Pendekar Naga Emas S2

Pendekar Naga Emas S2
Membantu Pertempuran Di Kerjaaan


Satu persatu tubuh bayangan Arya turun ke dalam petarungan di kawasan kerajaan, mereka langsung bergerak cepat menghabisi setiap musuh yang mereka temui.


Para prajurit kerajaan yang tadinya telah kehilangan harapan, kini telah kembali mendapatkan rasa percaya diri. Mereka yang baru selesai menjalani perawatan segera turun kembali ke dalam medan pertempuran.


Kemunculan puluhan sosok misterius yang mengenakan cadar membawa angin segar dalam peperangan, awalnya mereka takut bahwa kelompok misterius tersebut adalah musuh, namun setelah mengetahui mereka berada di pihaknya, semangat mereka kembali menjadi bergelora.


Berbeda halnya dengan para pendekar aliran hitam dan hewan iblis, kini mereka terlihat menjadi patah semangat, mereka terlalu takut untuk menghadapi para tubuh bayangan Arya, membuat konsentrasi bertarung mereka terpecah dan kehilangan arah.


Perlahan-lahan sang surya mulai terbit di ufuk Timur.


Dari balik tembok pertahanan di sebelah barat daya, seseorang pemuda yang tidak lain adalah Arya muncul. Dia terkejut ketika melihat seorang pria berpakaian punggawa kerajaan tengah dalam kondisi yang begitu mengenaskan, seluruh organ dalam tubuhnya telah hancur berikut dengan paru-parunya, membuat pria itu tidak dapat bernafas.


Pria gagah berkumis tebal itu kini tidak sadarkan diri karena tidak kuat menahan rasa sakit, kondisinya benar-benar buruk, hingga dirinya sendiri sudah pasrah karena tidak mungkin dapat bertahan hidup.


Dengan cepat Arya memasukan dua pil berwarna putih dan merah ke dalam mulut pria tersebut, selanjutnya dia mengalirkan energi keemasan untuk membantu pemulihan, telat sedikit saja pemuda itu mengobatinya, maka pria itu akan berakhir di alam baka.


Perlahan-lahan semua organ dalam pria tersebut kembali menyatu dan berangsur pulih, kemudian tulang, daging, dan kulitnya, hingga seluruh tubuhnya kembali sempurna seperti sedia kala.


Arya memberinya sedikit energi kehidupan agar pria tersebut dapat sadarkan diri. Benar saja, perlahan sepasang matanya bergerak terbuka, selanjutnya terbelalak lebar dan mundur menarik tubuhnya menjauh.


Dia terkejut ketika mendapati sosok bertopeng tepat berada di depan matanya, pria itu mengira bahwa dirinya tengah berada di alam baka dan sosok bertopeng itu adalah dewa yang akan membawanya ke neraka.


Pria berkumis tebal yang tidak lain adalah panglima Lin Yo sangat ketakutan jika seandainya benar sosok dihadapannya itu akan membawanya ke neraka untuk menebus semua kesalahannya semasa hidup di dunia.


Namun beberapa lama kemudian, panglima Lin Yo mulai bingung, 'Aneh, kenapa dewa penjaga alam baka memakai topeng, apakah wajahnya sebegitu buruknya hingga dia malu memperlihatkan wajahnya?' Panglima Lin Yo bertanya-tanya dalam hati.


"Apa anda baik-baik saja panglima?" Arya menatap heran.


‘DEG!’ jantung panglima Lin Yo berdetak kencang.


Mengetahui sosok bertopeng tersebut dapat mengenali namanya bahkan jabatannya semasa hidup, panglima Lin Yo semakin yakin bahwa sosok itu memang benar-benar adalah Dewa penjaga alam baka. Akan tetapi ketika dia melihat kondisi di sekitarnya, dia nampak keheranan. 


'Ini bukan di alam baka?' Panglima Lin Yo dapat melihat kondisi disekitarnya masih sama, dia masih berada di kawasan kerajaan Guangzhou, dan bongkahan batu yang kini ada dibawahnya merupakan reruntuhan benteng yang sebelumnya dia hantam.


"Ti.. ti.. tidak Mu.muungkin,"


"Apanya yang tidak mungkin panglima?" Kembali Arya bertanya.


Detak jantung panglima Lin Yo semakin kencang ketika kembali mendengar suara sosok bertopeng tersebut, dia menggosok matanya beberapa kali untuk memastikan bahwa ini bukanlah mimpi.


Namun sebanyak apapun dia menggosok matanya, sosok bertopeng tersebut masih tetap ada di depannya.


