Anna&Justin- Cinta Di Musim Panas

Anna&Justin- Cinta Di Musim Panas
Jebakan Roger


Drrrt. Gawai Anna bergetar. Anna meraihnya. Ada sebuah pesan, dari Roger. Anna tidak membuka pesan itu. Ia mencoba mengabaikannya. Namun tak lama kemudian, gawainya berbunyi, terus menerus,karena tidak tahan, akhirnya Anna menjawab panggilan itu.


" Hallo "


" Thanks,God. Syukurlah, akhirnya kau mengangkat telponku, Anna "


" Ada apa lagi,Rog?"


" Aku ingin bertemu denganmu, Anna"


" Kita bisa bertemu besok saat sekolah dimulai "


" Saat itu mungkin kau bahkan sudah melupakanku. Karena itu, aku ingin kita bertemu dulu, sekarang "


" Untuk apa lagi?"


" Aku ingin membicarakan tentang kita, Anna "


" Tidak ada lagi 'kita', Roger. Semua sudah berakhir "


" Tidak, Anna, tidak. Aku akan menjelaskan semuanya padamu, dan aku yakin kau pasti akan mengerti "


"Sudahlah,Roger. Aku tidak ingin mendengar apapun darimu lagi. Sekarang sudah malam, besok aku harus mengunjungi Adam "


" Aku akan menemanimu ke sana, Anna "


" Tidak perlu, aku bisa sendiri "


" Please, Anna. Kumohon, berikan aku kesempatan terakhir untuk menjelaskan semuanya padamu "


" Tidak perlu. Sudah, Roger, aku mau tidur!! "


" Kalau begitu aku akan menunggumu diluar sampai kamu mau bertemu denganku ".


Klik. Telepon dimatikan. Anna bergegas ke ruang depan. Dengan segera ia membuka tirai jendelanya. Dan tampaklah mobil Roger disana.


*****


Anna melangkahkan kakinya dengan riang. Hari ini hari Minggu, ia akan mengunjungi Adam. Sesuatu yang sangat dia nantikan. Hari ini rencananya mereka akan berkebun. Ada sedikit lahan kosong di rumah Adam. Hanya sekitar dua sampai tiga meter, tetapi cukup untuk ditanami bunga-bunga. Dan jangan lupakan juga tanaman pagar serta rumput di halaman rumahnya yang sudah mulai meninggi, sudah harus dipotong juga.


" Anna " suara Roger menghentikan langkahnya.


Anna terdiam sesaat. Ia sama sekali tidak mengira kalau Roger benar-benar serius dengan ucapannya. Pria itu benar-benar menunggunya di luar rumahnya, tepatnya di luar halamannya. Dalam hati Anna menyesal kenapa tadi tidak mengecek keberadaan mobil Roger di luar rumahnya.


"Roger? kau masih disini?" tanya Anna kaku.


Roger menatapnya lekat. Anna jadi salah tingkah, antara jengah dan rasa rindu berkecamuk di dalam dadanya. Bagaimanapun juga Roger adalah cinta pertamanya,dan ia sangat mencintainya, tetapi penghianatan Roger telah membuat luka di hatinya.


"Anna, beri aku kesempatan untuk menjelaskan semuanya kepadamu. Setelah ini, semua keputusan ada ditanganmu, aku tidak akan pernah mengganggumu lagi " kata Roger.


Anna menelan ludah. Cinta pertamanya kini ada dihadapannya dengan penampilan yang acak-acakan. Sungguh,ia tidak tega melihat keadaan Roger yang seperti itu.


"Aku mohon, Anna " pinta Roger memelas.


Anna mengangguk. Wajah Roger berubah ceria.


" Ayo, ikut aku, Anna " ia berusaha meraih tangan Anna. Anna tak bergeming. Ia tak bergerak dari tempatnya berdiri.


" Bukankah kita bisa berbicara di sini ? " tanya Anna tak mengerti.


" Aku akan membawamu bertemu dengan seseorang,Anna. Kamu pasti akan mengerti semuanya " jelas Roger. Ia lalu meraih tangan Anna. Tapi Anna tetap menolaknya. Roger menarik nafas panjang.


" Percayalah padaku " katanya. Ia lalu melangkah ke arah mobilnya yang terparkir tidak jauh dari sana. Anna mengikutinya.


****


Justin sedang mengendarai mobilnya. Ia menuju rumah Anna. Hari ini ia akan menjemput Anna dan mengajaknya ke rumah Adam. Ia memang tidak memberitahu Anna terlebih dahulu,karena ingin membuat kejutan untuknya. Dengan sering bersama Anna,ia berharap akan lebih dekat dengan gadis itu. Itu yang disarankan Adam padanya.


Gawai Justin berdering. Justin meraih headset bluetooth nya.


" Apa kau bersama Anna, Justin?" suara di seberang sana terdengar khawatir.


" Justin, aku sekarang ingat siapa Roger Adams "


" Memangnya siapa dia?" tanya Justin cuek.


" Dia adalah adik Chaterine "


" Lalu siapa itu Chaterine?" Justin semakin bingung.


