
Ke esokan Hari nya Di Markas Black Devils
Seorang wanita berteriak histeris , terkadang tertawa dan terkadang juga menangis , Dan juga kadang dia akan diam dengan pandangan kosong .
Ya Niken ,mama dari Kenzo benar benar berakhir Gila ! Mungkin ini adalah hukuman untuk nya karena perbuatan nya di masa lalu bahkan sampai sekarang dia tidak berubah dan tak merasa bersalah atas kesalahan yang ia perbuat .
Di pagi yang sama Jen terbangun dari tidur nya , mereka masih berada di hotel , di lihat nya derren masih tertidur pulas ,Jen membelai wajah derren dengan lembut lalu mendekat kan wajah nya mencium kening sang suami dengan lembut pula . dan hal itu pun sama sekali tak mengganggu tidur derren . Lalu Jen beranjak membersihkan diri kemudian melaksanakan kewajiban nya .
Setelah itu Jen keluar menuju kamar Varo ,ternyata Alia sudah bangun dan sedang menyiapkan perlengkapan Varo . kerena balita itu tak mau di urusi jadi Alia hanya menyiapkan keperluan nya saja .
" Alia , Varo belum bangun?" tanya Jen
" Belum nona , Mungkin tuan muda sangat lelah karena acara semalam " jelas Alia
" Biar kan saja dia , Alia bagaimana kuliah mu ? " tanya Jen lalu ia mendudukkan diri nya di atas ranjang sebelah anak nya yang masih terlelap
" Semua nya baik nona , Aku sangat berterima kasih karena nona sudah banyak membantu ku "
" Tidak masalah , Aku hanya ingin kau bisa sukses suatu hari nanti , sebagai wanita kita harus bisa berdiri di atas kaki kita sendiri , agar tidak di pandang sebelah mata oleh orang lain" Nasihat Jen pada Alia
" Iya nona , Aku sangat bersyukur bisa kenal anda ! dan aku akan selalu ingat apa yang anda katakan , Sampai kapan pun itu !" jawab Alia mantap
" Baik lah , Jika kau lapar , kau bisa pesan makanan untuk sarapan pada pegawai hotel atau kau juga bisa ke restoran hotel langsung dan memilih menu yang kau suka, Aku ingin disini dulu bersama Varo "
" Baik nona !! saya permisi " Alia keluar dari kamar Varo mencari sarapan.
Karena Varo belum juga bangun Jen mencoba membuka ponsel Varo ,walau di kunci tak sulit bagi Jen untuk membuka kunci nya . Jen mencari tahu apa yang di lakukan anak nya selama ini .
" Astaga !!" gumam Jen sedikit terkejut dengan apa yang di lakukan Varo .
Ternyata dugaan benar jika Varo belajar meretas data , dan itu perusahaan derren yang menjadi percobaan nya. padahal perusahaan derren tingkat keamanan nya sudah sangat tinggi karena di bawah pengawasan orang orang black Devils . tapi bukan Jen yang membuat nya ,hanya orang orag IT kepercayaan Black Devils. tapi seperti nya Varo belum berhasil meretas nya ,lalu ia membiarkan saja apa yang akan di lakukan putra nya itu .Jen ingin melihat sampai mana kemampuan Varo dalam hal ini . tapi ini sudah sangat mengejutkan nya mengingat usia Varo yang masih sangat belia.
Jen terus memeriksa yang lain nya dia menemukan banyak foto Selfi Varo yang terlihat narsis membuat nya terkekeh geli .Bukan hanya itu Jen juga menemukan sesuatu yang lain dari nya .
" ya ampun !! Dia bahkan memasang GPS di kalung kami , Dan ini ??" Jen memeriksa nya lagi dan benar saja Varo memasang GPS di kalung keluarga nya yang di kenakan Jen sebagai kalung dan Derren ,Varo juga varrel berbentuk gelang . yang di desain khusus menandakan keluarga GA ( Giovano & Ariella ) . Dan di sana ada tombol untuk bisa saling berkomunikasi . di ponsel Varo sudah di program oleh pemilik nya jika pemilik gelang atau kalung dalam bahaya maka lampu peringatan di masing-masing kalung dan gelang yang lainnya akan berwarna merah . Jika kuning harus waspada .
