MY HUBBY IS A PRESDIR

MY HUBBY IS A PRESDIR
Bab 53


Hari ini , Hari yang di tunggu-tunggu akhirnya telah tiba, Varrel kini sudah bersiap menghadiri acara wisuda nya ,dia sudah terlihat tampan dan gagah dengan setelan jas yang melekat pada tubuhnya . tersirat rasa sedih karena Jen dan derren tidak bisa datang karena ada urusan penting disana , Fira yang sangat ingin ikut pun tidak bisa juga karena gadis itu sedang menjalani ujian semester awal ..


Varrel menghela nafas berat ,namun ia mengerti itu semua tak bisa ia paksakan , setidaknya ada kekasih juga teman-teman yang menemani nya disana nanti , Varrel bergegas berangkat ke tempat acara berlangsung sebelum itu ia menjemput Vania lebih dulu .


" Maaf lama ya ?" Ucap Vania yang sudah cantik dengan gaun berwarna senada dengan setelan jas yang Varrel kenakan .ia masuk kedalam mobil Varrel dan duduk di sebelah pemuda itu .


Varrel Tersenyum melihat kecantikan kekasihnya , walau dengan polesan makeup tipis , Karena pada dasarnya sudah cantik mau bagaimana pun tetap cantik . " Gak apa-apa sayang " jawab Varrel Tersenyum dan segera menghidupkan mobilnya menuju tempat acara .


" Yang lain tadi Bilang Katanya mereka akan nyusul " ujar Vania


" Iya , Tadi Ezhel juga chat aku " jawab Varrel di Angguki vania . Tak berapa lama mobil yang mereka tumpangi sampai di tempat tujuan


" bee , Kamu duluan aja , gabung sama yang lain , aku tunggu Roza dan yang lainnya " kata Vania , karena mereka hanyalah tamu , sedangkan Varrel yang akan menjalani Acaranya .


" Baiklah , kamu gak apa-apa nunggu sendiri ?" tanya Varrel .


" Gak apa-apa dong , lagian mereka pasti sebentar lagi sampai " Jawab Vania Tersenyum manis .


" hm . . kalau begitu aku masuk duluan ya !!" Vania Tersenyum dan menganggukan kepalanya .


Vania masih di dalam mobil , Setelah Varrel pergi dia segera menghubungi Teman-temannya sudah sampai mana , cukup lama ia menunggu mereka baru sampai , mungkin acaranya sudah akan di mulai . pikir Vania .


" Kalian kenapa lama banget sih ?" omel Vania pada ke 3 temannya itu


" Ini nih , nungguin Roza ! rempong banget dia dandannya , kayak yang dia aja yang mau wisuda " omel Aiden


" Namanya juga cewek , wajar kali " sunggut Roza tak terima


" Udah udah , jangan debat deh ! ayo masuk " Potong Vania , ia berjalan lebih dulu di ikuti oleh mereka .


" Tu kan udah di mulai " omel Vania .


" Gak apa-apa Van , yang pentingkan Varrel belum di panggil " jawab Ezhel santai , mereka mencari kursi yang kosong untuk para tamu .


" Eh , kalian bawa kan yang aku minta tadi " Tanya Vania


" Bawa dong , ini apaan ?" Ujar Aiden menunjukan karangan bunga yang ia pegang .


" Eh , kok gue gak liat ya dari tadi ?" Tanya Vania membuat teman-teman nya kesal .


" Gimana mau liat , orang Lo dari tadi ngomel Mulu " saut roza membuat Vania menyadari kelakuannya dan terkekeh sendiri .


Waktu yang di tunggu-tunggu akhirnya datang , Varrel kini telah mendapat gelar MM atau Magister Management yang memang di berikan pada mahasiswa Yang menyelesaikan studi Pascasarjana atau strata 2 . Dia mendapatkan nilai sempurna dengan IPK 4.00 menjadi mahasiswa lulusan terbaik seangkatan nya .


Riuh tepuk tangan terdengar memberi selamat pada nya , namun seperti ada yang kurang karena Orang tuanya tidak dapat menghadiri acara yang membahagiakan sekaligus membanggakan untuk dirinya . Ucapan selamat terus membanjiri dirinya begitu juga dengan teman-teman juga kekasihnya .


