Pendekar Naga Emas S2

Pendekar Naga Emas S2
Akhir Pertarungan


Ketika mendengar suara gelak tawa yang menggoncangkan langit dan daratan, Yeva buru-buru menjauh bersiaga memandangi sekeliling untuk berjaga-jaga apabila ada serangan kejutan. Perlahan-lahan kepulan asap hasil dari serangannya tersingkap, terbelalak lah mata panglima kegelapan ini memandangi sosok pemuda yang melayang di samping lawannya yang tadi dia kira telah tewas kena serangannya.


Yeva hanya diam mematung tidak dapat berkata-kata, pandangannya lurus menatap pemuda yang tubuhnya di selimuti energi putih. Firasatnya mendadak memburuk karena merasakan energi kuat dari pemuda yang tiba-tiba mencampuri urusannya itu. Pancaran energi putih yang sama sekali tidak dapat dia ukur tingkat kultivasinya.


Tiba-tiba Yeva merasa tubuhnya seperti tertindih bongkahan gunung, tubuhnya yang melayang itu seketika bergetar saat pemuda yang memancarkan energi putih tersebut melirik ke arahnya.


Sesaat kemudian pemuda berambut kuning yang sebelumnya menjadi lawannya yang bukan lain adalah Arya memisahkan diri, melesat ke daratan. Di hadapannya kini pemuda yang memancarkan energi putih tersebut menatapnya datar sebelum melayang mendekat perlahan ke arahnya.


Maka lekas saja Yeva bentuk kuda-kudanya, dua pedang pusaka neraka diangkatnya ke sisi lalu diayunkannya menyilang ke depan. Ke arah pemuda yang sedang menuju ke arahnya tersebut.


Dua larik sinar hitam memanjang meluncur cepat  menuju ke tempat targetnya. Tapi hal yang aneh membuat panglima kegelapan ini tersurut mundur!


Tebasan pedang pusaka neraka yang dilancarkan panglima kegelapan mempergunakan sebagian besar energinya, namun ayunan sebelah tangan pemuda putih itu membuat energi tebasannya tersebut tersibak ke samping dan meledak di udara tidak mengenai targetnya! Langit bergemuruh, gelombang kejut ledakan itu menciptakan sapuan angin yang dahsyat! Daratan terguncang! Debu-debu dan pepohonan yang tumbang menghambur ke udara berpelantingan!


Yeva penasaran sekali. Energinya dilipat-gandakan sampai tangannya yang menggenggam pedang pusaka neraka tergetar hebat namun tetap tebasan yang dilancarkannya masih sanggup disapu oleh ayunan sebelah tangan lawan!


“Gila!” Maki panglima kegelapan ini dalam hati. Dia menjerit setinggi langit dan terbang melesat cepat. Kini Yeva keluarkan teknik pemecah raga. Dari tubuhnya keluar asap hitam, yang kemudian asap hitam tersebut membentuk lima sosok makhluk menyerupai panglima kegelapan tersebut. Kedua tangan kiri kanan makhluk-makhluk ini memukul kian kemari dan mengeluarkan angin keras yang panas laksana badai!


Untuk lima jurus lamanya panglima kegelapan terus melancarkan serangan-serangan ganas, namun jangankan untuk mendesak lawan, untuk menyentuh tubuh pemuda yang tidak lain adalah Pegasus itu saja panglima kegelapan ini sama sekali tak sanggup. Padahal Pegasus hanya berdiam diri, energi putih yang menyelimuti tubuhnya lah yang telah menggagalkan curahan serangan-serangan tersebut.


Lama kelamaan, Pegasus yang tidak mau menjadi sasaran serangan terus menerus mulai sesekali kirimkan serangan ringan untuk mengimbangi lawan.


Orang-orang yang berada di dekat pertarungan tersebut yang sebenarnya sedari awal sudah menjaga jarak, terpaksa harus menyingkir lebih jauh kecuali kalau mereka mau mampus terkena sambaran-sambaran angin dahsyat kedua makhluk sakti yang bertempur itu!


