
Anna mengusap bibirnya dengan lembut. Ciuman Jason masih terasa di sana. Rasa yang aneh terasa di hatinya. Ada perasaan malu, bahagia juga marah yang tercampur disana. Ia bahkan tidak bisa mendeskripsikan perasaan apalagi yang ada di hatinya. Apa mungkin ia mulai mencintai suaminya ? Entahlah.
" Sekarang apalagi yang kau pikirkan ? " tanya Hailey padanya.
" Tidak ada " jawab Anna dan pura-pura mengerjakan sesuatu di komputernya.
" Syukurlah, kukira kau memikirkan suamimu "
" Memangnya kenapa ? Toh, dia suamiku " jawab Anna dengan nada yang mulai meninggi. Hailey melihatnya dengan aneh. Sebelumnya, Anna tidak pernah berkata seperti itu jika ada hal yang berkaitan dengan suaminya. Biasanya ia bersikap tidak peduli dengan semua hal terkait suaminya.
" Oke, oke, aku mengerti. Aku tidak akan mengganggumu. Hanya saja, aku tidak ingin masalahmu mengganggu pekerjaan kita. " kata Hailey kemudian. Anna melengos.
" [ Berhenti mengganggu suamiku kalau begitu ] " batinnya.
***
Sorenya, seperti biasa, Jason menjemput istrinya. Kali ini ia lebih berhati-hati. Ia tidak ingin berbasa-basi dengan Hailey karena menjaga perasaan istrinya. Tapi sepertinya Hailey tidak begitu. Ia masih saja menggoda Jason. Dan bisa dipastikan Anna cemburu melihatnya.
" Oh,istrimu sudah datang. " Hailey berseru saat melihat Anna menghampiri mereka dengan wajah yang terlihat cemberut.
" Baiklah, kalau begitu, aku akan meninggalkan kalian berdua. Sampai jumpa besok, Anna ! " kata Hailey riang. Dan meski perkataan akhirnya ia tujukan pada rekan kerjanya, namun kenyataannya ia sama sekali tidak melirumik Anna. Ia justru mengerlingkan matanya, menggoda Jason.
*****
Anna masih saja cemberut saat mereka memasuki kediaman Wilderman. Jason mengikuti saja di belakangnya sambil berbicara serius dengan Noah di ponselnya.
" Anna, bisakah kau membantuku mengemasi pakaian ? Besok pagi-pagi sekali aku harus keluar kota bersama Noah " tanya Jason pada istrinya yang berjalan dengan cepat di depannya.
" Ya. Nanti aku akan membantumu setelah Joanna tidur " jawab Anna ketus.
*****
" Anna memilih-milih setelan suaminya dan meletakkannya ke dalam koper. Jason mengamatinya dengan serius. Dia merasakan kalau istrinya itu tengah kesal terhadapnya. Tetapi kenapa ? Apa karena kemarin ia menciumnya ? Tapi saat itu, Anna pun tidak menolaknya. Apa karena Hailey? Tapi dia sudah menjelaskan berkali-kali kalau dia tidak memiliki perasaan apapun pada wanita penggoda itu. Jason berjalan mendekati Anna yang sibuk menata baju di koper.
" Kau terlihat kesal. Kenapa ? " tanyanya. Anna tidak menjawab. Istrinya itu hanya mendengus, semakin memperlihatkan kalau dia kesal.
" Apa aku berbuat kesalahan ? Apa karena aku menciummu ? Kalau kau tidak suka aku menciummu, kau boleh menamparku saat aku berniat melakukannya. Aku tidak keberatan. "
Anna menghentikan pekerjaannya. Ia tidak tahu harus menjawab apa. Ciuman itu, ia sendiri bahkan tidak menolaknya, Jason pasti mengetahui hal itu.
" Dan kau harus tahu, aku sama sekali tidak mempedulikan Hailey. Bagiku ia hanya penggoda. Sama seperti wanita diluar sana yang berusaha menggodaku. Tapi aku sudah berubah. Aku bukan lagi Jason yang dulu. Aku tidak tergoda sama sekali. Bagiku, yang terpenting saat ini hanyalah kau dan Joanna. Kalian adalah duniaku. Aku akan melakukan apapun demi kalian berdua. " bujuk Jason. Entah mengapa hati Anna seakan bersorak kegirangan mendengarnya. Ia bahkan tidak menyadari kalau Jason sekarang sudah mendekat padanya.
Jason meraih dagunya.
