
" siapa yang mengantarmu tadi ?" tanya Justin begitu Anna sampai di depan pintu.
" kamu mau pergi?" Anna tidak menjawab pertanyaan Justin, ia malah menanyakan kemana Justin akan pergi, karena Justin ada di luar rumah saat ia memasuki halaman rumah kediaman Wilderman.
" aku baru saja datang " jawab Justin cepat.
" ooh.." sahut Anna yang langsung melenggang masuk ke rumah tanpa mempedulikan keberadaan Justin.
" hei..kamu belum menjawab pertanyaanku " Justin protes. Ia mengikuti Anna.
" Adam yang mengantarku"
" dia sudah kembali?"
" ya, jadi kau jangan coba macam-macam denganku,kau tahu akibatnya kalau berurusan dengan adik mantan narapidana bukan? " Anna pura-pura mengancam Justin.
Justin terkekeh geli. Sikap Anna barusan sungguh menggemaskan baginya.
*****
Anna memasuki kamar Josh. Josh yang sedang bermain lego menengok ke arahnya dan tersenyum sebelum kembali asyik dengan legonya.
Anna duduk di dekat Josh. Mengamati anak laki-laki itu merakit lego menjadi beberapa bentuk.
" kau tahu Josh? nasib kita sama, kesepian. Bedanya, kau hanya kesepian di siang hari,di malam hari,keluargamu berkumpul bersamamu. Tapi aku,tetap saja kesepian seharian. Aku hanya bertemu ibuku saat sarapan pagi saja. Semalam, kakakku pulang kerumah, tapi pagi ini,ia memilih meninggalkan rumah. Aku rindu keluargaku Josh " kata Anna pelan.
Josh masih asyik dengan legonya.Sepertinya ia tidak mendengar kata-kata Anna tadi. Tak terasa airmata Anna menetes. Anna cepat menyekanya. Saat tiba-tiba Josh memeluknya dengan sayang.
********
Jam menunjukkan pukul empat sore. Anna baru saja berpamitan pada Nyonya Olivia dan kini beranjak keluar dari rumah. Baru saja ia membuka pintu, dilihatnya Roger sedang mondar mandir di halaman rumah keluarga Wilderman.
"Roger!!" panggil Anna. Roger tersenyum dan melambaikan tangannya. Dengan sedikit berlari, Anna menghampirinya.
" kau ada perlu dengan keluarga Wilderman?" tanyanya setelah sampai di depan Roger.
"memangnya kau bagian dari mereka?" Roger balik bertanya.
" ehhh?"
"tentu saja aku kesini menjemputmu"
Anna tersenyum malu. Hatinya berbunga mendengar jawaban Roger.
Tin!Tin! sebuah mobil berhenti tepat di depan mereka. Ternyata Justin dan Max.
" Sejak kapan rumahmu jadi tempat kencan, Justin? " sindir Max. Justin hanya mendengus. Ia menatap kedua orang itu dengan tajam.
" hai,Just,Max, kami belum berkencan,tapi idemu itu boleh juga Max" Roger malah menyapa mereka dan berkata seolah-olah ia dan Anna adalah sepasang kekasih.
Justin semakin kesal, dan Anna semakin salah tingkah.
"mari kita pergi saja,Roger" ajak Anna. Roger mengangguk dan mereka berduapun meninggalkan Justin dan Max.
"anak itu semakin bertingkah. Haruskah kita memberikan pelajaran padanya,bro?" tanya Max. Justin tidak menjawab,ia melihat Anna yang sedang berjalan berdampingan dengan Roger melalui kaca spion mobilnya. Mereka berdua kelihatan akrab dan itu membuat Justin semakin kesal.
*****
" apa dia pernah bertindak kurang ajar padamu, Anna?"
" dia? baik apanya?"
"yah,kau tahu,aku pikir sebenarnya dia yang menempelkan iklan pekerjaan ini untukku dan kemarin waktu bajuku basah, dia meminjamkan bajunya untukmu"
"apa?kenapa bajumu sampai basah? "
"Josh terjatuh di kolam renang,aku pikir dia tidak bisa berenang jadi aku.."
" dan kamu masuk ke kolam renang? bukankah kamu sendiri tidak bisa berenang?Anna,kau konyol sekali,bagaimana jika terjadi sesuatu padamu?"
Entah kenapa,Anna menyukai kata-kata Roger tadi. Bukankah itu artinya Roger mengkhawatirkannya?
" aku lupa kalau aku tidak bisa berenang, yang ada dipikiranku saat itu hanyalah bagaimana caranya menyelamatkan Josh. Tapi untunglah Justin ada disana dan menolongku..."
" si breng*** itu menolongmu?" kata Roger dengan emosi,atau mungkin dia cemburu?
" dia tidak br****** Roger. Dia baik "
" sekarang kau membelanya? apa kau sudah terpesona padanya?" cerca Roger
"dulu kau bilang dia hanya cowok populer yang angkuh! tapi sekarang kau selalu membelanya? kau menyukainya? "
"mana mungkin aku menyukainya "
" tapi lambat laun kau akan menyukainya. kau bekerja dirumahnya. itu artinya setiap hari kau akan bertemu dia. kau ingat apa yang aku bilang padamu tentangnya? kalau kau sampai jatuh ke tangannya,kau akan berakhir seperti sampah!!!!"
" Roger! sudah berapa kali kubilang, aku tidak menyukainya.. aku menyukaimu!!!" kata-kata itu tiba-tiba saja meluncur tanpa bisa dihentikan dari mulut Anna. Anna langsung menutup mulutnya. Wajahnya memerah. Roger menatapnya kaget. Ia yang semula marah,menjadi terdiam. Ia menatap Anna
" apa kau bilang,Anna"
"aku..aku..."
"kau menyukaiku,Anna?"
Anna mengangguk
"serius?"
Anna mengangguk lagi. Roger langsung memeluknya.
"terimakasih Anna. Aku benar-benar sangat bahagia. Aku tidak menyangka perasaan kita sama "
Kini gantian Anna yang menatap Roger tidak percaya.
" kamu sungguh menyukaiku? "
Roger mengangguk.
"kau pikir kenapa aku marah tadi? aku takut kau menyukai nya"
Roger memeluk Anna erat. Anna membalasnya.
" i love you Anna"
" i love you too Roger"