
" Kau sudah bangun ? Bagaimana ? Apa kepalamu sakit ? " Mr. Andrew tampak panik sambil menanyai Anna. Anna mengerjapkan kedua matanya, berusaha mengumpulkan kekuatannya.
" Dimana aku ? " tanyanya lirih.
" Di UKS. Kamu pingsan saat pelajaran olahraga tadi . Kamu tidak ingat ? " jelas Miss Therry, dokter sekolahannya.
Anna mengernyitkan dahinya. Ia ingat. Tadi pagi ia berangkat terburu-buru karena Joanna sedikit rewel hingga membuatnya bergadang hampir semalaman. Ia bangun agak terlambat, dan harus menghadapi kemarahan Jason yang merasa terganggu karena tangisan Joanna membuatnya tidak bisa sarapan dengan tenang. Akibatnya, pagi ini dia tidak sempat sarapan. Dengan perut yang keroncongan serta kelelahan akibat berjaga hampir semalaman, membuat pandangannya berputar-putar. Ia bahkan tidak bisa mendengar teriakan Karen yang menyuruhnya menyingkir karena bola mengarah kepadanya. Setelah itu semuanya gelap. Ia pingsan. Dan saat tersadar, ia sudah berada di tempat tidur UKS dengan Mr Andrew serta Miss Therry di sampingnya.
" Tidak ada yang serius, hanya saja tekanan darahmu sedikit turun. Hiduplah dengan sehat. Makan teratur, kurangi begadang. Dan kau akan baik - baik saja " Miss Therry menasehati.
" Baik. Terimakasih Miss "
Anna berusaha bangun dari tempat tidur. Mr. Andrew membantunya.
" Kau yakin dia tidak apa-apa ? " tanyanya pada Miss Therry.
" Tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Dia baik - baik saja, hanya kurang istirahat " jawab Miss Therry sambil membukakan pintu UKS untuk mereka berdua.
*****
" Kenapa kau terlihat sedih ? Ayolah, bukankah seharusnya kamu senang karena diijinkan membolos ? " tanya Mr. Andrew pada Anna. Anna tidak menjawab. Ia pura-pura melihat pemandangan melalui kaca mobil. Padahal pikirannya sedang panik. Bagaimana jika rahasianya terbongkar? Apa ia akan dikeluarkan? Tidak. Hal itu tidak boleh terjadi. Ia tidak boleh ketahuan. Tapi bagaimana caranya menghindar ?
" Hei. Apa kau marah padaku? Anna ? "
" Tidak.. Tidak Mr Andrew "
" Kalau begitu apa yang kau pikirkan hingga melamun sepanjang jalan ? " tanya Mr. Andrew.
" Hmm, tidak ada.. Aku tidak melamunkan apapun. Hanya saja, pemandangan disini selalu indah untuk dilihat " Anna berusaha mengelak.
" Sungguh ? Kupikir kau sedang memikirkan cara untuk menghindari amarah sepupumu itu "
" Kenapa dia harus marah ? "
" Tidak tahu. Tapi aku rasa, dia selalu menatap galak padaku. Karena itu kupikir dia pacarmu "
" Aku tidak punya pacar "
" Sungguh? " tanya Mr. Andrew. Anna mengangguk. Sedetik kemudian sebuah senyum terlihat di wajah Mr. Andrew.
******
" Berhenti di sini saja, Mr. Andrew " pinta Anna saat mobil Mr. Andrew sampai di depan gerbang rumah kediaman Wilderman. Tapi Mr. Andrew tidak mendengar, atau mungkin ia pura - pura tidak mendengar. Ia terus saja melajukan mobilnya menuju halaman rumah.
" Rumah sepupumu bagus sekali, Anna. Aku jadi penasaran, seperti apa isinya " ocehnya.
Anna mengeliat tidak tenang.
" Keluarga besarmu pasti kaya raya. Halaman rumah yang luas. Rumah yang megah. Hmm, sempurna " pujinya.
*****
" Anna, kau pulang ? Syukurlah, tapi kenapa ? " Roberta bertanya begitu membuka pintu.
