Pendekar Naga Emas S2

Pendekar Naga Emas S2
Efek Kekuatan Raja Kegelapan


Chen Ren terbang di atas rimbunnya hutan luas, kini dia sudah berada di wilayah Kekaisaran Yun. Chen Ren masih penasaran dengan fenomena yang di katakan Raja kegelapan sebagai pancaran energi yang berasal dari Pusaka Legenda.


Setelah terbang selama beberapa puluh menit, akhirnya Chen Ren melihat pemukiman penduduk. Diapun mendarat tidak jauh dari sana.


Sebuah pemukiman penduduk yang cukup padat terbentang luas, dengan tembok pertahanan yang tidak terlalu kokoh dan tinggi mengelilingi kehidupan di dalam sana.


Chen Ren terlihat menutup kedua telinganya, dia merasa tidak nyaman dan sangat terganggu oleh suara hingar bingar kegiatan para penduduk di balik tembok besar tersebut. Bukan karena adanya kegaduhan di dalam sana, namun karena indera pendengaran Chen Ren menjadi lebih sensitif setelah menerima kekuatan dari Raja Kegelapan. Saat ini Chen Ren dapat mendengar semua suara yang ada di sekitarnya, hal itu membuatnya sakit kepala karena belum terbiasa dan belum dapat mengontrol kemampuannya tersebut.


Tiba-tiba Chen Ren merasakan rasa haus dan lapar yang teramat sangat, dia tidak pernah merasakan kelaparan seperti ini bahkan sebelum dirinya menjadi seorang pendekar sekalipun. Chen Ren lantas buru-buru melesat dengan kecepatan yang tidak dapat di lihat menerobos masuk gerbang. Melewati penjagaan para penjaga tanpa kesulitan.


Para penjaga terlihat hanya saling berpandangan ketika merasakan terpaan angin kencang memasuki gerbang. Meskipun tidak dapat melihat kecepatan Chen Ren, namun mereka dapat merasakan adanya aura seseorang yang melewati mereka.


"Apa kalian juga merasakan ada seseorang yang baru saja melintas?" Tanya salah satu penjaga pada yang lainnya.


"Benar, aku juga merasakannya."


"Tidak salah lagi, pasti ada penyusup. Cepat kabarkan hal ini pada semuanya.."


Dua penjaga segera berkelebat untuk mengabarkan kejadian tersebut kepada rekan-rekannya serta atasan mereka.


Chen Ren terlihat baru saja memasuki kedai, dia menyuruh pelayan kedai agar secepatnya menyajikan makanan. Bahkan tanpa sadar Chen Ren mengancam akan membunuh semua orang di sana, jika mereka tidak dengan cepat menghidangkan pesanannya.


"Kenapa lama sekali.." Chen Ren yang sangat kelaparan sampai tidak bisa mengontrol diri, dia menggebrak meja hingga membuat meja tersebut hancur menjadi debu.


Keadaan yang di alami Chen Ren bukan tanpa alasan, itu adalah awal dari efek kekuatan Raja Kegelapan yang mulai menyatu dengan tubuhnya. Kekuatan yang di dapatkan dengan cara instan terlebih dari energi kegelapan tentu saja memiliki efek samping, itulah yang sedang dirasakan Chen Ren saat ini.


"Maaf tuan, hanya makanan ini yang dapat kami sajikan. Silahkan di nikmati dulu, kami akan segera menyajikan makanan lainnya." Ucap pelayan yang mengantarkan makanan dengan nada begitu gugup, dia sangat ketakutan sampai tidak berani melihat Chen Ren.


Selepas meletakkan makanan di meja, pelayan tersebut memberanikan diri melirik Chen Ren. Dia begitu terkejut melihat mata Chen Ren menyala merah. Tatapan Chen Ren mengandung energi yang begitu kuat, hingga membuat pelayan tersebut seketika pingsan.


Chen Ren tidak memperdulikan si pelayan, dia lantas duduk di meja yang di atasnya tersaji makanan, lalu dengan tergesa-gesa Chen Ren memakannya seperti binatang yang sangat kelaparan.


Namun Chen Ren tiba-tiba memuntahkannya, dia mendorong meja di hadapannya hingga membuat meja tersebut melayang menghantam penjaga kasir. Seketika penjaga kasir itupun tewas dengan kondisi mengenaskan, tubuhnya terbelah dan tembok yang berada dibelakangnya jebol karena kuatnya hantaman meja tersebut.


Para petugas keamanan kedai dan semua pengunjung langsung berdiri mengepung Chen Ren.


"Kalau tidak suka makanan disini, pergilah! Jangan membuat kekacauan disini. Kota ini memiliki hukum, kau harus mempertanggung-jawabkan perbuatanmu ini."


Chen Ren menengok ke arah petugas keamanan yang berdiri di sampingnya, tatapannya begitu dingin. Chen Ren menyeringai dan tiba-tiba petugas keamanan tersebut terpental menghantam meja-meja yang ada di belakangnya.


