
" Hei, bestie, sudah baikan ? " Karen menepuk punggung Anna dari belakang, membuat si empunya terlonjak kaget. Maklum, saat itu Anna sedang serius membaca buku.
" Ah, aku mengagetkanmu ya? Maaf " Karen tampak menyesal.
" Sedikit " sahut Anna, bermaksud menggoda temannya itu.
" Hufth, Anna, kenapa kau begitu lama tidak masuk sekolah? Apa penyakitmu parah? Apa kau ada penyakit keturunan yang mematikan? " Maya yang datang bergabung langsung memberondong Anna dengan pertanyaan yang langsung membuat Karen menatapnya tajam.
" Hei, aku tidak salah bertanya bukan? Maksudku, lihatlah, setiap hari sepupunya yang tampan itu mengantar jemput dia. Kalau bukan karena Anna punya riwayat penyakit yang parah, mana mungkin sepupunya itu sedemikian mengkhawatirkannya seperti itu " protes Maya. Rupanya ia menyadari maksud tatapan tajam Karen.
" Tapi bisakah kau sedikit sopan bertanya? Come on, Anna itu teman kita " kata Karen dengan gaya tidak sukanya.
" Justru karena dia itu teman kita, jadi aku bisa bertanya blak-blak an . Sahabat harus saling jujur. Bukan begitu 'kan Anna ? " bantah Maya. Ia berusaha mencari pembelaan Anna.
Anna tergelak melihat kelakuan keduanya.
" Sudahlah, gals. Jangan bertengkar. Aku baik-baik saja. Sebenarnya aku kemarin hanya sehari sakit " kata Anna.
" Ap- pa? !! " Karen dan Maya seakan tidak terima.
" Serius? "
Anna mengangguk. Ia memang hanya sakit sehari saja. Lima hari berikutnya ia gunakan untuk merawat Joanna sembari berdebat dengan Jason tentunya. Karena suaminya itu tidak mengijinkannya kembali ke sekolah.
" Lalu kemana saja kau lima hari berikutnya ? "
" Hmm, jangan bilang kau sengaja bolos sekolah untuk bersenang-senang. Dasar gadis nakal " goda Karen.
" Kenapa kau bersenang-senang tanpa mengajak kami ? Kami pikir kau sakit parah, terkapar tidak berdaya di rumah sakit. Hufth, aku benci sudah berpikir positif tentangmu Nona Wilderman " Maya pura-pura marah.
Anna terkikik.
" Aku tidak kemana-mana, gals. Aku hanya dirumah. Menonton televisi, memasak, berkebun. Bisa dibilang aku sedang dalam tingkat kebosanan bersekolah yang tinggi saat itu "
" Wow. Amazing. Kebosanan bersekolah. Kau sungguh nakal, Anna. Bahkan aku tidak akan berani membolos sekolah sehari pun "
" Apalagi aku? Ibuku bisa membunuhku kalau tahu aku bolos sekolah " kata Maya sambil melipat tangannya.
Anna tersenyum kecut, andai mereka tahu yang sebenarnya.
" Tapi kau sungguh tidak kemana-mana? " tanya Maya. Ia tampak masih meragukan Anna.
" Hmm, sudahlah. Siapa juga yang ingin bepergian saat ada laki-laki tampan di rumahmu " ia menjawab sendiri keraguannya.
" Sepupu " jawan Karen dan Maya dengan kompaknya.
" Benar. Ngomong-ngomong, aku sungguh merasa tersanjung. Ternyata kalian begitu mengkhawatirkanku " puji Anna.
" Jelas saja. Kalau kau tidak masuk sekolah, kami mana bisa bertemu sepupumu yang tampan itu " jawab Maya.
" Hah ?! "
" Bercanda. Kami memang mengkhawatirkanmu, tapi tidak sebesar kekhawatiran kami pada sepupumu "
" Dasar kalian " ucap Anna kesal yang disambut dengan gelak tawa keduanya. Tawa keduanya berhenti saat seorang guru memasuki kelas mereka. Karen dan Maya buru - buru duduk di kursi mereka masing-masing.
" Ada guru baru ? " tanya Anna setengah berbisik pada Maya yang duduk di sampingnya yang dijawab Maya dengan anggukan kepalanya.
" Namanya Mr. Richard, dia guru pengganti "
" Memangnya kemana Mr. Andrews? " Anna tidak dapat menyembunyikan rasa penasarannya.
" Dia mengundurkan diri. Sekitar tiga hari yang lalu. Ada yang bilang, dia mendapatkan pekerjaan di kota lain. Sebagai guru juga. Tapi dengan gaji yang lebih baik " jawab Karen.
" Hmm,kalian tahu? Aku baru saja mendengar gosip ini. Katanya, seseorang telah mematahkan hatinya. Itu sebabnya dia mengundurkan diri. Kira-kira siapa ya wanita itu? "
" Kupikir Miss Tracy, bukankah mereka cukup dekat "
" Kurasa bukan, Miss Tracy punya pacar. Aku sering melihat mereka. Menurutmu siapa, Anna? "
" Eh, aku.. Aku tidak tahu. Lagipula buat apa mengetahui hal itu? Tidak ada gunanya " jawab Anna dengan gugup. Padahal dalam hatinya, ia sedang memikirkan sesuatu. Bukan soal pacar Mr. Andrews, tetapi tentang kejadian seminggu kemarin yang membuatnya merasa berpikir, jangan-jangan gurunya itu memutuskan pindah ke kota lain karena sikap Jason yang kasar. Lagipula, dengan kekayaan Jason, bisa jadi ia mengancam Mr. Andrews? Bisa saja terjadi, bukan?
" Hmm, kurasa benar. Mr. Andrews sudah pergi. Memang berkurang satu lagi penandangan orang tampan di sekolah kita, tapi selama sepupumu masih mengantarmu, semua tidak masalah. Iyakan Anna? "
Anna diam. Ia pura-pura mendengarkan pelajaran Mr. Richard.
" Hufth, kau sungguh mendengarkan guru itu ? Ayolah, Anna, kau tidak asyik " sungut Maya.
Kepergian Mr. Andrews. Kenapa begitu mendadak ya? Ataukah memang ada hubungannya dengan kejadian di rumah Wilderman ?
PS :
Sedikit clue ya, Anna dan Mr. Andrews akan bertemu kembali dengan keadaan yang berbeda. Sabar ya, karena banyak yang harus dilalui Anna sebelumnya.