
Arya segera menggunakan teknik berpindah dimensi ketika melihat fenomena di atas langit yang di susul dengan ledakan maha besar menggoncangkan daratan. Pemuda ini tentu saja tidak akan membiarkan Pegasus bertindak berlebihan dan sesuka hati di dunianya. Jika itu sampai terjadi maka tak dapat di bayangkan seberapa besar kerusakan yang akan dialami dunia yang di tempatinya ini.
Akan tetapi ketika Arya telah sampai di dekat pertarungan, ia hanya melihat ledakan api besar yang menyebar ke segala penjuru. Pemuda ini mengedarkan pandangannya sekaligus mengerahkan tekniknya untuk mendeteksi keberadaan Pegasus. Tiba-tiba saja terdengar suara tawa seperti ringkikkan kuda sebelum tiba-tiba pula Pegasus muncul di hadapannya.
Untuk sesaat Pegasus mengamati Arya, dia dapat melihat bahwasanya pemuda dihadapannya itu belum prima. Energinya belum pulih sepenuhnya. Kemudian Pegasus pun berkata. “Sepertinya kau sudah tau kalau aku telah membunuh musuhmu itu. Maafkan aku! Makhluk itu benar-benar menjengkelkan sekali, dia telah membuatku marah jadi aku terpaksa membunuhnya.”
Arya mengerutkan keningnya, “Ya, itu kesalahanmu yang pertama. Kau telah merebut musuh yang seharusnya mati ditanganku. Dan kesalahanmu yang kedua, kau telah menggemparkan seluruh dunia. Pekerjaanmu ini bisa saja mengundang banyak pertanyaan atas diri para pendekar dan para kultivator. Aku tak bisa membayangkan kalau para kultivator itu menyelidiki kejadian yang telah kau timbulkan ini.”
Perkataan Arya memang benar adanya. Karena pertarungan yang berlangsung dengan panglima kegelapan telah menyita perhatian semua makhluk terkhusus bagi para pendekar yang ada di daratan timur. Bahkan pertarungan itu juga sampai berdampak pada kondisi alam di seluruh dunia. Oleh sebab itulah banyak kultivator yang penasaran dengan apa yang terjadi di benua daratan timur. Satu demi satu kultivator mulai menuju ke benua daratan timur, mereka ingin menyelidiki perihal fenomena yang menggemparkan seluruh dunia tersebut. Para kultivator itupun beranggapan bahwa kemungkinan besar ada kultivator yang melanggar aturan (merecoki ataupun membuat masalah di benua daratan timur).
Perlu diketahui didunia ini ada organisasi yang bernama Shijie Heping. Sebuah organisasi yang berperan menjaga keseimbangan dunia. Organisasi ini adalah gabungan para kultivator dari 4 benua. Markas besar mereka berada di benua daratan tengah, ada pula cabang markas organisasi ini di 4 benua lainnya. Jadi jika ada kultivator yang menyerang atau membuat masalah di daratan lain tanpa adanya izin atau masalah yang dapat dimaklumi, maka organisasi inilah yang berperan mengurus pelaku yang bersangkutan. Terlebih fenomena yang menggemparkan tersebut berada di daratan timur, daratan yang sangat dilindungi oleh organisasi Shijie Heping, sebab benua daratan timur adalah benua daratan terlemah dari 4 benua daratan lainnya.
Arya menjadi kesal karena dilihatnya Pegasus tersenyum dengan wajah yang sama sekali tak menunjukkan rasa bersalah. Lalu didengarnya pula Pegasus itupun menjawab.
“Kau tak perlu khawatir, selama ada aku di dekatmu, jangankan 10 makhluk seperti tadi, seluruh makhluk yang ada di dunia ini aku jamin tak akan ada yang bisa menyentuhmu.”
Dada Arya berdesir, alisnya berkedut-kedut, gerahamnya berkereketan mendengar jawaban Pegasus. Dengan nada bergetar dia berkata. “Bukan seperti itu maksudku. Tidak semua masalah harus diselesaikan dengan kekerasan. Ah, lebih baik kau tetap di alam dewa saja. Keberadaanmu disini malah akan membuatku dalam masalah.”
“Hmm.. baiklah jika itu yang kau inginkan teman. Aku akan kembali sekarang. Panggil lah aku kapanpun jika kau inginkan.” Masih dengan muka tak bersalah Pegasus kemudian menghilang dari situ.
