Rembulan

Rembulan
Lima Empat


Sudah hampir 3 Bulan sejak acara Bulan madu Bulan dan Darren, tapi masih belum ada tanda-tanda kehamilan pada Bulan.


Hal itu kembali membuat Bulan khawatir sehingga dia berfikiran yang tidak-tidak bahkan Bulan sempat jatuh sakit karena terlalu memikirkan hal ini.


"Sayang kamu kenapa murung gitu? Udah dong jangan di pikirin terus kita harus berpikir positif. Kamu juga seorang dokter, kamu harus tenang nanti kamu sakit lagi" ucap Darren sambil mengelus lembut rambut Bulan


"Iya Mas, kamu kenapa belum berangkat kerja? Ini kan udah siang gak biasanya kamu telat" tanya Bulan


"Mas kayaknya hari ini gak ke kantor dulu, Mas kurang enak badan. Kamu bisa periksa Mas bentar?" tanya Darren


"Ya udah kita ke kamar biar aku periksa Mas bentar abis itu aku bikinin Mas sarapan ya"


Setelah memeriksa keadaan suaminya, sepertinya Darren kelelahan dan masuk angin. Bulan lalu membuat teh herbal dan semangkuk bubur ayam


Saat sedang memakan makanannya tiba-tiba Darren mual dan ingin muntah, dia berlari ke kamar mandi dan memuntahkan kembali semua isi perutnya.


Bulan yang melihat suaminya mondar-mandir ke kamar mandi menjadi khawatir, dia lalu memberikan minyak angin pada Darren dan membantu mengoleskan ke punggungnya.


"Kita ke RS aja ya Mas, kayaknya ada yang gak beres"


"Gak apa-apa sayang gak usah, Mas cuma kelelahan aja kok kamu kan tahu akhir-akhir ini kerjaan Mas banyak banget. Mas cuman butuh istirahat kok" jawab Darren


"Pokoknya kita ke RS aku gak tega lihat Mas bolak-balik kamar mandi gini, ini bukan masuk angin biasa" paksa Bulan


Setelah mendapat anggukan dari Darren akhirnya mereka pergi ke RS tempat Bulan dulu bekerja.


Sesampainya di RS Darren segera melakukan pemeriksaan medis ke seluruh tubuhnya dan dokter pun tidak mendapatkan hasil negatif dari pemeriksaan tersebut.


"Gimana dok?" tanya Bulan


"Suami dokter Zaya gak apa-apa, tapi sepertinya dokter Zaya yang harus ikut pemeriksaan untuk memastikan diagnosa saya" jawab dokter Rizwan


"Ini hanya untuk memastikan saja Pak. Mari dokter Zaya"


Mereka memasuki ruangan dokter spesialis Obstetri & Ginekologi. Seorang dokter wanita yang terlihat ramah tersenyum ketika mereka memasuki ruangannya.


"Mari silahkan duduk" ucap dokter Jihan yang sepertinya dokter baru di RS ity


Darren dan Bulan duduk di seberang mejanya


"Kalau boleh tahu kapan terakhir Ibu datang bulan?" tanyanya


"Kira-kira 3 bulan yang lalu dok, akhir-akhir ini menstruasi saya memang tidak lancar mungkin karena kelelahan" jawab Bulan


"Kalau begitu bisa ikut saya ke ruang pemeriksaan sebentar" ajak dokter itu


Ruang pemeriksaan masih menyatu dengan ruangan dokter itu. Bulan dipersilahkan berbaring, kemudian dokter itu menyelimuti kaki Bulan hingga ke perutnya dan menyingkap dress yang dipakainya lalu mengoleskan gel bening ke atas permukaan perut Bulan


Dokter itu manggut-manggut saat memeriksa Bulan, setelah selesai pemeriksaan mereka pun kembali duduk di ruangan dokter itu.


"Benar dugaan saya, selamat ya untuk Ibu dan Bapak karena kalian akan segera memiliki seorang bayi dan sekarang usia kandungnya memasuki 10 minggu" ucap dokter itu


"Jadi saya hamil dok?" tanya Bulan sedikit tidak percaya


"Benar Bu, sebentar lagi kalian akan menjadi seorang orangtua" jawabnya


"Alhamdulillah" ucap Bulan dan Darren


Mereka lalu berpelukan dan Darren tak henti-hentinya mengelus perut Bulan yang masih rata itu


Kehamilan Bulan merupakan kabar paling menggembirakan bagi keluarga mereka terutama bagi Ayah Darren dan juga Bellamy