MY HUBBY IS A PRESDIR

MY HUBBY IS A PRESDIR
Bab 60


Di London Inggris


Vania tampak gelisah melihat jam yang melingkar di tangannya , pasalnya besok adalah hari peresmian gedung xx yang Varrel bilang waktu itu , Vania sangat khawatir ,pikirannya sejak tadi sungguh tidak tenang , Ia ingin segera kembali ke negara xx menemui kekasihnya itu , tapi apa mau di kata hari ini adalah ujian terakhir untuk nya dan dia tidak bisa melewatkan nya begitu saja , dia juga tidak mau di sini lebih lama karena tidak mengikuti ujian semester dan harus mengulang semester depan . Saat ini jam menunjukkan pukul 7 malam bahkan Vania belum bersiap ia mengecek penerbangan malam itu juga ,tapi sayang Penerbangan malam itu tidak ada , Paling cepat hanya ada di jam 4 pagi . Vania mendesah kecewa , tapi mau bagaimana lagi , setidaknya walau terlambat dia berharap agar Varrel baik-baik saja .


Kecemasan yang menyelimuti hati Vania membuat gadis itu tak bisa tidur semalaman .


Ia mencoba menghubungi Varrel walau ia tau di sana saat ini sudah tengah malam dan pasti Varrel sudah tidur ,tapi tetap saja untuk mengurangi kegelisahan nya Vania mencoba menghubungi Varrel , Setelah tak mendapat jawaban untuk kesekian kalinya Vania meletakan ponselnya , sejenak ia memejamkan mata dan mengatur nafas supaya menghilangkan kegelisahan nya walau sedikit .


" ntah mengapa perasaan ku tidak enak , semoga kau baik-baik saja bee , Aku berharap ini hanya kecemasan ku yang berlebihan " gumam Vania dengan mata yang masih terpejam ,walau begitu ia tidak bisa terlelap , ia hanya berharap agar waktu cepat berlalu dan dia segera berangkat , Waktu 16 jam bukan lah sebentar untuk menempuh perjalanan apa lagi dalam keadaan seperti ini . dia bahkan tidak bilang pada keluarga atau pun Varrel bahwa dia akan kembali , Dia tak ingin Varrel mencemaskan dirinya dan pasti kekasihnya itu tidak akan mengijinkan Vania ikut campur dalam masalah itu . tapi bagaimana pun Fira adalah adik nya ,dia turut bertanggung jawab atas keselamatan adiknya itu .


Waktu menunjukkan pukul 3 dini hari , Vania yang tak tidur sama sekali pun langsung bersiap untuk segera ke bandara , Vania membawa barang barang yang ia perlukan saja , Vania mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi menuju bandara , Pikirannya saat ini hendak sampai ke negara nya dengan segera . tak butuh waktu lama mobil yang Vania tumpangi sampai dengan selamat di bandar udara Heathrow London .


Vania merasa sedikit tenang saat pesawat yang ia tumpangi mulai lepas landas . Ia memejamkan mata mengistirahatkan tubuhnya menikmati perjalanan. yang cukup panjang itu .


Di Negara xx


Hari yang di tunggu-tunggu akhirnya datang juga , Jen Dan derren tengah bersiap untuk datang ke acara itu bersama Varrel , karena Fira akan datang bersama Keanu , tak luput orang tua Keanu yang juga di undang pun datang ke sana .


Jen tidak mengajak Varo karena ini sangat berbahaya untuk anak itu , Jadi Varo dirumah bersama Jihan juga Riko dan pengawal yang siap menjaga tuan muda mereka .tapi Jen sejak tadi sudah jengah mendengar rengekan Varo yang ingin ikut sejak tadi .


" Bunda .. place !!" pinta nya memohon agar diperbolehkan untuk ikut.


Jen yang sudah kesal pun terdiam menatap serius pada bocah itu .


" Apa kau tidak sayang pada bunda ?" tanya Jen yang kini sudah duduk di hadapan Varo . Jen membawa Varo duduk di tepi ranjang di kamarnya , Sejak tadi anak itu mengikuti setiap langkah Jen yang tengah bersiap . Derren belum mau bicara karena ia yakin jika Jen bisa mengatasi anak nya itu .


