Anna&Justin- Cinta Di Musim Panas

Anna&Justin- Cinta Di Musim Panas
Pesta ( Part 2 )


Dengan terburu-buru Anna berlari untuk membuka pintu rumahnya.


" Kau lamban sekali " gerutu Max dengan kesal. Anna hampir tidak percaya dengan apa yang ada di hadapannya. Roberta, Max dan dua orang perempuan yang tidak ia kenal tampak berdiri di balik pintu rumah.


" Max? Roberta? "


" Hei Anna, aku tuan peri tampan yang akan menolongmu malam ini. Semuanya, bersiap di tempat kalian masing-masing " tanpa mengindahkan keheranan Anna, Max memberikan komando pada "pasukan" nya. Roberta segera bergegas ke kamar Joanna. Sementara dua orang perempuan yang ternyata adalah penata rias langsung mendandani Anna. Sedangkan Max? Dia duduk layaknya seorang bos yang sedang memperhatikan anak buahnya bekerja dengan seksama


" Max, aku tidak bisa pergi, bagaimana dengan Joanna? " protes Anna


" Roberta akan menjaganya untukmu "


" Bagaimana kalau Jason tahu? "


" Suami tercintamu itu sedang berkencan dengan wanita lain. Lagipula, apa dia akan peduli denganmu ? "


" Tapi aku malu Max, bagaimana kalau orang-orang di sekolah mengenaliku ? "


" Apa kau pikir kau ini seorang aktris tenar? "


" Maxxx... "


" SOrry to say, tapi kau ini adalah seorang ibu rumah tangga yang tidak diakui keberadaannya oleh suamimu sendiri. Tapi sebelum itu, kau adalah Marrie-Anne Rose, seorang pelajar yang punya impian. Dan kurasa salah satu mimpimu adalah bisa berdansa dengan pria pujaanmu di sekolah"


" Sok tahu. Kau bahkan tidak tahu siapa pria pujaanku "


" Untuk apa aku mengetahuinya? Aku hanya ingin melihatmu bahagia. Lagipula, aku juga tidak akan heran kalau ternyata, pria itu adalah aku "


" Hah? Kamu ? "


" Sure. Max Wilson, tampan, kaya, tidakkah itu membuat para gadis tergila-gila? "


" Kau terlalu percaya diri " kata Anna sambil tersenyum.


" **** !!. Aku lupa satu hal " kata Max tiba-tiba.


" Apa? "


" Kau seorang ibu, bukan seorang gadis " katanya sambil tertawa.


" Maxx.. " Anna pura-pura merajuk..Kedua perias itu tertawa.


******


" Maxx ? " tanya Anna pada Max yang melihatnya tanpa berkedip. Anna terlihat sangat cantik dengan gaun pesta berwarna biru. Rambutnya ditata keatas, membuatnya terlihat anggun.


" Well, kau terlihat cantik, Anna " puji Max. Pujian itu tentu saja membuat Anna tersipu malu.


" Nah, sekarang, tinggal memakai ini " Max mengulurkan sebuah topeng kertas pada Anna.


" Topeng? "


Max memakaikan topeng itu di wajah Anna.


" Dengan topeng ini, tidak akan ada yang akan mengenalimu di pesta nanti. Dan kau bisa berdansa dengan pangeran tampanmu tanpa gangguan "


" Bagaimana aku bisa mengenalinya kalau kami sama-sama menggunakan topeng? "


" Dia yang akan menemukanmu "


*****


" Tidak perlu takut, Anna. Mereka semua tidak akan mengenalimu "


Anna mengangkat wajahnya. Sepertinya apa yang dikatakan Max ada benarnya juga. Semua orang yang ada di aula ini mengenakan topeng kertas untuk menutupi wajahnya. Kecil kemungkinannya kalau mereka bisa mengenalinya.


" Aku rasa aku harus menyapa para gadis - gadis " kata Max sembari melepaskan tangan Anna dari tangannya.


" Max, jangan pergi, kumohon "


" Sepertimu, aku juga tidak bisa melewatkan kesempatan ini, Anna. Aku akan kesana menyapa mereka. Berbaurlah dengan yang lain atau diam saja disitu kalau kau ingin melewatkan kesempatan ini " tantang Max sambil melangkah meninggalkan Anna.


