
###############################
PERINGATAN
Episode ini mengandung bahasa inggris, siapkan aplikasi kamus untuk copy paste... selamat bekerja :)
################################
“Jangan diliatin terus pintunya nanti bolong lagi ditatap terus sama kamu” goda Juno karena setiap ada suara di luar kamar Bulan langsung melihat ke arah pintu dengan penuh harap. Bulan hanya menunduk sambil cemberut. Tadi pagi setelah ada visit dari dokter internist, penyangga lehernya bisa dilepas karena merasa sudah lebih stabil. Walaupun masih merasa ada efek bergoyang kalau kepala bergerak mendadak tapi ia merasa lebih stabil.
Terdengar suara ketukan dipintu dengan penuh harap Bulan memandang dan ternyata seorang perempuan cantik memakai kemeja putih pendek dan celana denim berwarna krem, menengokan kepalanya kedalam penuh dengan senyuman ceria.
“Good morning, can we come in?”
“Selamat pagi-pagi sekali!” ternyata Katrin.
“Morning” jawab Juno sambil tersenyum lebar.
“Please come in… owh wait Bulan has to wear her hijab first” Juno meraih hijab instant yang disimpan di sisi tempat tidur dan memasangkannya di kepala istrinya.
“Ok… clear!”
“Ready?” tanya Katrin sambil kembali menengok ke dalam.
“Ready!” jawab Juno sambil tertawa. Gaya Katrin yang santai dan penuh senyum membuat semua orang terbawa suasana gembira.
“Bulan… I was very shock when I heard that you get sick and collapse in the toilet”
“It is terrible” muka Katrin tampak prihatin, Bulan tersenyum melihatnya.
“It’s OK… maybe because I’m too nervous… it's been a while since my last presentation in front of stranger” Bulan tersenyum malu.
“How come Cedric doesn't know about your condition” Katrin tampak kesal.
"If he know that you are pregnat, you should not attend the meeting"
“Where is your fiance?” tanya Juno pendek.
“He wants to buy something more for Bulan even though there’s already a lot of food he buys” Katrin menggeleng-gelengkan kepalanya.
“Really?” Bulan tersenyum gembira, Juno hanya melihatnya datar.
“Bagaimana sekarang kondisinya apakah semuanya baik-baik saja?” tanya Katrin lagi, rupaya setelah tampak kembali pulih dari rasa kagetnya.
“Sudah baik… sudah tidak pusing sekarang”
“Sudah dilepas penyangga kepalanya” jelas Bulan sambil tersenyum.
“What really?!” kembali mata Katrin membulat saking kagetnya.
“I already told you… don’t over react” ucap Cedric yang baru masuk dengan membawa 2 kantong besar”
“Halo gimana Bulan sudah baikan?” tanya Cedrik sambil memandang Bulan dengan lembut.
“You already know that I’m lebay person” balas Katrin dengan cemberut. Bulan jadi tertawa melihat keributan keduanya.
“Kalau perempuan mesti lebay Kak… kalau gak lebay gak rame… soalnya laki-laki suka diem mulu… nanti dunia sepi” jelas Bulan. Cedrik hanya mengangguk saja kemudian menyimpan kantong berisi makanan di meja dekat tempat tidur Bulan.
“Aku belikan makanan buat kamu”
"Katanya kalau orang hamil suka ngidam dan makan"
“Ini makanan yang suka kamu makan dulu pas kuliah” ucapnya sambil sesekali melirik Juno.
“Waaaah beneran? Aku mau lihat…dibelikan apa coba makanan kesukaan aku?”
Cedrik membuka kantong makanan yang dibawanya dan mengeluarkan satu persatu.
“Hmm ini bagelen… kamu suka banget makan ini” ucap Cedrik sambil mengeluarkannya.
“Dan ini biskuit kopi yang suka kamu habiskan dulu” ucap Cedrik sambil tersenyum kecut.