" Kenapa bunda berkata seperti itu ?" tanya Varo


" karena Di sana sangat lah berbahaya sayang , Bunda disana untuk menyelamatkan orang , jika musuh tau kau anak bunda bagaimana jika mereka mencelakai mu saat bunda dan ayah lengah , bukan bunda meragukan kemampuan mu , tapi mereka orang dewasa walau kecerdasan dan kemampuan mereka tak sebanding dengan mu tapi tenaga mereka jauh lebih besar dari pada dirimu , kalau terjadi apa-apa dengan mu bagaimana dengan bunda ? Apa kau tidak memikirkan itu ?hm ?" Jen mencoba memberi pengertian dengan lembut pada varo , dia tidak ingin terjadi apa-apa pada anak nya , belum saat nya putranya itu masuk dalam dunia seperti itu .


Varo tertunduk mencoba mengerti dan menerima kepuasan sang bunda .Derren tersenyum dan menggendong Varo dalam pelukannya .


" Kau tau ? Saat kau dewasa nanti kau lah yang harus melindungi keluarga mu , terutama jihan adik kecil mi , ayah percaya suatu saat kau akan jadi yang terhebat dari ayah atau pun bunda ! Kau mengerti boy ?" ucap derren pada varo dalam gendongannya ,ia menatap ke dalam mata Indah yang dimiliki putranya itu .


" Aku mengerti Daddy " Jawab varo kemudian , ia mengalungkan tangannya dan bersandar di pundak sang ayah .derren Tersenyum dan mengecup puncak kepala Varo . ia tau jika putra nya itu khawatir pada mereka , derren dapat melihat dari tatapan sendu anaknya .


" Kalau begitu , pergilah istirahat ! temani Jihan ,jaga dia untuk ayah dan bunda . selama ayah dan bunda pergi jangan keluar dari rumah , Uncle Riko dan pengawal lainnya akan menjaga kalian " Perintah derren dan menurunkan Varo dari gendongan nya , Varo mencium pipi derren dan Jen sebelum kembali ke kamar nya .


" Berjanjilah kalian akan baik-baik saja ,Daddy bunda ! Aku menyayangi kalian " Ucap Varo menatap kedua orang tuanya


" Kami berjanji akan baik-baik saja ! Apa kau meragukan ayah dan bunda mu ini nak ?" tanya Jen sambil tersenyum


" Tidak ! Aku percaya pada kalian , kalau begitu aku mau melihat Jihan " Jen dan derren Mengangguk , setelah Varo keluar dari kamar mereka Jen dan derren saling pandang , mereka menyadari kekhawatiran Varo pada mereka tapi mereka merasa jika kekhawatiran anaknya itu sangatlah berlebihan tapi mereka bahagia Bahwa putra nya sangat menyayangi mereka .


" Ayo sayang !" ajak derren menggenggam tangan Jen .


Jen malam ini menggunakan gaun berwarna merah dengan belahan paha yang cukup tinggi , ia sengaja memilih gaun itu jika ada apa-apa akan mempermudah dirinya untuk bertindak , Anggota black Devils telah bersiap di tempat mereka masing-masing , begitu juga dengan anggota bayangan . Derren tau disana di jaga ketat walau tak nampak , tamu undangan pun di periksa secara ketat di larang membawa senjata , tapi bukan derren namanya jika tak bisa mengelabui mereka , sebelum nya dia telah mempersiapkan senjata rahasia yang ia buat , Jen juga sudah menyiapkan senjata yang ia bawa dalam bentuk jepit rambut jam tangan serta pistol berbentuk pena .tak akan ada yang menyadari hal itu .50 anggota black devils masuk ke dalam gedung sebagai tamu undangan , guna mengawasi gerak-gerik mereka .


Formasi dan strategi yang Sam buat sangatlah sempurna , Butuh waktu 40 menit dengan kecepatan sedang untuk mereka sampai di lokasi itu. Jen , derren serta Varrel belum langsung turun dari mobil , mobil yang mereka gunakan adalah mobil Anti peluru dan ledakan milik Black Devils.


Jen mengaktifkan earphone bluetooth yang sudah terpasang di telinga nya , yang langsung tersambung dan saling terhubung pada derren , Varrel ,Sam , kevan ,Rio , Keanu dan Fira juga Stelly .


" Apa semua ya udah beres Sam ?" tanya Jen pada Sam yang saat ini berada di posisi nya bersama Orang kepercayaan nya sedang memantau melalui iPad nya yang tersambung pada kamera tersembunyi yang mereka pasang sebelum nya di setiap sudut bahkan di luar pun mereka memasang nya , bukan hal yang sulit untuk melakukan itu bagi mereka.


Stelly yang 2 hari ini bertahan sejak dia mengingat masa lalunya , Ia sudah tak sabar rasanya ingin membalas pada orang yang saat ini masih ia panggil papa untuk menutupi kebenaran bahwa ia sudah ingat semuanya.