Panglima kegelapan mengeluh dalam hati! Ratusan tahun hidup di dunia kultivator baru hari ini dia menghadapi lawan yang tangguhnya bukan main! Dan gilanya lawan itu adalah dua anak muda hijau yang terlihat baru berumur belasan tahun! Pemuda berambut kuning keemasan yang sebelumnya berhasil ditebas lengan kanannya yaitu Arya, meski masih berada di tahap Pendekar fana namun mampu membuatnya terdesak sampai harus mengerahkan seluruh kemampuannya. Sementara sekarang, muncul lagi seorang pemuda yang bahkan tidak dapat dia ukur sejauh mana kemampuannya, bahkan semua serangannya seolah-olah sama sekali tak berarti terhadapnya.


Panglima kegelapan ini meraung keras. Tanduk satu di kepalanya tiba-tiba berkobaran api hitam merah kebiruan. Dengan serta merta permainan dua pedangnya semakin ganas dan gerakan makhluk-makhluk asap dari tekniknya itu berubah. Pedang pusaka neraka di tangan kirinya menderu dan mencurah laksana hujan badai, seakan menjadi ratusan banyaknya!


Pegasus hanya tersenyum tipis melihat keganasan serangan lawannya ini! Tiba-tiba pemuda jelmaan kuda bersayap ini lenyap berganti dengan suara tertawa aneh yang menggetarkan daratan. Tubuhnya berkelebat tak kelihatan. Dan mendadak pula Yeva merasakan ekornya dicengkeram erat sekali. Dicobanya untuk meronta dan menendang tapi cengkeraman itu laksana japitan besi tak mungkin untuk dilepaskan.


Sementara itu tubuhnya menjadi limbung dan terasa terangkat ke atas! Dicobanya membabatkan pedangnya! Terdengar nyaring berdentrang suara logam yang di susul suara dentuman ledakan energi ketika pedang itu menghantam tangan Pegasus.


Pekikan Yeva menggelar kencang, bersamaan dengan hancurnya pedang pusaka neraka yang di gunakannya untuk menebas tersebut. Tidak hanya pedang itu yang hancur, ternyata tangan kiri Yeva juga ikut hancur akibat benturan serangan tersebut.


Sesudah itu Yeva mendengar pemuda yang mencengkram ekornya itu tertawa melengking. Pegasus semakin memegangi erat-erat ekor panglima kegelapan lalu memutar tubuh makhluk itu laksana kitiran!


Pekik umpatan keluar dari panglima kegelapan! Seiring putaran tubuhnya itu semakin kencang, maka mengakibatkan angin bergemuruh berputar-putar hingga menciptakan pusaran tornado besar di atas langit.


Semua orang yang menyaksikannya terpukau oleh kedahsyatan itu. Mereka terpaksa menyingkir semakin jauh karena sapuan angin dari putaran tornado tersebut terasa tajam menyayat kulit. Gelombang angin dari putaran tubuh panglima kegelapan tersebut bahkan menyapu bukit-bukit sampai rata dengan tanah, lahar gunung berapi bergejolak dan akhirnya meletus membumbung tinggi menyebar ke segala arah. Kejadian itu benar-benar seperti kiamat.


Arya yang pada saat itu tengah mencari putungan tangan kanannya yang terjatuh di daratan, menghentikan pencariannya. Pemuda ini berdiri tegak menatap ke atas. Dengan kirimkan gelombang suara energi atau biasa di sebut telepati, pemuda ini berkata. “Jangan bertindak berlebihan! Kau bisa menghancurkan dunia ini, kuda cempreng!”


Akhirnya Pegasus mengendurkan ayunan tubuh panglima kegelapan, hingga putaran angin tornado dari tubuh makhluk itu mengecil, tak seganas sebelumnya. Dengan nada ketus Pegasus membalas perkataan Arya. “Berhentilah menyebutku dengan sebutan seperti itu!”


Arya mengumpat dalam hati, “Benar kata guru, makhluk ini benar-benar susah di atur” Lalu katanya dengan telepati. “Baiklah, maafkan aku tapi jangan pergunakan kekuatanmu berlebihan!”


Pemuda ini akhirnya bisa bernafas lega ketika dilihatnya Pegasus melemparkan tubuh panglima kegelapan ke atas langit hingga menembus atmosfer. Di lihatnya pula pemuda jelmaan dari kuda bersayap itu melesat memburu panglima kegelapan yang dilemparkannya.