Adam mulai menjelaskan panjang lebar tentang Chaterine dari awal sampai akhir. Termasuk dengan kecurigaannya pada perkelahian yang terjadi beberapa waktu lalu. Selama ini ia memang mengaku sedang mabuk saat perkelahian itu terjadi sehingga tidak dapat mengingat apapun dari kejadian itu. Tapi yang sebenarnya terjadi, ia sengaja di pukuli oleh segerombolan orang yang belakangan mengaku suruhan adik Chaterine. Itupun setelah Morgan mengerahkan teman-temannya untuk menyelidiki peristiwa itu. Pada akhirnya, Adam mencurigai kedekatan Roger dengan Anna hanyalah sebuah kedok agar pria itu bisa memantau dirinya lewat adiknya.


Justin cukup terkejut mendengar penjelasan Adam. Dan ia pun berjanji akan menjaga Anna dengan baik.


Justin menyetir pelan memasuki jalan menuju rumah Anna. Masih lumayan pagi, gadis itu pasti sedang menikmati sarapannya, batin Justin. Tapi kemudian ia terbelalak saat melihat Anna masuk ke dalam mobil Roger.


" Apa yang kau lakukan, Anna ?" batinnya. Ia lalu mempercepat laju mobilnya, membuntuti mobil Roger.


***


" Apa masih jauh, Rog?" tanya Anna setelah melihat mobil Roger melewati batas kota. Roger tidak menjawab. Ia hanya tersenyum padanya. Sejujurnya Anna merasa takut dengan sikap Roger saat ini, menyetir dengan kecepatan tinggi, membawanya ke suatu tempat yang bahkan ia tidak tahu tujuannya dan siapa yag akan ia temui.


Mobil terus melewati jalanan yang terasa asing bagi Anna. Dan akhirnya mobil itu berhenti di sebuah pondok kecil di tengah hutan.


" Disini? "


Roger mengangguk. Ia mematikan mesin mobil.


**


" Siapa yang akan kita temui di sini Roger?" tanya Anna penasaran saat memasuki pondok kecil itu dan menemukan tak ada seorangpun disana, ruangan itu tampak kosong.


" Dia" kata Roger sambil menunjuk lukisan besar yang terpajang didinding ruangan. Sebuah lukisan seorang wanita cantik yang sedang tersenyum dengan pancaran mata yang mengisyaratkan kalau dia sangat bahagia.


" Siapa dia? "


" Kakakku, namanya Chaterine. Dia orang yang baik hati dan sangat polos. Hampir mirip sepertimu bukan? Dia pasti akan sangat senang jika bertemu denganmu, apalagi jika kau mau menemaninya "


" Lalu dimana dia? "


" Dia meninggal beberapa tahun yang lalu " kata Roger pelan. Anna memandangnya tak percaya


" Kasihan bukan, gadis seperti dia harus meninggalkan dunia ini di saat seharusnya gadis seusianya bekerja, menikah, atau memiliki anak "


" Kematian itu sudah takdir Roger, tidak ada yang bisa mencegahnya " Anna mencoba menasehati Roger. Dari pandangan matanya, Anna tahu Roger sangat kehilangan kakaknya.


" Seharusnya bisa, andai saja dia tidak bertemu Adam " kata Roger tenang, tetapi Anna bisa melihat kilatan kemarahan di matanya.


" Iya, Adam. kakakmu, Anna. " Roger menekankan kata nya. Ucapannya tentu membuat Anna terkejut. Apa yang telah diperbuat kakaknya?


" Terkejut,Anna? Kau baru tahu kalau kakakmu, Adam, yang sangat kau sayangi itu, dia menghilangkan nyawa kakakku. Dia membuat keluarga kami kehilangan sosok Chaterine yang polos, ceria. Membuat ibuku shock dan terganggu jiwanya. Itu semua karena Adam !!!" Roger mulai berbicara dengan nada marah, sangat berbeda dengan Roger yang ia kenali sebelumnya.


" Sekarang kau tahu mengapa aku mau berteman denganmu? bahkan berpacaran denganmu?disaat hampir semua orang menghindarimu? " tanya Roger sambil menatap Anna tajam. Anna tercekat. Mungkinkah?


" Ya Anna, dugaanmu tepat. Aku memanfaatmu untuk membalaskan semuanya pada Adam. Kau pikir aku benar-benar mau berteman denganmu? mencintaimu? Cuih, kau sangat naif, Anna. Bagaimana bisa aku tertarik padamu jika dengan melihatmu saja aku muak? Kau hanyalah pintu bagiku untuk mendapatkan Adam!! "


" K-Kau ..."


Roger tertawa licik.


" Semuanya sesuai rencana, andai kau tidak melihatku bersama Amanda, akan lebih mudah menghilangkanmu tanpa jejak,bahkan tanpa kau sadari "


Anna mundur beberapa langkah. Ucapan Roger barusan sangat menakutkan baginya.


" Sedikit melenceng dari rencana memang, tetapi tak apa,pada akhirnya Adam akan tetap kehilanganmu,adiknya! Sama seperti aku kehilangan Chaterine. Sebelum ia sendiri aku akhiri " ucapnya dengan senyum tersungging.


Anna menangis. Tubuhnya bergetar. Ia sangat ketakutan sekarang. Siapapun, tolong aku, jeritnya dalam hati.


Sebuah ketukan di pintu membuat Roger tersenyum licik.


" Oh, itu pasti teman-temanku. Aku sengaja mengundang mereka kesini agar mereka bisa bersenang-senang disini denganmu selama beberapa hari, sampai mereka puas. Setelah itu kita tentukan nasibmu selanjutnya "