Anna&Justin- Cinta Di Musim Panas

Anna&Justin- Cinta Di Musim Panas
Permintaan Maaf Roger


Anna menangis sesenggukan di kamarnya. Ia benar- benar tidak menyangka Roger akan mengkhianatinya. Dan bahkan ia hanyalah salah satu mainan Roger, yang akan dibuang kapan saja Roger bosan, seperti yang disebutkan gadis itu. Gadis yang mengaku sebagai pacar Roger. Seharusnya dari awal dia tidak perlu terbuai dengan pesona Roger. Bagaimanapun Roger adalah cowok tampan dan populer. Sedangkan dia? Perbandingan mereka berdua bagaikan langit dan bumi, jadi mengapa dia percaya begitu saja kalau Roger tulus mencintainya?


" Anna!! Kau di dalam ??" teriak seseorang dari luar rumahnya. Anna hafal betul suara siapa itu. Anna menyeka airmatanya dengan kedua tangannya, dan beranjak keluar kamar untuk membuka pintu. Dan ketika dibuka, tampaklah sahabatnya,Drew berada di balik pintu. Ia menenteng kantong belanja, dengan roti yang menyembul.


" Aku baru saja akan pulang, kupikir kau belum pulang kerja... hei, kau menangis,Anna?"


*****


" Apa? jadi dia hanya mempermainkanmu? Bren****!!! " Drew mengumpat marah setelah Anna menceritakan kejadian tadi siang.


Anna mengangguk. Butiran bening masih saja meleleh dari kedua matanya.


" Aku pikir selama ini dia sangat mencintaimu, Anna. Ternyata dia hanya pura-pura. Dasar playboy licik. Awas saja kalau nanti aku bertemu dia. Akan aku buat dia menyesali perbuatannya"


" Tidak perlu,Drew " kata Anna sambil mengusap airmatanya.


" Tidak perlu katamu? Kamu akan diam saja setelah dia memperlakukanmu seperti itu?"


" Aku tidak ingin memperpanjang masalah dengannya "


" Memperpanjang masalah? Dia yang mempermainkanmu Anna!! Kamu harus membalasnya!"


Anna menarik nafas panjang, " Tidak Drew,semuanya sudah berakhir. Aku tidak ingin berhubungan apapun lagi dengannya. Meski itu sebuah permusuhan. Mulai saat ini, anggap saja kita tidak pernah bertemu dengannya,maupun bersahabat dengannya " kata Anna tenang.


" Apa kau bisa ,Anna? kau sangat mencintainya "


" Aku pasti bisa,Drew. Lagipula ada kau yang membantuku "


Drrtt. Gawai Anna bergetar. Sebuah panggilan masuk. Dari Roger.


" Apa kau akan menjawabnya" tanya Drew sambil menatap Anna. Anna tidak menjawab, ia hanya memandang gawainya yang terus bergetar,sampai akhirnya panggilan itu terhenti.


" Bagus,Anna. Aku tidak sudi kau memaafkan dia setelah apa yang ia lakukan padamu "


****


Anna duduk di tempat tidurnya sambil menimang gawainya. Ada 21 panggilan tidak terjawab dan 15 pesan masuk disana. Dan semuanya dari Roger. Anna tidak membuka semua pesan itu, ia langsung menghapusnya. Ia lalu berbaring, memeluk gulingnya dan memejamkan matanya, mencoba untuk tidur. Apapun yang terjadi hari ini,biarlah terjadi dan berlalu. Dan esok hari adalah hari yang baru, tanpa Roger.


****


" Anna!!! " Roger langsung meraih lengannya begitu Anna keluar dari halaman rumahnya. Anna berpaling. Dan dilihatnya Roger dengan tampilan yang acak-acakan.


" Anna, kita harus bicara " katanya memelas.


" Memangnya apa lagi yang harus dibicarakan antara kita? " kata Anna dingin. Hatinya terasa berdesir sakit saat melihat Roger.


" Anna, kumohon maafkan aku. Apa yang kau lihat kemarin tidak benar. Aku terpaksa melakukannya Anna. Orangtua Amanda memberikan pinjaman pada orangtuaku. Karena itu aku bersamanya "


Anna menarik nafas panjang. Ia menahan airmatanya yang hampir tumpah.


" Kita sudah berakhir Roger "


" Tidak! Jangan katakan itu !!Aku tidak mau hal itu terjadi. Aku sangat mencintaimu, Anna!"


" Sudahlah, Roger,aku harus bekerja! "


"Aku mencintaimu, Anna. Sangat mencintaimu. Aku tidak mau putus denganmu!! Dan aku yakin kaupun sama! " Roger mencengkram lengan Anna.


"Lepaskan aku Roger, atau aku akan berteriak!!!" kata Anna setengah berteriak, sehingga orang-orang yang kebetulan berjalan disekitar tempat itu menoleh pada mereka berdua. Seorang wanita bahkan berjalan mendekati mereka.


" Hei, kau tidak apa-apa, Nak?" tanyanya dari kejauhan. Roger langsung melepaskan tangannya.


" Tidak! Tidak apa-apa" teriak Roger. Tetapi wanita itu tidak mengindahkan perkataannya. Ia tetap berjalan kearah mereka.