" Tidak apa - apa Roberta. Aku akan masuk dan beristirahat " jawab Anna. Roberta cukup paham dengan jawaban singkat Anna. Apalagi ia melihat Anna tidak sendirian. Dari penampakan pria di depannya, Roberta bisa menebak jika orang ini adalah guru Anna. Jika benar tebakannya ini, sekarang haruskan dia bersyukur atas kepulangan Anna, ataukah harus segera mengusir mereka karena di dalam ada...
" Anna !! Kemana saja kau ? Urus anak itu !! Bocah kecil itu merengek terus !! membuatku sakit kepala !! Bre***** !! Si** !! " Jason mendatangi mereka sambil mengumpat penuh amarah. Terkejut dengan perkataan Jadon, Mr. Andrew memandang Anna dengan penuh keheranan.
" Ada apa ini, Anna ? " tanyanya.
Wajah Anna langsung berubah pias. Ia sama sekali tidak menyangka kalau Jason sudah berada di rumah. Seharusnya pria itu berada di kantor sekarang.
" Dan kau, siapa kau ? Kenapa kau mengantar Anna pulang ? Apa kalian berdua berkencan? Bersenang - senang berdua dan menelantarkan bocah itu di rumah ? Kau pikir rumahku ini tempat penampungan anak ? " tanya Jason menyelidik.
" Tenang dulu, Tuan. Sabar " Mr. Andrew berusaha menenangkan Jason yang marah. Anna makin pias. Ia hampir menangis. Melihat Anna yang ketakutan, Mr Andrew lalu berdiri di depan Anna, seakan melindungi siswanya.
" Saya wali kelas Anna. Tadi di sekolah dia pingsan, karena itu saya mengantarkannya kemari "
" Apa kau bilang ? "
" Saya wali kelas Anna "
" Ap-pa ? Wali kelas " Jason terkejut sampai harus mengulangi perkataan Mr. Andrew yang baru saja di dengarnya.
" Ya. Saya wali kelasnya. Anna sedang sakit. Saya mengantarnya pulang untuk memastikan tidak ada hal buruk yang terjadi padanya di jalan. Boleh saya bertemu wali Anna? Saya hanya ingin memastikan siswa saya berada di tangan orang yang lebih bijaksana, yang tidak membuatnya ketakutan seperti ini. Ini buruk bagi psikologinya " Mr. Andrew menerangkan panjang lebar.
Jason tersenyum sinis.
" Saya satu- satunya walinya " katanya sambil melipat kedua tangannya. Ia sudah bisa menguasai keadaan sekarang.
Mr. Andrew mengerutkan dahinya.
" Anda ? Hmm, Saya rasa sekarang saya paham kenapa Anna sering terlihat tidak sehat dan mengantuk di kelas, Anda pasti memberikannya bertumpuk pekerjaan hingga ia kelelahan dan tidak bisa beristirahat. Kalau hal ini dibiarkan terus menerus , Anna bisa tinggal kelas " Mr. Andrew menceramahi Jason.
" Ya, bagaimana lagi ? Memang itu tugasnya. Mencuci. Memasak. Menyiapkan makanan. Bukankah seorang istri tugasnya seperti itu ? "
" Ap- apa ? " gantian Mr. Andrew yang terkejut. Ia hampir tidak mempercayai pendengarannya. Istri ?
" Jangan terkejut seperti itu. Anda membuat profesi wali kelas terlihat bo***. Sepertinya Anda tidak mengenal siswi Anda sama sekali. Tapi itu mungkin juga karena istri saya tidak sopan, tidak mau mengenalkan siapa dirinya pada Anda. Mohon maaf kan sikap istri saya "
Mr. Andrew masih berdiri mematung. Jason melanjutkan perkataannya.
" Perkenalkan, Tuan wali kelas. Saya Jason, suami dari siswi Anda, Anna. Kami sudah berkeluarga sekitar tiga tahun. Dirumah ini ada Roberta, asisten rumah tangga kami yang Anda temui tadi, Joanna anak kami. Dan satu lagi, Justin, entah istri saya mengenalkannya pada Anda sebagai apa. Tapi kuyakin kalian pernah berjumpa karena dia sering mengantar istri saya kemanapun " jelas Jason penuh kemenangan.
" Anna, apa benar yang ia katakan tadi ? " Mr. Andrew menoleh pada Anna yang berdiri di belakangnya.
" Maafkan saya, Mr. Andrew " kata Anna lirih