" Bagaimana dia melakukan ini?" pikir Jen ,bukan Jen tak tau cara nya cuma dia bingung di usia anak nya yang masih belia kok sudah bisa melakukan hal itu . pikir Jen
Jen meletakkan ponsel Varo ke tempat semula . ia melihat wajah ini nan polos beby menggemaskan itu ." Semoga kemampuan mu bisa kau pergunakan dengan baik dan bijak ". Gumam Jen sambil mengelus lembut kepala anak nya ,Jen membungkuk kan badan nya mencium lembut kepala Varo lalu ia berjalan keluar membiarkan anak nya tetap tidur.
Ceklek
Jen masuk ke kamar nya tapi derren sudah tidak ada di tempat tidur , terdengar suara gemericik air dari dalam kamar mandi itu arti nya derren sedang mandi . lalu Jen memutuskan menyiapkan pakaian ganti untuk suami nya . tak berapa lama Derren keluar hanya menggunakan handuk yang melilit di pinggang nya.
" Sayang ! Kau dari mana ?" tanya derren
" Dari kamar Varo , Tapi dia belum bangun jadi aku membiarkan nya , mungkin dia lelah jadi biarkan dia ber istirahat " ujar Jen lalu memberikan pakaian yang sudah ia siapkan .
" Pakai kan !!" ucap nya manja
" Baik lah !!" Jen Tersenyum manis pada suami nya ,ia mulai memakai kan setiap helai pakaian ke tubuh derren . Kini dia sedang mengancingkan kemeja derren satu persatu .derren hanya menurut tanpa menjahili Jen.
" Mas , Apa kau tau Varo memasang GPS pada kalung dan gelang yang kita pakai , begitu juga dengan varrel dan diri nya " ujar Jen yang kini sambil mengeringkan rambut derren
" Benarkah ? bagaimana dia melakukan nya ?" tanya derren heran
" Lihat ini " Jen menunjukan kalung nya yang terdapat Huruf GA di belakang mainan kalung yang berbentuk permata safir biru itu .
" Iya ,itu kan memang inisial nama depan kita , lalu ?tanya derren yang belum mengerti
" Lihat baik baik , Ini !! Ada benda kecil di sini ! " tunjuk Jen pada benda sangat kecil di tengah huruf tersebut" Dan ini akan hidup berwarna merah jika yang menggunakan ini dalam bahaya , begitu juga dengan mu dan varrel " jelas Jennie yang membuat derren juga terkejut sama seperti nya yang mengetahui pertama kali .
" Tapi bagaimana bisa dia melakukan ini? Kapan dia memasang nya , pantas saja ponsel nya tak boleh di lihat oleh kita " ucap derren bingung
" Iya dan ada lagi , kau harus berhati hati mas , dia mencoba meretas data perusahaan Admaja sebagai uji coba kemampuan nya dan aku rasa dia akan berhasil " ujar Jen santai
" APA ???" derren sungguh terkejut dengan hal itu
" Iya . serius aku tadi memeriksa ponsel nya saat dia tidur " Ujar Jen lagi
" Astaga !! Bisa kalang kabut orang orang perusahaan jika tau data perusahaan di retas , tapi biarkan saja kita harus melihat sampai mana kemampuan nya , Aku akan memperkuat Ke amanan data perusahaan Admaja " jelas derren
" Ya . aku pun berfikir akan membiarkan nya saja asal tidak jatuh ke tangan orang lain jika dia mencoba meretas dia juga akan mencoba mengembalikan nya " ujar Jen dan di angguki oleh derren
" Selesai " Jen telah menyisir rapi rambut derren .
" Terima kasih sayang "
" Hm " Jen berjalan ke arah sofa dia mengambil ponsel nya dan memesan makanan untuk sarapan mereka
" Mas kemari lah , ada yang ingin aku bicarakan pada mu " ujar Jen dan di angguki oleh derren .