" Kita akan berbicara nanti, Anna. Aku tidak akan berhenti sampai kau menerimaku kembali" ancam Roger sebelum ia meninggalkan Anna.


" Kau tidak apa-apa?" tanya wanita itu setelah jaraknya cukup dekat dengan Anna.


" Aku baik-baik saja. Terimakasih, Bu "


*****


Pukul 03.45 PM


Nyonya Olivia sudah kembali ke rumah jam tiga sore tadi. Itu artinya, jam kerja Anna sudah usai. Tetapi gadis itu masih mondar-mandir di ruang utama keluarga Wilderman. Justin yang melihatnya dari tangga tampak keheranan.


" Are you okay, Anna?" tanyanya basa basi. Sebenarnya sejak memasuki rumah ini tadi pagi, Justin sudah merasakan ada yang berbeda dari Anna, waktu ia menjaga Josh pun, Anna lebih banyak diam. Tetapi Justin menganggap itu semua hanya karena sindrom putus cinta. Tapi sore ini, Anna bahkan sepertinya enggan untuk kembali pulang.


" Aku.. aku baik-baik saja " jawab Anna. Tapi raut wajahnya tidak bisa menyembunyikan kegelisahannya.


" Are you sure?"


" Justin, bisakah aku minta tolong untuk mengantarku ?" pinta Anna penuh harap.


***


Mobil sport milik Justin sudah keluar dari halaman rumahnya. Tak berapa lama sebuah mobil mengikutinya. Justin melihat dari kaca spion mobilnya.


" Apa itu dia?" tebak Justin sambil menyetir.


" Hm, aku rasa begitu. Itu memang mobilnya " jawab Anna membenarkan.


Justin mengernyit.


" Apa lagi yang diinginkannya? "


" Dia tidak mau kami putus"


" Lucu sekali. Bukankah ia seorang playboy? Mengapa dia begitu takut kehilanganmu? Lagipula dia sudah punya Amanda "


" Dia bilang, dia bersama Amanda karena orangtuanya memberinya pinjaman "


" Dan kau percaya?"


Anna menggeleng.


" Aku tidak tahu "


" Sebaiknya kau tidak mempercayainya. Kemarin bukanlah pertama kalinya aku melihat dia dengan Amanda "


" Maksudmu?"


" Aku pernah melihatnya di pesta Amanda beberapa waktu lalu. Mereka bahkan lebih vulgar dari kemarin. Aku rasa, kalau kau juga melihatnya, kau yang akan lebih dulu memutuskannya "


" Jadi, mereka memang sudah bersama waktu itu ?"


Justin mengangguk.


" Dan kau melihatnya tapi tidak memberitahuku?"


" Untuk apa aku memberitahumu? bukankah waktu itu kau sendiri yang bilang kalau kalian tidak ada hubungan apapun " Justin membela diri.


Anna terdiam. Apa yang dikatakan Justin memang benar. Waktu itu ia dan Roger memang belum berpacaran. Mereka masih berteman.Hanya saja, Anna sudah menyukai Roger saat itu.


****


" Sudah sampai " kata Justin sambil menghentikan mobilnya tepat di depan rumah Anna. Anna hendak turun, saat Justin tiba-tiba berkata,


" Si Breng*** itu masih di belakang kita "


Dan benar saja. Mobil Roger terparkir tidak jauh dari mereka.


" Apa yang harus aku lakukan, Justin?"


" Tenanglah. Aku akan mengurusnya. Sekarang, masuk rumahmu dan kunci pintumu. Jangan membuka pintu untuk siapapun, mengerti " perintah Justin. Anna pun mengangguk. Ia lalu melakukan apa yang disuruh Justin.


****


Justin membuka pintu mobilnya lalu berjalan mendekati mobil Roger. Rogerpun keluar dari mobilnya.


" Hey, Rog, lama tidak bertemu " sapanya. Roger tersenyum sinis.


" Apa yang kau lakukan disini, Roggie"


" Bukan urusanmu " jawab Roger ketus.


" Apa kau menguntit Anna?"


" Memangnya kenapa ? dia pacarku "


" Ups, sayang sekali. Padahal aku baru saja mendengar darinya kalau kalian sudah putus dan dia tidak mau menerimamu kembali. Tapi kurasa keputusannya benar, hanya gadis bodoh yang mau menerima lelaki breng*** sepertimu "


Roger menatap tajam Justin. Justin memang sengaja menyulut amarahnya.


" Dan kau tahu, sekarang kami semakin dekat, tinggal selangkah lagi kami bersama " bisiknya.


Roger yang tersulut amarahnya, langsung melayangkan pukulan pada Justin. Tetapi Justin lebih siap. Ia bisa menangkis pukulan Roger dan bahkan membalikkannya sehingga pria itu jatuh terjerembab. Roger segera bangkit dan kembali melayangkan pukulan pada Justin. Perkelahian pun terjadi. Namun, berkat karate yang dikuasainya. Justin bisa melumpuhkan Roger dengan mudah. Pria itu meringis saat kedua tangannya di kunci ke belakang oleh Justin.


" Dengar, breng***! Jangan coba-coba menguntit Anna lagi, atau aku akan membuat wajah tampanmu penuh lebam, lebih parah dari ini " ancam Justin.