Arya menghela nafas berat. Dalam kesenyapan ruang angkasa, pemuda ini mengkhawatirkan bahwa peristiwa kali ini akan membuat banyak perubahan di dunianya. Bahkan dia memikirkan segala kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi kedepannya. Tentang bagaimana tanggapan Sekte Iblis Berdarah terkait kejadian ini, dia tak mengkhawatirkan apabila sekte tersebut akan meningkatkan kewaspadaan atau kekuatannya. Yang dia khawatirkan justru apabila Sekte Iblis Berdarah meninggalkan markasnya dan menghilangkan jejak karena telah membaca kekuatan besar lawan yang cepat atau lambat akan menghancurkan mereka. Jika itu terjadi maka dia akan membutuhkan waktu lagi untuk menghancurkan sekte tersebut.
Dalam keadaan demikian Arya tiba-tiba teringat bahwa masih ada yang benar-benar perlu dia perhitungkan dan perhatikan. Tentang kekuatan raja kegelapan yang menjadi pondasi kekuatan utama Sekte Iblis Berdarah, serta terkait kemampuannya saat ini yang dirasanya belum cukup untuk menghadapi segala kekuatan dari musuh tersebut. Pertarungan melawan panglima kegelapan telah membuatnya sadar bahwa kemampuannya saat ini memang harus ditingkatkan sebelum menghancurkan Sekte Iblis Berdarah yang memiliki cukup banyak kekuatan pendukung, seperti hewan iblis dan makhluk-makhluk kegelapan.
Tetapi tiba-tiba saja terdengar suara yang menjawab semua keraguan pemuda ini. “Apakah anda melupakan aku, tuan?!”
Suara itu serta merta membuat Arya terperanjat dari lamunannya, pemuda ini segera menoleh kesana kemari untuk mencari siapa yang berbicara tersebut.
“Ah, ternyata anda memang benar-benar telah melupakan aku.”
Arya mengerutkan kening, bila didengar dengan teliti, rasa-rasanya dia mengenali suara tersebut. Setelah mengenali siapa pemilik suara itu, maka menjawab lah pemuda ini. “Maafkan aku, pikiranku sedang kacau. Aku tak melupakanmu, hanya saja aku ingin menggunakan semua ilmu yang telah aku pelajari dalam pertarungan tadi.”
“Oh,” Terdengar kembali suara tersebut mendesah berat. “Apa tuan tak mendengarkanku saat tuan dalam kondisi terdesak. Saat itu aku meminta agar anda mempergunakanku.”
“Ya, aku mendengarnya. Tapi aku masih percaya pada kemampuanku sendiri.”
“Kau benar, tapi aku tidak begitu terbiasa bertarung menggunakanmu.”
“Sepertinya kita memang perlu untuk berlatih bersama kembali setidaknya sampai anda benar-benar bisa menyatu dan mengendalikan energiku.” Pedang Ilusi Penguasa Jiwa dapat memahami pertimbangan Arya, sampai dalam keadaan terdesak sekalipun pemuda itu tetap tidak mau mempergunakannya. Semua itu karena memang antara dirinya dengan pemuda itu belum benar-benar selaras. Kesalahan sedikit saja dalam menggunakan Pedang Ilusi Penguasa Jiwa bisa berakibat buruk, terlebih dalam pertarungan.
Arya hanya mengangguk. Demikianlah terdengar kembali Pedang Ilusi Penguasa Jiwa berkata. “Tuan, anda masih memiliki inti energi ratu hewan iblis dan beberapa inti energi hewan iblis lainnya. Pergunakanlah itu untuk mempercepat dalam meningkatkan kultivasimu. Dan kalau aku tidak salah, anda juga masih menyimpan energi pusaka legenda yang belum sepenuhnya anda satukan dengan tubuh anda.”
Sekali lagi Arya mengangguk. Banyak permasalahan yang telah menyita perhatian dan waktunya, sehingga membuatnya tidak banyak memiliki waktu untuk meningkatkan kemampuannya. Dia telah sadar bahwa tidak baik terlalu merasa yakin dengan kemampuannya sendiri. Pada akhirnya kejadian ini telah membuatnya sadar bahwa dia memang masih perlu untuk terus berlatih.
“Baiklah, setelah ini kita akan berlatih bersama.”
Sebelum turun ke daratan, Arya memandangi dunia yang sudah belasan tahun dia tempati. Banyak orang-orang yang dia kenal dan juga dekat dengannya yang perlu dia lindungi. Pemuda ini bertekad tidak akan membuang-buang waktu dan membiarkan Raja Iblis bangkit menguasai dunia ini.