"Sudah ku katakan bukan, setelah kau menerima kekuatanku, maka makananmu sudah bukan lagi makanan manusia. Jika kau lapar, makanlah dan minumlah daging serta darah gadis perawan itu."


Seolah memiliki naluri seperti hewan buas, Chen Ren yang nampak seolah kerasukan melesat dan menerkam tubuh jasad penjaga kasir yang tergeletak bersimbah darah. Chen Ren mencabik-cabik jasad tersebut lalu memakan dagingnya di hadapan semua orang.


"Siluman..."


"Iblis biadab!"


Salah seorang berlari sambil mengangkat pedangnya berniat menyerang, tetapi tubuhnya tiba-tiba terpental ketika beberapa jengkal lagi mencapai tempat Chen Ren yang terlihat masih sibuk melahap isi organ dalam jasad si penjaga kasir.


Meski merasa keheranan, namun semua orang tidak tinggal diam. Terlebih mereka yang memiliki kemampuan beladiri segera menyerang dengan segenap kekuatannya. Namun mereka semua terpental sama sekali tidak bisa menyentuh Chen Ren, seolah ada perisai yang melindungi pemuda itu.


Salah seorang petugas keamanan berinisiatif keluar untuk mencari bantuan, sementara yang lainnya masih terus berusaha menyerang Chen Ren.


"Bodoh, baru saja kau berada di sini, kau sudah menarik perhatian banyak orang. Cepat pergi dari sini sebelum lebih banyak lagi orang yang mengetahui perbuatanmu ini." 


Raja Kegelapan mengumpat kesal, meskipun kemampuan para pendekar Kekaisaran Yun sangatlah lemah. Namun untuk mengatasi semua pendekar tentu akan merepotkan. Dan jika hal itu terjadi, pastinya keberadaan Chen Ren akan menimbulkan kehebohan, yang mungkin saja akan menarik perhatian para pendekar dari Kekaisaran lain.


Bagai terbangun dari mimpi buruk, Chen Ren terlihat tersentak begitu terkejut mendapati dirinya sedang memakan daging manusia mentah-mentah. Dia berusaha memuntahkan isi perutnya, namun perbuatannya itu justru membuat semua orang keheranan dan kembali melancarkan serangan.


Chen Ren yang memahami situasi ini di karenakan dirinya, lantas melesat ke atas menembus atap kedai dan lalu terbang meninggalkan kota tersebut.


**** 


Seorang pria tua mengepalkan tangannya menatap bekas reruntuhan bangunan yang telah di tumbuhi pepohonan dan tertutupi semak belukar. Zhen Long kemudian berkelebat melewati beberapa bangunan hingga dia mendarat di depan pohon besar.


Zhen Long memutari pohon tersebut sambil mengucapkan sebuah kalimat berulang kali. Tepat setelah Zhen Long mengucapkan kalimat tersebut sebanyak 72 kali, tiba-tiba tanah di bawah pohon tersebut bergetar dan lalu muncul akar yang mencuat keluar dari dalam tanah.


Zhen Long kemudian menggerakkan akar tersebut ke depan dan belakang sebanyak 3 kali, lalu menggerakkannya ke kanan, ke bawah serta ke atas secara bergantian sebanyak 2 kali.


Setelah itu, akar tersebut kembali masuk ke dalam tanah. Dan tiba-tiba pohon besar tersebut tumbang, terlihatlah lobang yang menjorok ke dalam.


Zhen Long tersenyum, "Sudah ribuan tahun aku tidak kemari, ternyata aku masih mengingat cara membuka ruangan rahasia ini."


Dengan sekali hentakan, Zhen Long meluncur terjun ke dalam lobang tersebut. Seiring dengan itu, pohon besar yang tadinya tumbang kembali berdiri seperti semula.


Ternyata lobang itu sangatlah dalam, butuh belasan menit untuk mencapai dasarnya. Lobang tersebut membawa Zhen Long ke sebuah lorong yang terbuat dari logam mulia. Memang disana tidak ada sumber cahaya, namun batu-batu yang menempel di sepanjang lorong tersebut tiba-tiba memancarkan cahaya setelah Zhen Long mengalirkan Qi ke dinding lorong tersebut.


"Ternyata pusaka itu sudah tidak ada di sini." Zhen Long membatin sambil menatap ruangan yang baru saja terbuka.


Zhen Long tidak lantas pergi setelah mendapati tongkat pusaka yang bersemayam disana sudah tidak ada, dia memasuki ruangan tersebut berusaha mencari petunjuk yang mungkin ada di dalam sana.


Kening Zhen Long mengerenyit ketika melihat sebuah kalimat terukir di dinding, "Jadi kalian sudah pindah ke danau nirwana." Zhen Long tersenyum lega dan lantas keluar dari ruangan bawah tanah tersebut, ia berniat melakukan perhitungan terhadap Sekte Kelelawar Hijau yang telah menghancurkan Makam Kuno.