Arya mengalihkan pandangannya saat telinganya mendengar degup jantung beberapa orang yang semakin mendekat. Dilihatnya Huang She, Liu Wei, Wouven, Griffinhan dan beberapa siluman yang ditunggangi anggota Sekte Lembah Petir sedang menuju ke tempatnya.


Sebelum mereka sampai, tiba-tiba di sampingnya muncul dua orang dari ruang hampa. Arya tidak terkejut atas kemunculan dua orang tersebut. Dalam pandangan pemuda ini, dia mampu melihat adanya energi berupa portal dimensi terbuka sebelum dua orang itu muncul. Hanya saja pemuda ini tetap bersiaga kalau-kalau siapapun yang muncul tersebut menyerangnya.


Rupanya yang muncul tersebut adalah Patriark Dai Wubai dan Xiao Zhiyuhan. Sejenak mereka bertiga saling pandang.


Arya tersenyum dan lantas membuka suara. “Bukankah kita pernah bertemu, pendekar?” Zhiyuhan balas tersenyum dan mengangguk. Lalu Arya melanjutkan perkataannya. “Apakah kedatangan tuan pendekar ingin melantunkan syair-syairmu yang indah itu? Kalau memang demikian, aku tak akan keberatan mendengarkannya. Hahaha..” Arya tertawa ringan.


Zhiyuhan garuk-garuk rambutnya yang kusut sambil pandangi pemuda berambut dan bermata kuning di hadapannya itu. Lalu pemuda yang bergelar pendekar penyair ini rundukkan badannya dan lantas berkata.


“Hari ini telah ku temukan,


Penantian panjang yang akhirnya terwujudkan,


Kesatria semesta telah menjelma menjadi pemuda tampan,


Inilah yang dikatakan takdir Tuhan,


Duhai puan,


kini ku meminta restu darimu dalam meniti kehidupan,


agar engkau sudi menyempurnakan aku untuk menggapai tujuan.”


Mendengar kata-kata itu, Patriark Dai Wubai segera mengalihkan pandangannya dari Arya ke pemuda di sampingnya tersebut. Ia tidak dapat memahami maksud dari kata-kata yang di ucapkan pemuda murid si mawar gila yang datang bersamanya tersebut. Terlontarlah pertanyaan dari Patriark Dai Wubai kemudian. “Kesatria langit? Apa maksudmu, Zhiyuhan?”


Zhiyuhan menatap Patriark Dai Wubai namun tidak ada jawaban yang keluar darinya. Dilihatnya lagi Arya, menjadi kecewa lah ia ketika dilihatnya pemuda berambut dan bermata kuning itu menggelengkan kepalanya.


“Aku tak bisa melakukan hal itu. Kau harus menjalani garis hidup yang memang telah ditakdirkan atas dirimu. Gunakan segala yang ada pada dirimu sendiri untuk mencapai tujuanmu. Nikmati saja proses kehidupan ini.”


“Oh,” Zhiyuhan berdesah perlahan sekali. Sebenarnya semenjak ingatnya tentang kehidupannya di masalalu telah kembali, dia berharap banyak bisa kembali secepatnya ke alam dewa dengan lantaran bantuan dari Arya. Dia juga tidak mengerti kenapa perasaannya tiba-tiba menjadi kecewa ketika mendapatkan penolakan dari Arya, padahal selama ini dia menikmati proses kehidupannya.


Arya berjalan mendekat. Dilihatnya Zhiyuhan menundukkan kepalanya. Kata-kata Arya tadi ternyata tepat menyentuh dinding-dinding hatinya.


“Nah, Suwandaru Tirtayasa,” Arya berkata perlahan-lahan, “Bukankah kehidupan ini amat menyenangkan? Cobalah nikmati saja proses itu. Aku memang bisa membantumu, atau setidaknya mempercepat perkembanganmu untuk naik ke alam dewa. Tetapi ingat, disini kau memiliki tugas dari gurumu. Sebagai seorang murid kau harus patuh terhadap gurumu. Apalagi gurumu itu bukan saja telah mendidikmu menjadi sekarang ini, tetapi dia juga telah merawatmu dari kecil. Laksanakanlah tugas dari gurumu, itu adalah pernyataan terima kasihmu kepadanya yang telah mengasuh, membesarkan dan mendudikmu. Kau mengerti?”