"Anda aneh sekali panglima, sudahlah, perang ini belum selesai, aku akan pergi membantu mereka."


Selesai berkata begitu, Arya lantas terbang ke atas langit meninggalkan panglima Lin Yo yang masih belum dapat percaya dengan apa yang terjadi pada tubuhnya, sungguh diluar batas akal manusia.


**** 


Di tempat lain, Hulao terlihat masih terus mempermainkan Demiao, sesekali dia akan membantu membunuh pasukan pendekar aliran hitam yang ada disekitarnya.


Entah sudah berapa ratus nyawa yang telah direnggut oleh tangannya, sebagian besar mereka mati terkena cakaran ataupun terbakar api yang disemburkannya.


“Perang ini bagaimanapun harus ku menangkan,” Decak Demiao.


Dia kembali bangkit dan melesat terbang ke udara, dengan menggunakan gelombang Qi milikinya, tetua Sekte Iblis Berdarah tersebut memanggil para hewan iblis yang tersisa.


Mendengar panggilan dari Demiao, beberapa hewan iblis melesat terbang cepat dan langsung mengepung Hulao.


Pada saat yang sama, muncul sekelebatan bayangan yang tahu-tahu menghantam mundur para hewan iblis yang mengepung Hulao. Setelahnya, terdengar suara cekikikan seekor tupai, itu tidak lain adalah Honglong.


Tupai siluman itu kini tengah berdiri gagah sambil bertolak pinggang, melayang di hadapan Hulao, berlagak seolah-olah dia adalah pahlawan penyelamat.


"Tupai tengik, kenapa kau kemari! Tugasmu bukanlah disini." Berkata Hulao dengan nada keras.


Yang di bentak, menoleh lalu tersenyum sambil mengangkat jempolnya ke atas. "Aku melihat tuan sudah menuju ke sana, jadi aku ke sini untuk bersenang-senang. Bukankah ini menyenangkan?"


Baru saja Honglong selesai berkata demikian, dari segala arah terdengar suara berdesing dan deruan angin yang mengarah ke tempat mereka berdua.


Sambil menghindar, Honglong mendengus kesal. "Wooii, kenapa kalian tidak sabaran!" Teriaknya lalu meluncurkan serangan berupa bola energi angin.


Hulao sendiri sudah melesat cepat menuju ke arah Demiao, dalam waktu singkat mereka sudah kembali bertukar serangan.


Dari arah lain muncul lima bayangan Arya, sembari mendekat mereka menciptakan sebilah tombak dari energi lalu dilemparkannya ke arah para hewan iblis. 


Karena tidak menyangka akan diserang dari belakang seperti itu, walau masih bisa berkelit namun beberapa ujung tombak energi itu masih sempat menyambar bagian tubuh mereka hingga menyebabkan luka sayatan.


Serangan tidak berhenti sampai disana, para tubuh bayangan Arya kembali melesatkan serangan jarak jauh, serangan kali ini berupa sinar kuning yang dengan cepat menghantam targetnya, membuat para hewan iblis yang terkena serangan tersebut seketika meraung kesakitan dan terus meronta.


Para bayangan Arya akhirnya sudah berada di dekat lawan, mereka langsung menyebar memilih lawannya masing-masing. Baru saja pertukaran serangan dimulai, mereka langsung mengerahkan energi Qi dalam jumlah besar dan menggunakan jurus-jurus tingkat tinggi untuk menghabisi lawan dengan cepat.


Di sisi lain, selagi Honglong menghantamkan tangan kirinya ke depan, selarik angin menderu menyambar ke arah lawannya. Bersamaan dengan itu, ekor siluman tupai tersebut berubah menjadi panjang bercabang-cabang. Inilah teknik jeratan tupai tampan mengamuk. Honglong sendirilah yang memberi nama jurusnya seperti itu.


Sekali ekor Honglong berayun menghantam, kepala lawannya dibuatnya seketika pecah dan tewas terjun ke tanah. 


Honglong rupanya belum puas jika hanya membunuh satu lawannya saja, dia buru-buru mencari lawan yang lainnya. Namun dari kesekian banyak hewan iblis yang ada di sekitarnya, kini hanya tersisa 5 hewan iblis saja. Itupun sudah bertarung dengan para bayangan Arya.


Dengan mendengus kesal, Honglong kemudian mengedarkan pandangannya ke bawah untuk mencari lawan yang bisa membuatnya sedikit bersenang-senang. Seringai tipis tersungging di bibir siluman tupai tersebut sebelum menukik turun ke arah sasarannya.