
" Mommy" Josh bersorak kegirangan saat ia melihat ibunya keluar dari taksi. Ia lalu berlari ke pelukan ibunya. Olivia menciuminya.
" saya kira Anda akan pulang besok,Nyonya " kata Anna sambil mengambil alih koper hitam yang diberikan supir taksi padanya.
"aku pikir juga begitu, tapi ternyata bisa terselesaikan jauh lebih cepat" kata Nyonya Olivia sambil tersenyum dan mengikuti Josh yang menariknya masuk ke dalam rumah.
******
Jam menunjukkan pukul 15.00
Anna mengemasi barang-barangnya. Karena Olivia sudah pulang,maka itu artinya sore ini ia bisa pulang ke rumahnya juga.
Setelah selesai memasukkan bajunya ke dalam tas. Anna keluar dari kamar, ia hendak berpamitan pada Olivia.
Anna mengetuk pintu kamar Olivia berulang kali, tetapi tidak ada jawaban.
" mungkin dia kelelahan dan tertidur" batin Anna. Annapun memutuskan untuk berjalan-jalan keluar halaman,sekedar menghabiskan waktu karena Josh juga sedang tidur siang.
*****
Anna menyusuri halaman rumah keluarga Wilderman sambil bernyanyi riang. Sesekali ia mengecek gawainya,kalau-kalau ada pesan dari Roger. Dari tadi ia memang menunggu pesan darinya karena seharian ini Roger tidak mengirimkan pesan apapun. Bahkan diaplikasi hijaunya,waktu terakhir onlinenya adalah semalam selanjutnya semua pesan yang ia kirim hanya centang satu. Hufth, Anna mendengus kesal, sedang apa Roger sekarang sampai lupa mengirimkan pesan padanya?
Nyanyian dan langkah Anna terhenti saat dilihatnya Olivia sedang duduk di kursi panjang di halaman belakang. Pantas saja tadi aku ketuk pintu kamarnya tidak ada jawaban, rupanya Nyonya Olivia ada disini,baguslah kalau begitu,jadi aku bisa sekalian berpamitan disini, batin Anna.
Anna melangkah mendekati Olivia.
" Nyonya Olivia" panggilnya.
Olivia sepertinya kaget mendengar panggilan Anna. Ia cepat-cepat mengusap airmatanya.
" Anda tidak apa-apa,Nyonya?" tanya Anna. Secepat apapun Olivia menghapus airmatanya,dari matanya yang berkaca-kaca,Anna sudah tahu kalau Nyonya-nya ini sedang menangis.
"oh,hai Anna... aku tidak apa-apa" elak Olivia.
" Anda yakin?" tanya Anna sekali lagi
" oh,..ya.. aku baik-baik saja" Olivia mengatur suaranya.
"ehm, ada apa kau mencariku?"
" mm.. bolehkah saya pulang sore ini Nyonya?karena Anda sudah pulang, saya pikir ... "
" tinggallah sehari lagi, Anna" potong Olivia.
" ehh?"
" aku masih sedikit kelelahan,jadi sepertinya aku masih membutuhkanmu sehari lagi. apa kau keberatan?"
" tidak Nyonya" Anna menggeleng.
" kalau begitu kau bisa kembali bekerja" usirnya secara halus.
" baik Nyonya" jawab Anna patuh.
" kalau begitu,saya permisi Nyonya"
Olivia mengangguk. Anna pun pergi meninggalkannya.
*****
" aku lihat kau sudah mengemasi barang-barangmu. sudah sangat merindukan dia rupanya?" ejek Justin sambil menarik kursi di depan Anna kemudian mendudukinya.
Anna tidak menjawab. Ia pura-pura sibuk dengan majalahnya.
" jadi apa rencana kalian malam ini? berkemah bersama,atau menginap di motel murahan?"
" jaga bicaramu,Justin! aku tidak sepertimu yang bebas tidur dengan gadis-gadis murahan itu "
" oya? jadi kau pikir kau ini gadis berkelas? hm, gadis berkelas seperti apa yang berkencan sembari bekerja?"
" bukan urusanmu aku ini seperti apa! hufth, untung saja kau ini anak majikanku, kalau tidakk.."
" kalau tidak apa yang akan kau lakukan?" goda Justin sambil menurunkan kebawah majalah yang dipegang Anna hingga wajah Anna yang sedang kesal itu terlihat olehnya. Keduanya saling berpandangan sekarang, bedanya Anna menatapnya marah, sedangkan Justin menatapnya dengan tatapan menggoda.
" Justin,kau lihat mommy?"
si kecil Josh sudah berada di antara mereka dengan rambut yang berantakan layaknya orang yang baru bangun tidur.
" tidak "
" Nyonya Olivia ada di halaman belakang,Josh " kata Anna dengan manis,tapi saat Justin kembali melihatnya,ia kembali mendelik marah.
" oke,thanks Anna"
Joshpun melangkah pergi meninggalkan mereka.
Ya,pergilah pengganggu kecil,batin Justin.
" kita sampai dimana tadi? oya, pada bagian " apa yang akan kau lakukan?" seingatku " Justin mengingatkan Anna.
" kau ini memang laki-laki yang menyebalkan" kata Anna kesal.
" iya,aku tahu,Roger selalu yang terbaik kan?"
" tentu saja,ia terbaik dalam segala hal "
"bahkan dalam hal mengencani dua gadis sekaligus"
"apa katamu?" Anna menahan marah. Bisa-bisanya Justin memfitnah Roger.
" kau belum tahu ya? baguslah,sekarang tugasmu untuk mencari tahu seperti apa sebenarnya kekasih terbaikmu itu " tantang Justin
" Dengar,Roger memang populer sepertimu tapi kelakuannya tidak buruk sepertimu "
" terserah apa katamu" Justin meninggalkan Anna.
*****
" Mommy,aku mau kentangnya lagi " pinta Josh. Olivia mengambilkan kentang rebus di mangkuk untuk Josh.
" kalian bertengkar?" tanyanya sembari melihat Justin dan Anna bergantian.
" kami? tentu tidak? kami sangat akrab, iyakan Anna?"
" eh,ia " jawab Anna gugup.
" baguslah. aku pikir kalian bertengkar karena lebih banyak diam dari tadi "
" seseorang sedang memikirkan kekasihnya yang mahir berselingkuh " kata Justin enteng yang langsung di balas dengan tendangan kaki oleh Anna.
" Aww" jerit Justin dan langsung melihat Anna yang melihatnya dengan tatapan sebal.
" ada apa sayang?" tanya Olivia pada Justin
" seseorang sedang berlatih jeritan untuk kaki yang patah " balas Anna sambil memasukkan potongan wortel ke mulutnya. Justin melihatnya dengan sebal.
Drrttt. Gawai Anna bergetar,ada panggilan dengan nomor yang tidak ia kenal. Anna meraihnya dan beranjak berdiri.
" permisi,Nyonya"
Olivia mengangguk.
*****
" Nyonya,saya ijin keluar. Kakak saya ada di rumah sakit sekarang " pinta Anna dengan panik.
[Hufth, sandiwara! pasti janjian bertemu Roger]
" kakakmu? dia kecelakaan?"
" sepertinya begitu,Nyonya"
" baiklah. Justin,antar dia kerumah sakit" perintah Olivia.
"aku? kenapa harus aku?"
[si**!! mengantar dia bertemu si pirang?]
"Justin!!"
" baik,baikk" jawab Justin malas.