
Saat mendengar suara pertarungan dan suara ledakan yang dahsyat, Jenderal Sun Jian segera bergegas keluar dari istana. Namun sebelum itu dia meminta para pendekar khusus untuk mengawasi dan menjaga Raja Zhou Lun yang tengah terbaring melawan penyakitnya di atas ranjang.
Alangkah terkejutnya dia saat melihat situasi di hampir kawasan kerajaan tengah berkecamuk pertarungan. Matanya mendapati seseorang yang sangat di kenalinya tengah membantai para prajurit, orang itu adalah Jenderal Luo Jing.
Maka dengan cepat diapun terbang ke arah Jenderal Luo Jing.
"Jadi kau ternyata juga bagian dari para penyusup itu." Bentak Jenderal Sun Jian, ekspresinya terlihat buruk. Dia sangat mengenal baik Jenderal Luo Jing, bisa dibilang mereka berdua adalah sepasang sahabat.
Namun ketika melihat sahabatnya itu membantai para prajurit, saat itu juga dia merasa yakin bahwa sosok yang ada dihadapannya itu bukanlah sahabatnya. Melainkan penyusup yang menyamar. Dan kini dia mengkhawatirkan keberadaan Jenderal Luo Jing yang asli, apakah masih hidup ataukah sudah tewas.
Sosok Jenderal Luo Jing menggerakkan tangannya ke wajahnya, tersingkaplah wajahnya yang asli. Bersamaan dengan itu pula, tubuhnya juga berubah, terlihat dua gundukan bulat di dadanya. Ternyata, dia adalah seorang wanita, sepasang matanya berwarna biru, berhidung mancung dan berkulit sangat pucat seperti mayat. Dia adalah tetua Iblis Berdarah yang bernama Demiao. Dia jugalah yang dulu membawa Chen Ren ke Markas Iblis Berdarah.
Mata Jenderal Sun Jian membelalak, tangannya dikepalkan erat, rahangnya mengeras. "Siapa kau, dan ada dimana Jenderal Luo Jing sekarang?"
Demiao tertawa tergelak-gelak, sebelum berkata. "Orang yang kau sebutkan itu sudah berada di alam baka, dan sebentar lagi kau juga akan menyusulnya."
Tanpa berkata apapun, Jenderal Sun Jian mengeluarkan pedangnya dan langsung melesat menyerang.
Hanya dalam waktu singkat, mereka sudah bertukar serangan puluhan jurus, namun masih belum terlihat ada satupun yang kelelahan.
Meskipun jenderal Sun Jian telah mencapai tahap Pendekar Suci berkat sumberdaya dan pil dari asosiasi lotus perak, namun kultivasinya masihlah berada dibawah kultivasi Demiao. Dimana tetua Iblis Berdarah itu berada di tahap Pendekar Suci tingkat 7.
Sementara jenderal Sun Jian berada dua tingkat di bawahnya, yakni Pendekar Suci tingkat 5. Perbedaan itulah yang membuat dirinya harus berjuang keras untuk dapat mengimbangi Demiao.
"Sial, tingkat kultivasinya sungguh mengerikan." Desis jenderal Sun Jian setelah melompat menghindari serangan.
"Hahaha, keluarkanlah semua jurusmu." Cibir Demiao seraya menyeringai.
"Baangsaat! Mampuslah kau, karena telah berani menyerang kerajaan." Seru jenderal Sun Jian dari kejauhan.
"Dalam mimpimu!" Demiao kembali melesat menyerang jenderal Sun Jian.
Kecepatannya seperti bayangan hingga tidak dapat terlihat mata, namun jenderal Sun Jian masih dapat menahannya dengan mudah, selanjutnya giliran jenderal Sun Jian menyerang balik.
Satu tebasan pedangnya berhasil di tangkis Demiao dengan goloknya, lalu perempuan itu cepat menyelipkan satu tendangan, membuat Jenderal Sun Jian terpental sejauh belasan meter. Energi Demiao sungguh kuat, beruntung Jenderal Sun Jian masih mampu menahannya, jika tidak, sudah dapat dipastikan tubuhnya akan mengalami luka serius atau bahkan tewas saat itu juga.