“Ya, aku mengerti tuan” Zhiyuhan mengangguk pelan, suaranya seakan-akan bergetar di dalam kerongkongannya saja. Namun demikian, perasaan kecewanya tidak begitu bergelora seperti sebelumnya.


Arya tersenyum sambil tepuk-tepuk bahu kiri Zhiyuhan, lalu katanya. “Kalau begitu, aku akan kembali melanjutkan pekerjaanku mencari tangan kananku yang buntung ini.” Arya mengangkat tangan kanannya yang buntung, dipandanginya tangan itu dengan muka masam. Lalu pemuda ini menoleh ke arah Patriark Dai Wubai, “Paman, eh kakek... Maaf aku masih ada pekerjaan, jadi kalau anda ingin berbincang denganku sebaiknya di lakukan saja nanti setelah pekerjaanku selesai. Aku pamit.”


Patriark Dai Wubai yang masih menyimpan banyak pertanyaan di dadanya, mengangguk. Di lihatnya pemuda berambut dan bermata kuning tersebut telah berkelebat. Dalam sekedipan mata saja, pemuda itu telah menjadi titik kecil di kejauhan.


Tidak butuh waktu lama, Arya sudah menemukan putungan tangan kanannya yang tergeletak di antara gelimpangan pepohonan yang berserakan. Pemuda ini merunduk mengambil putungan tangannya, lalu dengan acuh tak acuh di sambungkannya putungan tangan itu ke lengan kanannya.


Luar biasa, putungan tangan itu menyambung kembali secara ajaib. Sesaat kemudian Arya nampak tersenyum sambil geleng-gelengkan kepalanya. Memang sebenarnya dia bisa meregenerasi atau menumbuhkan kembali tangannya yang buntung tanpa harus mencari tangannya yang buntung tersebut dan di sambungkannya kembali. Akan tetapi di kedua tangan Arya tersimpan batu ruang semesta yang sangat berharga, di tambah lagi bagian tubuhnya juga dapat dipergunakan untuk meningkatkan kekuatan seseorang. Karena itulah Arya mencarinya, sebab khawatir batu ruang semesta di ambil orang, atau tangannya di salah gunakan orang.


******


Di luar atmosfer. Yeva menggabungkan kedua tapak tangannya. Terlihat panglima kegelapan ini membaca sebuah mantra, dan ketika mantra itu selesai di baca, muncul sosok iblis raksasa di belakangnya.


Iblis itu terbentuk dari energi kegelapan, dia memiliki dua tanduk besar yang memanjang dan beliuk kebelakang, berwajah merah dengan kedua bola mata hitam legam seperti pekatnya malam.


“Jurus Iblis Dunia Bawah, terbukalah!” Seru Yeva.


Setelah mengatakan itu, mahluk iblis raksasa yang ada di belakangnya tiba-tiba melayang maju ke depan menembus tubuh panglima kegelapan ini, membuat tubuhnya menyatu dengan tubuh iblis raksasa.


Kemudian kembali terjadi perubahan pada sosok mahluk iblis raksasa tersebut, dimana ditengah keningnya muncul tanduk hitam berukuran kecil yang mengeluarkan api berwarna hitam.


Api Hitam itu menyebar menyelimuti seluruh tubuh Iblis raksasa seperti layaknya sebuah jirah, di tangan kanannya mulai terbentuk pedang energi berwarna merah yang di lapisi oleh api hitam pula. Memiliki sayap besar berwarna hitam, serta ekor panjang yang di ujungnya terdapat api berwarna biru dan merah layaknya sebuah obor.


Api di ekornya inilah esensi kekuatan asli dari panglima kegelapan Yeva, jika mati api tersebut, maka mati pula Yeva.


“Ternyata ini puncak kekuatanmu, makhluk aneh?!” Teriak Pegasus dengan lantang. Suaranya menggema menggetarkan beberapa planet.


“Berisik kau manusia cempreng!” Bentak Yeva dengan keras pula.


“Kau juga cempreng! kenapa menghinaku?! Bukankah sesama suara cempreng harusnya bisa saling menghargai!” Sahut Pegasus dengan ketus.