Vania berjalan menghampiri Varrel yang sudah turun dari panggung , Ia membawa sebuket bunga juga Hadiah sebagai ucapan selamat untuk kekasihnya.


" Sekali lagi Happy graduation sayang !" Vania Tersenyum sambil memberikan buket bunga tersebut


" Terima kasih honey !!"


" Happy Graduation Man , Makin sukses ! setelah ini jangan lupain kita , Oke !!" Ezhel memeluk pria yang beberapa tahun ini menjadi sahabat nya itu ,begitu juga dengan Aiden , bagaimana pun Setelah ini mereka akan berpisah dan tak tau kapan mereka akan bertemu lagi .


" Jangan pada mellow dong ! ini kan hari bahagia gue " Ujar Varrel tak ingin ada kesedihan antara mereka .


" Ya udah deh , gimana kalau kita nongkrong dulu di cafe sana untuk terakhir kalinya " Ujar Aiden pada mereka dengan perasaan yang tak kalah sedih ,karena pasti dia akan merasa kehilangan dengan sosok Varrel yang sangat dewasa walau di antara Ezhel dan dia Varrel lah yang paling muda .


" Oke .. Go !!" teriak Roza dengan semangat walau dia turut sedih .


Saat mereka berjalan akan keluar kampus tiba-tiba mereka di kejutkan oleh 3 orang yang sangat mereka kenal .


" HAPPY GRADUATION ABANG !!!" Seru mereka sambil membawa buket bunga berjalan menghampiri Varrel dan lainnya yang masih terpaku berdiri di tempatnya .


" Hai .. kenapa bengong ? gak senang kah ?" tanya seseorang dari mereka .


" Bunda ! Ayah ! adek !" Ucap Varrel tak percaya , Sungguh dia bahagia melihat kehadiran Orang tua juga adik nya . tapi ? kenapa hanya Jihan kemana Varo ? kalau Fira pasti ujian dan tak bisa di tinggal .tapi Varo ? Varrel bertanya-tanya dalam hati nya .


" iya , ini kami !" jawab Jen . kemudian Jihan berjalan dengan kaki kecil nya menghampiri Varrel dan memberikan sebuket bunga pada abangnya itu .


" Happy Graduation Abang " ucap Jihan sambil mendongak menatap abangnya yang jauh lebih tinggi darinya .


Varrel berjongkok dan menerima bunga dari tangan kecil adiknya itu


" Terima kasih sayang " varrel menghujani wajah Jihan dengan ciuman , membuat Jihan terkekeh geli karena nya .


Varrel juga mengucapkan terimakasih pada Derren dan Jen karena telah menyempatkan diri untuk datang di sela-sela kesibukan mereka , dia tau betapa sibuknya mereka karena varrel sendiri juga sudah merasakannya .


Kini mereka berkumpul di apartemen Varrel dan tak jadi nongkrong di cafe , Mereka memutuskan untuk masak di rumah saja dan makan bersama .


Jelas Ezhel dan Aiden sangat antusias karena mereka sudah kangen dengan masakan Jen . Roza dan Vania membantu Jen di dapur sedangkan para pria duduk menunggu di ruang keluarga , mereka asik main catur disana , derren dan Ezhel , Varrel dan Aiden . Jihan hanya menunggu dengan bosan disana karena tak ada yang mengajak main dirinya membuat gadis kecil itu cemberut lucu .namun lama kelamaan kebosanan nya menjadi-jadi membuatnya sangat kesal dan berlari mengadu pada bunda nya .


" Bundaaa !!" teriak Jihan menangis menghampiri bundanya yang berada di dapur .


" Loh .. kenapa menangis sayang ?" tanya Jen langsung merengkuh tubuh kecil anaknya dalam dekapan.


" Ayah sama Abang jahat bunda !! Mereka cuekin Jihan dak mau ajak main Jihan " Adu gadis kecil itu merengek pada sang bunda .


" Benarkah ? memang mereka lagi ngapain sampai cuekin Jihan ?" tanya Jen mengusap air mata Jihan di pipinya .


"Ayah sama Abang main catur bersama Kak Ezhel dan kak Aiden " jawab Jihan jujur , Jen tersenyum menanggapi aduan putrinya .


" Ya udah , kalau begitu Jihan disini aja bantu bunda masak bersama kak Vania dan kak Roza , bagaimana ?" tawar Jen dan dengan cepat Jihan mengangguk antusias . dia sangat senang jika dia ajak memasak oleh bundanya .ntah lah mungkin itu akan menjadi hobinya nanti saat sudah besar .