" Dengan apalagi aku harus meyakinkanmu kalau hanya kamulah pemilik hatiku. " ucapnya sambil menatap lekat Anna. Anna merasa pipinya panas.Dadanya berdegup tidak beraturan.
Cup. Jason menciumnya lembut. Anna diam. Ia sama sekali tidak menolak ciuman kedua Jason. Lama mereka berpagutan. Tangan Jasonpun mulai bergerak aktif ketubuh istrinya. Melepaskan helai demi helai pakaian yang menutupi tubuh Anna. Anna tidak menolak sama sekali.Ia terhanyut dalam suasana romantis yang diciptakan suaminya. Ia bahkan melupakan tugasnya untuk menata pakaian Jason ke dalam koper.
****
Aku akan menyelesaikan pekerjaanku secepatnya dan segera pulang menemuimu dan anak kita.
I love you.
PS : Tadi malam kau sangat hebat,meng***rahkan.
Anna tersenyum membacanya. Ia merasa malu. Disatu sisi ia merasa malu karena pada akhirnya ia menyerahkan dirinya pada orang yang ia benci. Tapi disisi lain, ia merasa bahagia, puas, bisa melakukan hal itu dengan suaminya.
***
" Akhirnya kau keluar kamar juga. " seru seorang wanita ketika Anna keluar dari kamar Jason. Anna mengernyitkan dahinya. Ashley ? Wanita penggoda itu datang kemari ? Ada kepentingan apa ? Padahal sudah lebih dari tiga bulan, wanita itu tidak menunjukkan batang hidungnya, membuat Anna yakin kalau Jason sudah menendangnya keluar dari kehidupan mereka.
" Sepertinya kau melalui malam yang panjang dengan Jason. Apa kau berhasil memuaskannya ?. " sindirnya sinis.
" Yeah, seperti yang kau lihat, kami melalui malam yang sangat mengg*****kan. Jason benar- benar hebat. Aku bahkan tidak bisa berhenti berteriak semalaman. " balas Anna tidak kalah sinnisnya.
" Jangan senang dulu, Anna. Kebahagianmu bahkan belum dimulai, tidak akan pernah dimulai. "
" Dan kebahagiaanmu sudah berakhir, Ashley. Jason sudah mencampakkanmu. Kami sekarang bahagia bersama anak kami. "
" Ah, indah sekali. Andaikan itu menjadi kenyataan. Namun sayangnya tidak. Itu hanya cerita fiksi yang ada dalam khayalanmu saja. Kau harus tahu bahwa kau satu-satunya orang bodoh disini. "
" Apa maksudmu? Jangan coba mengacaukan pikiranku. Aku tidak akan terpengaruh. Sekarang, sebelum aku mengusirmu, lebih baik kau segera pergi dari rumah ini. "
" Kau yakin tidak ingin tahu, Anna ? "
" Tidak. Pergilah. " perintah Anna tanpa melihat Ashley.
" Baik. Sesuai permintaanmu, aku akan segera pergi setelah menyerahkan ini padamu. " kata Ashley santai. Ia lalu mengeluarkan amplop coklat dari dalam tasnya dan berjalan mendekati Anna yang tidak beranjak dari pintu kamar Jason.
" Terimalah. Dan kau akan tahu kalau kau hanyalah bagian dari permainan Jason. Suamimu tidak pernah mencintaimu. Ia hanya memanfaatkanmu. Memanfaatkan tubuhmu. " bisik Ashley seraya memberikan amplop coklat pada Anna yang dia terima dengan enggan.
" Kalau bukti ini belum cukup, kau bisa mencarinya di ruang bekerja Jason, di rumah ini. " katanya lagi, seakan menantang Anna.
" Baiklah, aku pergi dulu. Kurasa aku tidak akan mampu menahan tawa melihat kebodohanmu. Selamat tinggal, Anna. Kelak kau harus berterimakasih padaku karena aku tidak membiarkanmu jatuh terlalu dalam. " katanya lalu melenggang pergi meninggalkan Anna.
Anna mencibirkan bibirnya begitu Ashley pergi.
[Huh ? Ingin memprovokasiku ? Lupakan, aku percaya Jason. Suamiku sudah mengatakan bahwa hanya aku yang dicintainya. Dia tidak akan tergoda wanita lain.] kata Anna pada dirinya sendiri. Namun tak urung, ia membuka amplop itu juga.
[Aku akan menunjukkan ini pada Jason. Ini hanya akan menjadi perbincangan tidur kami.] tegasnya lagi.
Tunggu, apa ini ? Anna terperanjat ketika melihat isi amplop itu. Foto-foto Jason, dan kakaknya Marrissa.