
Pada saat mereka sampai di rumah Arkan, Kamila dan teman-teman Arkan langsung
mengikuti langkah Arkan. Namun mereka terkejut saat melihat rumah begitu ramai.
"Aduuuh ... cah ganteng kok baru pulang? Nenek udah nungguin dari tadi!"
Arkan terbelalak kaget dan langsung memeluk nenek Tifah.bNenek Tifah adalah ibunda dari Alisha.
"Nenek kapan datang? Iya ni, tadi main basket dulu di sekolah, soalnya ada lomba. Abis itu malah hujan, jadibpulangnya nunggu ujan reda dulu," kata Arkan.
Tadinya Arkan memanggil kepada Tifah adalah Omah tapi karena dulu Arkan yang cadel sangat sulit jadilah yang gampang saja yaitu Nenek.
Semua teman-teman Arkan yang sudah kenal dengan neneknya Arkan satu persatu menyalami Nenek Tifah dengan hormat. Hingga saat Kamila yang mengulurkan tangan, wanita itu mengerutkan dahinya.
"Eh, tunggu. Ini Daren, Bastian, Kean sama Sean Nenek udah hapal. Kalo yang cantik ini siapa?"
"Itu calonnya Arkan, Mih. Namanya Kamila," celetuk Alisha.
Wanita yang terlihat cantik itu datang sambil membawa minum. Mendengar hal itu Arkan hanya bisa cengengesan sementara teman-teman Arkan mengulum
senyum usil.
"Aduh Sayang kok mau ke sini gak bilang kan Bunda bisa kasih tau Kay, tadi dia lagi keluar sama Ayahnya!"
"Gak papa Tante, tadi di ajak Arkan ke sini," ujar Kamila menyalami tangan Alisha.
"Kok Tante lagi, Bunda dong! Udah sama Arkan kan?"
Kamila melihat ke arah pemuda itu, membuat pemuda itu terkekeh.
"Udah Bund!" saut Arkan.
"Loh kok malah liat ke Arkan, anak itu gak nakal sama kamu kan?" tanya Alisha melirik sinis ke arah putranya.
"Bunda kebiasaan deh suudzZon mulu kalo sama aku!" ujar Arkan.
"Abisnya kamu itu meresahkan!" katanya.
"Bunda tanya deh sama calon mantu tuh, aku nakal apa enggak sama dia. Justru aku terus yang jagain dia," ucap Arkan membuat senyum Kamila mengembang.
"Ya emang harusnya kayak gitu"
"Om Regan sama Tante Rara ke mana, Nek? Kok gak ikut?" tanya Arkan berusaha mengalihkan pertanyaan.
"Om sama tante kamu masih ada urusan di Amerika. Udah ayo semua masuk. Kita makan dulu, ada kakek, eyang putri sama eyang kakungnya Arkan juga di dalam. Ayo, Kamila ... Nenek perkenalkan ya. Nanti kalo
sudah nikah sama Arkan kan gak canggung lagi, udah kenal. Duh. si Arkan pinter banget cari pacar ... segini cantiknya," kata Nenek Tifah sambil menggandeng tangan Kamila masuk.
Kamila ingin sekali menyangkal jika dia bukan pacar Arkan, tetapi rasanya tidak enak. Akhirnya Kamila pun memilih untuk diam saja.
Entah kenapa ada perasaan hangat di hati
Kamila saat melihat keluarga Arkan yang menerimanya. Ada rasa iri juga, keluarganya tidak bisa seperti ini. Dan betul saja, di ruang makan ternyata ada Gerald dan Dahlia.
Mereka adalah kedua orang tua Marvin. Eyang kakung dan Eyang putrinya Arkan serta Kayla.
"Kamu undang temen-temen kamu yang kemarin ikut piknik itu buat makan di sini. Bunda udah siapin bahan buat barbeque sama pesan makanan di restoran langganan kita juga," kata Alisha kepada Arkan.
"Eh, mereka banyak loh, Bunda. Makannya juga rakus-rakus, yakin disuruh ke sini?" tanya Arkan.
Alisha langsung menoyor kepala sang anak dengan kesal.
"Kamu ini kalo disuruh, udah sana ... susulin mereka terus suruh makan di sini. Kean sama Sean bantu Bunda beres-beres di halaman samping. Kita makan di dekat kolam renang. Kamila di sini aja sama
Bunda, ya Sayang."
"Iyah Tan-eh Bunda!"
Senyum Kamila terlihat kaku dia terasa asing.
