
"lya terserah Bunda. Tapi selama aku pergi aku titip Kamila ya Bund, berat banget aku jauh sama Kamila walaupun cuman seminggu."
Alisha terkekeh mendengar itu, " Kamila tuh nggak akan kemana-mana Bang. Kamu aja yang bener di sana. Usahain sekolah menang, Bunda juga kan bangga kalau anak Bunda punya prestasi sendiri," kata Alisha.
"Iyah Bund, Abang pasti gak akan ngecewain Bunda!"
Setelah berbincang dengan kedua orang tuanya, mereka pun berangkat ke sekolah. Tentu saja Arkan bersama dengan Kamila.
***
'Pengumuman kepada semua anggota tim basket untuk berkumpul di lapangan sekarang'
Saat sampai di sekolah Arkan dan yang lainnya dipanggil ke lapangan mereka akan dibagikan baju dan beberapa peralatan untuk keberangkatan mereka lusa.
Arkan menatap Kamila, Kamila tersenyum dan menganggukan kepalanya.
"Gak papa, gue ke kelas sendiri, gih sana ke lapangan!" kata Kamila kepada Arkan.
Arkan mengacak rambut Kamila, "Nanti ketemu istirahat yah Yang!"
"lyah Arkan!"
Setelah Arkan ke lapangan Kamila berjalan menuju kelasnya, baru saja berjalan sebentar Dika menghadang Kamila.
"Mil!" panggilnya.
Kamila mengehentikan langkahnya, "Ada apa sih, Dik? Kayaknya gue mulai risih deh Lo deketin gue terus," kata Kamila.
Arkan yang berada di lapangan terkejut melihat Kamila bersama Dika. Melihat hal itu Arkan hendak mendekati Kamila, tetapi Daren menahannya.
"Nanti dulu, biarin kita liat dia mau apa," kata Daren.
Sementara itu, tampak Dika masih berusaha untuk menahan Kamila.
"Nggak usah judes juga, Mil. Emang kenapa sih?"
"Gue bukannya judes tapi gue risih sama perlakuan lo ke gue. Kalo gak penting nggak usah deket-deket bisa gak sih," kata Kamila kepada Dika dengan jutek.
"Gue mau deket sama lo Mil, lagian Arkan kan mau ke Bali!"
"Tapi gue yang gak mau Dika! Gue udah punya Arkan." Kamila tetap bersikeras dengan keputusannya.
"Tapi Mil-"
"Budeg ya lo?!" potong Kamila.
"Auwww!"
Karena Dika masih juga mendekati Kamila, gadis itupun dengan kuat menginjak kaki Dika sehingga pemuda itu mengaduh kesakitan lalu meninggalkannya begitu saja.
Melihat hal itu tawa Arkan dan Daren pun langsung pecah.
"Busyet bini lo bisa galak juga," komentar Daren.
Arkan merasa senang karena Kamila menepati ucapannya untuk menjaga diri dan menolak Dika dan dia juga akan menjauhi Dika.
Saat pulang sekolah Arkan mulai packing dia menunjukan baju basketnya kepada Kamila, Kamila membantu Arkan packing.
"Ini bagus kan Yang?" tanya Arkan excaite.
Melihat Arkan yang senang Kamila ikut senang walaupun di dalam hati kecilnya dia sedih harus berjauhan dengan Arkan. Kamila berusaha untuk menyembunyikan rasa sedihnya dia tidak mau menghancurkan kesenangan Arkan.
"Bagus, cocok sama lo! Nanti kalo belum mulai malemnya di cuci dulu, biasanya baju baru gitu suka panas kalo gak di cuci!" kata Kamila sambil memasukan baju-baju Arkan.
"lyah Sayang!"
"Ini beneran cuma bawa koper kecil begini?" tanya Kamila saat melihat baju Arkan yang sedikit.
"Kan gue di sana cuman seminggu Mil. Kalo misalnya kurang baju masih bisa beli. Lagian males kalo bawa banyak-banyak gue males repot," kata Arkan.
Kamila ingin menangis dia sedih, karena sebelumnya dia belum pernah berjauhan dengan Arkan.
Tetapi Kamila membesarkan dirinya sendiri. Toh satu minggu itu tidak akan lama.
***
Hari ini keberangkatan Arkan. Pagi-pagi sekali Kamila sudah bangun, dia membantu Arkan bersiap. Hari ini Arkan dan Kamila diantar oleh kedua orang tuanya ke sekolah. Begitu juga Kean dan Sean yang ikut naik mobil
"Udah semua?" tanya Kamila.
