Anna&Justin- Cinta Di Musim Panas

Anna&Justin- Cinta Di Musim Panas
Tak sengaja


Anna menyisir rambut coklat Josh. Anak itu baru saja selesai mandi dan akan beranjak tidur setelah seharian penuh bermain di taman hiburan.


" kau senang Josh?"


" tentu saja. Sudah sangat lama aku tidak pernah bermain di taman hiburan. Mmm, sebenarnya aku tidak ingat kapan terakhir kali aku kesana, mungkin saat aku masih bayi, jadi aku tidak bisa mengingat apapun " Josh berceloteh panjang lebar, membuat Anna sedikit terkejut sekaligus terkekeh geli. Terkejut karena tidak biasanya Josh berbicara sepanjang itu, dan geli karena apa yang ia katakan sangatlah lucu bagi Anna.


" kau pernah ke taman hiburan juga sebelumnya,Anna?"


Anna mengangguk,


" tapi sudah lama sekali Josh. Aku rasa waktu aku jauh lebih kecil darimu sekarang "


" waoww.. berarti aku lebih beruntung darimu " Josh berdecak kagum, mengagumi dirinya sendiri tepatnya.


" tentu saja, kau punya orangtua dan kakak yang sangat menyayangimu.. dan juga OLga.. dan aku "


Josh tersenyum,


"tapi Daddy tidak pernah pulang lagi ,Anna. apa dia juga masih menyayangiku?" tanya Josh tiba-tiba. Anna tercekat.


" tentu saja. Ayahmu sangat menyayangimu. Karena itu dia bekerja membanting tulang untukmu"


" kalau begitu, kenapa Mommy juga ikut bekerja? bukankah Daddy sudah bekerja ?"


Anna menghela nafas,


" Pekerjaan Ayahmu sangat banyak Josh. Dia tidak bisa mengerjakan semuanya sendiri, karena itu Ibumu membantunya bekerja "


" seperti kau membantu Mommy untuk menjagaku ?"


" ya,seperti itu.. .Nah, sudah selesai. Kau mau aku membacakan dongeng untukmu ? "


Josh menggeleng.


" tidak perlu, Anna. aku sudah mengantuk "


"kalau begitu, selamat tidur,Josh "


" selamat malam, Anna"


Anna mengecup kening Josh dan membetulkan selimutnya. Kemudian ia keluar dari kamar Josh.


" Josh sudah tidur " kata Anna. Justin melonjak saking kagetnya. Saat itu ia tengah melihat hasil foto mereka,lebih tepatnya mengamati wajah Anna di kamera sambil tersenyum sendiri.


"Anna,kau mengagetkan saja "


"Hihi, salah sendiri, kenapa kau begitu serius melihatnya"


Anna duduk di samping Justin.


" bisa aku lihat hasilnya?" pintanya. Justin memberikan kamera itu pada Anna.


"wow.. kenapa wajahmu begitu cemberut saat di bianglala?" tanya Anna begitu melihat hasil foto. Memang, wajah Justin terlihat kesal saat berpose di bianglala.


" aku? tidak, itu hanya sekedar pose kamera saja " bantah Justin. Ia tidak mau Anna tahu kalau saat itu ia kesal karena tidak suka dengan kehadiran Roger.


"benarkah? aku pikir juga begitu karena di foto-foto berikutnya, wajahmu terlihat ceria dan tampan " kata Anna tanpa sadar.


" aku memang sudah tampan dari lahir, Nona " kata Justin sombong. Anna mencibir.


" kalau tidak setampan ini, mana mungkin aku jadi siswa terpopuler di sekolah " Justin menyombongkan dirinya lagi.


" mungkin mereka semuanya memakai kacamata kuda, jadi hanya bisa melihatmu saja, padahal banyak siswa lain yang lebih keren darimu " ejek Anna.


" oya? lalu kacamata apa yang kamu kenakan,Anna, kenapa tidak bisa melihat ketampanan dan kepopuleranku?" goda Justin.


" softlens" jawab Anna pendek.


Justin tertawa mendengarnya. Ia sampai memegangi perutnya,menahan tawa.


" kau ini sangat lucu Anna.. "


" sudahlah, lebih baik aku tidur " kata Anna sambil beranjak berdiri. Ketika ia tengah berdiri,tiba-tiba saja tubuhnya limbung dan terjatuh di pangkuan Justin.


" maaf " ucap Anna, wajahnya memerah. Justin tak kalah canggungnya,


" eh,eh,... ia "


Anna segera berlari ke kamar tamu,kamarnya selama tinggal di kediaman Wilderman. Justin sejenak terdiam, sebelum kemudian tersenyum-senyum sendiri.