Satu jam berlalu masakan mereka telah siap , Vania dan Roza menyusunnya di meja makan , mereka memasak berbagai masakan Indonesia . Jen memanggil Para lelaki untuk makan siang lebih dulu . Kini mereka semua berkumpul di meja makan , Masakan yang sangat menggugah selera membuat Ezhel dan Aiden begitu bersemangat hingga tak terasa semua masakan telah tandas tak tersisa .


Seusai membersihkan meja makan serta piring piring kotor , mereka berkumpul di ruang keluarga untuk sekedar mengobrol.


" Bun. kenapa Varo gak ikut ?" tanya varrel ,pertanyaan yang sejak tadi ia tahan karena belum ketemu waktu yang pas untuk bertanya


" Oh , Varo sedang ujian juga sama dengan Fira jadi mereka gak ikut , makanya bunda dan ayah gak bisa lama-lama disini , besok kami sudah harus kembali " jawab Jen


" kamu jadi pulangkan ?" tanya derren


" Jadi yah !" jawab Varrel mantap


" Ya sudah , kita berangkat bersama saja . nanti bereskan barang barang mu .. Besok kita berangkat pagi " kata Derren kemudian


Jen yang mengerti itu , menepuk pundak Varrel seakan memberi dukungan pada Varrel , mereka hanya berpisah sementara dan pasti akan bertemu lagi . Walau berat ini dan banyak konsekuensi nya mereka harus tetap menjalani hubungan jarak jauh kurang lebih 1 tahun kedepan .


Pagi itu setelah mengantar kepergian Varrel dan keluarga nya , Vania dan teman-temannya kembali ke rutinitas mereka masing-masing , Ada ruang kosong dalam hati mereka sejak kepergian varrel , sebagai teman Mereka berharap akan selalu bersama tapi keadaan mereka tak bisa lagi dipaksakan dan mengharuskan mereka untuk berpisah .


***


Selesai ujian Fira , Keanu Airin dan Rafi langsung menuju rumah Fira , mereka akan belajar untuk mata pelajaran besok saat ujian , Juga menemani Fira yang sendiri dirumah bersama Varo , walau banyak pelayanan tapi kan mereka bekerja tak bisa di ajak mengobrol .


Mereka berkumpul di ruang tamu duduk dibawah melingkari meja dengan tumpukan buku-buku yang mereka pelajari , hari ini ujian cukup sulit bagi mereka tapi tidak dengan Fira dan Keanu yang memang jauh sebelum ini mereka telah belajar bersama .


Varo ikut nimbrung disana ,tapi ia duduk di sofa memakan cemilan tak lupa dengan ponsel ditangannya .


" Dek , emang kamu gak belajar ? kan kamu ujian juga ?" tanya Fira pada varo yang asik dengan ponsel nya


" Gak kak , buat apa belajar ? itu yang kakak pelajari aku pun bisa mengerjakan nya " jawab varo dengan sombong nya membuat Fira berdecak kesal . tapi tidak dengan ketiga teman Fira yang malah terkekeh tak percaya dan menganggap Varo hanya bergurau .


" Sombong banget ,yaellah !!" gerutu Fira .


" Bukan sombong kakak ku yang cantik ,tapi tetap masih cantik bunda ! itu kenyataan " Jawab Varo songong


" Iya . iya . kakak tau kamu bisa ! terus kalau kamu bisa kamu gak perlu belajar lagi gitu ? dek nih yah kakak kasih tau , ilmu itu seperti Pisau .. Kalau kita asah dan pakai setiap hari akan semakin tajam , tapi kalau kita abaikan dan tidak kita pakai ,itu tidak akan berguna dan yang ada karatan . lupa semua !!" Oceh Fira yang membuat


Varo terkekeh.


" Kak !! Aku tu setiap hari belajar , kalau gak mana mungkin aku bisa, Semua buku kakak tu udah di luar kepala ku , asal kakak tau ? " jawab varo Sombong nya Kelewatan .


" Ya udah nih kerjain !!" ujar Fira kesal memberikan bukunya pada varo yang duduk di atas sofa di samping Fira yang duduk lesehan dibawah .


