
Jason membuka lemari pakaian Anna dengan kasar. Ketika pintu lemari terbuka, tampaklah tumpukan pakaian Anna yang tertata rapi.
Jason beralih ke lemari pakaian Joanna. Isi lemaripun sama, tertata rapi. Sama sekali tidak ada tanda-tanda kalau Anna meninggalkan rumah dengan tergesa setelah dirinya pergi.
" Mencari sesuatu, Tuan ? " suara Roberta mengagetkannya. Jason segera berpaling. Dan tampaklah Roberta yang sedang menggendong Joanna yang tertidur. Tanpa menunggu jawaban Tuannya, Roberta segera menidurkan Joanna ke ranjang yang empuk.
" Ah, kurasa aku tadi melihat seekor tikus berlari kesini " Jason menjadi salah tingkah.
" Tikus ? Berbahaya sekali, hama itu bisa memakan semua barang yang ada disini. Harus segera dimusnahkan " kata Roberta dengan mimik muka serius.
" Ya... tapi setelah aku mencarinya tadi, kurasa aku hanya salah lihat "
" Mungkin Tuan hanya belum menemukannya "
" Mm.. Bisa jadi begitu. Tapi rumah ini terlalu bagus untuk menjadi tempat tinggal seekor tikus. Pasti aku hanya salah lihat "
" Bisa jadi. Saya tadi juga merasa salah lihat pada Anda, saya pikir orang lain, karena bukankah Anda seharusnya sedang berada di luar kota ? " sindir Roberta dengan halus tapi cukup membuat Jason semakin salah tingkah.
" Ada hal penting yang harus aku selesaikan. Oya, darimana saja kalian ? Saat aku datang, tidak ada seorangpun dirumah ini " Jason mengalihkan perhatian.
" Saya dan Joanna pergi berjalan-jalan sebentar.. " Roberta tampak menggantungkan jawabannya, ia sedikit melirik ke arah Tuannya. Dilihatnya Tuannya itu sedang gelisah, seakan mencari sesuatu. Roberta cukup paham siapa yang sedang dicari Tuannya
" Kalau Nyonya Anna sedang keluar sebentar, katanya sedang ada urusan "
" Keluar kemana ? "
***
Sementara itu di suatu tempat.
" Jadi, kapan kau bisa mulai bekerja ? "
" Kalau boleh, saya ingin bekerja mulai minggu depan, Nyonya karena saya harus mengikuti wisuda kelulusan sekolah saya terlebih dahulu " Anna menjawab dengan jujur pada Nyonya Teresha, pemilik butik tempatnya melamar pekerjaan.
" Apa kau yakin dengan keputusanmu untuk bekerja? Bukankah wanita seusiamu akan lebih suka untuk melanjutkan sekolahnya ? Kuliah ? "
Anna menggeleng.
" Saya tidak punya biaya untuk itu "
Wanita itu mengernyit.
" Kalau kau bekerja dengan tekun, mungkin tahun depan kau bisa mendaftar kuliah " ia menyarankan.
" Akan saya pikirkan nanti sembari bekerja, Nyonya " jawab Anna. Wanita itu tersenyum.
" Baiklah, Nona Rose, anda diterima bekerja disini. Mulailah bekerja disini minggu depan, seperti janjimu "
" Terimakasih, Nyonya " mata Anna berbinar saking senangnya.
Anna terkejut melihat Jason tengah duduk di kursi ruang tamu. Saat itu ia baru saja membuka pintu.
" J- Jason ??? "
" Darimana saja kau ? "
" Jason, bukankah seharusnya kau berada di luar kota ? "
" Kau belum menjawab pertanyaanku "
" Aku.. Aku pergi jalan-jalan sebentar " Anna berbohong. Ia tidak mau Jason mengetahui rencananya.
" Merencanakan sesuatu ? " tebak Jason.
" Sesuatu seperti apa maksudmu ? "
" Kalau aku tahu, aku tidak mungkin menanyakannya padamu "
Anna tersenyum mengejek,
" Oh, mungkin maksudmu, merencanakan sesuatu yang buruk seperti di telenovela? Menyingkirkan suami dan mengambil hartanya. Astaga. Seharusnya kupikirkan rencana seperti itu. Kelihatannya sangat bagus dan menguntungkan sekali "
" Coba saja kalau berani "
" Akan aku pikirkan " Anna mengangkat bahu dan segera meninggalkan Jason yang terheran-heran karena sikapnya.
***
" Kurasa dia mulai memperhatikanmu, Anna " goda Roberta pagi itu saat Anna membantunya memasak di dapur.
" Dia mencarimu kemarin dan terlihat kikuk saat aku menangkap basah dirinya "
Anna tersenyum dalam hatinya.
" Dan, lihatlah, dia mulai mendekatkan diri pada Joanna " kata Roberta, seketika itu juga pandangan Anna mengikuti arah pandangan Roberta. Disana, di ruang keluarga. Jason tampak sedang melihat televisi dengan Joanna yang duduk di kursi bayinya. Jason tampak tidak terganggu seperti sebelumnya dimana ia akan langsung berteriak menyuruh Anna menyingkirkan Joanna dari pandangannya. Jason selalu beralasan ia terganggu dengan celotehan Joanna.
" Selamat pagi " Justin menyapa keduanya.
" Selamat pagi, Tuan Justin "
" Selamat pagi "
" Apa aku melewatkan sesuatu ? " tanya Justin pada Anna. Anna mengangkat alisnya tidak mengerti. Dengan pandangannya, Justin menunjuk ke arah Jason dan Joanna. Anna tersenyum,
" Aku harap, walaupun sedikit, perubahan nya baik "