“Tapi suaramu lebih cempreng dan lebih buruk daripada aku! Sebenarnya siapa kau?! manusia atau kaleng rombeng?!” Kata Yeva dengan nada tajam.


Pegasus melipat kedua tangannya di depan dada. Mukanya tersungut-sungut marah. Tiba-tiba tubuh pemuda jelmaan kuda bersayap ini dipenuhi energi berbeda warna yang bergejolak merembes keluar membuat ruang angkasa mengalami fenomena aneh.


Jutaan kilatan petir seketika tercipta membentuk sebuah pusaran, api empat warna bermunculan menyambar ke segala penjuru, membuat ruang angkasa yang gelap itu memancarkan cahaya empat warna.


Tubuh Yeva bergetar. “Sial, kekuatan macam ini.” gumamnya.


Dia merasakan energi baru yang sangat aneh, dia yakin ini bukan energi manusia atau iblis, tekanan energi ini lebih seperti energi suci dari semesta lain. Bahkan iblis raksasa yang kini menyaksikan langsung di hadapan Pegasus, mengerutkan kening keheranan.


Di atas Pegasus pusaran petir badai terus membesar dan bertambah kencang, pusaran tersebut seperti membentuk sebuah cincin dimensi yang di tengah lingkarannya terdapat lidah api empat warna menyambar kemana-mana.


“Aku sebenarnya hanya ingin bermain-main denganmu. Tapi karena kau telah mengolok-olokku, maka terimalah kematianmu!”


Tidak lama suara Pegasus terdengar, dari inti pusaran muncul garis cahaya berukuran besar berwarna biru yang meluncur lurus masuk ke dalam tubuh pemuda jelmaan kuda bersayap tersebut. Membuat tubuh pemuda itu memancarkan cahaya terang, dan saat cahaya itu pudar, di belakang pemuda itu seketika muncul sosok raksasa yang di tengah keningnya terdapat simbol aksara aneh bercahaya biru.


Tubuh Pegasus pun melayang masuk ke dalam kening raksasa tersebut dan bergabung menjadi satu.


Wujud raksasa itu seperti manusia namun memiliki ukuran sangat besar, berkulit putih seperti rembulan, memiliki rambut panjang terurai dengan dua bola mata berwarna biru.


Dia memakai jubah panjang berwarna biru yang menjuntai sampai di mata kaki, namun bertelanjang dada hingga otot-otot bidang di dada dan perutnya terlihat jelas seperti pahatan sempurna. Mengenakan celana kain berwarna merah dengan ikat pinggang selendang hitam yang di setiap ujungnya terkulai ke depan.


“Huh...” Pegasus mendesah pelan. Dia merasa heran sendiri, kenapa hanya menghadapi makhluk rendahan seperti panglima kegelapan dia malah mengerahkan teknik ini. Teknik yang bisa menghancurkan puluhan planet.


Setelah kesadarannya dapat mengalahkan kemarahannya, maka segera Pegasus pun membatalkan teknik nya tersebut. Kini sosok raksasa itu perlahan buyar dan akhirnya lenyap sama sekali.


Tubuh Yeva dan makhluk iblis raksasa dunia bawah yang menyaksikan kedahsyatan kejadian itu akhirnya dapat berhenti bergetar, ketika tekanan energi yang di keluarkan Pegasus menghilang. Namun situasi itu tidak bertahan lama, ketika tiba-tiba..


Blaaarrr....


Pegasus melesat menghantam tubuh iblis raksasa. Benturannya menciptakan suara gelegar yang menderu memenuhi angkasa, gelombang kejutnya bahkan lebih besar dari ledakan meteor yang jatuh menghantam daratan, menciptakan kilatan api yang menyebar ke segala arah membuat ruang angkasa seketika bercahaya terang.


Arya dan seluruh makhluk yang ada di dunianya tersentak, ledakan itu bahkan menggetarkan seluruh dunia. Semua orang langsung berhamburan, membelalakan mata saat menengadahkan pandangan ke angkasa.


Yeva yang tidak dapat melihat kecepatan Pegasus, terpaksa kena serangan dengan telak. Panglima kegelapan ini tewas seketika, begitu pula dengan iblis raksasa dari tekniknya yang juga turut lenyap.