“Ahahhahaha dendam sampai sekarang… dulu aku laper Kak gak sempet sarapan makanya aku habiskan biskuitnya” Bulan tertawa sambil menutup muka malu.
“Alasan aja laper padahal memang doyan kamunya”
“Hmm ini permen jelly yang suka kamu simpan di dalam tas… kaya anak SD aja suka makan permen Yuppi”
“Ahahahhahah itu permennya Benny lagi aku suka simpen di ransel supaya kalau pas aku pulang kuliah bisa ngasih hadiah sama Benny, kalau pas aku laper kadang aku makan sedikit”
“Sedikit gimana, tiap rapat mulut kamu komat kamit melulu makan permen ini” balas Cedrik. Mereka berdua terus membahas makanan kesukaan sampai seperti melupakan dua orang yang berdiri melihat interaksi keduanya.
Katrin mendekati Juno yang tampak diam dengan dingin melihat Cedrik yang sibuk mengeluarkan makanan.
“Jangan marah yaa… Cedrik selalu penuh perhatian sama orang lain” ucapnya setengah berbisik agar tidak terdengar.
“Malah lebih perhatian daripada sama tunangannya sendiri” bisik Katrin sambil tersenyum. Juno hanya tersenyum kecut.
“Kalau dia datang ke rumah my parents, he always brings flowers for my moms”
“But he never bought me even a single one” keluh Katrin tapi sambil tersenyum
“Ketika saya protes dia bilang….dia bilang” Katrin terdiam dan tersenyum.
“You are my flower … no use to bring flower for you”
“Dia selalu bikin aku speachless”
“I found Bulan video on his handphone”
“Awalnya dia selalu bilang kalau Bulan itu adiknya, but I didn't believe him. So I ask him to tell the truth” Katrin tersenyum pada Juno tampaknya dia memahami kekesalan Juno melihat istrinya yang sangat akrab dengan Cedrik.
“Tidak mungkin disimpan kalau tidak ada hubungan yang spesial kan?” ucapnya sambil tertawa mereka berdua seperti asyik masing-masing.
“And finally he tell the truth”
“Dia bilang tidak semua yang dicintai itu harus dimiliki… if because in the name of love we hurt someone else it means we become selfish it's not love anymore it become obsesion”
“So when I met Bulan for the first time I can see why Cedrik love her then”
“She is loving woman, pretty of course and I enjoy being friends with her”
“And one thing for sure that that you should know is they know they are not meant to be together”
“So please understand and let them have their time now” ia kembali tersenyum dengan manis.
Juno menarik napas panjang, cara berpikir Katrin sangat berbeda dengan dirinya.
“I don’t know, for me man and woman are not supposed to be good friends after marriage” jawabnya pendek.
“They do not become friends… they become a brother and sister.. Can you see?” balas Katrin. Juno memandang mereka lekat, ia bisa melihat kalau sesekali Bulan melihat ke arahnya sambil memakan makanan yang dibawa Cedrik dengan penuh semangat.
“I’m feeling grateful that my fiance has a big heart. He support Bulan even when she married someone else”
Juno menggelengkan kepala dengan berat rasanya sulit untuk menerima pikiran Katrin.
“Kamu harus melihatnya seperti ini”
“Akan lebih baik kalau orang yang kita cintai disayangi oleh banyak orang… karena itu berarti dia orang yang memiliki hati yang baik”
Juno hanya terdiam dan memandang Cedrik kemudian mendekati mereka berdua.
“Saya pamit dulu Mas, semoga Bulan bisa kembali pulih seperti semula” ucapnya pendek kemudian menatap Katrin sambil tersenyum.
“Ok.. can we go now?” ucap Cedrik
“Yeaayyy… aku boleh minta jalan-jalan ke tempat yang aku suka yaaa?” tanyanya manja. Cedrik mengangguk.
“Really? No complain ok?” kembali Cedrik mengangguk dengan tersenyum.