Sesampainya di daratan, Arya telah di tunggu oleh banyak orang. Baik dari anggota Sekte Lembah Petir, anggota Yenmin maupun dari pihak kerajaan Goading. Mereka semua berkumpul untuk mendengar penjelasan dari Arya terkait pertarungan yang terjadi dan apa penyebab dari petarungan tersebut.
Arya menjadi ragu-ragu sejenak. Ketika ia berpaling kepada Hulao kemudian kepada Honglong, ia tidak segera mendapat kesan apapun dari kedua siluman peliharaannya itu. Akhirnya pemuda ini menarik nafas dalam-dalam, lantas mulai menjelaskan segala sesuatunya dengan sebenar-benarnya, tanpa ada yang ditutup-tutupi.
“Jadi benar dugaanku, makhluk kegelapan itu bekerjasama dengan sekte itu. Sepertinya keputusanku datang ke daratan ini sudah tepat.” Batin Patriark Dai Wubai.
“Terimakasih, sekali lagi kau telah menorehkan jasa besar terhadap kerajaan Goading.” Berkata Jenderal Yong We sambil menelangkupkan tangan kepada Arya. “Tapi menurut keterangan dari prajuritku, mereka melihat banyak orang yang menutupi wajahnya juga terlibat dalam pertarungan di istana. Kalau boleh tau siapa dan dimana mereka saat ini, aku juga ingin berterimakasih kepada mereka.”
Wajah Arya nampak tegang. Tetapi hanya sesaat. Dia tentu tidak ingin banyak orang tau tentang kemampuannya yang bisa memperbanyak diri. Sesaat kemudian ia telah berhasil menguasai dirinya. Bahkan ia telah dapat memaksa bibirnya untuk tersenyum, “Ya... Tapi orang-orang itu telah pergi. Jika aku bertemu dengan mereka, aku akan menyampaikan ucapan terimakasih anda kepada mereka.”
Jenderal Yong We mengerutkan dahi, “Itu aneh. Aneh sekali... Kalau memang mereka memiliki niatan baik, kenapa mereka malah pergi tanpa menjelaskan terlebih dulu terkait apa yang telah mereka perbuat di kerajaan. Perbuatan mereka itu bisa saja akan membuat mereka dianggap sebagai pemberontak.”
Patriark Dai Wubai dan Zhiyuhan yang telah mengetahui kemampuan Arya yang bisa mengkloning diri, hanya tersenyum. Mereka dapat mengerti alasan mengapa pemuda itu merahasiakan kemampuannya. Kemampuan seperti itu sangat langka, bahkan di dunia ini mungkin hanya ada beberapa orang saja yang bisa melakukannya. Namun mereka berdua sebenarnya juga penasaran darimana Arya bisa mendapatkan kemampuan seperti itu.
Arya terdiam sejenak. Perkataan Jenderal Yong We itu memaksanya untuk berpikir. Tetapi segera ia menjawab “Maaf jenderal tapi memang seperti itulah cara mereka. Mereka menutupi wajah mereka karena memang mereka tidak mau dikenali. Yang terpenting perbuatan mereka tidak merugikan pihak kerajaan. Lagipula aku di sini telah menjelaskan semuanya. Anggap saja aku adalah perwakilan dari mereka. Jika ada perbuatan mereka yang anda anggap keliru atau merugikan, biarlah aku yang menanggungnya.”
Jenderal Yong We buru-buru menelangkupkan tangannya, dia merasa perkataannya barusan telah menyinggung Arya. Lagipula tak ada gunanya untuk mempersoalkan hal tersebut. “Maafkan aku.. bukan maksudku menyalahkan mereka. Hmm.. bisakah anda ikut bersama kami untuk menghadap Yang Mulia Lin Yon Jun. Bukankah Anda adalah teman dari Yang Mulia. Kehadiran anda pasti akan membuat hati Yang Mulia senang.”
Arya nampak sedang berfikir. Tetapi tetua Lin Hai lah yang menyahut. “Tuan Jenderal, bolehkah kami juga ikut menghadap Raja Lin Yon Jun. Ada yang ingin kami bahas terkait kejadian ini, kami sebenarnya saat ini sedang membutuhkan bantuan. Ku harap Raja Lin Yon Jun bersedia membantu kami.” tetua Lin Hai kemudian menoleh kepada Arya. “Xian'er, ku harap kau juga ikut bersama kami. Ada banyak hal yang perlu kita bahas.”