
"Enak banget punya calon mertua kayak Tante Alisha!"
Kamila terkekeh, "Banget Nay, gue sayang banget sama Bunda!"
Mereka melanjutkan mencari beberapa buku bukan hanya novel saja mereka membeli beberapa buku pelajaran.
Setelah puas berkeliling dan belanja, mereka memutuskan untuk pulang.
"Lo gak mau makan dulu Mil?"
"Enggak deh, gue makan di rumah aja kasian Bunda udah masak masa gue makan di luar, lo mau makan? Ayo gue
temenin!"
"Gak usah Mil, balik aja lah udah malem juga, besok kan masih harus sekolah!" Kamila menganggukan kepalanya.
"Oke deh!?
Mereka mendengarkan musik di dalam mobil, tapi saat mereka sedang asik mendengarkan lagu tiba-tiba saja mereka dikejutkan dengan banyak orang berlarian mereka seperti sedang kelimpungan.
"Woy! Jangan lari lo!" Teriakan demi teriakan terdengar.
"Ada apa ini Nay?" tanya Kamila panik.
"Gue juga gak tau Mil!"
Kamila menyipitkan matanya dia seperti melihat seseorang, itu Kean. Apa yang pemuda itu lakukan apa dia kembali melakukan tawuran.
"Itu Kean Nay! Ayo samperin!" seru Kamila.
Kamila hendak keluar tapi ditahan oleh Naya.
"Jangan gila Kamila itu bahaya banget!" Naya mencekal tangan Kamila.
"Tapi itu Kean! Lagian tuh anak ngapain sih, gue yakin pasti ada anak-anak yang lain, kalo ada Kean pasti ada Sean Bastian Daren!"
"Dan pastinya ada cowok lo juga," Kamila menganggukan kepalanya, Nay ada polisi!" Kamila panik dia juga melihat ada beberapa polisi, Naya memutar mobilnya.
Kamila melihat Kean sedang beralari, Kamila membuka kaca jendela,
"Kean masuk!" seru Kamila.
"Kamila! Naya!"
Kean yang melihat Kamila dan Naya langsung membuka pintu mobil kemudian masuk ke dalam.
"Thanks Mil! Nay!"
Keduanya mengangguk bersamaan, terlihat Kean sangat kelelahan.
"Naya! Itu di depan Bastian coba Lo kejar ada Daren sama Sean juga kayaknya Tolong dong!" pinta Kean.
"lya, gue kejar," jawab Naya.
Naya memacu mobilnya mereka mengejar Bastian. Naya membuka kaca mobilnya.
"Bas masuk!" seru Naya.
Melihat Naya dan Kamila, Bastian terkejut dia ikut masuk ke dalam mobil. Saat Bastian masuk ke dalam mobil dia terkejut melihat Kean.
"Kean!"
"Yang lain man Bas?" tanya Kean.
"ltu Daren sama Sean tadi ngecoh polisi, mereka kayaknya udah di depan gue duluan!" jawab Bastian.
Kamila melihat Daren dan Sean tengah berlari bersamaan.
"Daren! Sean! Masuk cepet!" ujar Kamila saat mobil berada di samping mereka.
"Kamila!"
Mereka langsung ikut masuk ke dalam, Kamila merasa lega karena mereka baik-baik saja.
"Lo semua gak papa?" tanya Kamila.
"Aman Mil?" jawab mereka serempak.
"Kalian abis ngapain kenapa kejar-kejaran begitu, gue pikir kalian di base camp dari siang gak balik-balik," omel Kamila.
"Oiya si Arkan ke mana? Kok larinya gak bareng kalian?" tanya Kamila kepada Daren.
"Emm... Anu Mil-"
"Anu apa, ke mana Arkan?" tanya Kamila memaksa.
"Arkan masih di belakang dia lagi bantu anak-anak biar gak ada yang ditangkep polisi, abis itu Arkan baru bisa pergi! Itu tanggung jawab dia sebagai ketua!" jawab Daren.
"Jadi kalo nanti lagi apes itu malah Arkan yang ditangkep polisi! Gila tuh anak!"
"Mil itu si Arkan, dikejar polisi!"
Tiba-tiba saja Naya melihat ke spion belakang ada Arkan sedang dikejar polisi.
Arkan berlari melewati mobil Naya, Kamila melihat wajah Arkan yang kelelahan.
"Nay kejar Nay!" pinta Kamila.
Naya memacu mobilnya mengikuti Arkan, polisi itu kewalahan karena Arkan berlari dengan kecepatan penuh. Naya melihat ke belakang polisi sudah tidak terlihat mungkin dia akan meminta bantuan.
Naya berada di samping Arkan, pintu belakang terbuka Arkan terkejut melihat Daren.
Arkan masuk ke dalam mobil dia semakin terkejut karena ada Bastian Kean dan Sean.
"Gila lo semua! Udah aman aja gue harus kejar-kejaran dulu!" kata Arkan.