“Ok Juno… see you later then… remember what i said before… better to be loveable person than to be hateable one”
“Bulan bye bye... please be careful yeah… I want to see my niece or nephew soon… Oh my god can't wait to be called Aunty K” ucap Katrin dengan ceria, Cedrik hanya menggelengkan kepala melihat kelakuan tunangannya dan melambaikan tangan pada Bulan sambil tersenyum.
Sepulang mereka berdua yang tersisa hanya suara bungkusan makanan yang dibuka. Juno menatap Bulan lekat yang tampak bersemangat membuka satu persatu makanan yang dibawakan Cedrik.
“Enak?” tanyanya melihat Bulan yang melahap dengan cepat kue basah yang dibawakan Cedrik, Bulan mengangguk dengan penuh semangat.
“Apa itu?” tanyanya sambil melihat sisa potongan kue yang masih tersisa.
“Aa mau? Masih ada satu lagi da” ucapnya sambil membuka kotak kue.
“Nggak… makan saja sama kamu” jawabnya sambil tersenyum.
“Gak apa-apa ini masih ada puding karamel juga aku belum makan” jawab Bulan sambil menyodorkan kue pie kedepan Juno.
“Nggak untuk kamu saja, aku gak suka yang manis” jawabnya. Bulan menatapnya kesal.
“Aku juga gak suka sama yang asin, tapi tadi malam aku makan pasta padahal kan rasanya asin gurih”
“Kan kamu lagi hamil anak aku jadi dia meminta makanan kesukaan Appa nya”
“Coba makan biar tahu enaknya seperti apa. Biar Aa tahu makanan kesukaan aku” Bulan bersikukuh meminta Juno untuk memakan kue pie. Perlahan Juno mengambilnya dan memakannya dan tersenyum.
“Hmm enak segar karena ada buahnya” ucapnya pelan.
“Tuh kan… makanya jangan suka nolak-nolak dulu kalau belum ngerasain”
“Tapi yang puding karamel ini gak akan aku bagi soalnya cuma ada dua, aku mau makan lagi nanti buat siang. Susah buat dapetin puding karamel kaya gini, gak semua toko kue ada” Bulan memandang puding yang tengah dimakannya dengan rasa sayang. Juno tersenyum jadi ingin menggodanya.
“Aku perlu coba juga supaya tahu rasanya, jadi nanti kalau ada yang jualan bisa beli” tangannya meraih puding yang tengah dipegang Bulan yang terlambat menyadari sehingga langsung berpindah tangan.
“Eh..” Bulan kaget saat melihat pudingnya dimakan Juno langsung habis.
“Ehhh kok dihabisin” Bulan meringis melihat Juno menghabiskan puding dengan cepat.
“Enak… pantesan kamu suka” ucapnya sambil tersenyum. Muka Bulan tampak kaget melihat wadah puding kosong.
“Kenapa malah dimakan A Juno?” ucapnya dengan suara lirih.
“Katanya tadi aku mesti tahu makanan kesukaan kamu” jawab Juno sambil menahan senyum.
“Iya tapi yang itu mah jangan soalnya susah dapetnya” jawaban Bulan semakin merendah. Mukanya menunduk sambil melihat ke dus makanan yang dibawakan Cedrik.
“Hahahaha nanti aku belikan lagi… kok sejak kamu hamil jadi pelit sih” Juno tertawa dengan senang melihat Bulan yang tampak sedih.
“Aku aja belum makan tapi kenapa dihabiskan… hwaaaaa…” Bulan langsung menangis, air matanya berderai dengan muka yang mengsedih. Juno yang melihatnya malah jadi semakin ingin tertawa.
“Ahahahahhaa maaf… maaf jangan nangis… nanti aku belikan lagi… aku beliin yang banyak… kan itu masih ada satu lagi… udah cup cup cup jangan nangis… ahahahhaha” semakin dilihat Bulan dari dekat membuat Juno semakin ingin tertawa.
“Jahat hwaaaaa…. Akunya juga belum makan” Bulan menutup mukanya sambil menangis.