Kini mereka duduk ber sampingan di sofa kamar hotel mereka .
" Ada apa ?" tanya derren
" Apa mas mengenal Zoya ?" tanya Jen
Derren mengingat keras ,tapi tetap tidak mengingat nya .
" ini " Jen memberikan ponsel nya yang terdapat foto Zoya yang ingin mencium derren yang sedang tertidur.
" Sayang ini? Kau jangan salah paham , Dia seperti nya anak dari tuan Hardi Fadhillah , Aku bertemu dengan nya saat ada pertemuan relasi bisnis di luar kota beberapa bulan lalu dan ini? Aku tidak merasa melakukan ini " ujar derren jujur
" Aku sudah tau hal itu mas , ada sesuatu yang lebih penting dari ini ." Jen berjalan ke arah nakas tempat dia menyimpan berkas yang di bawa Ara kemarin sebelum perdebatan dengan mama Ken Ara menyimpan nya di sana .
" Apa ?" tanya
" Ini ???" derren terkejut melihat berkas tersebut
" Ya , Hardi Fadhillah adalah ayah kandung Varrel yang berarti Zoya kakak kandung Varrel . ibu mereka meninggal saat melahirkan varrel sebab itu Hardi membenci Varrel ." jelas Jennie
" Awal nya aku hanya mencari tau tentang Zoya dan apa maksud wanita itu mengirim foto mu dan diri nya pada ku tapi ternyata aku menemukan fakta lain dari hal ini , tentang Zoya dia memang tertarik pada mu . tapi sampai sekarang mereka sama sekali tak memikirkan dimana varrel dan bagaimana ke adaan nya , dan ini bagus untuk kita . sampai kapan pun dia akan tetap bersama dengan kita " jelas Jen
" Aku sudah menekan saham perusahaan nya untuk memberi mereka sedikit pelajaran . tapi tidak akan menjatuhkan mereka , biar varrel yang melakukan nya dia lebih ber hak atas hal itu " lanjut Jen lagi
" Baik lah , aku setuju dengan mu . tapi sayang apa kau tidak cemburu melihat ini?" tanya derren dengan nada menggoda
" Tidak !! " jawaban Jen membuat derren menekuk wajah nya " Karena aku percaya pada mu mas , kau tidak akan melakukan kesalahan lagi bukan ?" lanjut nya lagi yang membuat derren Tersenyum sumringah dan menciumi setiap inci wajah Jen gemas.
tok tok tok
" Ish mengganggu saja " gerutu derren karena terdengar suara ketukan dari luar kamar tanpa melepaskan Jen
" Mas ,lepas ih ada orang tuh "ucap Jen sambil mendorong tangan derren yang berada di pinggang nya
" Gak ah yank !! biarin aja kenapa sih " ujar deren tambah mengeratkan pelukan nya dan mengusel usel wajah Jen .
" Gak boleh gitu tau mas ! ! " Jen memukul pelan dada derren
" Iya . iya !!" dengan berat hati derren melepaskan Jen dari pelukannya .Jen merapikan rambut dan baju nya yang sedikit lusuh karena ulah derren. Jen Membukakan pintu kamar yang ternyata Alia .
" Maaf nona , sarapan nya sudah siap dan tuan muda Varo juga sudah di bawah menunggu sarapan " ujar Alia yang tak enak hati mengetuk pintu kamar derren dan Jen
" Baik lah , sebentar lagi kami kebawah " jawab Jen dengan senyuman . lalu ia masuk kembali ke kamar setelah Alia pergi .
" Mas ayo sarapan ! Varo sudah nunggu di bawah " ujar Jen pada derren yang masih saja cemberut
" Dasar anak itu , tidak bisa melihat ayah nya senang " gerutu derren tapi dia tetap beranjak dari duduk nya .
Kini mereka sudah berada di meja makan ber tiga . wajah Varo di tekuk ntah hak apa yang membuat wajah nya seperti itu pikir Jen .
setelah sarapan mereka duduk diruang keluarga , karena hari ini mereka libur rencana akan menghabiskan waktu sampai sore di hotel aja . toh gak ada yang ngelarang hotel hotel mereka juga .
