
Josh melemparkan satu persatu mainannya ke arah Anna. Anna beberapa kali menjerit kesakitan saat mainan itu mengenainya.
"Josh,hentikan" Anna meminta Josh menghentikan aksinya. Tetapi anak laki-laki itu tidak peduli. Ia terus melemparkan mainannya ke arah Anna. Setelah semua mainannya habis ia lempar, Josh duduk di tempat tidurnya, menyilangkan kedua tangannya di dada sambil cemberut. Anna mendekatinya. Wajah tampan dengan rambut coklatnya itu benar-benar menggemaskan. Ingin rasanya Anna memeluknya,menciumi pipinya yang gembul. Tapi tentu saja hal seperti itu tidak mungkin ia lakukan sekarang, karena Josh belum menerima kehadirannya sebagai pengasuh pengganti. Mungkin nanti kalau Josh sudah bisa bersahabat dengannya.
Anna duduk disebelah Josh. Anak kecil itu masih cemberut. Agak lama mereka duduk dalam diam, sampai akhirnya,
" jadi, Olga itu seperti apa? " Anna bertanya sambil melirik Josh, mencoba mencairkan suasana. Josh tetap diam ,bahkan ia kini menggunakan kedua tangannya untuk menutupi telinganya, seakan enggan mendengar kata-kata yang keluar dari mulut Anna.
"apakah ia cantik seperti ibumu? atau tua seperti nenek-nenek? apa warna matanya biru? atau ungu?... ". berbagai pertanyaan Anna lontarkan, tetapi Josh tidak bergeming.
Anna menarik nafas panjang.
" kau tahu Josh? ini pertama kalinya aku bekerja sebagai pengasuh. Biasanya, aku hanya bekerja sampingan sebagai pelayan toko atau pramuniaga di toko buku. Karena itu, kumohon bantulah aku. Aku disini hanya sementara, tidak untuk menggantikan tempat Olga selamanya. Nanti setelah Olga kembali dari mengunjungi keluarganya,kau akan bersama dengannya lagi dan aku tidak lagi menjadi pengasuhmu " entah kenapa Anna mengatakan hal itu,padahal anak seusia Josh belum tentu mengerti arti perkataannya.
" baik, sekarang begini saja, kalau kau mau aku tetap menjadi pengasuhmu, ayo kita bereskan mainanmu yang berantakan ini bersama-sama. kalau kau tidak mau, tidak apa-apa, aku nanti yang akan mengatakan pada Nyonya Olivia kalau aku mengundurkan diri. " setelah berkata demikian, Anna beranjak dari tempat tidur dan mulai memunguti satu persatu mainan Josh yang tercecer . Sekilas,Anna melirik ke belakang,memastikan Josh mengikuti permintaannya. Akan tetapi anak itu tetap diam. Sambil memunguti mainan, Anna mulai mengingat-ingat iklan pekerjaan lain di koran yang ia baca,karena mungkin saja hari ini adalah hari pertama dan terakhir dia bekerja di kediaman Wilderman, dan itu artinya ia harus mencari pekerjaan lain lagi. Tapi tak apalah, daripada ia harus menyiksa dirinya sendiri dan juga Josh. Kasian anak itu kalau tidak bisa beradaptasi dengannya.
Dari sudut matanya,Anna melihat Josh yang perlahan turun dari tempat tidur. Senyum Anna mengembang. Apakah artinya Josh menerimanya?
Tetapi detik berikutnya senyum Anna menghilang saat Josh berjalan melewatinya menuju pintu kamarnya,setelah sebelumnya ia menendang mobil mainannya ke arah Anna.
******
Justin terbangun dari tidurnya tepat pukul satu siang. Ia langsung turun ke dapur, mencari segelas air putih karena haus. Dapur tampak sepi. Roberta, pengurus rumah tangganya,juga seorang pekerja sampingan,jadi ia hanya datang pagi-pagi sekali untuk memasak dan membersihkan rumah, setelah selesai,ia akan langsung pulang atau bekerja ditempat lain sebagai tukang bersih-bersih. Biasanya di rumah ini ada Olga yang menemani Josh. Tetapi karena Olga mengunjungi keluarganya, praktis tidal ada siapapun dirumah ini kecuali dia, Josh dan Anna!! Astaga, bagaimana ia melupakan hal itu? Bukankah Anna bekerja di sini?
Justin meneguk airnya sampai habis. Setelah itu, ia berencana membersihkan diri. Penampilan berantakannya saat ini bisa menjadi cemoohan Anna. Sungguh,ia tidak percaya diri kalau tampil seadanya di hadapan Anna.
"tampaknya tidurmu sangat nyenyak hari ini "
tiba-tiba saja Anna sudah berada di depannya.
Justin mendelik kaget
" tentu saja, kasurku nyaman, selimutku hangat,mimpiku juga sangat indah " katanya setelah berhasil menguasai diri.
" baguslah kalau begitu"
"dimana Josh?" Justin menanyakan adiknya. Anna mengangkat kedua bahunya. Justin memandangnya tak percaya.
" kau kan pengasuhnya. bagaimana mungkin kau tidak tahu keberadaannya?"
"aku rasa ia tidak menerimaku. ia pergi begitu saja. aku sudah mencarinya, tapi dia belum kutemukan"
" kau sudah cari di seluruh rumah ini?"
"sudah,dia tidak ada"
"carilah sekali lagi. Josh pintar bersembunyi. Tapi meskipun begitu dia tidak pernah keluar dari halaman rumah. Josh hanya mau keluar rumah bersama Mommy atau Olga" jelas Justin. Anna mengangguk. Ia membalikkan badan dan segera berlalu dari hadapan Justin.
*********
Anna masih mencari keberadaan Josh. Berkali-kali ia memanggil namanya tetapi tidak ada sahutan. Anna menuju ke halaman belakang,dimana terdapat sebuah kolam renang. Dan dilihatnya Josh yang sedang berjalan dipinggiran kolam renang.
" Josh,hati-hati, licin" teriak Anna. Namun terlambat, Josh tergelincir masuk ke dalam kolam renang. Tanpa berpikir panjang, Anna langsung ikut menceburkan dirinya ke kolam renang. Ia tidak ingat kalau dirinya bahkan tidak bisa berenang, yang ia tahu,ia harus menyelamatkan Josh.
Justin masih mengenakan kimono mandinya,saat ia mendengar teriakan Anna disusul dengan suara orang yang terjatuh di kolam renang. Dengan cepat Justin menuju ke halaman belakang, ke kolam renang. Ia ingin mengetahui apa yang terjadi. Ia terdiam sejenak dipinggir kolam renang, karena ia tahu Josh bisa berenang. Tetapi setelah melihat Anna yang hampir tenggelam, dengan segera ia menceburkan diri ke kolam renang.
******
Huk!huk!huk! Anna terbatuk-batuk. Justin membawanya keluar dari kolam renang.
" kau ini b**** atau apa? sudah tahu tidak bisa berenang, masih nekad juga " Justin memarahi Anna .
"huk! huk!... dimana Josh?" Anna masih mengkhawatirkan Josh .
Justin menunjuk kebelakang. Dan disanalah tubuh kecil yang basah kuyup itu berdiri,sambil tersenyum penuh kemenangan kepadanya.