"Ini mau makan malam bareng dalam rangka apa, Bund?" tanya Arkan.
"Ayah kamu baru dapet proyek besar. Makanya semua kumpul. Udah sana, kamu susulin temen-temen kamu. Kita biar beres-beres. "
Arkan pun mengangguk, dia mendekati Kamila lalu mengusap kepalanya.
Kamila tersenyum lalu menganggukan kepalanya.
Arkan dan Daren akhirnya berangkat ke basecamp menyusul teman-teman mereka.
Semuanya bersorak melihat perlakuan Arkan kepada Kamila.
"Benar-benar duplikatnya Marvin," ujar Chandra kakeknya Arkan.
"Bener Pih, bukan cuman mukanya aja, tapi kelakuannya juga! Aku sampe cape liatnya!" kata Alisha mengadu.
"Kamila nanti kalo Arkan bikin kamu kesel pukul aja, suruh Bunda yah!"
Kamila menganggukkan kepalanya.
Setelah itu mereka mulai membereskan barang-barang. Sementara Kean, Sean dan Bastian nembantu Alisha dan Bik Mumun untuk membereskan halaman
samping.
Halaman samping rumah Arkan memang sangat besar. Cukup jika mereka akan mengadakan pesta kecil-kecilan.
Dan ternyata Alisha juga sudah memesan catering dari restoran langganan mereka. Juga bahan-bahan untuk barbeque. Acara yang diadakan dadakan itu menjadi sangat
sempurna.
"Kamila Sayang, kamu gak bawa baju ganti ya? Kayaknya badan kita sama. Bunda ada dress yang cocok kok buat kamu pakai. Yuk, kita ke kamar Bunda. Jangan pakai seragam gini, nanti kotor," kata Alisha kepada Kamila.
Kamila hendak menolak, tetapi Alisha sudah menarik tangannya. Sampai di kamar Alisha, gadis itu tampak malu-malu.
"Ini bajunya, kamu pakai ya," kata Alisha sambil memberikan paper bag kepada Kamila.
"Loh, Tan- eh ... Bunda, ini kan baju baru?"
Alisha tertawa kecil, ia memang membelikan pakaian itu untuk Kamila beberapa hari lalu.
"Hehehe.... ketauan deh. Iyaa, sebenarnya Bunda emang beliin itu buat kamu. Abis pas Bunda jalan ke mall, baju itu manggil-manggil buat dibeli. Ayo, kamu coba. Kamu boleh ganti baju di kamar mandi Bunda," kata Alisha.
Kamila pun melangkah menuju kamar mandi dan mengganti pakaian seragamnya. Ternyata Alisha membelikan sebuah dress yang sangat cantik sekali.
Kamila merasa sangat terharu. Dan saat ia keluar dari kamar mandi ia langsung memeluk Alisha dengan mata berkaca-kaca.
"Terima kasih hadiahnya, Bunda. Bunda baik sekali," katanya dengan terbata-bata.
"Sama-sama, Sayang."
Kamila kembali merasakan pelukan seorang Ibu yang sudah lama tidak dia
dapatkan. Dada Kamila terasa sesak, dia rindu ibunya, sangat merindukannya hingga rasanya air mata milik Kamila sudah kering setiap hari menangis.
"Sstt... Jangan nangis, Bundaudah tau dari Arkan! Kamila boleh anggep Bunda seperti Ibu Kamila sendiri!"
Alisha mengusap surai gadis itu dengan penuh kasih sayang.
"Boleh Bunda?" tanya Kamila.
"Boleh dong, Kamila kalo merasa kesepian boleh ke rumah Bunda setiap hari kita main, jalan-jalan, shoping biar Mila gak sedih!"
"Mila kangen Mamah, Bunda!" lirih Kamila.
"Ssstt udah yah Sayang, Mamah Mila udah tenang di sana, Kamila doain aja biar Mamahnya Mila tenang dan dapet tempat terbaik!" ujar Alisha.
Alisha melepas pelukan Kamila lalu mengusap air mata gadis itu.
"Jangan nangis terus yah, nanti Bunda di marahin Arkan, sangkanya Bunda bikin Kamila nangis!"
"Nanti kalo Arkan marahin Bunda, Mila marahin balik," ujar Kamila sambil tertawa.
"Nah kalo gini kan cantik!"
Kamila kembali memeluk Alisha membuat wanita dua anak itu terkekeh.
"Ya udah, kita gabung sama yang lain, yuk," kata Alisha.