Anna&Justin- Cinta Di Musim Panas

Anna&Justin- Cinta Di Musim Panas
Siasat Roger


Tingtong! Bel rumah berbunyi. Justin membuka pintu dengan malas.Ketika pintu dibuka, tampaklah wajah Roger. Membuat ia tambah malas saja.


"hai, dimana Anna" Roger celingukan.


" di dalam "


" boleh masuk?" tanya Roger karena Justin tidak juga mempersilakannya masuk ke dalam rumah.


Justin tidak menjawab. Roger langsung masuk ke rumah dan duduk di sofa.


" bisa kau panggilkan Anna?"


Sumpah! Anak ini benar-benar menyebalkan!


" Anna" teriak Justin. Anna yang saat itu tengah didapur membantu Roberta memasakpun menjawab dengan berteriak tak kalah kencangnya


"Apaa"


" ada yang mencarimu" teriak Justin.


"Roger? kenapa sepagi ini datang ke sini?" tanya Anna ketika melihat siapa yang datang.


"ingin melihatmu,tentu saja" jawab Roger dengan manis.


Cuih. Justin langsung membuang muka. Jijik dengan jawaban Roger barusan.


" mau jalan-jalan sebentar?" tanya Roger pada Anna. Anna mengernyit.


" ayolah, jam kerjamu kan mulai jam 8 pagi,sekarang baru jam 7 pagi..masih ada waktu satu jam lagi. aku rasa Justin tidak akan keberatan, toh jalan-jalannya hanya di sekitar rumah ini saja " rajuk Roger sambil melirik Justin.


"pergilah kalian" perintah Justin tanpa melihat keduanya.


"kau dengar sendiri kan?" kata Roger pada Anna.


" terimakasih Justin" kata Anna sebelum keluar mengikuti Roger jalan-jalan.


Sepeninggal mereka berdua, Justin masih duduk di sofa,kedua tangannya bersedekap di dada,dengan muka yang cemberut.


Josh datang menghampirinya duduk di sofa sambil duduk bersedekap mengikuti pose kakaknya.


" aku tidak suka orang itu " kata Josh.


" aku juga"


*****


Anna dan Roger berjalan di halaman rumah keluarga Wilderman.


" apa dia menggodamu semalam?"


"maksudmu?"


"Justin. kalian kan bermalam dirumah yang sama?"


Anna menghentikan langkahnya. Ia menatap Roger yang ikut berhenti dengan serius.


"apa kau sedang cemburu?"


"bohong kalau aku bilang tidak "


" ya,aku tahu.."


" kamu tahu, tapi kamu tidak mempercayaiku"


" Aku... "


Roger menarik nafas panjang,


" dulu,aku pernah begitu percaya pada seorang gadis,tapi pada akhirnya dia menghianatiku "


" percayalah, aku bukan orang seperti itu "


Roger mengangguk. Mereka berdua meneruskan perjalanan lagi,meski terlihat agak canggung.


" oya,bagaimana kabar kakakmu? apa dia sudah mendapatkan tempat tinggal baru?" tanya Roger memecah kesunyian.


" Adam menghubungiku beberapa waktu lalu. Dia bilang dia tinggal di sebuah kontrakan dekat dengan pusat perbelanjaan. Kontrakannya sedikit mahal, tapi katanya jauh lebih nyaman daripada tinggal di rumah kecil kami. Bisa-bisanya dia bilang begitu. Dasar kakak durhaka!. Dia pasti masih kesal dengan sikap ibu. Ah, aku juga tidak tahu bahaimana cara mendamaikan mereka berdua. Aku seperti terjepit diantara dua batu besar yang sama kerasnya. Aku rasa sifat keras kepala Adam memang menurun dari ibu. Karena itu mereka susah di damaikan. Ibu dan anak memang sama saja. " Anna menerangkan panjang lebar.


" kau bisa memberikanku alamatnya?"


" kontrakan Adam?"


" ya,ada, aku menyimpannya di gawaiku "


" kalau begitu,kenapa tidak kau kirimkan saja ke gawaiku?"


"tapi untuk apa kau meminta alamat Adam? bukannya kalian tidak saling kenal?" tanya Anna tak mengerti.


" Nah,itu,kami memang tidak saling mengenal, karena itu aku harus berkenalan dengannya, berbicara layaknya pria dengan pria. Dia kan kakak pacarku, maka sudah jadi tugasku untuk akrab dengannya. Lagipula, jangan-jangan ada banyak rahasia yang kau sembunyikan dariku,jadi aku bisa menanyakan padanya " goda Roger


" rahasia seperti apa maksudmu?"


"seperti.. kebiasaan jelekmu,atau apapun itu "


Anna terkekeh


"aku tidak menyembunyikan rahasia apapun "


" bohong"


" tidak,aku tidak bohong padamu"


" berikan saja alamatnya dan akan kutanyakan langsung padanya "


" kau kan bisa menanyakannya melalui telfon"


" bisa jadi kau bersekongkol dengannya sebelum aku menelepon "


" mana mungkin"


" jadi berikan saja alamat dan nomornya, itupun kalau kau tak takut rahasiamu terbongkar "


Hahaha. Anna tertawa. Ia lalu mengambil gawai di saku celananya. lalu memencet percakapannya dengan Adam,dan mengirimkannya ke gawai Roger.


" sudah "


Roger membuka gawainya. Kena kau,bre*****!!