
" kamu benar- benar tidak akan datang di pesta Amanda malam nanti?" tanya Drew pada Anna. Saat itu mereka bertiga sedang berjalan keluar dari gedung sekolah.
"sudah pasti tidak,aku mulai bekerja di kediaman Wilderman keesokan harinya. Aku tidak mau memberikan kesan yang buruk seperti mengantuk,terlambat datang" jelas Anna panjang lebar.
"kalian sendiri bagaimana?" Anna balik bertanya pada kedua temannya.
"aku akan datang,bayangkan saja,ini pesta sebelum kita liburan musim panas,sudah pasti akan sangat menyenangkan dan bisa saja sampai pagi" jawab Drew bersemangat.
" kamu ini,bersemangat sekali"
"yeahh..aku sangat haus akan pesta.. rasanya sudah berabad-abad aku tidak datang ke pesta siapapun " papar Drew hiperbolis. Anna dan Roger tertawa mendengarnya. Drew memang suka melebih-lebihkan jika ia menyukai sesuatu.
" kamu sendiri bagaimana Roger? kamu suka pesta juga kan?" tanya Drew pada Roger.
" aku? yeah..aku suka pesta, tapi tidak terlalu. hal semacam itu kadang diperlukan agar bisa membaur dengan orang lain,sebenarnya aku lebih suka kesunyian .. menikmati bintang ditaman bersama seseorang yang kita sukai akan jauh lebih menyenangkan daripada berpesta" kata Roger,tak kalah panjang dan lebar dari perkataan Anna.
" ya,itu benar.. lagi pula tanpa berpestapun kamu sudah jauh populer.." kata Drew
" tapi aku penasaran, siapa gadis beruntung yang akan kamu ajak menikmati bintang di taman itu?" goda Drew pada Roger. Roger gelagapan.
" itu..itu kalian akan mengetahuinya nanti " Roger mengelak.
" apa dia salah satu siswa di sekolahan kita? " Drew penasaran.
" rahasia" kata Roger singkat.
" yang pasti dia cantik dan baik.. see ya" katanya lagi sambil masuk ke mobilnya.
Drew melipat tangannya ke dada.
" jadi orang populer itu enak banget ya,bisa memilih mau jalan sama siapa saja.."
"sudahlah, sudah takdirnya Roger jadi populer"
Drew tersenyum. Ia melirik Anna.
"apa kamu tidak penasaran juga,Ann?"
"maksudmu? gadis itu?"
Drew mengangguk. Anna menggeleng pelan.
"tidak" jawabnya,meski itu berlawanan dengan kata hatinya.
*****
Musik mengalun dengan keras. Beberapa orang asyik berjoget, sementara yang lainnya asyik berbincang.
Justin duduk di sofa dengan Max dan beberapa kawan prianya. Diantara mereka juga ada beberapa gadis yang ikut bergabung, tak terkecuali Novela dan Claire,kedua gadis itu selalu saja berada di dekat Justin cs.
Justin meneguk minuman dalam gelasnya. Kadang ia ikut tertawa dengan lelucon yang dilontarkan teman-temannya. Tapi jauh dalam hati,ia merasa bosan dengan pesta ini. Kalau saja bukan karena dia populer,dia akan lebih suka berada di rumah saat ini.
" kau tidak apa-apa Just?" tanya Max, sepertinya ia menangkap raut wajah Justin yang kebosanan.
" aku? "
" yeah, kau tampak aneh"
" aneh?"
" yeah, seperti tidak fokus,ada yang kau pikirkan,bro?"
"tidak ada" jawab Justin pendek.
" kalau begitu,nikmatilah pesta ini. jangan merusaknya dengan menunjukkan wajah bosanmu"
"he eh " Justin
Hampir tengah malam,Justin sepertinya sudah tidak tahan lagi,ia beranjak dari duduknya.
" mau kemana,babe?" tanya Claire.
"melemaskan otot. sepertinya aku butuh mengelilingi rumah ini "
" mau aku temani?" Claire berkata dengan gaya menggoda.
"tidak perlu,aku tidak akan tersesat" tolak Justin.
*******
Justin melangkah keluar menuju halaman rumah Amanda , dimana ada banyak orang sedang berpesta pula. Maklum, Amanda ini termasuk orang kaya, halaman rumahnya luas. Justin melambaikan tangannya pada gadis-gadis yang memanggilnya dengan histeris . Justin terus melangkahkan kakinya. Melewati orang yang sedang mengobrol, dan melewati mereka yang berkumpul sambil barbequ. Langkahnya terhenti saat ia memasuki halaman belakang yang cukup jauh dari suasana pesta. Disini begitu dingin dan sunyi. Tapi,benarkah sesunyi ini? samar-samar di dengarnya suara -suara aneh, suara seorang wanita dan pria. Ia ingin berbalik badan dan meninggalkan tempat itu saat tidak sengaja,ia mendengar suara seseorang yang ia kenal.
"kamu suka sayangku?.."
Justin merasa suara itu tidak asing baginya. Dengan perlahan Justin melangkahkan kakinya di tempat itu. Ia menyibakkan dedaunan didepannya,mencoba melihat lebih jelas .
Dan disana,ia melihat sosok yang beberapa hari ini mengajaknya berseteru tengah bermesraan dengan si pemilik rumah.
Ya,mereka adalah Roger dan Amanda!!