Stelly sudah ada di dalam gedung tersenyum manis dan menyapa setiap tamu yang hadir, Tak berapa lama Tampak Varrel bersama 2 orang yang tak lain adalah Jen dan derren , tapi ia yang belum pernah bertemu mereka pun mengerutkan keningnya bingung , Pandangan Varrel yang saat itu juga melihat ke arah Stelly pun hanya tersenyum tipis melihat kebingungan gadis itu .


Tn. Soni yang melihat Varrel bersama 2 orang yang baru masuk itu pun mengajak stelly menghampiri mereka .


" Terima kasih telah datang di acara ini tuan muda Varrel " Sapa Tn Soni menjabat tangan Varrel , ia memang belum pernah bertemu dengan Derren ataupun Jen selama ini , perusahaan Jen menjalin kerjasama selama ini hanya orang kepercayaan nya yang menemui Tn Soni .


" Saya yang berterima kasih karena anda berkenan mengundang kami " Jawab Varrel menerima uluran tangan Tn Soni , walau begitu tatapan mata varrel dan wajah nya yang datar tak berkurang sedikit pun .


" Ini ??" pandangan mata Tn Soni menatap kagum pada kecantikan yang Jen miliki , dengan gaun merah yang menantang ,pria yang umurnya hampir menginjak 40 tahun itu tak berkedip menatap Jen .


Derren yang melihat itu mengeratkan rahangnya , ia menekan emosi nya agar tidak tersulut karena melihat mata Tn Soni yang terus menatap pada istrinya . Ingat !! istrinya !! Hanya miliknya .


" Oh ya perkenalkan , ini kakak dan kakak ipar saya ! Apa anda ke Beratan jika saya membawa mereka ?" Tanya Varrel tersenyum tipis , ia menyadari tatapan kagum pria itu , ingin rasanya Varrel mencongkel mata pria tak tahu diri di hadapannya itu yang berani menatap bunda nya seperti ingin melahap hidup-hidup wanita yang ia anggap ibu , walau lebih cocok sebagai kakak tentunya . Varrel sengaja tak memperkenalkan Jen dan derren sebagai bunda dan ayah angkatnya , itu titah Jen sebelum masuk tadi .


" Oh , tentu saja tidak ! Perkenalkan saya Soni tuan dan nyonya ...."


" Vano , Dan ini istri saya Ariella " ujar Derren dengan nada yang sangat datar tanpa menerima uluran tangan pria itu .


Tn Soni yang melihat keangkuhan derren pun menahan geram ,ia mengeraskan rahangnya dan menatap derren penuh kebencian .


" Cih , Sombong sekali ! kau lihat saja istrimu yang cantik ini pasti akan jatuh di tangan ku " batin nya menarik kembali tangan yang sempat ia ulurkan tadi .


" Baiklah , perkenalkan ini putri saya ,Serena " ujar Tn Soni memperkenalkan Serena pada Jen dan derren. dengan senyum mengembang nya g menambah kecantikan nya Jen menyambut uluran tangan Serena . begitu juga dengan derren walau tak ada senyum di wajahnya .


" Baiklah kalau begitu saya tinggal untuk menyapa tamu yang lain, kalian silahkan nikmati acaranya. Serena temani mereka papa kesana dulu " Ucapnya di angguki oleh Serena .


Setelah kepergian Tn Soni , Jen berbincang dengan Serena tanpa menyinggung rencana mereka .


Di sisi lain , di tempat yang sama . Keanu baru datang bersama Fira , kedua orang tua Keanu sudah berangkat lebih dulu tadi . Keanu dan Fira melihat ke arah Jen dan yang lainnya tanpa menghampiri mereka , mereka akan menganggap tak saling kenal satu sama lain dengan tujuan mengelabui musuh tentunya.


Tn Soni yang melihat kedatangan Keanu dan Fira pun tersenyum senang , karena rencana nya kini tidak akan gagal . Acar berlangsung dengan damai dan lancar sampai saat pemotongan pita . para tamu undangan saat ini sedang menikmati hidangan yang tersedia , seorang pelayan menawarkan minuman pada Keanu dan Fira , tanpa menolak mereka mengambil minuman itu dan mengucapkan terima kasih .


" Fira Keanu hati-hati dengan minuman itu , Mereka sudah memasukan obat kedalamnya ." ujar Jen sambil menatap ke arah mereka dari kejauhan , tanpa menjawab mereka mengangguk dan tersenyum tipis .