" CK .. oke !!" Varo mengambil buku itu dan mulai mengerjakan soal soal yang mereka bahas sejak tadi .


" Ra kok kamu kasih Varo buku nya ,Di coret-coret ntar " Ujar Airin khawatir ,karena itu buku cuma satu dan untuk mereka pelajari , jika di rusak Varo kan jadi kacau .


" Gak usah khawatir " jawab Fira kemudian dia memasukan kacang dalam mulutnya .


" Afi Lo udah kerjain sampai mana yang ini ?" tanya Fira


" Baru soal ke 15 Ra , susah banget sumpah !" saut Rafi sambil menggaruk kepalanya pusing .


" Kalau Lo Kean ?"


" Nih, udah selesai tinggal 2 Sola lagi yang kurang yakin sama jawaban nya " Jawab Keanu memberikan buku pada Fira .


" Ntar ,kita bahas sama-sama deh , nunggu punya gue kelar di kerjain Varo "


" Yakin Lo ? Anak TK Lo suruh ngerjain soal beginian" Saut Airin .


" TK Pala Lo ? Udah sekolah dasar dia " Jawab Fira


" Iya kah ? Bukannya dia baru 5 tahun dan baru beberapa bulan sekolah bareng Lo masuk kuliah ?" tanya Airin tak yakin


" Iya. Dia sekolah mah cuma lewat doang Rin , Buat memenuhi syarat dapat ijazah " saut Fira ,tapi tak membuat Airin percaya . ia berasumsi Fira hanya bergurau .


" Nih kak " ujar Varo memberikan buku yang tadi Fira berikan padanya .


Fira mengecek jawaban Varo yang benar semua , lengkap dengan Uraiannya .


" Waw !! Makasih sayang !!" Seru fira Langsung mencium pipi gembul Varo dengan gemas.


" Kakak . ih !! Gak usah Cium-cium juga sih !!" Sewot Varo mengusap pipinya , Fira hanya menampilkan senyum terbaiknya pada adiknya itu .


" Nih .. coba periksa deh !!" ujar Fira pada teman-temannya .Keanu , Rafi juga Airin memeriksa jawaban yang Varo tulis . Keanu yang mengerti Sungguh kagum dengan kecerdasan Pemuda kecil itu , Bahkan dia menulis lengkap dengan uraian nya disana . membuat mereka tak sulit untuk mengerti.


Rafi dan Airin melongo tak percaya dengan hal itu pun sampai tak bisa berbicara apapun lagi , Mereka berpikir dengan pikiran mereka masing-masing mengagumi kecerdasan Varo ya g ntah terbuat dari apa . pikir mereka . mereka jadi merasa malu yang sudah sebesar ini saja masih kesulitan dalam memahami pelajaran mereka ,tapi anak seusia Varo dengan mudah mengerjakan nya .


" Varo ??" Panggil Rafi


" Iya ?"


" Kok kamu bisa sih ngerjain ini semua ?" Tanya Rafi penasaran


" Ya belajar kak" jawab varo dengan santai


" Iya kakak tau , tapi siapa yang ngajarin kamu ?" tanya nya lagi


" Belajar sendiri , Aku sering baca buku-buku kak Fira , soalnya buku-buku ayah semua udah aku baca , jadi aku belajar aja dari buku-buku kak Fira yang berbeda dari buku-buku ayah yang semuanya tentang bisnis , kalau buku kak Fira tentang ilmu kedokteran ." Jawab Varo jujur . karena selama ini ia hanya bermodalkan membaca dan bisa mengerti semua nya .


" Benar-benar Bocah ajaib " Pikir mereka semua .


.


.


.


Bersambung


Hai tetap semangat baca , Jangan Lupa like this page, komen n Vote ya !!!! .


Varo






Yang kangen Varo ,udah aku kabulin nih di part ini . oh ya untuk cerita Varo seperti nya Akan aku bikinin Judul sendiri kedepannya . Karena kalau lanjut disini Akan panjang banget nanti episode nya . Setelah Cerita ini Tamat kita pindah Ke Judul lain bersama Varo ,Jihan dan generasi lainnya ya . Semoga kalian tetap setia menanti kisah Varo yang aku jamin bakal lebih seru .


Saat ini aku masih nyusun draf nya lebih dulu . jadi jika waktunya nanti tinggal Up ..oke gays!!!


See you....


Happy reading