" Tapi, Max.. "


" Jangan takut, aku akan mengawasimu dari sana "


*****


" Huh,panas sekali" kata seorang gadis bergaun ungu pada Anna yang berdiri sendirian. Anna langsung mengenali suara itu. Drew? Hei Drew, ini aku, Anna!!. Hampir saja Anna mengatakan hal itu. Tapi ia teringat kalau ia tidak ingin dikenali.


" Gaun ini terlalu ketat. Aku hampir tidak bisa bernafas karenanya. Tapi mau bagaimana lagi, aku harus memberikan penampilan terbaik agar Justin memilihku. Tapi, dimana dia sekarang? Hufth. Topeng ini membuatku kesulitan mencarinya. Kurasa dia juga kesulitan mengenaliku " Drew terus mengoceh. Anna terdiam. Sudah bukan hal baru baginya untuk mengetahui kalau hampir semua gadis di sekolah ini menyukai Justin.


" Apa kau mengenalinya? Justin maksudku "


Anna menggelengkan kepalanya.


" Bahkan pria paling populer di sekolah inipun tidak terkenali gara-gara topeng sia***n ini. Entah apa yang ada di pikiran panitia saat mereka merencanakan ini. Menyusahkan saja. Tapi kurasa, cepat atau lambat Justin akan mengenaliku, karena kami begitu dekat. Kau tahu? Justin bahkan memintaku menjadi partner tugas kelompoknya. Dan banyak hal lainnya yang ia minta untuk melakukannya denganku. Hanya denganku! " pamernya. Anna hampir terkikik mendengarnya. Ternyata Drew masih sangat menyukai Justin.


" Ngomong - ngomong, kau kelas berapa? sepertinya aku belum pernah melihatmu ? " tanya Drew. Hampir saja Anna membuka mulutnya untuk mengaku pada Drew saat tiba-tiba seseorang berkemeja biru menghampirinya.


" Boleh aku berdansa denganmu, Nona? " tanyanya sambil mengulurkan tangan kanannya pada Anna. Anna terlihat kebingungan. Ia tidak tahu apakah ia harus mengiyakan permintaan pria itu atau tidak. Anna menoleh ke arah Max yang sedang ternyata sedang asyik bersama para gadis. Anna tampak berpikir sejenak. Pria itu masih mengulurkan tangan kanannya. Tiba-tiba segerombolan orang lewat dan tanpa sengaja menabrak Anna sehingga Anna terdorong ke depan, ke arah pria itu.


" Terimakasih " ucapnya yang mengira Anna menyetujui ajakannya. Ia lalu menggandeng tangan Anna menuju ke lantai dansa diiringi tatapan kesal dari Drew.


*****


" Kau terlihat cantik sekali. Siapa namamu ? " tanya pria itu. Jantung Anna serasa berdetak kencang. Suara itu. Mirip sekali dengan suara Justin. Anna lalu mengamati kostum yang dikenakannya.


Kemeja ini, mirip seperti milik Justin. Suaranya juga mirip. Astaga. Apa aku sedang berdansa dengan Justin? Lalu, bagaimana jika ia mengenaliku? Apa yang akan dia pikirkan nanti? Apa aku akan terlihat seperti seorang ibu yag tega meninggalkan anaknya untuk berpesta? Apa dia akan berpikir buruk tentangku nanti? Tenang, Anna, tenang, bukankah kau juga menginginkan hal ini? Berdansa dengan Justin juga salah satu alasanmu datang ke pesta ini kan?? Tapi, apa hanya aku saja yang menginginkan hal ini? Lalu bagaimana dengan Justin? Bagaimana jika dia memang hanya menganggapmu sebagai kakak ipar?


" Ternyata kau ini pendiam sekali ya? Kau bahkan tidak mengindahkan perkataanku barusan "


Ana masih terdiam. Ia takut, jika ia membuka mulutnya, Justin atau siapapun yang sedang berdansa dengannya saat ini, akan mengetahui identitasnya.


" Ok, no big deal, aku sudah cukup senang karena kau mau berdansa denganku. Oya, mau kuberitahu satu hal? Namaku ..... "


" Maaf, teman, tapi kurasa tuan putri harus segera meninggalkan tempat ini "


Sebuah tangan menarik Anna dan membawanya pergi dari hadapan Justin dengan terburu-buru.


Justin tampak kesal.


" Max? ada apa? " tanya Anna begitu mengenali pria yang menariknya pergi.


" Perubahan recana, Anna. Suamimu pulang "


" A-Appa??? "