" Diam diam tukar lah dengan minuman lainnya, dan segera minum buat mereka menyangka bahwa kalian telah masuk dalam jebakan mereka " ujar Jen lagi


Mendengar itu , mereka melakukan sesuai perintah Jen . setelah itu Fira pamit ke toilet pada Keanu .


" Aku ke toilet Sebentar " ucap Fira di angguki oleh Keanu .


"Perlu aku antar ?" tanya Keanu


" Keanu jangan macam-macam !!" bukan Fira tapi Jen yang berada di sebrang sana menatap tajam pada Keanu , Keanu yang melihat itu hanya menyengir menampakan gigi putih nya.


Fira hanya terkekeh mendengar Jen menegur Keanu melalui Earphone nya .


Anak buah Tn Soni yang melihat Fira ke toilet pun segera mengikuti gadis itu , Tampak Fira merasa pusing pada kepalanya hingga ia hampir jatuh saat berjalan , dengan sigap seseorang menangkap tubuhnya , samar-samar Fira melihat wajah orang tersebut hingga ia benar-benar tak sadarkan diri .


Dengan cepat Orang itu membawa Fira ke sebuah ruangan, atau bisa di bilang sebuah kamar yang ada disana .Keanu yang merasa khawatir menyusul Fira tapi tak menemukan gadis itu , hingga seseorang memukul tengkuk nya membuatnya tak sadarkan diri . dan membawa ke tempat yang sama dengan Fira , bedanya pria itu di biarkan di lantai dengan tangan terikat sedangkan Fira berada di atas ranjang dengan seorang pria yang sedang menunggu gadis itu sadar.


Di tempat lain Tn Soni Tersenyum menyeringai melihat anak buah nya sudah bereaksi , Kini ia memanggil Serena dan membicarakan sesuatu pada gadis itu , Tn Soni memberikan berkas pada Serena , Gadis itu hanya mengiyakan dan mengikuti rencana pria itu .


Dikamar itu , Fira tampak membuka matanya sebelah dan melihat pria yang berada di sampingnya , Karena memang ia tidak benar-benar pingsan tadi .


" Sudah bangun lah nona , mereka sedang keluar " ujar orang itu yang tak lain orang kepercayaan Jen .


" Keanu mana ?" tanya Fira mendudukkan dirinya .


" itu !!"


" Kenapa kau mengikat nya ?" Seru Fira


" Itu tidak kencang , dia bisa dengan mudah melepaskan ikatan itu " jawab Orang tersebut


" Benarkah ?"


" Hm , Kau akan memulai acting mu nona saat merak datang nanti , mereka tadi memasukan obat perangsang kedalam minuman mu , Jadi ...."


" Kau jangan mengambil kesempatan ya !!" seru Fira


" Hei kalian kenapa kalian malah berdebat !!" Ujar Jen di sebrang sana , " Bersiap lah Akan ada yang datang !" Sam yang memantau kamera tersembunyi memperingati mereka .


Fira menghela nafas nya , dan berfikir bagaimana caranya menggoda pria di sampingnya ini , ya walau pun pria itu tampan tapi kan tetap saja dia tak suka pada nya ,juga Fira kan tidak pernah menggoda pria .


" Kean .. keanu !!" panggil Fira


tapi tak ada jawaban dari pemuda itu , Fira mengerutkan keningnya bingung .


" Eh .. apa Keanu pingsan beneran ?" tanya Fira pada Axel , pemuda yang bersama nya saat itu


" Tidak , Tadi Dia hanya di pukul pelan oleh Orang itu " jawab Axel .


" Lalu kenapa dia tak menjawab aku ?" tanah Fira bingung .


" Biar aku periksa!" Axel yang duduk di tepi ranjang pun menghampiri kea u yang tergeletak dibawah , ia melihat Keanu tersenyum dan mengedipkan sebelah matanya pada Axel , Axel yang mengerti pun tersenyum tipis dan bilang pada Fira bahwa Keanu beneran tidak sadarkan diri , membuat Fira panik .


" Tidak apa-apa Nona , sebentar lagi pasti dia juga akan bangun !" ucap Axel dengan santainya .


" Kau ...." belum sempat Fira melanjutkan perkataannya , mereka mendengar derap langkah kaki yang mendekati ruangan itu , Fira cepat-cepat berbaring dan memejamkan matanya .


Ya beberapa anggota black Devils di perintahkan derren untuk menyusup sebagai anggota musuh dan mereka menjalankan tugas mereka dengan baik saat ini .


"Pertunjukan akan segera dimulai "


.


.


.


.


**Bersambung ..


jangan lupa like comment n vote nya ya ..


Jen



Derren



Happy reading gays**