat Kamila menghentikan langkahnya.


Kamila melihat ke kanan dan kiri...


Cup...


Kamila mengecup singkat pipi Arkan sambil tersenyum dengan wajah memerah.


"I love you too Arkan nya Kamila!"