“Ahahahhaha maaf iya maaf tadi abisnya kamu kok jadi pelit gak mau bagi-bagi sama aku… pasti gara-gara dibelikan Cedrik yah jadi gak mau ngasih ke aku” goda Juno sambil memeluk istrinya.
“Aku belum makaaan tapi udah dihabiskan sama A Juno… hwaaaa” Bulan masih menangis dalam pelukan Juno.
“Iya..iya kan masih ada satu lagi… ayo sekarang dimakan pudingnya nanti kalau ada orang datang bisa-bisa ada yang makan lagi” ucap Juno sambil mencoba mengambil dus kue yang dipegang Bulan yang langsung dipegang pemiliknya dengan erat.
“Aku makan dulu… nanti kalau Benny datang dia suka makan kue punya aku” ucap Bulan sambil segera membuka dus dan mengeluarkan puding terakhir. Dipegang dengan erat sambil kemudian menyuapkannya dengan cepat.
“Ahahahah jangan cepat-cepat makannya nanti tersedak” Juno tersenyum melihatnya sambil mengusap lembut butiran airmata yang masih menggenang di pipi Bulan.
“Kenapa kamu sampai suka puding itu?” tanyanya pelan.
“Dulu ibu suka bikin puding karamel makanya aku suka” jawab Bulan.
“Trus kalau lagi acara rapat dengan universitas kita kan mahasiswa suka dikasih snack. Pasti aja ada kue yang manis dua dan yang asinnya dua juga, puding ini sering jadi snack manisnya” ucap Bulan sambil sesekali mengusap ingus di hidung dengan lengan baju. Suaranya masih tersedu karena sisa tangisan tapi ia bersemangat bercerita seakan lupa kekesalannya pada Juno.
“Kenapa Cedrik sampai tahu kalau kamu suka kue itu?” tanya Juno dengan datar.
“Hmm kan aku selalu barengan sama dia kalau rapat universitas, trus karena dia sukanya yang asin aku suka nuker makanan yang asin punya aku sama puding atau kue manis punya dia”
“Kamu masih suka sama dia?” tanya Juno tiba-tiba
“Suka sama siapa?” tanya Bulan heran.
“Cedrik?” tanya Juno lagi.
“Yah suka atuh da orangnya baik… aku mah suka aja sama orang-orang yang baik.. Bang Doni aku juga suka da baik… Mbak Sarah juga walaupun suka ngeselin tapi aku suka soalnya dia orangnya kadang-kadang lucu nyenengin diajak ngobrol”
“Bukan suka seperti itu” ucap Juno kesal.
“Suka sebagai perempuan sama laki-laki” ucap Juno lagi dengan muka kesal.
“Hmm suka sama laki-laki gimana kan akunya udah nikah” jawab Bulan bingung. Juno mendengus kesal dan membuang muka.
“Kenapa gara-gara dibawain kue sama Kak Cedrik?” tanya Bulan bertanya dengan polos.
“Dia mah memang orangnya baik perhatian sama semua orang, dulu juga waktu kuliah kalau ada teman di himpunan sakit dia yang suka bawain kue… yang lain mah kalem aja nengok cuma nengok aja… dia kan anak orang kaya jadi uang jajannya banyak kali yah” jelas Bulan sambil membuka permen jelly.
“Kamu gak sadar kalau dia masuk suka sama kamu?” tanya Juno lagi
“Yah gak apa-apa atuh suka mah boleh-boleh aja sama semua orang juga”
“Emang A Juno gak pernah suka sama orang lain?” tanya Bulan heran. Juno menggelengkan kepala.
“Ahhh aneh… masa gak pernah suka… sepi banget hidupnya” bahas Bulan.
“Gak apa-apa suka sama orang itu asalkan jangan berlebihan dan tahu batasan”
“Kamu gak boleh suka sama laki-laki lain” ucap Juno dengan muka datar. Bulan hanya meliriknya dengan malas.
“Siapa juga yang suka sama laki-laki lain… masa dikasih makanan gini aja aku jadi suka”
“Jangan suka aneh-aneh mikirnya” ucap Bulan sambil cemberut.
