Anna&Justin- Cinta Di Musim Panas

Anna&Justin- Cinta Di Musim Panas
Bertemu Murid Baru


Anna terus menerus memukul pintu toilet. Sesekali ia berteriak, berharap ada orang diluar sana yang mendengarnya.


Dua jam berlalu. Dan Anna masih terkunci di toilet dengan rambut dan baju yang basah. Brak!!Brak!!Brak!! Anna masih berusaha bebas dari tempat itu.


"siapa disana?" tiba-tiba terdengar suara seorang wanita,diikuti dengan suara langkah kaki menuju toilet tempat Anna dikunci.


"kumohon tolong aku, mereka mengunciku di dalam sini " Anna memohon.


"oke, tenang,aku akan menolongmu" suara itu menjawab. Anna merasa lega.


"sabar ya,aku harus melepaskan beberapa ikatan disini,kelihatannya mereka mengikat pintu keluarmu dengan beberapa pintu disini " katanya lagi,seolah meyakinkan bahwa ia akan menolong Anna.


"baik"


Beberapa menit kemudian.


Klik. Pintu terbuka.


"terimakasih" Anna berseru senang pada orang yang telah menolongnya. Ternyata yang menolongnya adalah seorang cleaning service wanita di sekolahnya.


"Astaga,kenapa rambut dan bajumu basah? " wanita itu tampak terheran-heran dengan kondisi Anna.


"tidak apa-apa,bu. Aku harus segera kembali ke kelas agar tidak ketinggalan pelajaran"


" kamu tidak bisa kembali ke kelas dalam keadaan seperti itu,Nak,nanti bisa sakit. Aku punya baju ganti kalau kamu mau,kamu bisa memakainya" wanita itu menawarinya baju.


Anna tersenyum.


" terimakasih untuk tawarannya,bu, aku selalu membawa baju cadangan kok. Terimakasih juga untuk pertolongannya" Anna menolak tawaran wanita itu dengan sopan. Setelah mengucapkan terimakasih,ia lalu berlari menuju lokernya untuk mengambil kaos cadangannya.


"kamu seharusnya melaporkan ini kepada guru" kata wanita itu setengah berteriak.


****


Justin sedang mencoret-coret bukunya di kelas. Pelajaran hari ini sungguh membosankan. Ia menatap gurunya yang asyik menuliskan silsilah keluarga kerajaan Inggris di papan tulis tanpa mempedulikan bahwa ada beberapa siswa yang menguap,bahkan ada yang nyaris tertidur. Justin tersenyum. Sepertinya tingkat kebosanan mereka sama. Pandangannya beralih ke pintu kelas,tampak seorang gadis yang sedang berlari. Justin tersenyum,sepertinya gadis itu ketinggalan kelas. Semoga saja kelasnya bukan kelas sejarah,bagaimana jadinya kalau gadis itu sudah susah payah memasuki kelas namun ternyata kelasnya membosankan seperti ini?


*****


Miss Maggie, guru matematika yang terkenal killer itu tengah menerangkan rumus matematika,ketika Anna tiba-tiba membuka pintu kelas dengan wajah merah dan nafas yang terengah-engah.


" dari mana saja Anda,Nona Rose? " tanyanya sambil menatap tajam pada Anna.


Anna mengatur nafasnya.


" maaf kan saya miss, saya terlambat " jawabnya dengan terbata-bata. Seisi kelas melihatnya dengan senang. Well,apalagi kalau bukan karena ia menjadi selingan ditengah-tengah suasana kelas yang mencekam. Sementara itu Cheryl melihatnya dengan tatapan tidak suka.


Anna menatap teman-teman sekelasnya,mereka tersenyum,bagi mereka Anna adalah tontonan seru.


"saya..saya terkunci di toilet miss"


"Dengar,Nona Marrie-Ann Rose, di dunia ini ada hukum sebab akibat. Seseorang tidak mungkin menerima kejahatan dari orang lain kalau ia sendiri juga tidak berlaku buruk pada sesamanya !" ..


" tapi,saya... "


" dan apapun alasannya,saya tidak mengampuni siapapun yang datang terlambat di kelas saya,mengerti! "


Anna tertunduk. Miss killer ini bahkan tidak mau mendengarkan alasannya sama sekali.


" lebih baik Anda merenungkan masalah ini diluar! "


Guru itu bahkan mengusir Anna dari kelas.


" Dan kalian anak-anak, jangan sampai kalian mengulangi apa yang ia lakukan.. oya,sampai dimana pelajaran kita tadi ..."


****


Justin melirik jam tangannya, kurang tiga puluh menit lagi pelajaran sejarah akan usai. Kenapa pelajaran ini terasa bagaikan setahun lamanya. Hoahm. Ia menguap. Perkataan guru sejarah itu tampak seperti dongeng yang dulu pernah ia dengarkan sebelum tidur. Lagi-lagi Justin mengarahkan pandangannya ke pintu kelas yang terbuka. Hei,gadis itu lagi. Sepertinya tebakannya benar,kelas gadis itu sama dengan kelasnya saat ini,hingga ia melangkah kembali dengan gontai. Justin ingin tertawa. Astaga,pastinya gadis itu kesal sekali setelah semua usaha yang ia lakukan untuk dapat mengikuti kelas. Tapi,hei,bukankah itu Anna Rose?


******


Anna membolak-balik buku matematika di perpustakaan. Menurutnya tempat terbaik setelah diusir dari kelas matematika tadi adalah di perpustakaan. Ia bisa belajar disana. Setidaknya mengejar ketinggalan pelajarannya tadi.Lagipula, ia hanya butuh waktu sekitar 25 menit,untuk 5 menit berikutnya akan ia gunakan untuk kembali ke kelas,mengikuti pelajaran selanjutnya.


Anna mencatat beberapa rumus. Ia akan mengulang pelajarannya ini dirumah. Itupun kalau dia tidak capai setelah bekerja nanti. Tapi setidaknya sudah ada catatan rumus,kalau senggang dan sedang ingin belajar, ia bisa membacanya. Anna terkikik geli melihat kelakuannya sendiri tanpa sadar seseorang tengah mengamatinya.


" memangnya matematika itu lucu ya? sampai membuatmu tertawa seperti itu" tiba-tiba sesosok makhluk berambut pirang dengan wajah yang tampan sudah duduk di dekatnya. Anna tertegun


"sejak kapan kamu duduk disini? "


"kamu tertawa sendiri,sampai tidak sadar pria setampan aku duduk didekatmu "


Anna merengut.Another Justin kah? kalau ia,males sekali. Pria itu tersenyum.


"kamu lucu" kata si tampan.


"Namaku Roger. Aku murid baru disini. " ia mengulurkan tangannya. Anna menerima uluran tangannya.


"Aku Anna"