Anna&Justin- Cinta Di Musim Panas

Anna&Justin- Cinta Di Musim Panas
Roger


"jadi itu rumah Justin" kata Drew dan Roger bersamaan,tidak percaya.


Anna mengangguk.


"Astaga,Anna,kau dalam masalah besar"


"Hm,benar kata Drew,apa tidak sebaiknya kamu membatalkan pekerjaan itu?" saran Roger


"eh,mana bisa,aku benar-benar membutuhkan pekerjaan itu,lagipula Nyonya Olivia tampaknya baik. Aku yakin Justin tidak berani macam-macam"


"apa kau yakin ibunya akan berada dua puluh empat jam dirumah untuk nengawasinya?" tanya Roger


"aku tidak tahu,tapi aku yakin aku bisa mengatasinya. semua akan baik-baik saja"


" tetap saja kamu harus berhati-hati. Dia bukan pria yang baik,dia itu playboy licik dan sombong, heran,kenapa gadis-gadis mengidolakannya..dan kamu.. jangan berpikir dia akan tertarik padamu, walaupun dia menggodamu habis-habisan, nasibmu akan seperti gadis lain kalau bersamanya, DICAMPAKKAN,dan akan berakhir seperti sampah " kata Roger berapi-api membuat Anna dan Drew menatapnya heran.


*****


Disalah satu sudut sekolah..


"jadi..kamu mau membicarakan apa?"


"dengar,walaupun Anna akan bekerja di rumahmu musim panas nanti,jangan harap kau bisa macam-macam dengannya!"ancam Roger


"memangnya kenapa?apa masalahmu?"


Roger terdiam


"kau menyukainya?"


Lagi-lagi Roger terdiam


"baguslah kalau kau tidak menyukainya. Aku tidak sabar menikmati musim panas ini hanya berdua dengannya. Kau tahu kan,rumahku selalu sepi setiap harinya. Pasti akan sangat menyenangkan membawanya ke kamarku"


Bugg!! Roger meninju tembok disebelah kepala Justin


"jangan berani berharap!!!" katanya dengan sorot mata marah.


Sejenak mata mereka beradu.


" jangan coba macam-macam dengannya. Aku mengawasimu" ancam Roger sekali lagi, setelah itu ia pergi meninggalkan Justin, yang tersenyum mengejek padanya.


"mau mengancamku?. kita lihat saja nanti "


********


"permisi,bolehkan aku duduk disebelahmu"kata-kata barusan sukses menyadarkan Anna dari lamunannya. Padahal saat itu ia sedang membayangkan berpesiar dengan kapal yang mewah bersama keluarganya,semuanya langsung sirna gegara satu sapaan


"boleh saja.. eh, Roger? kenapa kamu masuk kelasku?" Anna keheranan karena ternyata yang membuyarkan lamunannya tidak lain dan tidak bukan adalah Roger. Roger terkikik geli.


" aku pindah kelas" katanya santai,sesantai sikapnya.


"a..apa? mereka menyetujuinya?"


"kalau tidak, kenapa aku berada disini sekarang?" Roger balik bertanya.


Anna menjadi salah tingkah. Di satu sisi,ia senang sekali Roger bisa satu kelas dengannya,namun disisi lain ia takut kehadiran Roger akan membuat konsentrasi belajarnya menurun. Saat ini saja, ada degupan kencang di dadanya. Padahal, ia belum ada lima menit bersebelahan dengan Roger, apa jadinya kalau sehari penuh di sekolah bersamanya?


" Hai,Rog" sapa Cheryl sok akrab pada Roger.


"Hai" jawab Roger pendek,kelihatan sekali kalau dia merasa terganggu dengan kehadiran Cheryl.


" kamu ada acara akhir pekan ini? kebetulan Amanda dari kelas sebelah mengadakan pesta weekend " ajaknya sambil memainkan rambutnya.


" entahlah, aku akan datang kalau memang tidak ada acara, bagaimana denganmu Ann?" tanyanya pada Anna.


"aku tidak cocok dengan hal semacam itu" tolak Anna.


"jelas saja,pesta ini berkelas, cuma orang-orang populer dan asyik yang diundang" kata Cheryl sinis sambil memandang Anna dengan tatapan merendahkan.


"kalau begitu sudah pasti aku juga tidak datang" kata Roger. Anna meliriknya.


"kenapa,Rog? kamu itu salah satu cowok populer di sekolah, seharusnya kamu datang,banyak gadis cantik dan sexy disana. kamu akan menyesal kalau tidak kesana" kata Cheryl manja


"yeah, aku mungkin populer, tapi aku tidak asyik. Lagipula yang ada disana itu gadis cantik dan sexy, tapi gadis paling cantik dan paling sexy tidak ada disana" katanya sambil menatap Anna.


Anna menjadi semakin salah tingkah. Pipinya bersemu merah.