“Gantiin puding karamel aku pokoknya”
“Beliin yang banyak… awas kalau nanti gak digantiin” ucap Bulan sambil melotot kesal. Juno mengangguk sambil tersenyum, duduk dekat seperti ini membuat hatinya terasa hangat.
“Aku boleh minta ehhmmm minta di kiss bentar aja yah” Juno menatap dengan penuh harap. Bulan mendelik.
“Alaaah mau beliin puding aja pake ongkos segala”
“Bukan ongkos aku cuma kangen aja… udah hampir dua minggu ini sama sekali gak dikasih vitamin K” jawab Juno sambil menunduk sedih.
‘Salah sendiri… sukanya marah-marah…ngeselin” jawab Bulan sambil bergeser membelakangi Juno.
“Maaf… aku kan udah bilang beberapa kali” ucap Juno sambil memeluk dari belakang.
“Makanya kalau mau marah itu dipikir dulu… darah tinggi Aa nya” jawab Bulan lagi.
“Iya kali yaa aku punya darah tinggi” ucap Juno sambil menggaruk-garuk kepalanya bingung.
“Periksa ke dokter gih sana… mumpung lagi di rumah sakit” ucap Bulan sambil berbalik menatap suaminya. Tanpa sadar mukanya hampir menyentuh muka Juno yang dari tadi menatapnya dari belakang.
“Kiss dulu tapi” dengan napas berat Juno menatap lekat bibir Bulan yang hanya berjarak lima sentimeter dari bibirnya. Bulan menarik napas panjang antara kesal dan kasihan. Akhirnya dengan malas perlahan kemudian mendekati Juno dan mengecup bibirnya perlahan.
“Dah” ucap Bulan pelan, tapi ternyata tidak cukup sampai disitu Juno kembali menyambar cepat. Dua minggu lebih tidak menyentuh istrinya membuatnya merasakan kerinduan yang amat sangat.
Merengkuh leher Bulan untuk memperdalam ciuman, bibir yang selama bermalam-malam ia rindukan.
“Hmmmmppp” Bulan menahan dada Juno yang merangsak maju.
“Aa ihhh hmmmpppp” Bulan sulit untuk berbicara karena Juno yang terus menggebu memeluk dan menyentuh tubuh istrinya.
“Assalamualaikum…. Tee… astagfirullah…”
“Jangan masuk jangan masuk… ada yang lagi adegan porno”
“Hadeuuuh ya allah mata ade jadi tercermar beginih” teriakan Benny membuat Bulan tersentak kaget dan memukul badan Juno hingga ciumannya terlepas.
“Aa iihhhh… “ teriak Bulan kesal.
“Eleeuuh kirain Bapak teteh lagi ngagoler sakit… ehhh malah lagi bobogohan sama Junaedi” ucap Bapak di depan pintu.
Dasar si Junaedi…
############
Maap gak bisa update story beberapa hari... baru di vaksin booster, ternyata selain bikin ngantuk bikin loading nulis. Semangat sehat semuanya... pengen segera menyelesaikan cerita tapi apa daya banyak hal diluar rencana... ikut takdir saja ah... gak banyak rencana. Mohon doanya supaya bisa segera pulih.
Terima kasih atas doa dan ucapannya selamatnya... malu udah tua diselamatin ulang tahun kaya anak abg aja... tapi tetap senang kok dikasih doa yang banak-banak. Makasih yaa... doa yang terbaik untuk teman-teman Gembulers semuanya.
Maafkan saya gak translate yang Bahasa Inggris, selain tangan udah pegel anggap saja latihan pakai kamus bagi yang gak ngerti. ... yang komplain ketauan dulu pelajaran bahasa inggris cuma yes no yes no doang hahahahha.... Trus dilarang komplain juga kalau grammarnya salah hahahahah maklum author bukan anak b inggris tapi sok-sokan nulis cerita in english... telen aja yah buat yang jago Bahasa Inggris.... Semangat semuanya