Anna&Justin- Cinta Di Musim Panas

Anna&Justin- Cinta Di Musim Panas
Dijebak


" Tidak kusangka kau jauh lebih buruk dari yang orang bicarakan tentangmu "


" Eh?? " Anna mendongak untuk mengetahui siapa yang berbicara padanya. Seorang gadis tinggi semampai dengan penampilan yang sangat stylish, siapa lagi kalau bukan Ashley Runner, pacar Justin.


" Katakan padaku, bagaimana caranya kau memanfaatkan Max? Apakah selicik kakakmu yang merebut Ayah Justin dari Ibunya ? " Ashley mengejeknya lagi.


" Apa maksudmu berbicara seperti itu ? " tanya Anna tidak mengerti.


" Dasar gem**l !! Sampah!! Tidak punya malu !Masih berani kau menunjukkan muka di sekolah ini setelah berhasil mempermalukan Justin ? " kata Ashley dengan tatapannya yang mengintimidasi. Anna menatapnya heran. Bagaimana mungkin Ashley mengetahui perihal Marrissa dan Jonathan Wilderman? Apa Justin yang memberitahunya?


" Enyah kau dari sini. Tidak ada seorangpun yang menginginkan pec*****g sepertimu di sekolahan ini " ancamnya, kemudian berlalu pergi. Anna menelan ludah. Sudah pasti Justin yang memberitahu Ashley tentang hal ini.


Drrt.Drrt. Gawai Anna bergetar. Anna segera mengambilnya dari dalam tas. Sebuah pesan, dari Drew.


[ " Sebaiknya kau segera menuju ke dinding pengumuman sekolah. Ada seseorang yang menyebarkan berita besar tentangmu " ]


Anna segera memasukkan kembali gawainya dan bergegas ke aula sekolah.


**** Di aula.


Suasana sangat ramai disana. Para siswa bergerombol di depan papan pengumuman, sebagian lagi bergerombol di pojokan sambil berbisik tentang gosip terhangat saat ini. Ketika menyadari Anna yang menyeruak masuk ke dalam gerombolan untuk melihat isi papan pengumuman,


, mereka menyorakinya. Tapi Anna tidak peduli, ia terus saja meringsek masuk hingga ada dibaris terdepan. Dan apa yang dilihatnya disana membuatnya harus menahan nafas. Di dinding pengumuman terdapat tiga buah foto dengan ukuran besar. Foto pertama menunjukkan Reine yang tengah menunggui Kattie. Reine adalah staf rumah Max yang ditugaskan untuk menjaga Kattie disaat Anna sekolah. Pada foto ini, gambar Reine dilingkari menggunakan spidol merah dan terdapat tulisan " pembantu Max ". Foto kedua menunjukkan Anna, Max dan Marrissa yang sedang makan bersama di kantin Rumah Sakit. Dan foto ketiga adalah foto Marrissa dengan Jonathan Wilderman. Sama seperti Reine, foto Jonathan juga dilingkari dan ada tanda tanya-nya. Ketiga foto tersebut dihubungkan dengan spidol merah dengan tulisan, " Siapa memanfaatkan siapa ?".


Anna mengepalkan tangannya. Wajahnya terasa panas dan memerah. Ia benar-benar malu. Kemudian, dengan segera ia menyobek lembaran foto itu dan segera pergi meninggalkan tempat itu. Tidak dipedulikannya tatapan serta seruan mencemooh dari siswa lain di tempat itu. Anna terus saja berjalan pergi hingga tatapannya bertemu dengan mata Justin yang melihatnya dengan penuh kebencian. Sesaat langkahnya terhenti, tapi kemudian ia putuskan untuk melangkah pergi saat didengarnya Justin berbicara " Aku membencimu "


*****


Anna duduk sendirian di bangku taman sekolah sambil melamun. Ia tidak menyangka ada siswa lain yang memotretnya saat berada di Rumah Sakit bersama Max dan Marrissa. Dan foto-foto itu membuat seisi sekolah berpikir bahwa ia dan Marrissa hanya memanfaatkan Max dan Jonathan Wilderman saja. Ditambah dengan perkataan Justin tadi yang sangat menyakiti hatinya. Sebenarnya Anna tidak peduli dengan pikiran orang lain tentang dirinya, tapi saat ini dia memikirkan perasaan Max. Dia tidak ingin Max salah paham terhadap dirinya. Anna menarik nafas panjang. Ia harus menjelaskan semuanya pada Max. Ia tidak ingin kesalahpahaman antara dia dan Justin terulang pada Max. Max harus tahu, ia tidak pernah berusaha memanfaatkan dirinya.


***


Anna tiba di Rumah Sakit satu jam lebih lama dari biasanya. Ini terjadi karena Max tidak bersamanya. Biasanya, Max yang mengantarnya ke Rumah Sakit. Tapi hari ini di sekolah, ia bahkan tidak melihat batang hidungnya. Anna semakin merasa yakin bahwa Max telah salah paham terhadapnya.


" Anda sudah datang, Nona? " kata Reine begitu Anna memasuki ruang rawat inap. Reine berusia setahun lebih tua dari Anna. Gadis itu sangat manis dengan kucir kudanya. Sebenarnya Anna melarang Reine memanggilnya " Nona " , tapi gadis itu bersikeras untuk tetap memanggilnya demikian. Akhirnya Anna hanya bisa pasrah saja.


" Tidak masalah. Karena Anda sudah datang, saya pamit pulang "


Anna mengangguk. Reine mengambil tasnya.


" Terimakasih bantuannya, Reine "


Reine mengangguk, kemudian,


" Nona, mohon maaf, hari ini adalah hari terakhir saya untuk bisa membantu menjaga Nyonya Kattie. Karena suatu hal, saya ditugaskan untuk kembali ke pekerjaan saya. Saya mohon maaf kalau selama saya disini, saya berbuat kesalahan "


Anna terkejut mendengar penuturan Reine. Apa ini karena Max telah salah paham terhadapnya sehingga ia menarik kembali Reine?


" Saya akan selalu berdoa untuk kesembuhan Nyonya Kattie " lanjut Reine.


" Terimakasih atas bantuanmu selama ini, Reine . Dan tolong sampaikan pada Max, aku sangat berterimakasih atas semua bantuannya selama ini "


****


Anna duduk sambil membolak-balikkan buku pelajarannya. Ia berusaha belajar sendirian, tetapi hasilnya, pikirannya melayang kemana-mana. Ia terus merasa Max marah padanya. Ketidakhadirannya di sekolah, perginya Reine dan ditambah dengan berkali-kali panggilan telponnya tidak diindahkan Max, serta pesan-pesan yang ia kirimkan tidak dibuka oleh Max semakin menguatkan hal itu.


***


Anna tertidur di samping ranjang Ibunya ketika tiba-tiba dirasakannya jemari Ibunya bergerak. Ia lalu terbangun.


" Ibu ? " panggil Anna.


Anna mengamati Ibunya lagi, meyakinkan dirinya kalau perasaannya tadi tidak salah. Dan kembali dilihatnya jemari Ibunya bergerak dengan lemah. Anna terlonjak bahagia.


" Ibu.. Ibu sudah sadar ? "


Dengan segera Anna memencet tombol panggilan di dekat ranjang Ibunya,


" Dokter..dokter.. Ibuku mulai sadar " serunya sambil menangis bahagia.