"Thanks yah Nay, lo udah bantu kita-kita! Motor udah aman kalian tenang aja besok kita ambil. Tapi sayang anjir tawurannya gagal sialan, padahal gue udah lama gak adu jotos!" kata Arkan kesal.
Bastian, Kean sean dan Daren terkejut mendengar ucapan Arkan, mereka mengkode menggunakan mata.
"Arkan!"
Kean mengkode lewat matanya agar melihat ke kursi yang ada di depan Arkan.
"Apaan sih kalian pake acara kedip-kedip mata? Kelilipan?" tanya Arkan dengan lantang.
Daren langsung menepuk dahi," Liat depan sialan!" bisik Daren.
Arkan melihat ke kursi depan dia terkejut saat melihat Kamila.
"Mampus gue!" lirih Arkan.
"Emm.... Mil!l" Arkan menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
"Kok lo bisa di sini juga? Kalian dari mana?" tanya Arkan basa basi padahal hatinya sangat takut, Kamila pasti marah kepadanya.
Kamila bersidekap dada, Daren Kean Sean dan Bastian tau mereka pasti akan bertengkar.
"Kamila! Maaf Mil!" ujar Arkan dia memegang tangan Kamila.
"Gak usah pegang-pegang!" Kamila menyentak tangan Arkan.
"Lo janji sama gue apa? Lupa kan?Kebiasaan! Pantes dari siang gak ada di
rumah ternyata emang ngerencanain buat tawuran!" seru Kamila kesal.
"Enggak gitu Yang, gue minta maaf-"
"Terserah lo gue udah males.... Nay gue pengen balik!" ujar Kamila.
Naya hanya menganggukan kepalanya dia tidak berani ikut campur begitu juga yang lainnya.
"Mil gue minta maaf gue janji ga ak."
"Janji lo udah basi Arkan!" kata Kamila ketus.
Di dalam mobil Arkan terus saja merayu Kamila tapi gadis itu benar-benar kesal pada Arkan.
Mobil berhenti di depan rumah, " Thanks yah Nay!" Kamila turun dari mobil.
Arkan mengejar Kamila masuk, "Ar ini barangnya Kamila!" Arkan menghentikan langkahnya dia mengambil belanjaan Kamila.
Kamila sudah lebih dulu berlari ke dalam, dia melihat ada Alisha baru saja turun dari tangga.
"Loh udah pulang? Gimana belanjanya?" tanya Alisha.
"Seru Bunda!" Kamila memeluk Alisha.
"Kamu baik-baik aja, Sayang tanya Alisha terkejut karena Kamila memeluknya.
"l am oke Bunda, aku cape banget! Aku ke kamar yah!" kata Kamila.
"Tapi-"
Tanpa mendengar jawaban Alisha Kamila sudah lebih dulu berlari naik ke atas masuk ke kamarnya.
Alisha ikut terkejut saat melihat Arkan datang dengan tergesa-gesa dia membawa sebuah belanjaan.
"Pegang Sean!" kata Arkan memberikan belanjaan Kamila.
"Bund, Kamila ke mana?" tanya Arkan dengan nafas tersenggal-senggal.
"Dia naik ke atas katanya mau istirahat ada apa sih?" tanya Alish
"Gak papa Bund!" Arkan langsung berlari naik ke atas menuju kamar Kamila.
Alisha yang sedang bingung semakin terkejut saat melihat Kean Sean Bastian dan Daren masuk ke dalam.
"Loh ada kalian juga, itu si Arkan sama Kamila kenapa? Kalian juga kok bisa barengan tadi janjian?" tanya Alisha beruntut.
"Enggak Bunda kita gak janjian, tadi kebetulan ketemu di jalan!" jawab Sean.
Jika Alisha sedang mengintrogasi anak-anaknya di bawah, Arkan tengah sibuk merayu kekasihnya.
Tok... Tok... Tok...
"Sayang buka pintunya dong, gue mau ngomong!" kata Arkan. Tetapi, Kamila tidak mau membukakan pintu.
"Gue minta maaf Mil, gue janji gak akan gitu lagi. Kalo lo maafin gue nanti kita jajan apa aja yang lo mau!" kata Arkan lagi. Arkan berusaha merayu kamila.
"Gak mau!" teriak Kamila dari dalam. Sangat sulit merayu Kamila.
Pemuda itu pun tidak kehabisan akal dia kemudian masuk ke dalam kamarnya dan memanjat ke balkon kamar Kamila.
Arkan membuka pintunya. Tetapi, ternyata sama saja di kunci.
"'Sayang kok di kunci biasanya gak pernah di kunci!" kata Arkan
"Ayo buka pintunya Mil gue mau masuk! Kangen!" ujar Arkan penuh permohonan.
"Gak mau! Udah sana ke kamar gue mau tidur ngantuk!" kata Kamila.
Arkan frustasi Kamila benar-benar marah kepadanya.
"Tapi Mil-"
"Ke kamar Arkan! Udah malem!" potong Kamila.
Arkan menghela nafasnya, "Anjir ini mah beneran ngambek tujuh hari tujuh malem!"