"Udah nih tinggal pake seragam!" Arkan lari ke atas untuk memakai seragam sekolahnya.
Setelah selesai Arkan kembali turun dia memakai sepatunya Arkan bersiap sambil sarapan di suapi oleh Kamila sedangkan Kamila sudah siap sedari tadi maka dari itu bisa membantu Arkan, Alisha yang melihat itu tersenyum saja Kamila sangat perhatian pada Arkan, rasa cinta mereka sangat besar.
"Bunda, Kay juga mau dong disuapin. Liat tuh Abang aja disuapin sama Kak Mila. Masa Kay gak bolehdisuapin sama Bunda?" Kata Kayla saat melihat kakaknya disuapi oleh Kamila.
"Kamu sirik aja bocil, Abang kan lagi sibuk beres-beres jadi Kak Mila bantuin Abang biar cepet. Kamu makan sendiri aja," kata Arkan.
"Nggak mau, pokoknya Kayla mau disuapin sama Bunda, titik!"
"Udah sih Bang, mau berangkat aja masih sempat ribut sama Kayla. Sini sayang biar Bunda suapin," kata Alisha
Pada akhirnya Alisha pun menyuapi Kayla karena gadis itu mulai cemberut. Sementara yang lain bergegas untuk menghabiskan sarapan mereka karena mereka akan segera berangkat.
Setelah semuanya selesai mereka berangkat, di dalam mobil Arkan terus
menempel pada Kamila dia takut untuk meninggalkan Kamila, tapi dari tatapan
Kamila dia berusaha meyakinkan agar
Arkan jangan khawatir.
Melihat hal itu Alisha pun tidak tahan untuk tidak menggoda Arkan.
"Mil, nanti kalo Arkan pergi kita jalan-jalan ke mall sama Kayla. Kita bisa nonton, shopping, siapa tau kan ketemu cowok ganteng gitu," kata Alisha.
"Ih, Bunda mah. Jangan bikin anaknya galau dong."
"Loh Bunda pikir kamu nggak bisa galau loh, Bang. Ternyata anak Bunda bisa galau juga ya," ujar Alisha geli.
Arkan memutar bola matanya malas, "Anak Bunda kan manusia biasa kali Bund. Aku bisa cemburu bisa galau juga. Masa iya Bunda mau ngajakin Kamila shopping sama jalan-jalan sekalian cuci mata. Tega amat sama anak sendiri," kata Arkan mulai merajuk.
Mendengar perkataan anak dan istrinya Marvin hanya bisa tertawa. Tapi dari situ dia bisa tau jika Arkan memang benar-benar menyayangi Kamila.
"Udah sih Bund jangan digodain terus anaknya nanti dia malah gak jadi pergi," kata Marvin.
"Ayah ganggu aja. Kapan lagi gangguin si Arkan kayak gini. Mumpung modelnya Dia lagi galau gitu Ya sekali-kali kan nggak apa-apa bikin dia tambah galau."
"Nanti kalau dia turnamennya nggak menang gara-gara galau gimana, Bund?" tanya Marvin.
"Justru itu, kalo dia mau Kamila bangga dia harus menang. Kalau nggak nanti Kamila Bunda bawa jalan-jalan ketemu cowok ganteng." jawab Alisa.
Arkan hanya bisa cemberut sambil mengeratkan pegangan tangannya kepada Kamila.
"Awas lo Mil kalo pergi sama cowo, jangan deket-deket sama si Dika nanti di sekolah selama gak ada gue. Kalo dia deketin lo lagi lo tendang aja kakinya kayak kemaren!" kata Arkan membuat Kamila terkekeh geli.
"Lo liat?" tanyanya.
"Liat lah, tadinya mau gue ajak duel eh keburu ngakak duluan lo injek kakinya!" Kamila dan Arkan tertawa bersamaan.
Saat sampai di sekolah, sekolah sudah ramai, bahkan sudah ada bis yang akan membawa Arkan dan teman-temannya.
Marvin dan Alisha ikut turun mereka menyalami para guru, tentu saja guru senang siapa yang tidak tau donatur terbesar sekolah itu.
"Wah Pak Marvin langsung nganter Arkan? Bapak gak ikut ke Bali juga nih?" tanya Pak Anto menyambut kedatangan Marvin dan Alisha.