
"Dimana Josh?" tanya Anna sambil terbatu-batuk karena air kolam yang ia minum. Justin tidak menjawab,ia menunjuk ke belakang,tempat Josh berdiri dengan tubuh basah kuyup disertai dengan senyum kemenangan.
Dengan serta merta Anna berlari ke arah Josh,ia bahkan tidak sadar telah menyenggol tubuh Justin hingga terjerembab.
" hei " kata Justin marah.
Anna memeluk Josh dengan erat. Berkali kali diciuminya wajah Josh.
" kau tidak apa-apa?" katanya dengan penuh kekhawatiran.
Josh tidak menjawab, ia hanya menatapnya heran.
" tentu saja tidak apa-apa. kau tau? Josh pandai berenang" kata Justin sambil berdiri.
Anna menatap Josh,tak percaya dengan kata-kata yang diucapkan kakaknya. Josh tersenyum.
******
Anna duduk di kursi sambil meneguk teh hangat.
"terimakasih" ucapnya pada Justin.
"kalau kurang manis,kau bisa menambahkan gula sendiri, disana tempatnya" kata Justin sambil menunjuk salah satu rak penyimpanan bumbu masakan.
Anna mengangguk. Dalam hati ia berkata, ternyata Justin bisa bersikap baik juga,tidak seperti dugaannya selama ini. Selama ini ia mengira Justin hanyalah sosok arogan yang mengganggu hidupnya , namun ternyata Justin malah beberapa kali menolongnya , pertama,iklan pekerjaan pengasuh, kedua, Justin menolongnya saat hampir tenggelam dan ketiga,kini, Justin meminjaminya kemeja dan celana jeansnya untuk dipakai Anna, meski tampak sedikit kedodoran baginya.
"kenapa melamun?" tanya Justin tiba-tiba, membuat Anna tersentak dari lamunannya.
"eh,aku..." Anna bingung mau menjawab apa.
" terimakasih" katanya
" untuk apa?" tanya Justin tidak mengerti.
"sudah meminjami aku baju "
" oh itu, tidak masalah, lagi pula waktu itu kau juga meminjamiku jaketmu, jadi sekarang kita impas "
"kalau begitu, apa aku juga harus membuang bajumu ini? " canda Anna
" apaa??"
Anna tertawa.
" bukannya waktu itu kau juga membuang jaketku?" candanya lagi sambil tertawa.
" kalau itu tidak dihitung" kata Justin. Mereka lalu tertawa bersama. Dalam tawanya,diam-diam Justin memperhatikan Anna, ia semakin terpesona dengan Anna, caranya tertawa begitu alami,tidak dibuat-buat. Senyumnya tampak indah sekali,membuat jantungnya berdebar.
Lama kelamaan, Anna sadar jika dirinya sedang diperhatikan, ia menjadi salah tingkah.
"ehm, aku hanya bercanda,Just..aku pasti akan mengembalikannya "
" harus"
Mereka berdua terdiam kembali.
Tiba-tiba Justin teringat kejadian semalam di pesta, tentang Roger dan Amanda. Ia merasa harus menanyakannya pada Anna. Tapi ia bingung harus memulainya dari mana.
"ehm, aku dengar si pirang pindah ke kelasmu?"
"Roger maksudmu?"
"memangnya ada si pirang lain yang baru saja pindah ke kelasmu?" Justin balik bertanya.
"tidak, hanya Roger saja"
Astaga! Gadis inii,batin Justin
Anna tersenyum.
" iya,Roger pindah ke kelasku. Aku pikir ia bercanda waktu mengatakan akan pindah, ternyata dia benar-benar memegang kata-katanya" kata Anna dengan mata berbinar. Justin tidak suka melihatnya.
" jadi dia benar-benar akan melindungimu seharian?" sindir Justin.
"ya,aku rasa juga begitu. Bukankah kau sendiri yang memberikan tantangan pindah kelas itu padanya?"
Justin mengerucutkan mulutnya. Yah,itu semua memang karena ulahnya sendiri.
"Roger itu baik, dia menyenangkan. seharusnya kalian berteman, dia tidak seburuk yang kamu kira" Anna seperti paham isi hati Justin.
" entahlah, aku tidak tahu apa aku bisa berteman dengannya.. aku rasa tidak "
" seharusnya kau mencoba "
" kenapa kamu memaksa?" Justin menanyainya dengan curiga.
"aku? "
" hm,kau begitu memaksa.. jangan-jangan kau menyukainya? apa kalian berkencan?" tanya Justin tiba-tiba, membuat wajah Anna bersemu merah.
"hei.. apa kau berkencan dengannya?" Justin mengulangi pertanyaannya lagi. Dalam hati, ia mengharapkan kata tidak dari Anna.
"kami? berkencan? kami memang dekat,tapi tidak sedekat itu " kata Anna. Justin lega mendengarnya.
"baguslah " kata Justin pelan, tapi dapat terdengar Anna.
" apa katamu?"
" eh, tidak, maksudku.. kalau kalian tidak berkencan, maka kalian bebas bersama siapapun kan?" kata Justin gugup.
"yeah,aku rasa juga begitu"
Justin memandang jauh ke depan. Sepertinya ia urungkan saja niatnya untuk memberi tahu tentang hubungan Roger dan Amanda,toh Roger dan Anna tidak ada hubungan apapun.
********
Anna mengusap kepala Josh dengan lembut. Anak laki-laki itu tampaknya tengah tertidur pulas. Anna mencium keningnya hangat.
" selamat tidur Josh,maafkan aku tidak bisa menjadi temanmu " bisiknya. Kemudian pelan-pelan ia beranjak dari tempat tidur Josh,takut anak itu akan terbangun.
Ia sudah sampai di depan pintu kamar,ketika tiba-tiba Josh memanggilnya,
"Anna!!"
Anna menoleh.
"Josh, bukankah kamu sudah tidur?"
Josh tersenyum jahil. Anna berjalan mendekatinya. Josh bangkit dari tidurnya.
"kamu besok tetap datang kan?" tanyanya penuh harap. Anna mengernyit. Bukankah Josh menolaknya tadi siang?
" aku..."
" bukankah aku sudah membantumu membereskan mainanku?"
"ehh?"
"aku tidak mau tahu, besok kamu harus tetap datang dan menemaniku sampai Olga pulang" katanya kemudian berbaring membelakangi Anna dan menarik selimutnya.
Anna tersenyum bahagia,akhirnya Josh menerimanya.
"terimakasih Josh "