
" dia sudah pulang?" tanya Justin saat Anna masuk ke dalam rumah.
" Sudah " sahut Anna sambil menutup pintu.
" Baguslah. Akhirnya dia sadar, kalau rumah ini bukan tempat kencan " sindir Justin tanpa mengalihkan pandangannya dari game yang tengah ia mainkan.
" apa maksudmu berkata seperti itu?" Anna sepertinya tersinggung dengan ucapan Justin. Ia menghentikan langkahnya tepat di belakang tempat duduk Justin, menuntut penjelasan dari Justin.
" seharusnya dia tahu kalau kamu disini untuk bekerja,Anna. Untuk apa dia datang sepagi ini? untuk melihatmu? yeikh, aku muak dengan tingkah pasangan baru seperti kalian, tidak kenal tempat untuk bermesraan,menjijikkan. " Justin berbicara sambil asyik memainkan game nya.
" menjijikkan? "kedua alis mata Anna terangkat keatas.
"yeah, menjijikkan, kalian bersikap seolah-olah hanya ada kalian didunia ini.,setiap hari bertemu, saling menelpon, berci****,dan pada akhirnya kalian juga akan berci***. Sebenarnya aku tidak masalah kalian seperti itu, tapi jangan dirumahku, jangan di depan Josh"
" Didepan Josh? dia bahkan belum bangun"
" dia sudah bangun,sekarang mungkin sedang bermain di kamarnya"
" tetap saja dia tidak melihatku bersama Roger. Lagipula kalau dia melihatku kenapa? aku tidak melakukan hal aneh dengan Roger, kami hanya berbicara "
" kau mungkin lupa kalau kemarin Roger mengacaukan liburannya di taman hiburan "
"mengacaukan? Roger tidak berbuat apapun. Josh bahkan tertawa bahagia seharian " tolak Anna.
" kamu belum mengenal Josh dengan baik " kata Justin datar.
" seharusnya kamu memperhatikan hal detail " tambahnya lagi.
" tak usah menggurui. kamu pun tidak mengenal adikmu dengan baik. Kamu terlalu sibuk dengan kehidupanmu diluar sana. Berpesta, kencan dengan gadis-gadis cantik. Memangnya kamu pernah berpikir kalau adikmu kesepian di rumah? aku bahkan berani bertaruh, kemarin pertama kalinya kamu mengajak Josh keluar " tantang Anna.
Justin terdiam. Perkataan Anna tadi memang benar. Kemarin itu pertama kalinya ia keluar dengan Josh, sebelumnya ia bahkan tidak peduli dengan adiknya itu.
*******
"Rrgh, Justin memang keterlaluan. Memangnya apa masalahnya kalau Roger datang mengunjungiku?dia datang sebelum jam kerja. lalu apa masalahnya? bukankah hal yang wajar bagi sepasang kekasih untuk saling merindukan? hah, bilang saja dia cemburu, yah, dia pasti cemburu. Salah sendiri kenapa tidak punya pacar. Pasti dia takut tingkat kepopulerannya menurun. Dasar laki-laki egois. Dia bahkan menjadikan adiknya sendiri sebagai tameng. Dasar pengecut, menyebalkan" Anna bergumam sendirian.
" kau berbicara dengan siapa,Anna?" tanya Josh tiba-tiba. Sepertinya ia terusik dengan perkataan Anna saat bermain mobil-mobilan.
" aku? tidak,aku.. " Anna berusaha mengelak
" aku mendengarmu"
" ehh?" Anna benar-benar tidak menyangka kalau Josh mendengarkan gumamannya yang tidak jelas.
" Justin memang menyebalkan" kata Josh disela-sela memainkan remote mobilnya.
" ehh?"
" tapi sebenarnya dia baik, tapi dia tidak mau menunjukkannya. " ungkap Josh.
" kamu belum mengenal Justin dengan baik " katanya lagi, kemudian kembali asyik dengan mobik-mobilannya.
Anna tertegun. Tidak kakaknya atau juga adiknya, kata-kata mereka sama.
******
Anna memasukkan sesendok sup tomat ke dalam mulutnya dengan tangan kanannya, sementara tangan kirinya sibuk memencet keyboard gawainya. Apalagi kalau bukan berkirim pesan dengan Roger,kekasihnya.
Justin membuka kulkas,diambilnya sebotol air dingin,lalu ia meneguknya. Ia melirik Anna yang sedang asyik dengan gawainya.
Anna sadar kalau sedang diperhatikan Justin, maka iapun mulai berakting. Ia membalas chat Roger sambil tersenyum-senyum sendiri , membuat Justin sebal dan akhirnya pergi meninggalkannya dengan perasaan kesal. Setelah Justin pergi, Anna tertawa kecil. Ternyata semudah itu membuat Justin kesal dan mundur.