
“Ngapain juga dia nyimpen video kamu di hpnya?” ucap Juno kesal sambil membelakangi Bulan. Malam itu di kamar sepulang dari pertemuan dengan Cedrik dan Katrin, mereka berdua langsung istirahat karena makan malam itu berlangsung cukup lama hingga hampir tiga jam.
“Yah gak tau atuh A… aku juga baru tahu kalau dulu aku divideoin”
‘Siapa yah ngevideoin… pasti senior juga… gak mungkin temen seangkatan” gerutu Bulan sambil mengerutkan dahi.
“Nyebelin banget… aku itu sampai setengah hari ngapalin lagu dangdut Rita Sugiarto”
“Coba atuh kalau nyuruh nyanyiin lagu dangdut yang koplo daripada kontemporer”
“Dangdut kontemporer? Memangnya ada lagu dangdut pop kontemporer?” Juno mengerutkan dahi bingung.
“Ehhh itu yang tadi aku nyanyikan masuk kategori dangdut kontemporer…”
“Lagunya mendayu dan menggunakan kekuatan vokal yang iramanya mendayu, cengkok mengalun… nih dengerin.. Aku jadi inget lagi lagunya gegara ngedenger tadi”
Bulan berdehem sambil mengambil ancang-ancang untuk bernyanyi. Ia duduk sambil bersandar di kepala tempat tidur, Juno kemudian berbalik dan melihat Bulan dengan dahi berkerut.
“Mau ngapain kamu?” tanyanya heran.
“Nyanyi buat A Juno… Pria Idaman aku sekarang” ucap Bulan sambil menjawil dagu suaminya.
“Ciiih gak sudi ngapain dinyanyiin lagu itu” ucap Juno sambil kembali berbalik. Bulan tampak kesal melihat dirinya diabaikan.
“Ya udah aku mau rekam lagu aja buat Kak Cedrik kirim ah ke hape nya sekarang.. Update lagi pria idaman” ucap Bulan sambil meraih hp yang disimpan di meja kecil di sebelah tempat tidur dekat Juno.
“Diaaaam kamu… awas nyanyi lagu buat laki-laki itu” Juno langsung merebut Hp Bulan. Mereka berdua akhirnya rebutan hp yang tentu saja dimenangkan singa ganas yang sedang mengaum marah.
“Aku lagi pengen nyanyi tapi gak ada yang mau dengerin atuda… jadi keingetan nyanyi lagu tadi” ucap Bulan pura-pura merajuk sambil menunduk menyembunyikan senyumannya. Bulan sudah hafal sifat suaminya yang posesif kalau berhubungan dengan laki-laki lain. Memanfaatkan kecemburuan Juno untuk hiburan membuatnya merasa senang.
“Yah sudah nyanyi sekarang… aku dengerin” Juno akhirnya duduk dengan cemberut sambil bersender di kepala tempat tidur.
“Bener yaaah… jangan cemberut gitu atuh… gak semangat nyanyinya juga” protes Bulan, Juno menarik nafas panjang kemudian memasang muka dengan senyum dipaksakan.
“Yang ridho atuh senyumnya… meni dipaksakan gitu” Bulan kembali protes, Juno memutar bola matanya dengan penuh rasa kesal.
“Maunya gimana… ini udah senyum”
“Kasih tepuk tangan atuh… sambil senyum biar semangat nyanyinya” Bulan tersenyum penuh harap dan kemudian duduk tegak di depan suaminya. Juno bertepuk dengan keras, terlalu keras malah seperti ingin menumpahkan kekesalan.
“Senyum!” teriak Bulan, Juno langsung tersenyum lebar.
“Kasih suitan” teriak Bulan lagi, setelah menarik nafas panjang Juno menempelkan jari di mulutnya dan bersuit keras “Suiiiit swuiiiiw”
“Ahahahhahahahah gak nyangka A Juno bisa bersuit keras begitu”, dengan penuh semangat Bulan kemudian mencoba mengambil hape ditangan Juno.
“Apaaan lagi aku bilang jangan kirim-kirim lagu sama dia!” teriak Juno kesal.
“Bukan mau kirim lagu… aku mau nyari lagu karaoke buat mengiringi nyanyi” Bulan mendelik kesal karena kecurigaan suaminya.
“Ya udah... aku gak takut” Bulan sudah keburu senang karena sambutan yang berlebihan dari Juno.
“Sikapmu yang penuh kasih dan sayang”
“Membuatku hai mabuk kepayang” ucap Bulan sambil membelai dada Juno, terlihat betapa suaminya menahan senyuman mendengar lagu yang dinyanyikan istrinya.
“Sifatmu yang pemarah dan pendiam”
“Membuat aku rindu siang malaam” ucap Bulan sambil membelai pipi suaminya.
“Masa ada pemarahnya… kamu ngarang yaa?” ucap Juno, Bulan tersenyum sambil menggelengkan kepala dan meneruskan nyanyian.
“Juga wajahmu yang teramat tampan”
“Agar selalu menjadi perhatian” mendengar nyanyian Bulan, Juno semakin tidak bisa menahan diri untuk tidak tersenyum.
“Sungguh kau seorang pria idaman”
“Idamannya gadis sepanjang jaman” Bulan mengakhiri nyanyiannya sambil kembali membelai dada bidang suaminya.
“Ahahahahahha lagu macam apa itu, betul-betul buaya perempuan” ucap Juno sambil menangkap tangan Bulan.
“Aiiishhhh… ini belum selesai lagunya” Bulan protes karena Juno malah menarik dirinya.
“Sini kamu harus merasakan ditiduri sama pria idaman gadis sepanjang jaman” ucapnya sambil menarik Bulan kedalam pelukannya dan menggulingkan tubuhya diatas tubuh perempuan muda itu.
“Hadeuuuh pemuda impian gede ambek tapi beukian (pemarah tapi suka pengen terus)” gerutu Bulan.
“Diam kamu… kita begadang sekarang… aku aliran Bang Oma… Begadang kalau ada artinya”
“Hmmmmppp”
************************
Aku bikinin backsound aja daripada ngedengerin yang lagi begadang berdua di kamar.
“Begadang jangan begadang”
“Kalau tak ada artinyaaa…”
“Begadang boleeeh sajaaa”
“Kalaulah ada artinyaaa”
Sok lah silahkan begadang berdua … mumpung gak ada yang ganggu… biarin aja Sarah dikamar sebelah anggap aja nyamuk berdua sama Samson.