
Kriiing! Bel berbunyi tanda berakhirnya pelajaran sekolah hari ini. Semua murid tampak menarik nafas lega,tak terkecuali Anna.
Anna memasukkan buku-bukunya ke dalam tas.
" Anna!!" seseorang memanggilnya. Anna mendongak. Ternyata Drew yang memanggilnya dari pintu kelas. Tak biasanya gadis itu menghampirinya di kelas. Biasanya mereka akan bertemu saat kelas benar-benar sepi.
Anna cepat-cepat merapikan tasnya dan menghampiri Drew.
****
" kamu tidak apa-apa,Ann? aku mendengar kejadian yang menimpamu hari ini " tanya Drew prihatin
"Whoa, gosip menyebar dengan sangat cepat ya?"
" begitulah,sekolah ini sepertinya punya ribuan paparazi"
" mungkin mereka juga menaruh penyadap di tembok-tembok kelas"
"Aku rasa begitu. Bisa juga mereka menaruhnya di baju kita tanpa kita sadari"
"Haha,kamu lucu sekali Drew"
"Kamu tidak apa-apa Ann? " Drew mengulangi pertanyaannya.Kali ini lebih serius.
"No big deal,Drew. Sudah berapa kali kubilang,aku tidak masalah dengan semua perbuatan mereka. Tinggal satu setengah tahun lagi Drew,dan aku harus bisa bertahan " ucap Anna meyakinkan.
Tiba-tiba langkah Drew terhenti.
"wow..siapa pria tampan itu?"
Anna mengikuti arah pandangan Drew. Disana,di dekat air mancur sekolah mereka,tampak sesosok pria dengan rambut pirangnya yang sedang dikelilingi gadis-gadis.
" Dia murid baru,namanya Roger" jelas Anna. Drew memandang Anna tak percaya
"kau sudah berkenalan dengannya?"
Anna mengangkat bahu " kebetulan kami bertemu di perpustakaan dan berkenalan"
Anna mengangguk.
Sepertinya Roger,si murid baru memang jauh berbeda dari Justin. Meskipun tampaknya keduanya sama-sama populer,tapi Roger jauh lebih ramah.
"aku mau memfoto dia dari jauh" kata Drew tiba-tiba. Ia membuka tasnya,dan tampak sibuk mencari gawainya.
"hmm,sepertinya gawaiku ketinggalan di loker. Kamu tunggu disini,Ann,aku akan segera kembali" pintanya pada Anna dan kemudian berlari ke dalam gedung sekolah lagi,meninggalkan Anna sendirian yang berdiri mematung tepat di luar bangunan gedung sekolahnya.
Anna masih ditempatnya. Dilihatnya Roger yang sepertinya juga tengah melihatnya. Pria itu tersenyum padanya,Anna membalas senyumannya.Namun tiba-tiba,Roger berteriak
"Awassss..!!"
Terlambat. Detik itu pula sebuah balon air besar berisi tinta biru menghujamnya dari atas.
Byukk!! balon itu pecah ditubuh Anna,meninggalkan noda biru diseluruh tubuhnya. Anna memekik. Seluruh tubuhnya basah.
Sementara itu,orang-orang yang ada disana menertawainya. Sebagian bahkan mengeluarkan gawainya untuk sekedar memotret ataupun memvideokan kejadian itu. Malu. Pastinya.
Roger berlari ke arahnya.Tidak menghiraukan ungkapan keheranan bercampur kekesalan dari para gadis yang mengelilinginya.
"kamu tidak apa-apa,Ann? " tanyanya.
Anna tidak menjawab. Ia terisak pelan. Roger paham. Ia pun meraih tangan Anna,tidak mempedulikan tinta biru yang mengenainya.
"ayo,aku antar kamu ke toilet untuk membersihkan diri. Sementara itu aku akan meminta seseorang untuk membelikanmu baju"
Ia menarik tangan Anna. Anna tidak bergeming.
" Ayo,Ann" pintanya.
Anna tetap tak bergeming
"Jangan menolongku. Kumohon jangan menolongku. Mereka akan lebih menyakitiku lagi kalau melihat ada orang yang menolongku. Terlebih lagi orang populer seperti kamu. Menyingkirlah " ucap Anna disela isak tangisnya. Sedetik kemudian,Anna berlari meninggalkan Roger yang terlihat kebingungan dengan kata-kata Anna barusan.
Di lain tempat,Justin yang melihat kejadian itu bertanya-tanya dalam hati. Siapa pria berambut pirang yang berusaha menolong Anna tadi?