Papa mama derren sudah pulang pagi tadi kata Alia , begitu juga dengan Daddy Jen . Ken dan letha masih berada di kamar nya sendiri Ara dan willi juga sudah pamit pulang karena Willi harus bertemu klien .
" Varo !!" panggil Derren
" Hm " jawab nya singkat dengan wajah yang masih di tekuk
" Hei !! Ada apa dengan wajah mu itu nak ?" tanya derren se olah tak tau apa yang terjadi . Derren sudah menyadari nya pasti Varo tau jika ponsel nya di periksa sang bunda jadi dia ngambek .
Dan Jen berpura pura tak tau saja dengan asik menonton drama kesukaan nya .
" Lagi kesel !!" sunggut nya
" Kenapa sayang ? hm ?" tanya derren se olah dia tak tau apa pun yang mendapat pelototan oleh Jen. derren hanya tersenyum memperlihatkan gigi putih nya .
" Pasti bunda yang periksa ponsel aku kan ? I feel the same bunda" Sunggut Varo sambil melipat tangan nya di dada dengan mengerucutkan bibir nya kesal
" Loh ,kok bunda sih !! orang bunda aja dari tadi bersama ayah di kamar . tanya saja tuh sama ayah " Elak Jen menggoda putra nya
" Lie!!! ( Bohong) Aku tau pasti bunda yang melakukan nya , Masa Mbak Alia kan dia tidak bisa membuka ponsel ku ,hanya bunda yang bisa buka kunci ponsel ku !!" tuduh nya yang memang benar
" Iya . iya . maaf !!! bunda ngaku deh kalau buka ponsel kamu , Maaf ya !!" ujar Jen sambil memasang wajah imut
" Cih " Varo mengalihkan pandangan nya dari Jen ia benar benar kesal privasi nya di ganggu walau itu sang bunda .
" Baik untuk sekarang ,tidak untuk lain kali " ujar nya datar " Dan karena bunda sudah tau apa yang aku lakukan ,itu akan jadi rahasia kita ,oke !!!" lanjut nya lagi " dan bunda harus berjanji akan hal itu"
" Astaga !! Kenapa kau mewarisi sifat ayah mu yang menjengkelkan seperti itu" Jen memijit pelipis nya kesal ,derren terkekeh melihat perdebatan mereka dia juga tak ingin menanyakan tentang apa yang Varo perbuat .
" Baik lah Terserah kau saja !!" Jen melanjutkan tontonan nya . sedangkan derren dan Varo mereka bercerita dan bercanda bersama . sesekali mereka mengganggu Jen yang sedang asik dengan drama kesukaan nya yang ia tonton akhir akhir ini . Padahal dulu ia sama sekali tak pernah melihat drama drama seperti itu ,tapi entah lah sudah sebulan terakhir ini Jen suka dengan drama Korea
yang lagi booming . hanya saat di London dia tidak melihat nya karena mereka menghabiskan waktu bersama keluarga kecil mereka .
" Bunda , I am hungry " ujar Varo manja dengan wajah memelas . yang membuat Jen tak tega ,dengan berat hati dia harus meninggalkan drama nya .
" Baiklah kau mau makan apa ?" tanya Jen
" Emm Bagaimana kalau Cup Cake rasa red valvet " ujar Varo memberi masukan
" kalau begitu bagaimana jika pesan saja?" tawar Jen dia masih enggan untuk beranjak
" No. no. no . jika beli tidak akan se enak buatan bunda " ujar Varo bersih keras ingin Jen buat kan .
" Baik lah bunda akan suruh Mbak Alia membeli bahan nya dulu ,karena di sini tidak ada bahan bahan untuk membuat kue yang kau minta " kata Jen dan di angguki oleh Varo
**Bersambung
jangan lupa like n comment juga vote yang banyak ya . hari ini aku usahain up 1 episode lagi . tapi gak janji oke** .!!!
Cast Visual keluarga Jen dan derren
Happy reading