
Anna melempar tas dan sepatunya di lantai kamar mandi. Ia lalu menyalakan shower. Air mulai membasahi tubuhnya,sedikit demi sedikit menghilangkan noda tinta biru yang menempel di tubuhnya. Di bawah air yang mengalir,Anna menangis,apa salahnya sampai mereka berbuat seperti ini padanya? Benar ayahnya seorang perampok,kakaknya seorang mantan narapidana dan ibunya berganti-ganti pekerjaan, tapi apa hubungan semua ini dengannya? ia tidak pernah mengganggu mereka,justru mereka yang terus menerus mengganggunya. Dan Justin? pria itu benar-benar memuakkan. Ia benci sekali padanya.
" Anna,kau dirumah?" tiba-tiba terdengar suara ibunya. Anna cepat-cepat menghapus airmatanya. Ia tidak mau ibunya curiga dengan keadaannya.
Tak lupa ia singkirkan bajunya yang masih ada beberapa noda biru di pojokan kamar mandi. Tasnya? Astaga,ia lupa,tentu buku-bukunya basah semua. Terlebih lagi gawainya. Dengan cepat Anna membuka tasnya, memeriksa,benar,gawainya basah,pasti rusak.$***,umpat Anna. Bagaimana caranya ia memberi kabar pada Mr.Smith,pemilik toko tempatnya bekerja sampingan kalau dia tidak bekerja hari ini??Dia pasti akan marah sekali.
***
"Kamu pulang cepat hari ini? tidak bekerja?" tanya Kattie .Anna tidak menjawab.
"hei, kenapa buku-bukumu basah?dan gawaimu itu?" Kattie bertanya keheranan karena Anna terlihat sibuk menata buku basahnya di meja dekat jendela dapur. Anna masih belum menjawab. Ia sibuk mengeluarkan baterai gawainya.
"Ada masalah apa Anna? apa ada seseorang yang mengganggumu? " tanya Kattie lembut. Dilihatnya wajah putrinya. Matanya tampak berkaca-kaca seperti habis menangis.
" tidak apa-apa bu. tadi di laboratorium aku salah mencampurkan bahan,akibatnya ramuanku meledak" Anna berbohong.
"Astaga..Tapi kamu tidak apa-apa kan,Nak? tidak ada yang terluka?"
Anna menggeleng
"lalu kenapa kamu menangis? Anna,kamu tidak berbohong pada Ibu kan?"
"Bagaimana aku tidak menangis,Bu. Gawaiku terkena air. Aku tidak punya alat komunikasi lagi" lagi-lagi Anna berbohong.
Ibunya tersenyum. Ia mengusap bahu Anna.
"yang penting kamu tidak apa-apa. Ibu sudah khawatir kalau pria tampan di depan itu yang mengganggumu"
Pria di depan? siapa? batin Anna
" maksud ibu siapa?"
" ibu melihatnya mondar-mandir di depan rumah kita. tampaknya ia pria yang baik. temuilah dia, tapi jangan lupa ganti bajumu dulu" goda ibunya.
*******
"Roger?" Anna berkata tak percaya setelah menemukan pria tampan yang dimaksud ibunya.
"kamu mengikutiku?"
"maaf Anna,aku hanya khawatir terhadapmu"
"aku baik-baik saja,kamu bisa pulang" usir Anna
"memangnya kamu melakukan apa untukku?"
"tentu saja mengkhawatirkanmu"
Anna menahan tawa.
"jangan ditahan,tertawa saja" Roger pura-pura ketus.
Anna akhirnya tertawa lepas.
"kamu lucu"katanya pada Roger. Roger tersenyum.
"jadi,sekarang kita berteman?"
Anna mengernyitkan dahinya. Berteman?
"entahlah"
"kenapa?"
"kamu anak baru,pastinya belum tahu tentang aku"
"tentu saja aku tahu. Namamu Marrie-Ann Rose.Murid kelas XI. Mendiang ayahmu perampok. Kakakmu mantan narapidana dan Ibumu tidak punya pekerjaan tetap" jawab Roger santai.
Anna melongo.
"tapi aku tidak peduli latar belakangmu,yang aku tahu kamu baik,lucu,dan karena itu aku ingin berteman denganmu"
Anna berdehem.
"baiklah,kamu tidak peduli latar belakangku. tapi apa kamu juga tidak akan peduli kalau mereka semakin menyakitiku hanya karena aku punya teman sepertimu?maksudku,kamu cowok populer disekolah,pastinya mereka akan lebih menyakitiku lagi"
Roger menatap Anna
"aku akan menjagamu,Ann. itulah gunanya teman " katanya meyakinkan Anna. Anna terdiam. Roger meraih tangannya untuk bersalaman.
"Hari ini kita mulai berteman.kita akan saling menjaga,titik." ucapnya tanpa meminta persetujuan Anna. Anna akhirnya mengangguk.
"ngomong-ngomong aku ini populer ya? menurutmu karena ketampananku atau karena hal lain?"
"Rogerr!!"