Terlihat ada sedikit darah merembes dari salah satu sudut bibir jenderal Sun Jian, dia segera manarik nafas panjang untuk memulihkan diri.
"Hahaha, mustahil kau mampu melawanku." Demiao tertawa tergelak-gelak. Suaranya yang di aliri Qi membuat angin menderu kencang.
"Cihk …, sombong!" Jenderal Sun Jian berdecak kesal.
Jenderal Sun Jian segera mengalirkan banyak Qi ke pedangnya, membuat pedang itupun bercahaya merah redup.
Malang melintang di dunia persilatan selama puluhan tahun, menduduki jabatan menjadi jenderal dan sering melalui pertarungan, tidak membuatnya gentar hanya karena beda tingkat kultivasi.
Jenderal Sun Jian memutar-mutar pedangnya ke depan dan samping, lalu di angkatnya tinggi-tinggi dan kemudian di hujamkannya ke depan. Dia sedang mengerahkan 'Jurus seribu pedang penghancur.'
Ribuan pedang melesat menyerang Demiao, membuat perempuan itu terlihat kewalahan menghadapi banyaknya pedang yang mengincar nyawanya.
Selanjutnya Jenderal Sun Jian kembali mengeluarkan sebuah teknik, 'Pedang Awan Hitam Menutupi Langit' dari ayunan pedang kedua muncul cahaya energi kemerahan menderu kearah Demiao.
Tetua Iblis Berdarah terlihat melebarkan mata mendapati serangan bertubi-tubi yang dilancarkan lawan.
Dia terkejut, entah dari mana lawannya itu memiliki teknik sehebat itu. Merasa tidak ada pilihan, Demiao segera mengeluarkan kemampuan sejatinya, luapan energi besar tiba-tiba berputar ditubuh wanita itu.
Semua serangan dari Jenderal Sun Jian seketika terpental oleh energi tersebut, energi yang benar-benar kuat, hingga serangan tingkat tinggi pun tidak dapat menjangkaunya.
Jenderal Sun Jian terlihat menyipitkan kedua mata, sulit dipercaya musuhnya kali ini sungguh memiliki energi sebesar itu.
Sepasang mata Demiao seketika bersinar merah, begitu juga dengan golok besarnya, seluruh tubuhnya dilapisi banyak energi kuat.
Jenderal Sun Jian segera mengedarkan pandangan mencari keberadaan lawannya, namun tiba-tiba sosok Demiao telah berada tepat di belakangnya.
Kecepatannya kali ini tidak dapat diikuti oleh mata, Demiao mengayunkan goloknya ke punggung jenderal Sun Jian, namun sayang, serangannya masih dapat di tahan oleh sang jenderal walau dengan bersusah payah.
Saat itu, Jenderal Sun Jian terkejut ketika merasakan energi besar berada di belakangnya, dia segera menggerakkan pedangnya ke arah punggung.
Benar saja, pedang Jenderal Sun Jian seketika dihantam keras oleh golok Demiao dari belakang, membuat Jenderal Sun Jian terhempas sejauh 50 meter.
Jenderal Sun Jian merasakan seluruh tubuhnya seakan patah saat menahan serangan tersebut, tenaga dan kekuatan lawannya benar-benar sudah meningkat beberapa kali lipat dari saat pertama bertarung.
"Uhuk.. Uhuk.." Jenderal Sun Jian dua kali memuntahkan darah segar, raut wajahnya kini terlihat sedikit pucat. Dia merasa serangan yang di terimanya barusan mengandung racun.
Tanpa berpikir lagi, Jenderal Sun Jian lekas-lekas memasukkan dua pil putih ke dalam mulutnya. Ajaib, semua pengaruh racun di tubuhnya lenyap dalam waktu singkat.
"Pil giok suci ini benar-benar sungguh luar biasa." Jenderal Sun Jian tersenyum tipis, pandangannya tak pernah lepas dari lawan.
Jenderal Sun Jian mendapatkan pil giok suci dari Putri Zhao Jing, pada saat sang putri kembali dari pelelangan di kerajaan Lanzhu. Tentu saja pil itu di dapatkan dari Tabib Xian.
