
Drrrtt. Gawai Anna bergetar. Anna meraih gawainya yang berada di atas meja,ada sebuah panggilan masuk,dari Roger.
" hai " sapa Anna malas. Ia memang sedang kesal dengan kekasihnya itu karena sedari kemarin Roger tidak menghubunginya.
" hai, honey. apa kabarmu hari ini? " sapa Roger dari ujung sana.
" baik" jawab Anna pendek.
" ehm, Anna, aku minta maaf seharian ini tidak menghubungimu. Gawaiku terkena tumpahan kopi. Aku sudah membawanya ke tukang reparasi. Dan baru malam ini selesai diperbaiki. Aku baru saja mengambilnya dari tempat reparasi dan segera menelponmu. Aku merindukanmu " jelas Justin.
Anna menaikkan alisnya. Astaga, jadi karena gawainya rusak, Roger tidak menghubungiku? bukan karena ia pergi dengan gadis lain seperti kata Justin? Dan Anna pun merasa menyesal karena sudah berprasangka buruk pada Roger. Sejujurnya ia sudah mulai terpengaruh kata-kata Justin, dan nyatanya tuduhan Justin tidak terbukti..Anna lega sekarang.
" hello? Anna? beib , kau masih disitu kan?" suara Roger terdengar khawatir. Anna tersadar.
" oh, ya ,aku masih disini "
" untunglah, aku pikir kau tertidur karena ini sudah larut malam "
Anna melihat jam di dinding, jarum jam memang sudah menunjukkan pukul sepuluh malam.
" aku belum mengantuk "
" bohong. kau bekerja seharian, mana mungkin belum mengantuk .. "
Anna tersenyum,
" ya,ya, aku memang mengantuk, tadi,tapi setelah mendengar suaramu,rasa kantukku hilang "
" hm, berarti aku mengganggu tidurmu?"
" tidak, tidak juga "
" baiklah. Aku merindukanmu. Sangat merindukanmu. Apa saja yang kau kerjakan seharian ini?"
" kau ingin tahu?"
" tentu saja,kau kan pacar ku, dan aku tidak mendengar kabarmu seharian ini, jadi aku benar-benar harus tahu kemana , dimana dan dengan siapa pacar ku seharian ini "
"wow, kau terdengar possesive "
" biar saja "
" baiklah. Aku bekerja menjaga Josh seperti biasanya. Kau tahu kan Josh seperti apa? kadang ia terdiam seharian, kadang ia bahkan membuatku tidak bisa bernafas karena terlalu aktif. Dan hari ini dia terlalu aktif, melompat dan berlarian seharian. Tapi untungnya, Nyonya Olivia sudah kembali kemarin, jadi Josh bisa mendengarkan sedikit nasehat, tidak terlalu nakal "
" Mrs. Wilderman sudah kembali kemarin? bukannya harus nya hari ini? dan kalau dia sudah kembali kemarin, bukankah seharusnya hari ini kamu sudah berada dirumah ? lalu kenapa tidak ada seorangpun dirumahmu petang tadi? kau dimana, Anna? " Roger memberondongnya dengan berbagai pertanyaan.
"aku masih di rumah keluarga Wilderman,Roger. Nyonya Olivia memintaku menginap sehari lagi. Ia terlalu lelah,aku rasa. Mungkin besok sore aku bisa pulang ke rumah "
" syukurlah. Aku sudah takut kalau-kalau terjadi sesuatu padamu "
"aku baik-baik saja Roger, tapi Adam tidak "
" Adam? kakakmu? kenapa? apa yang terjadi dengannya?"
" Adam masuk rumah sakit kemarin. Dia mabuk dan berkelahi lagi. Meski dia bilang dia dipukuli, tapi aku yakin dia berkelahi. Aku takut kakakku kembali seperti dulu lagi,Roger "
" aku akan mencoba mempercayainya, Roger. Aku tidak akan membiarkan kakakku berubah seperti dulu lagi "
" ya. Ibumu sudah mendengar hal ini?"
" aku sudah mencoba menghubunginya kemarin, tapi tidak ada jawaban. aku juga sudah mengirimkan pesan padanya,tetapi tidak dibalas "
" mungkin dia sedang sibuk"
" aku rasa tidak. kau tahu hubungan ibu dengan Adam kan? buruk "
" semoga saja segera membaik dengan adanya kejadian ini"
" ya, semoga saja. oya, minggu depan, kau ada acara?"
" aku belum tahu. kenapa?"
" aku ingin mengajakmu bertemu Adam "
" bertemu Adam?"
" ya, kau harus bertemu dengannya. kalian harus menjadi teman akrab "
" baiklah, akan aku jadwalkan nanti "
"baiklah, semoga saja bisa "
" oke. sudah malam, sebaiknya kau tidur,besok harus bekerja "
"oke "
" i love you "
" i love you too "
Klik. telepon dimatikan. Anna meletakkan kembali gawainya diatas meja. Ia lalu naik ke tempat tidur.
******
Jam menunjukkan pukul 11.30 malam. Anna terbangun dari tidurnya. Ia haus. Ia pun bangkit dari tidurnya dan berjalan menuju dapur.
Saat melewati ruang tengah, ia melihat lampu ruang kerja masih menyala. Nyonya Olivia masih terjaga rupanya. Anna mendekati pintu ruang kerja yang sedikit terbuka. Dilihatnya Nyonya Olivia sedang duduk melamun di kursi kerjanya. Anna mengetuk pintu ruang kerja. Nyonya Oivia menoleh.
" maaf mengganggu,Nyonya. Tapi bukankah ini sudah terlalu malam untuk tetap bekerja? "
" oh, Anna, yah, aku sedang bersiap-siap untuk tidur . ternyata sudah larut malam"
" baiklah, selamat malam Nyonya "
" selamat malam,Anna"
Annapun keluar dari ruang kerja Nyonya Olivia.
Setelah kembali dari dapur. Anna masih melihat lampu ruang kerja masih menyala. Dan ketika ia menengok ke arah ruang kerja,dilihatnya Nyonya Olivia masih duduk melamun di kursi kerjanya.