Demiao yang melayang dihadapannya, terlihat menyipitkan mata menyaksikan Jenderal Sun Jian tidak terluka sedikitpun, seharusnya racun yang dia berikan langsung dapat bekerja, setidaknya lawannya itu akan kehilangan setengah dari energinya.
Setelah beberapa saat, Demiao berdecak kesal karena racun yang dia berikan benar-benar tidak bekerja, selanjutnya dia kembali melesat menyerang jenderal Sun Jian.
Yang di serang sungguh tidak dapat melihat gerakan Demiao, Jenderal Sun Jian bertahan hanya mengandalkan pendengaran dan insting bertarung saja, membuat dirinya tidak dapat memberikan serangan balik.
Tetapi sejauh ini, cara jenderal Sun Jian cukup berhasil, setiap serangan Demiao tidak ada yang mengenainya.
Demiao yang kesal kembali menyerang dari arah samping, Jenderal Sun Jian menunduk karena terasa ada serangan kuat yang akan mengincar lehernya.
Benar saja, golok Demiao datang dari arah kiri, golok itu hampir saja menebas kepalanya, beruntung Jenderal Sun Jian cepat menghindar.
Tidak sampai disana, setelah itu Jenderal Sun Jian terbang ke arah atas menghindari ayunan golok dari arah bawah, tetua Iblis Berdarah itu ternyata tidak berhenti menyerangnya.
Awalnya Jenderal Sun Jian menahan serangan itu, namun selanjutnya, dia lebih sering menghindar karena setiap kali menahan serangan, tangannya akan bergetar dan terasa ngilu.
"Breengseek, anjing kerajaan itu ternyata sangat licin," Umpat Demiao.
Merasa serangannya terus gagal, Demiao mundur sejauh sepuluh tombak, dia mengayunkan goloknya kuat-kuat, mengeluarkan serangan energi.
Selarik cahaya kuning kehitaman melesat menyerang targetnya dengan cepat, walau Jenderal Sun Jian berhasil menahannya, namun ledakan dari serangan tersebut membuat Jenderal Sun Jian terpental sejauh ratusan meter.
Tubuh Jenderal Sun Jian kini dipenuhi luka, darah mengucur dari kedua sudut bibirnya, dia benar-benar terluka parah akibat serangan tersebut. Dengan segera diapun menotok pusat sarafnya untuk menahan rasa sakit, selanjutnya dia memuntahkan darah kehitaman.
Demiao menyeringai senang, "Hahaha, sampai kapan kau akan bertahan, anjing kerajaan. Menyerahlah, maka akan kuhadiahkan kematian cepat kepadamu," Ucapnya.
Namun tawanya seketika lenyap saat melihat Jenderal Sun Jian tiba-tiba kembali pulih, dia tidak mengerti mengapa lawannya itu sulit sekali untuk mati, dari mulai racun hingga serangan energi yang dia berikan, lawannya tersebut selalu saja kembali pulih.
Demiao kembali berdecak kesal, dia menambah tekanan energi pada tubuhnya dan segera melesat menyerang Jenderal Sun Jian.
Demiao tidak tahu, bahwa Jenderal Sun Jian sebenarnya memiliki pil giok suci dari Tabib Xian. Dengan pil itu, Jenderal Sun Jian dapat menyembuhkan diri dari berbagai racun dan luka ditengah pertarungan, membuat Jenderal Sun Jian seolah tidak dapat mati.
Namun tetap saja, meski Jenderal Sun Jian dapat kembali pulih dari setiap luka, energi Qi miliknya akan terus berkurang.
Seperti saat ini, energi Qi jenderal Sun Jian hanya tersisa 20 persen lagi, dengan energi Qi sebesar itu, sulit baginya bertahan lama dari serangan Demiao.
Benar saja, setelah menerima beberapa serangan golok, Jenderal Sun Jian meluncur jatuh ke bawah dan mendarat keras di atas permukaan tanah.
Dia terjatuh tepat di depan sepasang kaki berbulu dan berkuku panjang, itu adalah kaki Hulao. Saat itu Hulao baru saja selesai membantai para pendekar aliran hitam.